NovelToon NovelToon
Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik Kelas / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Dikala aku sudah memulai hidup baruku tanpamu, kenapa kau kembali lagi. Beredar terus di sekitar, membuatku kesal.

Pergilah kau, pergi dari hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Arya tahu, Luna masih mencintainya. Dia mendekap erat tubuh istrinya dan menyesap puas aroma manis nan hangat yang dirindukannya.

"Lepas!"

Tentu saja Arya tak mau melepaskan tubuh Luna. Sudah sejak awal bertemu dia ingin memeluk istrinya. Tapi gagal karena Luna selalu menolak.

"Sebentar lagi saja"

Dan lagi, dia membutuhkan kenyamanan ini setelah mengalami tiga hari penuh hal buruk di rumahnya. Tapi dia tak menyangka akan berpindah ke alam mimpi karena merasa terlalu nyaman. Mimpi itu menceritakan tentang hari-harinya di rumah keluarga Santoso. Setelah melakukan pemantauan selama 2 hari, Arya berhasil menemukan tempat pertemuan paman ketiga dan kakak keduanya.

"Kau datang?" tanya paman ketiganya saat Arya datang ke lokasi penandatanganan perjanjian pendirian perusahaan baru.

"Iya"

"Untuk apa kau datang, kakak keduamu sudah menyetujui pendirian perusahaan ini"

"Kakak keduaku belum datang dan tidak ada yang tanda tangan. Tidak ada yang akan terjadi hari ini" jelas Arya.

"Kau tidak bisa melarang kakakmu yang ingin mandiri"

"Kakak kedua tidak tahu dia dimanfaatkan untuk merebut kekuasaan kakak pertama olehmu. Menyerahlah paman, semua sudah berakhir"

"Kau!!! Serang dia!!"

Beberapa orang dengan pakaian serba hitam segera masuk ke dalam rumah peristirahatan milik paman ketiganya itu. Mengeluarkan senjata dan juga pose kuda-kuda.

"Paman tahu kalau semua orang ini tidak akan bisa menolongmu!"

"Paling tidak, mereka akan membuatmu sibuk ketika aku bertemu dengan kakak keduamu. Serang dia!! Pastikan dia terluka!!"

Sial. Ternyata lokasi yang didatangi oleh Arya adalah jebakan.

"Baik Tuan!!" jawab semua pria berbaju hitam itu dan langsung menyerang Arya. Dengan pengalaman bertarung selama kurang lebih dua puluh tahun, Arya mulai menjatuhkan lawannya satu persatu. Dia tidak membunuh, hanya membuat mereka tak bisa bangun lagi.

Tapi lawannya terlalu banyak. Meski bisa mengalahkan semuanya, dia ragu bisa mencegah kakak keduanya masuk dalam jebakan paman ketiga. Kalau begitu, lebih baik dia ... Lari saja.

Arya melihat salah satu jendela yang terbuka dan segera maju kesana. Menjatuhkan semua orang yang menghalanginya dan segera keluar dari jendela. Berlari sekuat tenaga ke arah mobil dan segera pergi sebelum pria-pria berbaju hitam itu berhasil mengejarnya.

Sedetik kemudian, dia menghubungi informannya yang ternyata kurang akurat.

"Tuan Arya!!"

"Lokasi salah. Cari dimana kakak kedua sekarang!!"

"Apa? Tapi ... Baik Tuan!"

Arya berhasil keluar dari perkebunan milik paman ketiganya dan masuk ke dalam jalan utama. Tapi dia tidak tahu harus pergi kemana.

"Cepat!!" desaknya tidak sabar.

"Baik Tuan. Tuan muda kedua sudah keluar dari kediamannya sejak jam enam sore tadi. Dan sekarang berada di hotel. Mereka akan bertemu di hotel pusat kota. Hotel Crown kamar 1705"

"Hotel Crown? Pergi kesana dan cegah mereka bertemu! Paman ketiga baru saja berangkat 10 menit yang lalu"

"Baik Tuan"

Arya segera menekan pedal gas di mobilnya, menuju hotel Crown yang berada kurang lebih 30 km dari tempatnya sekarang berada. Sial, harusnya dia tahu paman ketiganya tidak akan dengan mudah membiarkan Arya ikut campur.

Sepuluh menit kemudian sampailah Arya di hotel Crown. Dengan tenang dia masuk dan hampir saja naik ke lantai 17 ketika terlihat olehnya sosok pengacara Herman di dekat tangga darurat. Arya membatalkan niat naik lift dan segera menghampiri pengacara Herman.

"Kakak kedua!" sapa Arya pada Arga Prayoga, kakak keduanya yang selalu bergaya Flamboyan dengan baju mencoloknya.

"Arya!! Apa maksudmu mengirim pengacara Herman untuk menghentikan ku?"

"Kak, kita pulang dulu saja!"

"Aku akan memulai bisnis dengan paman ketiga. Jangan menghalangiku!"

Arya meletakkan tangannya ke pundak Arga dan memberikan aura mengerikan yang sangat kuat.

"Paman ketiga menipumu. Pengacara Herman akan menjelaskan semuanya padamu di mobil. Sekarang pulanglah!!"

Arga yang merasa tertekan dengan aura adik ketiganya terpaksa menurut. Mengikuti langkah pengacara Herman pulang ke kediaman Santoso. Sedangkan Arya melanjutkan perjalanannya ke lantai 17. Baru saja keluar lift, dia disambut pria-pria berpakaian hitam lagi. Tapi tidak sebanyak di perkebunan paman ketiganya. Jadi dia bisa menyelesaikan semuanya dengan mudah. Sayang sekali dia memandang rendah paman ketiganya yang mendadak muncul dari kamar hotel.

Memukul kepalanya dengan botol minuman, menyebabkan pelipis mata kiri Arya terluka. Tapi kemenangan paman ketiganya tak berlangsung lama karena Arya segera membuatnya pingsan.

"Bawa paman ketiga pulang dan pastikan dia tidak keluar dari rumah selama satu bulan. Atau aku, akan datang lagi untuk membuatnya lumpuh!" kata Arya pada pria berpakaian serba hitam milik paman ketiganya.

"Ba ... Baik" jawab salah satunya yang masih sadar.

Arya menepis darah yang mulai mengalir di mata kirinya dan kembali ke kediaman Santoso. Disana dia telah ditunggu oleh kedua kakaknya.

"Kau terluka" kata kakak pertamanya. Arha Pratama yang duduk di kursi utama keluarga.

"Kakak kedua?" tanya Arya tak menemukan kakak keduanya disana.

"Dia kesal dan pulang ke rumahnya. Sungguh adik yang merepotkan"

Arya tersenyum.

"Dan aku?" tanyanya.

"Kau merepotkan ketika kecil sampai remaja. Untung saja keputusanku untuk mengirim mu keluar negeri benar"

"Mengirim? Kau mengusirku saat aku masih sekolah"

"Dan untuk tujuan yang baik"

Tentu saja. Dengan diusirnya Arya dari rumah, dia bisa bertemu Luna. Wanita yang dicintai.serta mencintainya tanpa syarat.

"Baiklah. Dan sekarang waktunya aku pergi lagi!" katanya melangkah ke pintu.

"Kau tidak menyembuhkan lukamu dulu?"

Arya memegang luka di pelipis matanya. Masih ada darah yang keluar dari luka itu, tapi tak terasa sakit.

"Aku akan memanfaatkan luka ini"

"Kau gila!"

"Kalau tidak gila, kau tidak akan memanggilku dari jauh hanya untuk berurusan dengan paman ketiga" katanya kesal.

"Paman ketiga hanya takut padamu dan ayah. Aku tidak punya pilihan lain."

"Baiklah ... Baiklah. Aku pulang sekarang"

"Bawa saja adik ipar pulang kemari!!"

"Belum waktunya" jawab Arya lalu keluar dari kediaman Santoso.

Tak lama dia masuk ke dalam mobil, sebuah sinar terang mengganggu matanya. Silau sekali sampai dia harus memicingkan mata lalu perlahan membukanya. Ada seorang wanita yang sedang memperhatikan diri sendiri di depan cermin.

Wanita cantik dengan kaki yang tampak begitu panjang juga betis yang ramping. Pantat sintal yang sedikit bergetar tiap kali wanita itu bergerak. Bagian pinggang bawah dengan tahi lalat berwarna kemerahan di tengahnya. Punggung rapuh yang selalu ditopang Arya ketika mereka bercinta. Dan dada yang ranum. Seakan memanggil tangan Arya untuk meremasnya.

Baru saja dia ingin bangun, sebuah bantal terbang ke arahnya. Tepat mengenai bagian luka di pelipis mata kirinya.

"Tutup matamu!!" teriak wanita itu tapi Arya tak menurut. Dia segera menyingkirkan bantal dan menemukan wanita itu berlari ke arah kamar mandi. Arya bangun dan mengejar namun langkahnya kurang cepat dibanding pemilik apartemen yang terbiasa dengan tatapan letak barang.

"Sayang, biarkan aku melihat lebih lama. Kumohon!! Sayang. Biarkan aku melihat dan menyentuhmu. Sayang" ucapnya memelas

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
heran aku dengan arya...thor jangan bagi mereka berbaik kembali... dia dah celup orang lain tu...
tahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!