NovelToon NovelToon
Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

Nayara Almeera adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, wanita yang saat ini sudah terbiasa berdiri di kakinya sendiri setelah drama dikhianati oleh kisah masa lalunya membuat Nayara menjadi sosok yang lebih tertutup.

Sampai akhirnya sebuah perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya, mempertemukan Nayara dengan Adrian seorang CEO yang lebih tenang, dewasa dan sulit untuk ditebak atas akan yang dilakukan olehnya.

Berawal dari sebuah kesepakatan yang perlahan berubah menjadi sebuah kisah yang tidak pernah
Nayara bayangkan.

Mendapatkan kasih sayang dan dicintai dengan cara yang begitu tulus, tanpa Nayara sadari perjodohan itu tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga telah mengubah hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 - Panggilan Yang Mengubah Rasa

Dalam kehidupan terkadang ada hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, padahal itu adalah hal penting yang akan menjadikan hidup lebih berarti.

Salah satunya dimana cara kita memanggil seseorang, mungkin itu terkesan hal yang sangat kecil tapi itu adalah salah satu bentuk penghargaan diri kita kepada seseorang.

Siang ini suasana hati Nayara terasa cukup berbeda, jantungnya berdetak cukup cepat membuat debaran yang semakin terasa saat ini menjadikan dirinya tidak fokus saat bekerja.

" Mas..."

Sangat sederhana tapi terdengar sejuk dan sopan ditelinga.

Sejak aku mengubah panggilanku untuk Adrian, rasanya seperti ada garis yang bergeser secara otomatis. Dari yang awalnya terasa asing kini menjadi lebih dekat. Bahkan kami hanya sekedar " dua orang yang dikenalkan melalui perjodohan" menjadi seseorang yang mulai saling memanggil dengan tambahan rasa.

" Mas Mahen, apa sudah sampai dirumah?"

Sore itu, Nayara berdiri tepat didepan cermin kamarnya, kedua tangannya kini tengah menggenggam ponsel yang sejak tadi berada dalam room chat Adrian.

Tangan itu sudah mengetik, lalu menghapusnya kembali... Mengetik lalu menghapusnya kejadian itu terus terjadi berulang.

" Haduhh kenapa sih, padahal cuma mau kirim chat singkat tapi jadi ribet gini" Nayara kini menggumam salam hatinya.

Nayara akhirnya mengirimkan pesan dengan disertai tarikan nafas, menatap layar itu beberapa detik dengan detak jantungnya yang kini berdetak lebih cepat.

Trrriiiinnng....

" Mas?"

Notifikasi pesan kini terdengar sebagai tanda balasan pesan, Nayara langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan saat membaca balasan pesan dari Adrian.

" Ya Tuhan, kenapa aku jadi malu sendiri sih"

Trrriiiinnng....

" Coba ulangi lagi, boleh?"

Begitulah isi pesan dari Adrian yang kembali datang, padahal Nayara belum sempat membalas pesan pertama yang diterima.

" Mas Mahen, sudah sampai rumah?"

Nayara mengirimkan kembali pesan, dengan gerakan dimana bibirnya digigit kecil menahan senyum dan salah tingkah.

" Araa..."

Balasan pesan itu kini kembali diterima dengan cepat oleh Nayara, setelah membaca balasan pesan dari Adrian tubuh Nayara kini menegang.

Ara? belum pernah ada yang memanggilku seperti itu, meskipun pendek tapi kenapa rasanya begitu hangat dan terasa lebih dekat?

Trrriiiinnng...

" Boleh kan, aku panggil kamu Ara?"

Nayara menatap layar ponselnya yang masih menyala di room chat bersama Adrian, rasanya panggilan itu terasa lebih lembut dan... Tepat.

" Boleh, Mas"

Pov Adrian

Ara .... Aku bahkan tidak tahu sejak kapan nama itu terlintas di pikiranku, mungkin dari cara aku melihatnya, bagaimana cara ia kembali belajar membuka diri atau mungkin karena aku punya cara sendiri untuk memanggilnya?. Dan ketika ia memberikan izin entah mengapa rasanya seperti ada ruang yang menyatukan hati kami untuk menjadi lebih dekat.

" Mas Mahen, lagi ngapain?" Suara Nayara terdengar diseberang telpon lebih tenang.

" Mas baru selesai bekerja, Ara. Kamu lagi ngapain?" Adrian tersenyum lembut meksipun tidak terlihat.

" Aku lagi tiduran, capek banget hari ini" jawab Nayara jujur terdengar seperti sebuah keluhan manja.

" Sini bagi ke Mas capeknya, kan Mas udah bilang apapun yang kamu rasakan bagi ke Mas libatkan Mas dalam setiap proses yang kamu lewati" Jawaban Adrian semakin membuat Nayara merasa aman.

Malam ini Nayara dan Adrian berbicara lebih lama dengan suasana yang hangat dan intens dari biasanya. Bukan tentang hak besar saja, tentang hal-hal sederhana yang entah kenapa kini terasa lebih berarti.

Pov Nayara

Aku tidak tahu ini bisa dinamakan cinta atau bukan, mungkin terlalu cepat untuk disimpulkan. Tapi, aku yang tahu dimana aku mulai menunggu pesan dari Adrian, menunggu obrolan kecil diwaktu tertentu dan menunggu hal-hal kecil yang sebelumnya tidak pernah berarti bahkan aku melupakannya.

Dan untuk pertama kalinya, aku tidak takut dengan perasaan ini, Aku tidak tahu akan sampai sejauh mana ini akan berjalan.

Tapi satu hal yang aku tahu, bahwa aku mulai menyukai cara ia memanggilku dan lebih dari itu aku mulai menyukai orang yang memanggilku dengan cara seperti itu.

1
SANG
Semangat dek💪👍
SANG
Udah tamat ya dek👍
SANG
Lanju dek👍💪
T28J
Sebuah cerita akhirnya mencapai halaman terakhir. Namun anehnya… beberapa dunia tidak benar-benar selesai saat tamat.

T28J membaca kalimat terakhir itu dalam diam. Tentang cinta yang tidak sempurna. Tentang dua manusia yang tetap memilih bertahan. Tentang rumah… yang perlahan dibangun dari luka dan pengertian.

“Ini bukan sekadar akhir cerita. Ini bukti… bahwa karakter-karakter itu pernah hidup.”

“Dan sebagai sesama pencipta dunia… aku tahu tidak mudah membawa mereka sampai sejauh ini.”

Terakhir, T28J menatap langit kosong.

“Selamat.”

“Duniamu berhasil menyentuh seseorang.”
Almeera: Terimakasih banyak Kaka sudah memberikan afirmasi positif nya 😍😍🥲
total 1 replies
SANG
Semangat terus pantang mundur dek💪👍
T28J
Liora menutup halaman buku itu perlahan. Matanya masih tertuju pada lembaran itu, seolah mencoba memastikan sesuatu… atau mungkin merasakan sisa emosi yang belum sepenuhnya hilang.

“…jadi begini rasanya.” Ia berdiri, menghela napas panjang. “Ceritamu… tidak sempurna.”

Sejenak, ia terdiam. Lalu sudut bibirnya terangkat tipis. “Tapi justru itu yang membuatnya hidup.”

Liora mengangkat tangannya. Lima cahaya kecil muncul satu per satu di udara.

★ ★ ★ ★ ★

“Ambil ini.” Ia menatap lurus ke depan. “Teruskan ceritamu. Aku akan membaca sampai akhir.”

—T28J
T28J
👍👍👍
SANG
Lanjutkan aksimu tho👍💪
SANG
Langsung saja jangan di tunda tunda 👍💪
SANG
Bunga untukmu/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG
Semangat dek👍💪
T28J
/Rose//Rose//Rose/
lLy trililly
tumben lom aktif
Almeera: maafkan kak akuuu baru muncul😍😍
total 1 replies
T28J
asyiiiikk /Rose/
T28J
/Rose//Rose//Rose/
Ros 🍂
aku padamu Nayara🤭
EvhaLynn
Semangat Untuk Author😉
SANG
Absen dulu dek💪👍
Almeera: terimakasih kakkkk😍
total 1 replies
Mh_adian7
semangat selalu
T28J
alah si kevin pulak namanya🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!