NovelToon NovelToon
Sistem Harem Ku Aktiv

Sistem Harem Ku Aktiv

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Bad Boy
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Karensi

Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Mobil sedan mewah putih milik Bu Diana membelah jalanan kota yang cukup padat siang ini. Sepanjang perjalanan tangan kiri Diana tidak pernah lepas menggenggam tangan kanan gue di atas tuas transmisi. Sesekali dia melirik ke arah gue dengan tatapan mata yang penuh dengan binar cinta sejati. Keahlian Manipulasi Pikiran Level Dua beneran membuat dosen sedingin es ini berubah total jadi cewek yang sangat manja kalau lagi berduaan saja sama gue.

Tidak butuh waktu lama mobil kami akhirnya berbelok masuk ke area parkir sebuah restoran steak premium yang sangat berkelas di pusat kota. Desain luar bangunannya saja sudah kelihatan mahal banget dengan dinding kaca besar dan hiasan lampu lampu estetik. Tempat parkirnya penuh dengan mobil mobil mewah keluaran terbaru yang harganya bisa buat beli puluhan kosan lama gue.

"Raka kita sudah sampai. Ini tempat makan favorit aku kalau lagi bosan sama makanan rumah. Semoga kamu suka ya sama menunya di sini," ucap Bu Diana sambil mematikan mesin mobilnya lalu melepaskan genggaman tangannya dengan agak berat hati.

"Gue pasti suka kok Diana. Apalagi makannya ditemani sama wanita paling cantik se-kampus kayak lu begini," balas gue sambil mencubit pelan pipinya yang mulus.

Wajah Diana langsung memerah merona senang mendengar pujian gue. Kami berdua kemudian turun dari mobil. Diana langsung kembali menggandeng lengan gue dengan sangat erat tanpa rasa canggung sedikit pun. Kami berjalan masuk melewati pintu kaca besar yang langsung dibukakan oleh pelayan berseragam rapi di depan lobby restoran.

Suasana di dalam restoran sangat tenang dan mewah sekali. Lantainya dilapisi karpet tebal yang empuk alunan musik jazz instrumen terdengar lembut di latar belakang ruangan dan aroma daging panggang berkualitas tinggi langsung menusuk rongga hidung gue bikin perut makin demo minta diisi. Seorang pelayan pria menyambut kami dengan sangat ramah dan mengantarkan kami menuju meja kosong di sudut ruangan yang posisinya agak privat dekat jendela besar.

Gue dan Diana duduk berhadapan. Diana langsung sibuk membuka buku menu berukuran besar yang ada di atas meja untuk memilihkan makanan terbaik buat gue. Namun baru saja gue mau membuka mulut untuk memesan tiba tiba layar hologram biru transparan milik sistem mendadak muncul tepat di depan muka gue dengan kedipan warna merah tanda misi darurat.

"Misi Harian Mendadak Aktif. Deteksi tindakan kejahatan moral di area sekitar Tuan Rumah. Selamatkan target pelayan wanita cantik bernama Clara dari tindakan pelecehan yang dilakukan oleh manajer restoran yang mesum. Berikan pelajaran berharga pada manajer tersebut dan hancurkan kariernya sekarang juga. Hadiah Penyelesaian Keahlian Deteksi Kebohongan Level Satu dan Tambahan Saldo Uang Tunai Lima Puluh Juta Rupiah. Poin Sistem bertambah Tiga Ratus Poin. Hukuman Jika Gagal Seluruh cewek dalam harem Tuan Rumah akan mengalami penurunan tingkat kasih sayang sebanyak tiga puluh persen secara permanen."

Gue tersentak kaget membaca hukuman gagal dari sistem kali ini. Penurunan tiga puluh persen poin kasih sayang dari Bella dan Diana itu bisa berakibat sangat fatal buat kelangsungan kerajaan harem gue yang baru seumur jagung ini. Gue tidak boleh membiarkan misi harian ini gagal sama sekali siang ini. Gue harus bergerak cepat mencari tahu di mana posisi pelayan bernama Clara itu berada sekarang.

Gue menajamkan indera pendengaran dan penglihatan gue memanfaatkan Fisik Level Dua yang gue punya. Tidak jauh dari posisi meja kami tepatnya di lorong sepi yang mengarah ke toilet belakang dan ruang staf gue mendengar suara perdebatan kecil yang tertahan. Suara tangis pelan seorang wanita terdengar sangat samar di balik dinding kayu pembatas ruangan restoran.

"Tolong Pak jangan lakukan ini di tempat kerja. Saya cuma mau bekerja dengan tenang di sini buat biaya kuliah saya. Tolong lepaskan tangan saya Pak," suara tangis pelan seorang cewek terdengar sangat ketakutan memohon ampun.

"Halah kamu jangan sok suci deh Clara. Di restoran ini saya itu bos kamu. Kalau kamu mau posisi kamu aman dan gaji kamu naik bulan depan kamu harus patuh sama semua kemauan saya. Sini ikut saya masuk ke dalam ruangan pribadi saya sekarang juga," sahut suara cowok paruh baya dengan nada yang sangat mesum penuh dengan paksaan fisik.

Darah gue langsung mendidih panas mendengar percakapan menjijikkan itu. Ini beneran target Clara yang dimaksud sama misi sistem gue. Gue langsung berdiri tegak dari kursi sofa empuk tempat gue duduk.

"Diana lu tunggu di sini sebentar ya. Gue mendadak kebelet banget mau ke toilet belakang dulu. Lu pesankan aja steak terbaik buat gue," ucap gue memberikan alasan santai agar Diana tidak ikut curiga dengan pergerakan gue.

"Oh iya Raka jangan lama lama ya di toiletnya. Aku pesankan menu wagyu terbaik buat kamu sekarang," jawab Diana dengan senyum lembut tanpa menaruh curiga sedikit pun.

Gue melangkah cepat dengan dada tegap menuju ke arah lorong sepi di bagian belakang restoran. Begitu gue berbelok masuk ke lorong sepi itu mata gue langsung menangkap pemandangan yang sangat memuakkan hati gue. Seorang pria bertubuh gempal botak memakai kemeja batik rapi yang dilengkapi papan nama bertuliskan Manajer sedang merangkul paksa pinggang seorang pelayan cewek muda berwajah sangat imut yang sedang menangis tersedu sedu ketakutan.

Pelayan cewek yang bernama Clara itu memakai seragam rok hitam pendek di atas lutut khas pelayan restoran. Tubuhnya yang mungil bergetar hebat menolak tarikan paksa tangan manajer mesum itu. Wajah imutnya penuh dengan air mata yang membasahi pipinya yang polos tanpa riasan tebal.

Gue mengaktifkan Keahlian Aura Intimidasi Raja Level Satu dalam sekejap membuat hawa udara di lorong sepi itu mendadak menjadi sangat berat menekan mental. Gue berjalan mendekat lalu menepuk pundak manajer botak itu dengan tangan kanan gue dengan sangat keras sampai tubuh gempalnya agak terdorong maju ke depan dinding.

"Heh botak. Lu kalau mau mesum jangan di tempat umum begini dong. Menjijikkan banget dilihat mata orang lain tahu nggak," ucap gue dengan nada suara rendah yang sangat dingin menatap tajam langsung ke mata manajer mesum itu.

Manajer botak itu langsung melepaskan cengkeramannya pada tubuh Clara dengan terkejut. Dia berbalik menatap gue dengan wajah memerah marah karena urusan pribadinya diganggu oleh pelanggan asing berpenampilan biasa saja seperti gue.

"Siapa kamu berani ikut campur urusan internal restoran saya. Kamu cuma pelanggan di sini jadi mending kamu balik duduk di meja kamu sebelum saya suruh sekuriti depan buat tendang kamu keluar dari restoran ini," bentak manajer botak itu dengan suara tinggi mencoba menggertak balik gue.

Clara yang terbebas dari cengkeraman langsung berlari bersembunyi berlindung di balik punggung tegap gue. Dia memegang ujung kaos hitam gue dengan sangat erat sambil terus terisak menangis ketakutan.

"Tolong saya Kak. Dia mau memaksa saya masuk ke dalam ruangannya buat berbuat yang tidak tidak. Saya takut banget Kak," bisik Clara dengan suara bergetar manja meminta perlindungan dari gue.

Gue mengelus pelan tangan mungil Clara yang ada di kaos gue untuk menenangkan dia. "Lu tenang aja di belakang gue Clara. Selama ada gue di sini nggak ada satu pun tikus botak yang berani menyentuh kulit mulu lu lagi."

Gue kembali menatap manajer botak itu dengan senyuman paling meremehkan yang gue punya. "Lu mau panggil sekuriti depan buat mengusir gue. Silakan lu panggil sekarang juga botak. Biar sekalian gue viralkan video rekaman CCTV lorong ini ke media sosial biar semua orang tahu kalau manajer restoran steak premium terkenal ini aslinya adalah penjahat kelamin yang suka melecehkan staf bawahannya sendiri."

Mendengar kata rekaman CCTV dan ancaman viral wajah manajer botak itu langsung berubah pucat pasi seketika dalam hitungan detik. Dia mendongak melihat ke arah sudut langit lorong yang memang terpasang sebuah kamera pengawas aktif tepat mengarah ke posisi kami berdiri sejak tadi. Tubuh gempalnya mulai bergetar ketakutan membayangkan karier bagus dan nama baiknya hancur lebur jika hal ini sampai tercium oleh pemilik besar restoran ini.

"Lu jangan coba coba mengancam saya ya anak muda. Kita bisa selesaikan masalah kecil ini secara kekeluargaan di dalam ruangan saya sekarang tanpa perlu melibatkan orang luar," ucap manajer botak itu mendadak melunak mencoba bernegosiasi mencari jalan aman dari jebakan maut gue.

"Selesai kekeluargaan kata lu. Enak banget ya mulut lu kalau ngomong habis berbuat kurang ajar sama cewek polos begini," gue langsung melangkah maju satu langkah sangat cepat lalu mencengkeram kuat kuat kerah kemeja batiknya dengan tangan kiri gue.

Fisik Level Dua gue membuat tenaga cengkeraman gue terasa seperti jepitan besi raksasa yang mengunci pergerakannya total. Gue mengangkat sedikit tubuh gempalnya hingga ujung kakinya jinjit tidak menyentuh lantai dengan sempurna.

"Sekarang pilihan lu cuma ada dua botak. Lu buat surat pengunduran diri lu dari restoran ini sekarang juga di depan mata gue dan bayar uang kompensasi ganti rugi trauma buat Clara sebesar lima puluh juta rupiah tunai lewat transfer detik ini juga atau pilihan kedua lu gue seret keluar ke lobby depan biar seluruh pelanggan kaya di sana tahu kelakuan asli lu dan polisi datang menjemput lu masuk penjara," bisik gue tepat di depan wajah paniknya memberikan ancaman ultimatum mutlak yang tidak bisa ditolak.

Manajer botak itu benar benar sudah hancur mentalnya di bawah tekanan Aura Intimidasi Raja milik gue. Dia menangis ketakutan nahan malu yang luar biasa di dalam lorong sepi itu.

"Iya iya ampun Tolong lepaskan cengkeraman tangan kamu dulu. Saya pilih pilihan pertama. Saya akan transfer uangnya sekarang juga ke rekening Clara dan saya akan buat surat mundur hari ini. Tolong jangan hancurkan hidup saya," mohon manajer botak itu dengan suara memelas minta ampun menangis ketakutan harga diri tingginya hancur lebur tanpa sisa di depan Clara.

Gue menghempaskan tubuh gempalnya ke lantai dengan kasar sampai dia terduduk lemas di karpet. Dalam waktu kurang dari lima menit proses transfer uang kompensasi sebesar lima puluh juta rupiah berhasil masuk ke nomor rekening milik Clara yang masih terperangah kaku tidak percaya melihat kejadian ajaib ini. Manajer botak itu kemudian berlari pincang menuju ruangannya buat mengambil barang pribadi dan pergi kabur lewat pintu belakang restoran karena malu bukan main.

Layar hologram sistem langsung muncul terang di depan mata gue memberikan pengumuman kemenangan harian yang sangat manis sekali.

"Misi Harian Selesai Sempurna. Target Clara berhasil diselamatkan dari tindakan pelecehan moral. Karier manajer mesum hancur total secara permanen. Mencairkan hadiah baru Keahlian Deteksi Kebohongan Level Satu dan Tambahan Saldo Uang Tunai Lima Puluh Juta Rupiah. Poin Sistem Tuan Rumah bertambah menjadi Seribu Poin."

Gue tersenyum puas membaca notifikasi itu lalu membalikkan badan gue menghadap Clara. Cewek imut itu menatap gue dengan sepasang mata bulat indahnya yang berbinar binar penuh dengan rasa kagum dan rasa terima kasih yang luar biasa mendalam sekali. Tingkat kasih sayang di layar hologram transparan atas kepalanya mendadak muncul dan langsung meloncat tajam dari angka nol menembus angka tujuh puluh lima persen saat itu juga. Dia benar benar terpesona melihat keberanian dan ketegasan gue menolong nasib hidupnya siang ini.

"Terima kasih banyak ya Kak. Nama saya Clara. Kakak beneran pahlawan penyelamat hidup saya siang ini. Saya tidak tahu harus balas budi baik Kakak ini pakai cara apa lagi karena uang ini besar banget buat kuliah saya," ucap Clara malu malu dengan pipi yang mendadak merona merah manis sekali memanjakan mata gue.

Gue tersenyum sangat ramah lalu mengacak pelan rambut pendeknya yang menggemaskan. "Sama sama Clara. Nama gue Raka. Lu simpan aja uang itu baik baik buat biaya kuliah lu sampai lulus ya. Mulai sekarang lu aman kerja di sini tanpa perlu takut diganggu bos mesum lagi."

Gue pamit pada Clara untuk kembali menuju meja makan depan karena tidak mau membuat Bu Diana menunggu terlalu lama di sana. Langkah kaki gue kembali berjalan berwibawa menyusuri lorong depan. Anggota harem kerajaan gue siang ini resmi bertambah lagi satu cewek imut yang sangat patuh dan mengagumi seluruh pesona diri gue. Kehidupan sebagai mahasiswa biasa pemilik sistem harem beneran terasa sangat luar biasa indah dan penuh kejutan manis setiap harinya.

1
ayrhte
mokondoonya/Smile/
Karensi: Terimakasih sudah membaca kak🥰.pantau terus perjalanan kisah ini ya kak🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!