NovelToon NovelToon
Istriku Mengubah Hidupku

Istriku Mengubah Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ramirisss

Bumi mengalami kehancuran dengan munculnya banyak Monster melalui retakan dimensi, hingga bencana ini disebut sebagai The Chaos.

Manusia mulai beradaptasi dan berevolusi. Kini setiap manusia punya Status Window sebuah layar hologram mengambang yang hanya dapat dilihat oleh pemiliknya. Dan manusia pun disebut sebagai Userator. Namun tidak semua Userator itu kuat, karena syarat menjadi kuat adalah Awakening.

Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.

Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.

[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 Mencurigakan

​Aroma antiseptik dan sisa energi magis yang menguap langsung menyambut Arka dan Handji begitu mereka kembali ke aula utama Serikat Userator wilayah Indonesia. Tanpa membuang waktu, mereka langsung menuju konter resmi penampungan material.

​Petugas konter menerima tas taktis raksasa yang dibawa Handji dengan pandangan profesional. Namun, begitu mengeluarkan tumpukan kristal inti murni dan organ monster Elite yang terkumpul dalam jumlah tidak masuk akal, mata petugas itu langsung melebar.

​"Mohon letakkan Kartu Userator Anda di atas pemindai, Tuan," ucap petugas itu, suaranya mendadak berubah jauh lebih takzim.

​Arka menyodorkan kartu Userator-nya. Bip!

​Layar terminal di depan mereka berkedip cepat, memproses transaksi bernilai fantastis sebelum memancarkan gelombang cahaya keemasan yang baru. Lambang bintang pada kartu Arka perlahan bergeser dan bertambah.

​"Proses verifikasi dan transfer dana selesai. Selamat, Tuan Arkana Herssen. Berkat kontribusi masif Anda hari ini, poin Anda telah melampaui batas minimum. Anda resmi naik peringkat menjadi Userator 3 Stars," ucap sang petugas sembari menyerahkan kembali kartu yang kini memancarkan pendar emas tipis di tepinya.

​Arka menerima kartunya kembali dengan tatapan tenang, meski di dalam hati ia cukup terkejut. ‘Cepat sekali. Belum lama aku menjadi 2 Stars, sekarang sudah naik lagi. Apa aku sudah sekuat itu?.’

​Begitu mereka melangkah menjauh dari konter, Handji langsung membungkuk hormat dengan wajah yang berseri-seri. "Wah! Selamat, Tuan Arka! Anda benar-benar luar biasa. Naik ke peringkat 3 Stars dalam waktu sesingkat ini adalah rekor yang luar biasa di distrik ini!"

​"Ya, terima kasih atas bantuanmu hari ini," jawab Arka singkat. Ia mengeluarkan ponsel flagship barunya, menekan beberapa menu aplikasi perbankan, lalu mengirimkan upah kerja Handji beserta bonus tambahan atas insiden bandit tadi.

​Tring!

​Handji meraba saku celananya, menatap layar ponselnya dengan mata yang hampir melompat keluar. "T-Tuan... ini... jumlahnya terlalu banyak! Ini tiga kali lipat dari tarif porter biasa!"

​"Ambil saja. Itu upah yang layak untuk kerja kerasmu. Aku menghargai orang yang bertanggung jawab," ucap Arka sambil menepuk pundak Handji.

​"Terima kasih banyak, Tuan Arka! Kapan pun Anda butuh porter lagi, hubungi saya secepatnya. Saya siap sedia dua puluh empat jam!" seru Handji dengan semangat membara. Rasa sakit bekas pukulan bandit tadi seolah menguap begitu saja digantikan oleh tumpukan ITD di rekeningnya.

​"Eh? Nak Arka?"

​Sebuah suara berat yang familier memecah obrolan mereka. Arka menoleh dan mendapati Paman Wald sedang berjalan mendekat dengan tas material berukuran sedang di pundaknya. Gurat lelah tercetak jelas di wajah pria paruh baya itu.

​"Halo, Paman Wald," sapa Arka ramah, senyumnya kembali terkembang.

​"Ternyata benar kamu. Apa kamu baru saja selesai berburu?" tanya Wald, menurunkan tasnya ke lantai konter dengan helaan napas lega. Matanya kemudian beralih ke samping Arka. "Lho, Handji? Jadi kamu yang jadi porter-nya Nak Arka hari ini? Hahaha, baguslah, anak ini memang bisa diandalkan."

​Arka memandang keduanya bergantian. "Kalian berdua sudah saling kenal?"

​"Ya, Tuan Arka," Handji yang menjawab sambil menyengir. "Sebelum ini, saya sering ikut berburu bersama Paman Wald di retakan dimensi kelas Common. Tapi beberapa waktu lalu, Paman Wald yang menyarankan saya untuk fokus menjadi porter saja. Beliau bilang, kalau saya bisa mendampingi Userator yang kuat, pendapatannya jauh lebih besar dan taruhan nyawanya lebih kecil karena tidak perlu ikut bertarung langsung."

​Arka manggut-manggut paham, lalu menatap Wald dengan pandangan menelisik. "Kalau begitu, kenapa Paman Wald sendiri tidak mendaftar sebagai porter bersamaku? Jika Paman mau, aku masih punya satu slot kosong untuk menemani perburuanku berikutnya."

​Wald tertawa renyah, menggelengkan kepalanya yang mulai beruban. "Ahaha, terima kasih banyak atas tawarannya, Nak Arka. Tapi aku ini sudah tua, tenagaku tidak sekuat dulu lagi. Aku sudah cukup puas berburu secara santai di kawasan retakan dimensi kelas Common saja."

​"Paman Wald ini tipe pemburu bebas, Tuan," timpal Handji gembira. "Dia lebih suka menentukan jam kerjanya sendiri agar bisa pulang ke rumah kapan saja demi menemani anak dan istrinya."

​"Benar sekali apa kata Handji," Wald tersenyum hangat, sorot matanya melembut saat memikirkan keluarganya. "Tapi, entah kenapa... beberapa hari belakangan ini mencari tempat berburu di zona Common jadi agak sulit. Banyak sekali retakan dimensi kelas Common di sekitar wilayah kita yang mendadak hilang dan tertutup begitu saja tanpa sebab. Serikat bahkan sedang bingung mencari tahu kebenarannya."

​DEG.

​Jantung Handji seketika berdegup kencang mendengar ucapan Wald. Ingatannya langsung melayang ke kejadian beberapa jam yang lalu di stasiun bawah tanah.

​‘Tunggu sebentar...’ Handji membatin, bulu kuduknya mendadak meremang. ‘Hari ini Tuan Arka baru mulai berburu di kelas Elite. Dia melangkah masuk menembus retakan dimensi yang mustahil dimasuki manusia, lalu setelah dia keluar... retakan itu instan lenyap tanpa bekas. Dan belakangan ini, retakan kelas Common juga banyak yang tertutup... Jangan-jangan...’

​Handji menatap punggung Arka dengan rasa ngeri sekaligus kagum yang amat sangat. ‘Semua misteri penutupan dimensi ini... apakah ulah Tuan Arka?! Bagaimana bisa seorang manusia memiliki kemampuan seperti itu?’

​Namun, Handji buru-buru menggelengkan kepalanya secara samar. Ia menekan dalam-dalam rasa ingin tahunya. Sesuai prinsip hidupnya, mengusik rahasia monster sekuat Arka adalah tindakan bunuh diri. ‘Ah, sudahlah! Tuan Arka memang penuh dengan misteri mengerikan... tapi yang penting dia orang baik dan aku bisa dapat banyak uang. Kapan lagi bisa ikut Userator sekuat ini!’

​Setelah berbincang ringan selama beberapa menit, Arka berpamitan pada Wald yang hendak mengantre di konter pembayaran. Tepat saat itu, ponsel di saku jaket Arka bergetar nyaring. Layar ponsel premiumnya menampilkan nama kontak yang langsung membuat senyum pemuda itu merekah sempurna.

​"Halo, Sayang," ucap Arka, suaranya spontan berubah menjadi sangat lembut.

​"Mas, kamu sudah selesai urusan di luar? Ayo kita makan malam bersama," sahut suara manis Sisil di seberang telepon, terdengar penuh harap.

​"Tentu saja sudah selesai. Mau aku jemput ke rumah sekarang?" tanya Arka.

​"Tidak usah, Mas. Kebetulan aku sedang berada di dekat area pertokoan distrik tengah. Kita langsung ketemuan di tempat makan saja ya?"

​"Oke, kalau begitu kirimkan saja alamat restorannya lewat pesan. Aku akan langsung meluncur ke sana," jawab Arka meyakinkan.

​"Siap, Mas! Aku tunggu ya, jangan lama-lama. Dah!" Panggilan diputus sepihak dengan nada ceria.

​Arka memasukkan ponselnya, lalu menoleh ke arah Handji yang sejak tadi pura-pura tidak mendengar. "Handji, aku duluan ya. Urusan kita selesai untuk hari ini."

​"Siap, Tuan Arka! Hati-hati di jalan!" teriak Handji sembari melambaikan tangan melihat bos barunya itu melesat pergi dengan langkah terburu-buru.

​Restoran yang dipilih Sisil ternyata bukan tempat mewah bintang lima seperti pilihan Arka sebelumnya, melainkan sebuah rumah makan lokal sederhana yang bersih dan menyajikan hidangan tradisional hangat. Sisil tampaknya sengaja memilih tempat ini karena tahu Arka menyukai suasana yang tidak terlalu kaku.

​Di sela-sela makan malam mereka yang santai, Sisil meletakkan sendoknya, menatap Arka dengan pandangan sedikit ragu.

​"Mas... besok, boleh tidak kalau aku pergi jalan-jalan bareng teman?" tanya Sisil pelan, jemarinya memainkan ujung sendok.

​Arka menghentikan kunyahannya sejenak, menatap istrinya dengan lembut. "Memangnya kamu mau jalan-jalan ke mana, Sayang? Aku baru tahu kamu punya teman."

​Sisil menyengir menggemaskan, pipinya sedikit merona. "Dia teman lamaku saat sekolah dulu, Mas. Kebetulan dia juga baru kembali ke wilayah Indonesia karena punya bisnis baru disini. Tadi siang dia menghubungiku, minta ditemani belanja pakaian dan jalan-jalan di pusat kota. Boleh kan, Mas?"

​Arka menegakkan posisi duduknya, menyipitkan mata dengan ekspresi interogasi yang dibuat-buat. "Kalian pergi berdua saja?"

​"Iya, cuma berdua," jawab Sisil patuh.

​"Perempuan?" tanya Arka lagi, memastikan.

​Sisil langsung tertawa kecil, menepuk pelan tangan Arka di atas meja. "Tentu saja perempuan, Mas! Aku tidak mungkin mau pergi jalan-jalan berdua saja dengan teman laki-laki. Aku kan sudah punya suami."

​Mendengar jawaban telak itu, senyum terukir di wajah Arka. "Hmm, kalau begitu tentu saja boleh. Tapi ingat, ponsel barumu harus selalu aktif. Kalau ada apa-apa, atau kalau kamu butuh jemputan, langsung hubungi aku, paham?"

​"Siap, suamiku sayang! Terima kasih banyak!" ucap Sisil dengan mata berbinar bahagia. Arka merasa dadanya menghangat; melihat tingkah lucu istrinya yang meminta izin dengan begitu tulus membuatnya merasa sangat dihargai sebagai seorang kepala rumah tangga.

​"Oh iya, Sil," Arka mengubah topik pembicaraan, nadanya terdengar lebih serius namun santai. "Aku berencana untuk membawa kita pindah dari kontrakan sempit itu. Kita cari rumah baru yang jauh lebih bagus."

​Sisil tertegun sejenak, matanya mengerjap tak percaya. "Eh? Serius, Mas? Tapi... kontrakan yang sekarang juga sudah cukup nyaman kok untuk kita berdua."

​"Tentu saja serius. Suamimu ini sekarang sudah jadi Userator 3 Stars dengan penghasilan yang lebih dari cukup. Aku ingin memberikan tempat tinggal yang paling layak dan aman untuk istriku yang cantik ini," ucap Arka bangga, mengelus puncak kepala Sisil penuh kasih.

​Sisil menunduk, menyembunyikan senyum malunya. "Ehehe... sebenarnya, selama tempat tinggalnya bersamamu, aku sudah sangat bahagia, Mas."

​"Aku ingin kamu aman dari serangan monster, Sayang," kekeh Arka geli. "Bagaimana kalau aku belikan sebuah villa mewah di kawasan elite atas? Yang ada halaman luas dan pemandangan alam yang indah."

​Sisil langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, wajahnya tampak panik. "Eh! Jangan yang terlalu besar begitu, Mas! Nanti aku bisa pingsan karena capek mengurus dan membersihkan rumah seluas itu sendirian!"

​Arka tertawa lepas mendengarnya. Pikiran praktis istrinya benar-benar menggemaskan.

​"Kamu tidak perlu khawatir soal itu. Kalau kita pindah ke rumah besar, kita juga akan mempekerjakan beberapa pelayan profesional untuk membantumu mengurus rumah. Jadi tugasmu cuma satu: duduk santai dan menjadi ratu di rumah kita," ucap Arka meyakinkan.

​Sisil menarik napas dalam, akhirnya tersenyum pasrah. "Ya sudah... kalau begitu, aku ikut apa kata Mas saja."

​"Oke, kesepakatan bulat. Besok, selagi kamu pergi jalan-jalan dengan temanmu, aku akan keliling mencari lokasi vila yang bagus. Setelah aku dapat beberapa pilihan, kita akan pergi memeriksanya bersama-sama," tutup Arka yang langsung diangguki setuju oleh Sisil dengan riang.

​Sementara itu, di belahan wilayah Indonesia yang lain. Di atas atap sebuah gedung terbengkalai yang menghadap langsung ke arah lampu-lampu kota yang gemerlap.

​Malam yang dingin terasa makin mencekam di sekitar tempat tersebut. Angin malam berembus kencang, menerpa jubah kain tebal berwarna merah darah yang dikenakan oleh sesosok pria yang berdiri di ujung pembatas dak beton.

​Pria itu berusia sekitar 30 tahun, memiliki perawakan tegap dengan gurat wajah yang tampak segar dan muda, namun sepasang matanya memancarkan kegilaan dan kekejaman yang pekat. Di belakangnya, beberapa orang dengan pakaian serupa berdiri berbaris dalam keheningan yang patuh.

​"Hahaha... Jadi ini Benua Axia?" ucap pria berjubah merah itu, sebuah seringai mengerikan terukir di bibirnya saat menatap kedamaian kota di bawahnya.

​"Manusia-manusia di sini terlihat hidup dengan sangat damai... Mereka mengira benteng Serikat bisa melindungi mereka selamanya," gumam sang pemimpin kelompok radikal itu, suaranya bergetar penuh distorsi magis yang ganjil.

​Ia merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, membiarkan angin malam menerpa jubah merahnya seolah sedang menyambut era baru kehancuran.

​"Sudah saatnya kita mulai mengoperasikan jaringan penelitian kita di benua ini. Aku sudah tidak sabar... Aku sangat suka melihat wajah ketakutan dan putus asa mereka saat aku menghancurkan ketenangan palsu ini nanti. Mari kita beri mereka sedikit kejutan."

​Bersambung...

1
Alia Chans
lanjut thor😣
like+ bunga🌹✍️






kalo berkenan mmpir y thor😉
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
**Maulina**
lanjut thor💪
Arts: siap, ditunggu ya
total 1 replies
Zem Pioneer
namalu dapin bg?
Zem Pioneer: temen cewek gw baru putus namanya sisil ga lama ini,kali aja lu cowoknya yg gamon...sorry dah 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Dell AliNka
up yg banyak Tor
Arts: ditunggu ya
total 1 replies
Nyxara_09
keren! btw semangat kak!
Nyxara_09: iya kak, maaf yaa🙏
total 2 replies
sakura
...
Kim Borahae
hii, ceritanya seru.. SUKAAAA😍 Semangat terus ya 💪.


Btw saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa boleh singgah profile dan like .. terima kasih /Grin/
Key Kastara
Halo author, smangat selalu buat cerita kerennya 😍👍
Arts: makasih
total 1 replies
Sahabat Oleng
Hadir thor☝️
Arts: thankyou udah hadir
total 1 replies
Ofu Madu
💪
Ofu Madu
bagus👍..up yg bnyk torr
Arts: ditunggu ya, makasih udah mampir
total 1 replies
Ofu Madu
lanjut 👍
cila_aa
ihh seruu next chapter selanjutnya thor/Smile/
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!