NovelToon NovelToon
Diam-diam Jatuh Cinta Dengan Presdirku

Diam-diam Jatuh Cinta Dengan Presdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Office Romance / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Saat menghadiri perayaan kelulusan sang senior, Yurika dengan sengaja pura-pura mabuk dan mengakui perasaannya pada senior yang selama ini ia sukai.

Meski ia tahu bahwa ia harus menahan malu jika senior itu menolaknya, namun setidaknya ia harus menyelesaikan perasaannya.

Lalu.. tanpa di sangka..

"Oke.."

Yurika tak menyangka ia menyetujuinya, namun sesaat kemudian..

"Bisakah kita mengobrol di tempat lain? Ada banyak orang disini.."

Hari itu, saat sang senior mengantarkannya pulang, Yurika akhirnya sadar bahwa ia hanya menjaga martabatnya, tidak mungkin ia menyukai Yurika.

"Sepertinya perasaan ini memang harus berhenti disini.."

Dengan yakin Yurika memblokir seluruh kontak dari pria yang ia sukai.

Namun bagaimana jika ternyata pria itu menyukainya?

"Sial! Apa dia memblokirku setelah menyatakan cinta? Apa ia hanya bercanda?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Yutaka menyunggingkan senyum sinis. “Aku lupa memperkenalkannya padamu. Ini adikku, Yurika.”

Ekspresi Livia langsung berubah suram.

Entah kenapa, suasana hati Yutaka juga ikut memburuk. Dalam hati ia merasa percuma pernah menghabiskan waktu untuk perempuan seperti Livia.

Namun saat melihat pria yang berhasil menarik perhatian Livia masih berdiri di sana, naluri kompetitifnya sebagai laki-laki muncul begitu saja. Ia mengangkat alis sambil menatap pria itu penuh arti.

“Jadi.. kau memanggilnya apa?”

Pria di depannya tampak sederhana, tidak banyak aksesoris mencolok. Tapi Yutaka cukup paham barang bermerek untuk tahu bahwa semua yang dikenakan pria itu bukan barang biasa. Terutama jam tangan di pergelangan tangannya yang nilainya jelas fantastis.

Aura pria itu tenang dan elegan, seperti seseorang yang sejak lahir hidup di kalangan atas. Wajahnya tampan dengan ekspresi datar, tipe orang yang tidak suka banyak bicara.

Sejak tadi, Livia beberapa kali mencoba membuka percakapan dengannya, namun pria itu hanya menjawab seperlunya.

Karena itulah Yutaka sedikit terkejut ketika pria itu justru melangkah maju setelah mendengar pertanyaannya.

Senyuman tipis terukir di bibirnya. Dengan sopan ia mengulurkan tangan.

“Halo,” ucapnya tenang. “Saya Austin, atasan Yurika.”

Di perjalanan pulang, Yutaka menghela napas panjang sambil memegang setir.

“Kenapa kau tidak bilang dari awal kalau dia bosmu?”

Yurika yang duduk di kursi penumpang hanya tertawa kecil. “Memangnya kenapa?”

“Bagaimana kalau dia dendam dan mulai mempersulitmu di kantor?”

“Austin bukan tipe orang seperti itu.”

Yutaka mendecakkan lidah pelan. “Syukurlah.”

Beberapa detik kemudian, Yurika menoleh kepadanya. “Jadi.. apa yang kalian bicarakan di kamar mandi tadi?”

“Tidak banyak.” Yutaka mengangkat bahu. “Dia jelas tidak mau mengaku apa pun. Tapi setidaknya sekarang aku tahu seperti apa dia sebenarnya. Sudahlah, aku malas membahas orang itu lagi.”

Yurika tersenyum tipis, lalu mengangguk. “Baiklah, aku tidak akan menyebut namanya lagi.”

Setelah terdiam beberapa saat, Yutaka tiba-tiba berkata, “Menurutku Livia menyukai bosmu.”

“Hm?”

“Kau rasa mereka cocok?”

Yurika langsung memalingkan wajah ke jendela. “Mana aku tahu.”

Mobil berhenti di lampu merah.

“Kau ikut pulang denganku?” tanya Yutaka. “Aku bisa mengantarmu.”

“Malam ini aku masih ada urusan.”

Alasan utamanya sederhana. Jika mereka pulang bersamaan dalam keadaan sama-sama baru putus hubungan, keluarga mereka pasti akan mulai memberi ceramah panjang.

Di usia mereka sekarang, banyak teman sudah memiliki hubungan serius. Sedangkan mereka berdua masih berkutat dengan kisah cinta yang berantakan.

Terlebih lagi Yutaka membuka bar. Setiap kali keluarga berkumpul, selalu ada saja orang yang mencoba menasihatinya soal kehidupan.

Untungnya, Yutaka sudah kebal dan biasanya hanya menjawab santai, “Aku sedang menikmati hidup.”

Yurika jelas tidak ingin ikut terseret omelan malam itu.

Sesampainya di rumah, Yurika baru sadar ada panggilan tak terjawab dari Gerson. Mungkin tadi ia tidak mendengarnya selama di jalan.

Ia segera menelepon balik.

Panggilan itu langsung diangkat.

“Yurika!”

“Ada apa? Kau mencariku?”

“Iya.” Suara Gerson terdengar penuh semangat. “Aku butuh bantuanmu.”

“Bantuan apa?”

“Aku sedang mengejar seorang gadis.”

Yurika tertawa kecil mendengarnya.

“Tapi dia susah sekali didekati,” lanjut Gerson mengeluh. “Anak seni, sombong pula. Hadiah biasa sama sekali tidak membuatnya terkesan.”

Tiba-tiba ia teringat sesuatu.

“Aku melihat lukisanmu di Weibo beberapa waktu lalu. Semuanya cantik sekali. Jadi aku ingin membeli satu untuk diberikan padanya.”

Yurika langsung setuju.

“Tapi aku tidak akan menerima uangmu.”

“Hah?” Gerson protes. “Mana bisa begitu?”

“Anggap saja aku membalas hadiah anggur merah yang kau berikan waktu itu.”

Gerson tertawa canggung. “Sebenarnya bukan aku yang membelinya. Itu Austin.”

Yurika sedikit terdiam.

“Tapi kalau kau tetap tidak mau dibayar, ya sudah. Aku akan menganggap bantuan ini sebagai bantuan darinya.”

“Oke,” jawab Yurika pelan.

Malam itu ia memilih salah satu karya favoritnya, lukisan “Water Moon Guanyin” untuk diberikan pada Gerson.

Begitu melihat fotonya di WeChat, Gerson langsung terpukau.

[Cantik sekali.]

Yurika tersenyum kecil membaca pesan itu.

Ia mengatakan akan mengantarkannya besok dan meminta alamat rumah Gerson.

Awalnya pria itu ingin mengambil sendiri, namun ternyata besok ada beberapa teman datang ke rumah untuk membahas investasi saham, jadi ia meminta bantuan Yurika untuk mengantarkannya langsung.

Yurika tidak keberatan. Lagi pula ia memang tidak punya kegiatan pada hari Minggu.

Hubungan Gerson dan Austin memang dekat sejak lama. Mereka bukan hanya teman kuliah, tetapi juga berasal dari lingkaran keluarga yang sama.

Hari itu rumah Gerson cukup ramai karena beberapa teman berkumpul membahas investasi.

Di tengah obrolan, Gerson melirik jam tangannya.

Austin yang duduk di sebelahnya memperhatikan gerakannya. “Ada masalah?”

“Tidak.” Gerson tersenyum santai. “Yurika akan datang sebentar lagi.”

Mendengar nama itu, Austin terdiam sejenak.

“Apa yang dia lakukan di sini?”

Gerson sebenarnya ingin langsung menjawab, tetapi tiba-tiba senyum jahil muncul di wajahnya.

“Kenapa?” godanya. “Penasaran?”

Sejak kejadian Austin membelikan anggur untuk Yurika waktu itu, Gerson sudah merasa ada sesuatu yang aneh.

Ia mengenal Austin cukup lama untuk tahu bahwa pria itu bukan tipe yang peduli pada orang lain tanpa alasan.

Sementara Austin hanya memalingkan wajah dengan ekspresi tenang, jelas tidak berniat meladeni godaannya.

Tak lama kemudian, suara mobil terdengar dari luar halaman rumah.

1
partini
good story
partini
pangeran datang
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat yaa kak authorrrr jangan pelit pelit update ahhh....🤭🤭🤭
yg banyak atuhhhh kak othor update babnya 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
ciyeeee... Austin yg mulai kesemsem sama yurika . gassss lohhhh... nanti Yuri docaplok cwo lain kan mode Tsundere nya keluar😁😁😁😁
partini
lanjut
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat update yaaa
lanjuuutttt 💪💪💪💪👍
dome🌬️🌀🌀🌀
kak authorrrr jangan lama update nya yaaa... ditunggu lohhhh

yg banyaaakkkk banyaaakkkk 😁👍
dome🌬️🌀🌀🌀
ada apa ini ???

ada mantan yg lagi sok pamer bang Austin... berasa dia cwo yg paling diminati para kaum hawa🤣🤣🤣🤣
padahal kesuksesan dia karna domplengan cwe dengan status anak manager. baru manager dah berasa CEO 🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
kaannn... manis kan interaksi Yuri dan Austin... aahhhh. sumpah gemes banget dehhh.. Yuri yg kurang peka dan Austin yg kalem santai tapi diap2 perhatian
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat thor💪💪💪
Lynn_: Amin😇😇
total 5 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
hubungan cinta mereka yg polos ini sangat manis sumpah. setiap baca pokoknya berasa aku yg malu malu. liat tingkah polos Yuri dan Austin yg tenang kalem tapi kesannya menggoda iman... awaww...awwww...awwww
gemesss liat pasangan ini
aku yg cengengesan 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
keren banget sih Thor bikin cerita yaaa..JD gwmesssss😍😍😍
Lynn_: Makasih dukungannya kak😄
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
tau ga sih Thor setiap bab bacaan berasa kayak setiap kata kata sentuhan prilaku bahkan penjabaran tentang menatap atau tatapan berasa banget ada sensasi sensual nya😄😄😄

kok aku loh yg malah jadinya baperan 😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat kak authorrrr... semangat selalu 😁😁😁👍👍ada yg beli
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,,, ternyata pak bos matanya jeli bener kalau berhubung dengan yirika🤣🤣🤣..pake alesan ga boleh ada hubungan romantis antar karyawan 🤣🤣
modus mu austin😄😄
makanya kali suka yonthe poin aja
gasssssssss
ntar Embay cwo lain murka lagi😁😁😁
partini
kita lihat apa ada yg cemburu
partini
cembukur
Alvia Vi
kok cm dikit up ny thor
🤭
Alvia Vi
thor ,seperti apa hub an mereka ber dua tidak ad kejelasan,ap pacaran atau seperti ap ??
terlalu kaku🙏
Alvia Vi: ok siappp thor
total 2 replies
Alvia Vi
wahhhh😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!