NovelToon NovelToon
Hidayat Bersaudara

Hidayat Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:680
Nilai: 5
Nama Author: Faris Arjunanurhidayat

Guntur Hidayat dan Ali Hidayat awalnya bersekolah di SMA yang mayoritas dihuni anak orang kaya. Karena keterbatasan biaya, keduanya terpaksa putus sekolah. Mereka lalu membantu kakak tertua mereka, Faris Hidayat — sosok yang disegani, ahli memperbaiki dan memodifikasi motor, serta diam-diam pandai mengembangkan uang lewat saham terindeks. Bersama orang tua mereka, Bapak Wijaya Hidayat dan Simbok Arum Sari, ketiga bersaudara ini berjuang membangun masa depan lewat bengkel kecil mereka. Membuktikan: keberhasilan tidak harus selalu lewat bangku sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faris Arjunanurhidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Bengkel Hidayat Bersaudara Resmi Berdiri

Seminggu berlalu sejak hari bahagia itu, hari di mana rahasia besar terungkap dan keluarga Hidayat resmi menetap di tanah sendiri di Desa Ketajen, Tumapel. Pagi itu, matahari bersinar sangat cerah, sinarnya keemasan menyinari hamparan sawah yang berkilauan terkena embun pagi. Di halaman depan yang luas, suasana terasa sangat sibuk namun penuh semangat dan kebahagiaan yang tak terlukiskan. Semua anggota keluarga sudah bangun sejak subuh, sudah mandi dan berpakaian rapi, karena hari ini adalah hari bersejarah: hari peresmian Bengkel Hidayat Bersaudara di tempat baru.

Faris berdiri tegak di depan bangunan panjang yang kini sudah berubah wajah total. Dindingnya sudah dicat ulang warna biru muda bersih, atapnya sudah diperbaiki dan ditambah luas, lantainya sudah disemen rata dan halus. Di atas pintu masuk utama, tergantung papan nama besar berwarna putih dengan tulisan berwarna merah menyala, tegas dan jelas terbaca dari kejauhan: BENGKEL HIDAYAT BERSAUDARA – SPESIALIS SEGALA JENIS MOTOR. Di bawah tulisan itu ada tulisan kecil lagi: Melayani dengan Hati, Harga Bersahabat.

Di sebelah kiri bangunan bengkel, di teras rumah yang luas dan strategis persis pinggir jalan, sudah berdiri warung sederhana milik Ibu Arum Sari. Meja panjang sudah terpasang, etalase kaca berisi gorengan hangat, jajanan pasar, dan makanan lainnya sudah tersusun rapi. Bau wangi gorengan, kopi, dan masakan rumah menyebar ke mana-mana, menggugah selera siapa saja yang lewat.

Faris mengenakan kemeja kotak-kotak lengan panjang yang digulung sampai siku, celana panjang bahan tebal, dan sepatu bot kesayangannya. Di saku bajanya terselip sebungkus rokok Gajah Baru Kertek, dan di tangannya memegang kunci inggris besar seolah itu tongkat komando. Ia berjalan perlahan mengelilingi setiap sudut bengkel, matanya meneliti dengan teliti setiap alat yang sudah disusun rapi oleh Guntur dan Ali. Rak-rak kayu sudah terisi penuh dengan berbagai macam suku cadang, oli, ban, dan peralatan lengkap. Tempat cuci motor sudah ada, tempat angkat motor sudah siap, semuanya tertata jauh lebih rapi, lebih lengkap, dan lebih luas dibandingkan bengkel lama mereka di Surabaya dulu.

"Nah... begini dong... baru enak dilihatnya..." ucap Faris pelan, lalu berhenti dan menoleh ke arah Guntur dan Ali yang berdiri tegap menunggu perintahnya. Suaranya lantang, berat, berwibawa, khas gaya bicaranya yang selalu ada jeda dan penekanan di setiap kalimat penting.

"Gun... Ali... Ingat baik-baik ya pesan Abang ini... Di sini... Di tempat baru ini... Di tanah sendiri ini... Nama kita harus kita banggakan. Di sini kita bukan cuma sekadar tukang servis motor biasa... Tapi kita adalah Hidayat Bersaudara. Artinya? Artinya kerja kita harus bersih... Jujur... Rapi... Dan awet. Kalau ada pelanggan datang, sapa dengan senyum... Layani dengan ramah... Dengar keluhannya dengan sabar... Jangan pernah meremehkan motor apa pun, jangan pernah membeda-bedakan orang apa pun. Baik motor butut, motor mewah, orang kaya, orang miskin... Semuanya sama di mata kita. Yang penting jujur, yang penting amanah."

Guntur dan Ali mengangguk mantap, dada mereka terasa membusung bangga. "Siap, Bang! Kami pegang teguh itu pesan. Kami paham, nama baik itu modal paling mahal, lebih mahal dari emas," jawab Guntur tegas.

Faris tersenyum puas, lalu menyulut sebatang rokok, menghisap pelan-pelan sambil matanya menatap jalan raya yang mulai ramai dilewati kendaraan warga desa yang berangkat ke ladang atau ke pasar. Ia melanjutkan bicaranya lagi, matanya berkilat penuh rencana besar.

"Dan satu lagi... Di sini lingkungannya beda sama di kota dulu. Di sini orangnya sederhana... Keras kepala kadang... Tapi setia kawan dan jujur. Kalau kita sudah dapat kepercayaan satu orang, kabar baik kita bakal menyebar cepat ke seluruh desa, ke seluruh kecamatan. Tapi ingat... Sekali kita salah, sekali kita curang, sekali kita hasil kerja kita mengecewakan... Kabar buruknya bakal lebih cepat lagi menyebar. Jadi... Jaga amanah itu baik-baik ya... Harga pas, kualitas nomor satu."

Tak lama kemudian, Bapak Wijaya keluar dari rumah dibantu oleh si kembar Maya dan Miya. Bapak sudah berpakaian rapi pakai baju koko dan peci hitam, wajahnya bersinar sekali, seolah penyakit-penyakit yang dulu menggerogoti tubuhnya sudah hilang sepenuhnya berganti kebahagiaan memiliki tanah sendiri. Di belakangnya, Ibu Arum Sari keluar membawa nampan berisi air kelapa muda dan makanan, siap menyambut siapa saja yang datang.

"Alhamdulillah... Bagus sekali... Rapi sekali... Bangga Bapak melihatnya," ucap Bapak Wijaya sambil menepuk bahu Faris dengan tangan gemetar bahagia. "Semua ini buah dari ketekunanmu, Nak... Dari keberanianmu mengambil langkah besar. Bengkel ini... Warung ini... Akan jadi pusat kebahagiaan kita, pusat rezeki kita insyaallah."

Faris menunduk hormat di hadapan orang tuanya. "Semua ini berkat doa Bapak dan Ibu... Berkat didikan kalian yang tak pernah putus. Saya cuma jadi perantara saja, Pak... Kalianlah pemilik sesungguhnya semua nikmat ini."

Pagi itu, baru saja buka pintu, sudah ada beberapa warga desa yang penasaran mendekat. Ada yang membawa motor rusak, ada yang sekadar menyapa dan kenalan. Faris, Guntur, dan Ali langsung bergerak cepat, tangan mereka cekatan membongkar mesin, memeriksa kerusakan, sambil bercakap-cakap akrab dengan warga menggunakan bahasa Jawa halus yang sopan. Suara ketukan, suara kunci berputar, suara obrolan dan tawa bercampur menjadi satu harmoni indah kemajuan usaha mereka.

Di pinggir jalan, motor GL Herk warna pink terparkir gagah dan mencolok mata, jadi ciri khas yang tak ada duanya. Semua orang yang lewat pasti menoleh, bertanya-tanya, dan penasaran. Faris sengaja memarkirkan motor itu di depan paling luar, sebagai tanda keberanian, tanda identitas, dan tanda bahwa di bengkel ini, hal yang tak biasa pun bisa jadi keren dan hebat.

Hari itu berjalan sangat lancar. Pelanggan datang silih berganti, warung Ibu tak pernah sepi pembeli, dan si kembar Maya Miya sibuk membantu mengantar pesanan atau membawa air minum. Di akhir hari, saat matahari mulai terbenam dan mereka berkumpul lagi di teras untuk istirahat dan ngopi, wajah-wajah mereka terlihat lelah tapi sangat bahagia dan puas.

"Lihat kan... Abang bilang juga apa..." kata Faris sambil mengembuskan asap rokoknya panjang-panjang, menatap keluarganya satu per satu. "Rezeki itu sudah ada yang ngatur. Kita cuma perlu siap, cuma perlu tempat yang berkah, cuma perlu niat yang baik. Hari ini baru hari pertama... Dan hasilnya sudah begini... Bayangkan nanti sebulan lagi... Setahun lagi... Kita bakal jadi orang yang sangat berguna di sini, bakal jadi keluarga yang paling dihargai di Gedangan ini. Nikmati prosesnya... Nikmati perjuangannya... Karena di tanah sendiri, keringat kita jatuhnya bakal jadi emas."

Malam itu, di Desa Ketajen, doa-doa terpanjatkan naik ke langit, mengiringi langkah awal kesuksesan besar keluarga Hidayat yang kini sudah kokoh berdiri di atas tanah sendiri.

1
falea sezi
semangat nanti q kirim hadiah
falea sezi
author orang mana
FARIZARJUNANURHIDAYAT: Sidoarjo
total 1 replies
falea sezi
bima kn otaknya kosong🤣 cm ngandalin harta orang tua nya aja😒
Ilham
BG jangan gantung gtu cerita nya npa bg
FARIZARJUNANURHIDAYAT: Siap Kak Ilham
😌 Jangan khawatir… cerita ini nggak bakal jadi ,gantungan kunci doang, bakal lurus sampai garis finis persis di lintasan balap Nanti bab-babnya menyusul cepat kok 😂
total 1 replies
Ilham
lanjut bg
Ilham
lanjut bg👍
Ilham
lanjut BG jangan gantung bg
Ilham
lanjut bg
Ilham
lanjut BG cerita dari awal mantap bg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!