NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi / Tamat
Popularitas:400k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Teratai Emas dan Panggung Berdarah

​Tiga hari setelah insiden di Hutan Iblis Azure, sebuah bayangan abu-abu melesat melewati tembok luar perumahan Klan Lin tanpa memicu satu pun formasi penjaga. Lin Xuan kembali ke halamannya yang reyot tepat sebelum matahari terbit.

​Ia segera mengunci sisa-sisa pintunya, duduk bersila di atas ranjang kayu, dan mengeluarkan Kuali Naga Api dari cincin penyimpanannya. Di tangannya, sebuah kotak giok memancarkan hawa dingin yang menyegarkan. Saat kotak itu dibuka, lima helai daun emas dan tiga biji teratai bersinar terang, menerangi ruangan sempit itu dengan cahaya spiritual yang luar biasa pekat.

​"Senior," panggil Lin Xuan dalam batinnya. "Apakah menelan teratai ini secara langsung akan memberiku efek terbaik?"

​Di dalam Dantiannya, Sang Demon Venerable mendengus meremehkan. "Hanya binatang buas tak berotak yang memakan rumput spiritual mentah-mentah! Manusia fana mungkin akan membuat Pil Pembentuk Fondasi biasa dari bahan ini. Tapi kau adalah pewarisku. Kita akan memurnikan Pil Emas Fondasi Kekacauan!"

​Mendengar nama itu, darah Lin Xuan mendidih. Tanpa ragu, ia memanggil Api Kekacauan Primordial di telapak tangannya dan melemparkannya ke bawah Kuali Naga Api.

​Kuali perunggu itu langsung berdengung hebat. Lin Xuan memasukkan lima daun Teratai Emas Sembilan Daun, diikuti oleh puluhan bahan pelengkap yang ia beli dari Paviliun Seribu Ramuan. Api abu-abu itu menelan bahan-bahan tersebut, memurnikan kotorannya dalam sekejap mata.

​Proses pemurnian kali ini jauh lebih sulit daripada Pil Pengumpul Qi. Keringat sebesar biji jagung terus mengalir di dahi Lin Xuan. Energi dari Teratai Emas tingkat 3 sangat liar, mencoba memberontak di dalam kuali. Namun, di bawah tekanan absolut dari Api Kekacauan, energi itu perlahan dipaksa untuk tunduk dan memadat.

​Tiga jam kemudian, sebuah aroma wangi yang sangat pekat—begitu pekatnya hingga hampir membentuk embun spiritual di udara—menyerbak dari dalam kuali.

​BAM!

​Tutup kuali terpental. Tiga butir pil berwarna emas pucat melesat keluar. Tidak ada pola awan di permukaannya, melainkan pola aneh yang menyerupai pusaran galaksi.

​"Sempurna. Tiga Pil Emas Fondasi Kekacauan," tawa Sang Demon Venerable menggema. "Satu butir saja cukup untuk membuat kultivator Pembentukan Fondasi tingkat puncak berebut hingga saling membunuh. Telan ketiganya sekaligus. Biarkan aku melihat seberapa besar Dantianmu bisa menampungnya!"

​Lin Xuan tidak membuang waktu. Ia meraup ketiga pil emas itu dan menelannya ke dalam perut.

​BOOOM!

​Seketika, lautan energi berwarna emas meledak di dalam tubuhnya bagaikan gunung berapi yang meletus. Rasa sakit yang merobek tulang dan meridian kembali menyerang, jauh lebih dahsyat dari sebelumnya. Kulit Lin Xuan memerah, pembuluh darah di sekujur tubuhnya menonjol keluar seolah akan pecah.

​Energi raksasa itu mengamuk, mencoba mencari jalan keluar. Namun, Mutiara Kekacauan di Dantiannya mulai berputar dengan kecepatan gila, melepaskan daya hisap yang mengerikan. Aliran energi emas itu ditarik paksa ke dalam pusaran Mutiara Kekacauan, digiling, dimurnikan, dan disemburkan kembali sebagai Qi Kekacauan yang murni ke seluruh tubuh Lin Xuan.

​KRAK!

​Suara retakan yang jernih terdengar dari dalam tubuhnya. Batasan Tahap Kondensasi Qi tingkat 9 hancur berkeping-keping!

​Energi terus mengalir deras. Dantian Lin Xuan meluas sepuluh kali lipat. Meridiannya yang tadinya selebar sungai kecil, kini berubah menjadi sungai besar yang mengalirkan Qi cair, bukan lagi Qi berbentuk gas.

​Ini adalah tanda mutlak dari Tahap Pembentukan Fondasi!

​Namun, terobosannya tidak berhenti di sana.

Pembentukan Fondasi Tingkat 1... tembus!

Pembentukan Fondasi Tingkat 2... tembus!

​Tubuh fisiknya juga mengalami transformasi mengerikan. Seni Penempaan Tubuh Kekacauan Primordial memasuki tahap kedua: Tulang Besi Kulit Giok. Kekuatan fisiknya kini setara dengan dua puluh ribu kati.

​Ketika badai energi di tubuhnya mereda, Lin Xuan perlahan membuka matanya. Sepasang pupil hitamnya kini memiliki kilatan cahaya keemasan yang samar. Sekali embusan napasnya saja mampu membuat udara di sekitarnya bergetar.

​"Pembentukan Fondasi Tingkat 2," gumam Lin Xuan sambil mengepalkan tinjunya. Ia tersenyum dingin. "Jika aku bertemu dengan Ular Piton Cincin Besi itu lagi sekarang, aku bisa membelah kepalanya hanya dengan tangan kosong."

​Lin Xuan bangkit dan menatap ke luar jendela. Waktu telah berlalu tanpa terasa. Angin musim gugur yang dingin menyapu halaman rumahnya.

​Hari ini adalah hari yang telah ia tunggu-tunggu selama tiga bulan terakhir.

​Hari Turnamen Klan Lin.

​Di pusat perumahan Klan Lin, Arena Bela Diri Utama dipenuhi oleh ribuan anggota klan, pelayan, dan tamu undangan dari berbagai faksi kecil di Kota Azure. Suasananya begitu semarak hingga suara sorak-sorai terdengar bermil-mil jauhnya.

​Di tribun kehormatan tertinggi, duduk Patriark Klan Lin, dikelilingi oleh para Tetua. Di sebelah kanan Patriark, duduk dua tamu istimewa yang menjadi pusat perhatian semua orang.

​Yang pertama adalah Lin Feng. Ia mengenakan jubah putih bersulam benang emas, wajah tampannya memancarkan kesombongan yang tak tertutupi. Kultivasinya telah mencapai puncak Tahap Kondensasi Qi tingkat 9, tinggal selangkah lagi menuju Pembentukan Fondasi.

​Di sebelahnya duduk Su Yue, tampak mempesona bagaikan dewi musim semi dengan gaun sutra birunya. Keduanya tampak seperti pasangan emas yang diturunkan dari langit, menerima tatapan kagum dan iri dari generasi muda Klan Lin di bawah arena.

​"Kakak Feng, kudengar si sampah Lin Xuan belum menampakkan diri," bisik Su Yue dengan senyum mengejek. "Apakah dia ketakutan dan melarikan diri dari klan?"

​Lin Feng mendengus dingin sambil menyesap teh spiritualnya. "Tiga bulan lalu dia mematahkan tangan Lin Hu dan bersikap arogan. Tapi di hadapan kekuatan sejati, sampah tetaplah sampah. Jika dia berani muncul hari ini, aku sendiri yang akan mematahkan semua anggota tubuhnya di atas arena dan membiarkannya merangkak keluar dari gerbang klan kita."

​Di bawah arena, wasit yang merupakan Tetua Hukum klan melangkah maju ke tengah panggung pertarungan.

​"Turnamen Tahunan Klan Lin... resmi dimulai! Pertandingan pertama, Lin Yan melawan..."

​Sebelum wasit bisa menyelesaikan kalimatnya, sebuah suara langkah kaki yang tenang bergema dari pintu masuk arena. Suara itu tidak keras, namun entah mengapa menembus kebisingan ribuan orang, membuat seluruh arena perlahan-lahan terdiam.

​Di ujung jalan setapak, sesosok pemuda berjubah abu-abu sederhana berjalan masuk dengan tangan di belakang punggung. Langkahnya santai, wajahnya setenang danau tanpa riak, dan sebilah pedang panjang bersarung perak yang dipenuhi retakan tergantung di pinggangnya.

​Mata Lin Feng langsung menyipit, membunuh niat melintas di pupilnya.

Su Yue mengerutkan kening, perasaan tidak nyaman tiba-tiba mencengkeram hatinya.

​Tetua Mo, penjaga Paviliun Bela Diri yang duduk di sudut tribun, tiba-tiba berdiri dari kursinya dengan mata terbelalak, menatap pemuda itu seolah melihat hantu.

​"Maaf aku terlambat," ucap Lin Xuan datar, suaranya bergema jelas di telinga setiap orang di arena. Matanya menyapu kerumunan dan berhenti tepat pada sosok Lin Feng di tribun kehormatan.

​"Tapi aku datang ke sini bukan untuk berpartisipasi dalam pertandingan bocah."

​Lin Xuan mengangkat tangannya, menunjuk langsung ke arah Lin Feng di depan ribuan pasang mata.

​"Lin Feng. Bukankah kau menginginkan nyawaku? Turunlah. Hari ini, hanya satu dari kita yang akan berjalan keluar dari arena ini hidup-hidup."

​Keheningan mutlak menyelimuti Arena Bela Diri Utama.

1
Aldrianto M. Lasut
🤣 ini baru cerita fantasi,qw suka gaya cerita mu thor 👍👍
Endang Solihin
iklan nya terlalu lama,, membosankan kan
Aldrianto M. Lasut
ini baru cerita yg menarik MC nya op.. sesuai temanya fantasi dunia kultivasi 👍
Abil Amar
alur ceritanya gmn lrinya kmn aplgi tmnnya mn yg 4 tuh ko g ad mkin ksni alurnya aburadul
Laode Muslimin
sponsor yah
eedan
semakin aneh ceritanya..mau lanjutin baca Ndak yaaa😄😯😯
Laode Muslimin
badas..
Sarmili Mili
Tingkat Kultvasi di chapter berapa
rini rianty
hemmmm🤔🤣
Ike Diva Putri
lanjutt thorr
Sony Setiawan
aku baca bab sampai 57...cerita yang bagus untuk di ikuti menurutku... sampai akhirnya aku penasaran mencoba 2 bab terakhir ini, dan hasilnya sangat kecewa, cersil berubah jadi cerita tehnologi modern kaya alien saja... akhirnya kuputuskan berhenti baca..
Laode Muslimin
raja pedagang neraka..
I wen
sampai di sini, ini novel yg paling menarik dari sejumlah novel yg di baca di aplikasi ini yg saya tinggalkan dalam membacanya. saya mau lihat ke mana penulis akan membawa pembacanya 👍
echa purin
👍🏻
CahNdablek
bahasanya di campur aduk dengan bahasa kimia 🤣🤣🤣
rini rianty
🤣🤣🤣🤣🤣👍
Sachroni
Istilah tetua itu dipakai untuk pejabat sekte atau klan bukan kekaisaran !
sutrimo trimo
mantap thor👍💪
Rusman Tifeng
sayang nya pendekar nya gak masuk akal dengan kultigasinya yg paling redah 🤣
Jade Meamoure
setidaknya pedangnya d bagusin lah gimana caranya bertempur kalo baru d pegang kaki dah amblas 1/2 meter yg bener aja 🥴🥴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!