NovelToon NovelToon
Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Slice of Life / Komedi / Time Travel
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: RS Star

Bagi Raka Aditya, menyendiri adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dari tekanan dunia yang melelahkan. Ia merasa asing dan tak dimengerti, hingga akhirnya beberapa orang datang menawarkan persahabatan yang tulus. Perlahan, cara pandang Raka mulai berubah. Ia pun belajar bahwa untuk menemukan tempatnya di dunia, ia harus lebih dulu belajar menerima dirinya sendiri dan orang lain apa adanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS Star, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Di kafe keluarga yang tersedia menu all you eat, aku memiliki janji bertemu sama Elma untuk menunjukkan novel hasil karyaku lalu membahasnya bersama. Ketertarikan Elma terhadap novel bergenre romantis komedi membuat aku dan dia menjadi akrab akhir – akhir ini, memang sangat mudah akrab dengan orang yang memiliki minat yang sama. Tapi di sini masalahnya muncul, di tempat itu sesuai janji aku malah melihat kehadiran Maya.

Bukan aku tidak senang melihatnya, hanya saja dia tidak memiliki ketertarikan sedikit pun terhadap sebuah karya novel bergenre romantis komedi. Bahkan mungkin bisa aku katakan kalau Maya tidak suka membaca, dilihat dari mana pun dia ini tipe anak ekstrovert yang lebih senang berkumpul bersama teman – temannya sambil menghabiskan waktu dengan mengobrol dan bergosip.

“Kamu ngapain disini?” tanyaku pada Maya yang masih asyik menyedot minumannya, sepertinya dia sudah lama berada di sini bersama Elma.

“Masalah?” tanya balik Maya padaku sambil meletakkan gelasnya kembali ke meja, dia tersenyum padaku seolah sedang mengejek.

Aku hanya diam menatapnya setelah mendengar pertanyaan itu dan baru aku sadari ini menjadi kali pertama aku melihat Maya dengan pakaian kasualnya, menggunakan dress panjang selutut berwarna merah marun yang dipadukan dengan legging warna hitam dan yah... pada dasarnya Maya memang cewek yang cantik, jadi dia mau pakai pakaian apa pun tetap saja akan terlihat cantik.

Melirik sedikit ke kanan aku melihat Elma yang tampil feminin, rambut blonde nya dia urai dan mengenakan pakaian one set berwarna putih pada bagian atas dan hitam pada bagian bawahnya... aku tidak tahu kalau Elma si anak bandel sekolah bisa berpenampilan feminin seperti seorang gadis, aku pikir dia tipe siswi tomboi... tunggu sebentar, dia kan memang seorang gadis. Apa yang aku pikirkan?

“Tapi agak terkejut rasanya...” Maya memecah keheningan di antara kami, aku kembali menatap Maya yang menunjukku dengan garis senyum meledeknya.

“Berdasarkan kepribadianmu, aku pikir kamu bakal pakai jaket hoodie kebesaran dengan gambar kartun, rambut berantakan, membawa ransel laptop, menggunakan masker gambar mulut dengan gigi menyeramkan, dan berbau tidak wangi” ucap Maya meneruskan kalimatnya yang sempat terputus tadi, rasanya dia benar – benar menghinaku...

“Gila, kesan wibu aneh dari internet!! Yang begitu akhir – akhir ini malah semakin dianggap orang aneh bahkan bagi para pencinta Manga, tau?!” timpalku dengan bentakan, memang sudah serendah itu aku di mata Maya.

Maya dan Elma tertawa hampir bersamaan, lalu aku pun duduk tepat di depan mereka sambil meletakkan ranselku di kursi sebelah. Aku tatap Maya dengan tajam dan dia masih saja tertawa bersama Elma, aku rasa mereka berdua memang sudah sangat akrab akhir – akhir ini.

“Lupakan soal baju, kamu belum menjawab alasan kamu ada di sini” celetukku dan tawa Maya pun terhenti, dia melirik Elma yang masih cekikikan, sepertinya Elma puas melihat sikap kejam Maya kepadaku.

“Elma yang mengundangku, kata dia akan ada hal yang seru” dengan helaan nafas Maya mengatakannya, Elma pun tersenyum menatap Maya.

“Kamu pikir bakal ada hal menyenangkan dari kehadiranku?” tanyaku menyindirnya, Maya kembali menghela nafas sambil menatapku dengan suram.

“Gak ada, tapi kata Elma aku bisa membaca novel buatan kamu di sini. Aku rasa sia – sia aja usahamu, gimana kalau aku sarankan kamu buat pensiun aja?” jawab Maya sambil memberi saran, tapi saran itu malah membuat mentalku untuk menulis hancur total bahkan sebelum dia membaca hasil karyaku!!

“Jangan suruh aku pensiun dari hal yang aku kerjakan saja belum!!!” bentakku pada Maya, dia sama saja seperti Vanya dan sangat kasar padaku.

“Tapi aku jadi kasian sama Elma harus membaca karyamu itu~” penuh penyesalan Maya mengatakannya

“Dan kamu tidak kasihan padaku?!! Aku juga butuh belas kasihanmu, tau?!!” bentakku lagi

“Hei~ apa salahnya? Bukankah Maya juga penasaran sama karya Raka? Ada teman sekelas yang jadi penulis novel, loh! Rasanya hebat banget, kan?” seru Elma terdengar begitu antusias, Maya pun menoleh menatap raut wajah Elma yang terlihat begitu bersemangat.

“Ya udah deh~ bo’ong juga sih kalau aku bilang gak penasaran” timpal Maya sambil menghela nafas, tapi bukankah ini aneh...?

Maya terlihat terlalu memanjakan Elma, sedangkan sikap Maya kepadaku sungguh berbanding terbalik. Maya sangat kasar padaku, padahal tidak ada bedanya antara aku dengan Elma yang sama – sama menyukai Manga, anime dan novel bergenre romantis komedi. Jujur saja aku tidak menyangka Maya bisa sedekat ini sama Elma, padahal dia terlihat sangat kasar padaku yang sama - sama seorang wibu. Tapi kalau dipikir lagi.. pertemanan sesama kaum ekstrovert memang berbeda sih ya...

...Mengagumkan...

“Tapi aku yakin isinya bakal biasa aja, pasti bosan membacanya” celetuk Maya masih saja mengeluh

“Menurutku gak gitu deh” timpal Elma membelaku

“Elma~! Kamu kayaknya terlalu percaya deh sama Raka, aku sarankan kamu ubah cara pandangmu ke Raka. Di luar memang kayak cowok SMA biasa, tapi sebenarnya dia orang yang sangat suram dan menyedihkan, loh!” ucap Maya menjelekkanku, iya dia menjelekkan orang yang ada tepat di hadapannya!!

“Berhenti merendahkanku di depan orang lain!! Diliat dari mana pun aku ini memang anak SMA biasa dan tidak menyedihkan juga suram, tahu?!” timpalku dengan bentakan, namun baik Maya dan Elma sama – sama menghiraukanku.

Untuk menghentikan Maya yang terus menghinaku, aku pun mengeluarkan dua naskah novel dari dalam tas milikku. Aku letakkan satu per satu naskah itu di depan Maya dan Elma, barulah keduanya terdiam dan mengalihkan pandangannya ke tumpukan kertas berisi hasil karya novelku. Maya langsung memegang dan mengecek tebal kertas itu dengan jempolnya, dia pun terlihat kagum dengan ketebalan kertas itu yang berisi tiga puluhan lembar.

“Pokoknya baca dulu baru ngeluh” ucapku tegas

“Wow, banyak juga ya” seru Maya terkejut, Elma pun seperti sudah tidak sabar untuk membaca isinya.

“Yah begitulah, pasti ada typo di sana – sini tapi tahan dulu saja sampai kalian selesai membaca semua isinya” timpalku

Untungnya aku cetak dua salinan, sebenarnya salinan satunya itu untukku membaca saat Elma sedang membaca. Tapi karena ada kejadian tidak terduga, aku sekarang hanya bisa diam sambil menatap Maya dan Elma selesai membaca hasil karyaku.

Berbicara tentang novelku, novel yang aku bawa kali ini mencapai empat puluh ribu lebih kata. Meski sudah mencapai sebanyak itu namun rata – rata novel belum bisa dikatakan selesai kalau cuma berisi empat puluh ribu kata, sengaja aku menahannya di empat puluh ribu kata karena aku tidak yakin mereka bisa menyelesaikan novel itu dalam satu kali pertemuan seperti sekarang. Jadi ini bukan karena aku menyerah untuk menulis di tengah jalan, oke?

Genrenya sudah pasti romantis komedi kesukaanku dengan banyak gadis manis yang mengelilingi MC, hal yang sudah sangat umum di gunakan di jaman sekarang. Memang romantis komedi one to one sedang populer ketika aku masih SMA kelas satu pada kehidupanku yang pertama tapi menurutku pribadi, memiliki banyak karakter perempuan yang menyukai MC itu jauh lebih baik. Aku sendiri sudah memiliki ide perkembangan selanjutnya dari novelku ini yaitu setiap karakter perempuan nanti akan mempunyai kesempatan untuk menunjukkan sisi terbaik mereka.

“Entah berapa banyak yang bisa kalian baca, tapi santai aja” celetukku memecah keheningan ketika Maya dan Elma sedang sibuk membaca, mereka menatapku serentak.

“Kayaknya bisa beres satu jam” timpal Maya

“Kalau aku mungkin butuh sedikit lebih banyak waktu” timpal Elma

Mereka pun kembali membaca novel karyaku dengan serius, aku menatap keduanya bergantian dan merasa gelisah tanpa sebab. Aku pun beranjak dari dudukku untuk mengambil minuman di bufet kafe, setelah mengisi ulang gelas minum dengan cola, aku kembali ke meja kami dan aku lihat Maya juga Elma masih serius membaca hasil karyaku. Namun perasaan gelisah itu masih juga tidak hilang...

Sial!! Ternyata yang membuat hati gelisah adalah kenyataan bahwa saat ini novel ciptaanku sedang dibaca tepat di depan mataku!! Baru aku sadari, membuat orang lain untuk membaca novel ciptaanmu sambil berhadapan seperti ini adalah hal yang sangat memalukan dibanding kamu mengunggah novel tersebut di sebuah platform di mana kamu tidak perlu tahu siapa yang sedang membaca hasil karyamu!! Aku ingin segera meminta mereka untuk menyudahi membacanya lalu aku segera beranjak pulang meninggalkan mereka...

Tidak!! Tidak boleh seperti itu!! Salah satu impianku adalah bisa menjadi seorang penulis novel terkenal dan ini adalah langkah awal yang baik, aku sudah mengalami dua kehidupan dan kali ini aku harus bisa meraih impian itu!! Aku harus yakin pada diri sendiri, sangat mungkin mereka berdua akan terkesan sama novel buatanku. Aku yang sekarang sudah memiliki imajinasi, lelucon yang lucu dan juga keahlian lain yang jauh melampaui standar kemampuan anak SMA kelas satu.

‘Ya!! Itu benar!! Aku harus lebih percaya diri dan aku punya kemampuan untuk menjadi seorang novelis!!’ ucapku dengan teriakan di dalam kepala untuk menyemangati diri sendiri, aku meneguk gelas berisi cola dengan sekali teguk. Setelah habis, aku letakkan kembali gelas kosong itu di atas meja dengan penuh rasa percaya diri. Ini adalah sebuah anggur kemenangan bagiku!

...Tik...! Tok...! Tik...! Tok...!...

Denting jam dinding berbunyi menguasai indra pendengaranku menunggu Elma selesai membaca, beberapa saat sebelumnya aku sudah melihat Maya selesai membaca dan dia langsung menyedot minumannya sebelum memberiku komentar.

“Selesaaai~!” seru Elma sambil meletakkan naskah novelku di atas meja, dalam hati aku berkata ‘Inilah saatnya mendengar pujian dari mereka!’

Apa yang harus aku lakukan sekarang? Mungkin saja mereka akan sangat terkesan dengan novel ciptaanku, aku tidak boleh terlihat sombong, kan? Bisa saja hubungan kami tidak akan sama lagi seperti dulu lagi setelah ini, bagaimana kalau tiba – tiba mereka jadi sangat menghormatiku karena aku akan menjadi calon novelis terkenal di negara ini? Ehehehe... memikirkannya saja sudah membuat jantungku berdebar – debar.

...Brak!!

Terdengar Maya meletakkan gelasnya agak keras di atas meja, aku pun mengalihkan pandanganku menatap Maya yang terlihat begitu serius menatapku.

“Sebelumnya, biar aku tanya dulu hal ini” celetuk Maya memecah keheningan di antara kami, aku tersenyum sombong menatapnya dan mengatakan...

“Silakan, aku bisa menjawab apa pun tentang latar belakang atau semacamnya. Aku juga bisa menjawab seperti buku apa yang mempengaruhi novelku dan juga dari mana sub judulnya berasal” timpalku dengan rendah hati, aku ingin sombong di depan Maya tapi sepertinya akan lebih keren kalau aku biarkan saja Maya yang menyanjungku.

“Bukan itu, kamu yakin mau dengarkan masukan kami?” terdengar sedih saat Maya mengatakannya, ekspresi wajah Maya juga menunjukkan seberapa berat dia untuk menyampaikannya.

“Ya.. yaah.. karena kalian.. sudah repot – repot buat membacanya, jadi aku rasa aku siap untuk mendengar masukan dari kalian. Aku rasa aku punya tanggung jawab buat mendengarkannya...” jawabku dengan bingung, sebenarnya apa yang sedang dipikirkan Maya setelah membaca naskahku itu...

“Begitu ya... baiklah karena kamu sudah mengatakannya...” agak bergumam Maya mengucapkannya, dia menarik nafas dalam – dalam lalu dengan mantap dan tegas Maya mengatakan..

“Jujur saja ini sangat membosankan” ucap Maya

Aku yakin cuaca cerah siang ini tapi aku mendengar suara petir yang menghunjam telingaku sampai begitu terasa di jantung yang membuat tubuhku mendadak menjadi merasa kedinginan...

1
You Know me So well
ya ya ya bangga aja udah gpp 🗿🗿
Silvia: ayo Qt beri tepukan...😄
total 2 replies
SS Star
sari apaan sih, fix kesel banget sama nih orang /Panic//Panic//Panic/ keliatan banget kalah saing sama elma sampai harus playing dirty buat jatuhin dia /Panic//Panic/ tapi jujurly gw penasaran banget sih sama next move yang bakal raka lakuin buat mutar roda kenangan dia, lagian maya udah meremehkan raka banget ya, tapi aku kalau jadi maya sama aja sih responnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ which is emang bener sih raka tuh keliatan useless banget dan gak guna sama sekali jadi manusia /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
SS Star
udah baca sejauh ini dan gw dapet konklusi: Raka emang takdirnya buat ditampol massal /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Elma, Maya, sekarang Sari, semuanya punya insting yang sama buat ngeplak si raka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi jujurly alurnya makin seru pas masuk ke misteri hilangnya memory kehidupan pertama dia, fix ini sih topik yang bakal seru banget buat diexplore ke depannya, semngat Thorku /Determined//Determined//Determined/
SS Star
eh ko tumben ch ini agak deep, tapi seru sih jadinya gak bercanda mulu /Facepalm//Facepalm/ agak mempertanyakan kok raka bisa lupa sama Elma padahal teman sekelas, padahal diawal dia kyk dapet flashback sama kehidupan pertamanya gitu kan /Shy//Shy//Shy//Shy/ tapi ttp ya, point minusnya itu elma gak nampol raka ditempat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ padahal aku menantikan itu loo thor, sepanjang ch ini raka pure bikin emosi jiwa /Facepalm//Facepalm/
pie gemilang
jangan berharap banyak Raka...sepertinya kamu akan mendengar kalimat itu setiap saat!🤣💪
Kerak Telor
🤣🤣🤣terjebak situasi apa lagi Raka ini?😄😄
Cece: kaga ada yg bener cara Raka ketemu cewek 🤣
total 1 replies
Kenzie
elma suka raka?? hmm.. maya terus gimana thor??
4rafah: Maya SMA Elma berantemin aja.🤣🤣🤣
total 2 replies
pie gemilang
go ahead maya🤣🤣🤣💪💪💪...
pie gemilang
🤣🤣 jijik gak tuh?
Chizuru
baper .........🫣🫣🫣... apa2an si Raka iniii
Silvia: sadar gak sih Raka?
total 1 replies
Chizuru
malang sekali si serigala penyendiri ini.... mulai dapat predikat madesu pulaaaa😄
Chizuru
ternyata pria tulen kalau ngomong bisa gemeteran juga🤣
Chizuru
Maya lagi Maya lagi...😄😄 kuat mental ya rakaa.... author sepertinya terlalu senang MC menderita Krn wanita 1 ini
pie gemilang
mulai menikmati perjalanan sang serigala penyendiri......🤣
pie gemilang
ini nih...mencurigakan sekali...jangan jangaaaan.....ini kisah author 🤣🤣...Krn ada novel author yang bersambung😄😄...awas aja Sampek Hiatus...
kiana surya
bab 1 udah dibikin ngakak perkara ta* kucing 🐱🐱🤣🤣...menarik nih pasti ceritanya...semangat author sayaaang
i'm your
udah mulai agak nampak keseriusan nih novel dari segi cerita, menarik
kiana surya
mengganggu syekaliii🤣🤣🤣😄😄😄🤣
SS Star
btw lo udah punya temen belom thor? sini deh, bilang ke gw kalau rambut gw wangi kayak raka ke luna /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ si raka beneran apes banget sih, kena tumbal dari stressnya author sampai dibuat menyedihkan parah /Sob//Facepalm/ tapi jujurly konyol abis sih, gw selalu ngakak brutal tiap baca. apalagi pas imagine visual raka tuh literally lo yang baru kelar potong rambut/Tongue//Tongue//Tongue/
You Know me So well: waah lu parah seh, lama-lama authornya bisa kena spill beneran 🗿🗿🗿
total 1 replies
SS Star
see? beres baca ch ini gw dapet validation kalau novel ini tu sebenernya diary terselubung lo thor /Proud//Proud//Proud//Proud/ ini emang purely kisah nyata lo kan? lol, ayo jangan self report dee /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!