NovelToon NovelToon
Nadia Anak Yang Diabaikan

Nadia Anak Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Nadia anak kandung yang di abaikan, keluarganya lebih memilih anak orang lain ketimbang anak kandung,,,Nadia bahkan mau di singkirkan oleh ibunya sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Menampar Keluarga

Bab 10 Menampar Keluarga

Nadia akhirnya pulang ke rumah setelah dua hari tidak pulang sama sekali. Wajahnya terlihat lelah, langkahnya pelan, dan tubuhnya masih menyimpan sisa capek karena beberapa hari terakhir pikirannya dipenuhi banyak hal yang datang bertubi-tubi.

“nona nadia baru pulang,” sapa Johan, kepala pelayan, sambil sedikit membungkukkan badan ke arah Nadia.

“ya,” jawab Nadia datar.

Nadia mengangkat pandangannya ke arah dalam rumah. Dari luar saja suara ramai sudah terdengar jelas, diselingi suara tawa dan musik pelan yang mengisi seluruh ruangan.

“ada acara apa di dalam? kenapa ramai sekali?” tanya Nadia.

“sedang ada pesta nona,” jawab Johan sambil menatap Nadia dengan wajah penuh perhatian. “nona Yulia berhasil menjadi siswa terbaik di kursusannya dengan memenangkan nilai 95, jadi nyonya Rani mengadakan pesta kecil-kecilan.”

“oh.”

Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Nadia. Tidak ada rasa penasaran, tidak ada rasa antusias. Wajahnya tetap datar seperti biasa seolah apa pun yang terjadi di rumah itu tidak lagi punya pengaruh besar untuk dirinya.

Nadia melangkah masuk ke dalam rumah. Dia terlalu lelah untuk naik lewat tembok seperti biasanya. Dari dalam terdengar suara ramai orang-orang yang sibuk memuji Yulia tanpa henti.

“pulang juga kamu rupanya?” ucap Rini dengan nada sinis begitu melihat Nadia masuk.

Yulia buru-buru berlari mendekat dengan wajah sendu dan tatapan penuh perhatian. Dari kejauhan, siapa pun pasti akan mengira dia benar-benar adik paling baik di dunia.

“kaka, akhirnya kaka pulang. Mari ikut pesta sama kami. Masalah kaka yang sudah dicoret jadi peserta olimpiade sebaiknya dilupakan saja. Yang penting keluarga kita masih utuh, Ka,” ucap Yulia dengan nada lembut penuh simpati.

Nadia mengembuskan napas pelan sambil menatap orang-orang di depannya satu per satu.

“pesta ini dipersiapkan karena aku sudah dicoret jadi peserta olimpiade?” tanyanya datar.

“omong kosong,” Rini langsung menjawab cepat. “aku nggak sudi ngadain pesta buat berandalan kayak kamu. Tuh lihat media sosial, kamu jadi hujatan banyak orang. Memalukan banget.”

“yang lebih memalukan itu mamah,” jawab Nadia dingin. “mamah yang nyebarin foto-foto aku ke media sosial dan melaporkan aku ke komisi penerimaan peserta sampai aku dicoret.”

Kalimat itu langsung membuat suasana berubah. Tatapan beberapa orang yang tadi tersenyum mulai berpindah-pindah dengan canggung.

“anak keras kepala, berandalan. Aku bersyukur banget akhirnya kamu dicoret dari peserta olimpiade. Dan memang aku sama mamahlah yang melaporkan kamu. Sudah bodoh, berandalan, suka merokok, berantem, masih mau ikut olimpiade? Kamu cuma bakal jadi benalu buat Yulia. Aku nggak mau di acara yang sama ada kamu dan Yulia …..karena itu cuma bikin malu,” ucap Rini panjang lebar.

Tangan Nadia mengepal kuat di samping tubuhnya. Awalnya dia sempat berpikir mungkin akun mamahnya diretas atau ada orang lain yang sengaja menyabotase semuanya. Tapi sekarang semuanya jelas. Tidak ada salah paham. Semua dilakukan dengan sengaja.

“bagaimana Nadia? kamu pikir bakal sanggup ngelawan aku, ha?”

Suara Rina terdengar dari belakang. Wanita itu berjalan perlahan lalu berdiri di samping Rini. Sekarang Nadia berhadapan langsung dengan ibu dan kakak kandungnya sendiri.

“mah, ka, sudah jangan pojokin Ka Nadia. Aku tahu dia pasti tertekan sama semua ini. Lebih baik Ka Nadia istirahat aja. Dan jangan salah paham sama sikap mamah sama kaka. Mereka cuma mau yang terbaik buat kaka,” ucap Yulia dengan nada lembut.

“Yulia apa kamu idiot?”

Kalimat Nadia membuat suasana langsung membeku. Mata Yulia membesar, wajahnya memerah menahan tangis.

Rini langsung mengangkat tangan mau menampar Nadia, tapi kali ini Nadia lebih cepat. Dia menahan tangan itu dengan cengkeraman kuat sampai Rini terkejut.

“kamu sama mamah sudah menghancurkan saya di media sosial. Apa belum puas dan sekarang mau pakai kekerasan juga?” suara Nadia terdengar datar, tapi ada sesuatu yang membuat bulu kuduk merinding. “aku ingetin, mulai sekarang aku nggak akan biarin wajahku ditampar lagi sama kalian.”

“dasar anak nggak bermoral!” bentak Rina.

“sudahlah, jangan ngomong soal moral sama aku. Anda juga nggak bermoral. Bukannya nutupin aib anak sendiri malah nyebarin ke semua orang. Aku cuma merokok, sedangkan anda yang sudah tua malah sibuk menjelek-jelekkan anak sendiri. Memalukan.”

“ka mamah sama kaka punya niat baik,” ucap Yulia pelan.

“diam kau idiot. Apa otak kamu jongkok sampai nggak bisa bedain mana yang baik dan mana yang memalukan?”

Tangan Rina kembali melayang mau menampar Nadia. Tapi lagi-lagi Nadia menahannya. Sekarang tangan kanan Nadia menggenggam tangan Rini, sementara tangan kirinya menahan tangan Rina.

Mereka berdua berusaha melepaskan diri, tapi tenaga Nadia yang terbiasa mengangkat besi di bengkel dan latihan fisik berat jelas tidak sebanding dengan mereka.

“lepaskan Nadia,” ujar Rini sambil meringis kesakitan.

Nadia menghentakkan tangan mereka dengan kasar sampai hampir kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai.

“sudah Nadia sudah... kalau gara-gara aku ikut olimpiade keluarga ini jadi bertengkar, lebih baik aku mengundurkan diri,” ujar Yulia dengan mata berkaca-kaca.

Mendengar itu, Rini dan Rina langsung mendekati Yulia lalu memeluknya erat seperti sedang melindungi sesuatu yang sangat berharga.

“kamu harus tetap maju, dan biarkan saja anak sialan ini,” ujar Rini.

“iya biarin aja. Lagian anak ini sudah dicoret jadi peserta olimpiade. Mungkin dia lagi marah,” timpal Rina.

Tiba-tiba Nadia tertawa pelan. Bukan tawa bahagia, melainkan tawa sinis yang membuat senyumnya terlihat dingin.

“kalian pengen banget aku dicoret ya,” ucap Nadia sambil menyunggingkan senyum tipis. “sayang banget harapan kalian harus hancur lagi.”

Nadia merogoh sakunya lalu mengeluarkan salinan tanda terima pendaftaran sebelum melemparkannya tepat ke hadapan Yulia.

“aku direkomendasikan langsung sama profesor.”

Ruangan mendadak hening. Tidak ada lagi yang bicara. Tidak ada lagi yang tersenyum.

Nadia melangkah menuju tangga sambil berkata pelan tanpa menoleh ke belakang.

“Yulia, siapin intrik selanjutnya. Pastikan malam ini kamu minum obat tidur, karena mulai sekarang kamu nggak bakal tidur nyenyak.”

Nadia melangkah naik dengan tenang melalui tangga darurat karena dia memang tidak pernah suka menggunakan lift.

Rina buru-buru mengambil surat pendaftaran dari tangan Yulia. Matanya langsung membesar, sementara rahangnya mengeras menahan emosi.

Dengan tangan gemetar dia segera menelepon panitia yang dikenalnya. Tapi bukannya mendapat bantuan, suara di seberang sana malah langsung membentaknya.

“jangan lagi-lagi mengintervensi kami. Semua kacau gara-gara anda. Saya sarankan jangan macam-macam lagi, kalau tidak malah anak kesayangan anda yang kami coret.”

..

Suasana mendadak hening. Kemeriahan pesta menjadi tak berarti.

“kenapa, mah, bisa begini?” tanya Rini.

“mamah ga tahu, bagaimana mungkin Nadia bisa direkomendasikan profesor. Memang sepintar apa dia?” keluh Rani tak habis pikir.

“nadia memang pintar. Dari SD sampai SMP selalu jadi juara kelas,” kata Rangga yang sedari tadi diam. Tentu hal itu membuat mereka semua merasa jengkel. Padahal mah Rangga itu diam aja, ga usah bicara. Sekali bicara bikin kepala panas saja.

1
Suanti
semoga aja nadia dan aldo selamat ada yg tolong biar bisa kembali kermh buat balas dendam 🤭
Anonim
Bales nadia jangan kalah,lawan si rina n the genk tuh
Anonim
Hati hati nadia,jaga nadia thor
Anonim
Kurang ajar si rangga ni bukan nya kasih tahu yg sebenar nya ke nadia,ayo nadia balas mereka semua suatu saat💪
adelina rossa
jelas nih nadia anaknya rangga sama selingkuhanya ...
Anonim
Ayo semangat nadia,semoga aldo bantuin nadia bisa ikut olimpiade y thor😍
Anonim
Si rini goblok ,bukan nya kasian sama nadia ade nya malah ngatain bikin malu,buat nadia cepet keluar dari rumah itu thor buat nadia bersinar 😍
siswati etty
semangat terus Nadia .....keren
libas saja mereka si pecundang
Anonim
Gila,,nadia keren aku suka aku suka😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!