Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kejujuran Haris
Rizki langsung menatap tajam kearah Aisyah," kamu jangan macam macam Aisyah,kenapa aku harus mengganti semua biaya yang sudah di keluarkan oleh bunda mu untuk menyekolahkan mu. itu sudah jadi kewajiban nya. Dan kalau gaji mu kamu serahkan semua pada bunda mu,biaya hidup kita nanti dari mana" ucap Rizki.
Aisyah tersenyum sinis pada Rizki," kalau kamu saja menolak,kenapa aku harus menurut. Aku bukan wanita bodoh. Dari pada hidup dengan laki laki seperti kamu, lebih baik aku sendiri selama nya. Percuma nanti bergelar ibu Bayangkari,kalau biaya hidup aku yang harus menanggung nya. Lebih baik uang dari kerja keras ku aku nikmati berdua dengan bunda ku" ucap Aisyah.
Setelah bicara seperti itu, Aisyah langsung keluar dari rumah orang tua Rizki dengan langkah pasti. " Mereka pikir mungkin aku ini bodoh yang bisa dengan mudah mereka kuasai. Aku ini cantik, seorang bidan yang sudah punya izin praktek mandiri. Untuk apa musti tunduk pada keluarga benalu seperti keluarga si Rizky itu. Seragam coklat nya yang dia bangga kan. Masih banyak yang punya seragam seperti itu di luaran sana yang punya otak baik dan tidak mokondo seperti dia yang bisa aku dapatkan " ucap Aisyah sambil berjalan dengan hari kesal.
**"
Sesampainya di rumah, Aisyah duduk di ruang tamu dengan wajah kesal. Iqram yang baru tau kalau adik nya sudah pulang, langsung mendekati sang adik.
" Kamu dari mana dek,kok wajah mu jadi jelek gitu" tanya Iqram.
Aisyah melihat kearah Abang nya," dari rumah orang tua nya si Rizky" jawab Aisyah dengan anda kesal.
" kamu kenapa,kok kayak orang lagi kesal gitu" tanya Iqram sambil menatap wajah adik nya.
Aisyah kemudian menceritakan semua yang terjadi dirumah Rizki pada Abang nya. Mendengar pengaduan adik nya,Iqram bukan nya marah,tapi dia malah tertawa.
" Mau numpang hidup enak rupa nya. Untung saja adik ku ini pintar nggak mudah tertipu oleh para benalu itu" ucap Iqram.
Aisyah menatap Abang nya," Abang kok kayak kesenengan gitu" tanya Aisyah.
Iqram langsung mengangguk," karena Abang tidak mau kamu masuk dalam keluarga buk Meta. Apa lagi kalau harus nikah dengan si Rizky yang terkenal sombong itu" jawab Iqram.
Buk Vita langsung menghampiri kedua anak nya itu. " sudah lah. Mungkin ini jalan yang di berikan Allah untuk menyelamatkan Aisyah. Mungkin Allah sudah mempersiapkan jodoh yang lebih jauh lebih baik dari pada Rizki untuk Aisyah" ucap buk Vita.
Aisyah langsung tersenyum," aamiin " jawab nya sambil memeluk lengan bunda nya.
" kalau Abang yang nyarikan kamu jodoh gimana. Apa kamu mau" tanya Iqram yang membuat Aisyah dan buk Vita langsung menatap kearah Iqram.
Aisyah langsung mengangguk," kalau Abang yang nyarikan,aku langsung setuju. Abang atur saja langsung tanggal nikah nya,aku nggak akan nolak. karena aku yakin kalau pilihan Abang pasti yang terbaik buat aku" jawab Aisyah.
Haris yang mendengar ucapan Aisyah langsung tersenyum bahagia. Dia langsung menyenggol tangan Iqram untuk bicara tentang lamaran dia ke Aisyah.
Iqram yang mengerti langsung berdehem," Aisyah,Abang mau mengatakan sesuatu pada mu. Ini serius" ucap Iqram.
Raut wajah Buk Vita dan Aisyah langsung berganti mode jadi sangat serius," bicaralah nak" ucap buk Vita.
" Bu, Aisyah. Haris sudah meminta izin pada ku untuk meminang Aisyah. Dia mengatakan sangat serius dengan niat nya itu. Dan aku Aisyah setuju, kedua orang tua nya akan langsung datang kesini untuk melamar Aisyah" ucap Iqram.
Buk Vita dan Aisyah langsung menatap Haris saat selesai mendengar kan ucapan Iqram. " nak Haris,kamu baru pertama kali bertemu Aisyah di sini. Kenapa kamu langsung mau melamar dia" tanya buk Vita.
Haris langsung tersenyum," hati ku langsung bergetar saat pertama kali melihat Aisyah Bu. Dan aku belum pernah merasakan hal itu sebelum nya saat bertemu dengan para wanita di luar sana. Aku ingin mengenal Aisyah secara langsung saat dia sudah halal untuk ku" jawab Haris.
Aisyah yang mendengar jawaban Haris langsung menatap Abang nya. " bang,apa Abang percaya kalau bang Haris bisa menjaga dan menyayangi ku. Apa Abang yakin kalau bang Haris bisa menjadi imam ku. Abang yang kenal dengan bang Haris, apa Abang yakin menitipkan adik kesayangan mu ini pada nya" tanya Aisyah.
Iqram langsung tersenyum sambil mengangguk," Abang yakin dek. Maka nya Abang berani menerima permintaan Haris. Tapi semua tergantung pada mu. Abang tidak memaksa " jawab Iqram.
Aisyah langsung tersenyum," kalau Abang percaya menitipkan adik Abang pada sahabat Abang ini,maka aku tidak akan ragu untuk menerima nya" ucap Aisyah ya Ng membuat hati Haris melonjak kegirangan.
Aisyah dengan berani langsung menatap Haris," kalau bang Haris benar benar serius ingin meminang ku,maka datang lah kesini bersama kedua orang tua bang Haris untuk melamar ku" ucap Aisyah yang membuat Haris langsung mengangguk.
" Besok mami dan papi akan datang untuk melamar mu" jawab Haris dengan cepat.
Aisyah langsung mengerutkan keningnya," mami papi" tanya nya pelan.
Haris langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Dari kecil memang itu panggilan yang di ajarkan mereka. Mau nya sih panggil Mak Abah,tapi mereka malah minta di panggil papi mami" ucap Haris.
" Tapi apa kamu tidak ingin bertanya dulu apa pekerjaan ku di kota" Taya Haris pada Aisyah.
Aisyah langsung menggeleng," kalau Anah pengangguran,tidak mungkin bang Iqram mau menikah kan aku sama Abang " jawab Aisyah.
" Kalau gaji ku kecil bagaimana " tanya Haris.
Aisyah langsung tersenyum," kalau gaji kecil tapi di gunakan untuk menafkahi anak istri,pasti semua akan tercukupi. Gaji Abang untuk kebutuhan rumah tangga. Gaji ku akan aku tabung untuk masa depan kita" jawab Aisyah yang membuat hati Haris sangat bahagia.
Haris terdiam sejenak, kemudian dia menatap Aisyah sebentar dan kembali bicara. " dek Aisyah mau mahar apa nanti" tanya Haris.
Aisyah langsung tersenyum," perhiasan saja bang. Tidak perlu banyak,satu gram juga aku mau. Asal tidak memberatkan " jawab Aisyah.
Haris mengusap wajah nya," baik. Abang akan berikan perhiasan untuk mahar kamu nanti " ucap Haris.
" Tapi aku mau jujur dulu bunda, Aisyah. Aku mau jujur dengan jati diri ku. Aku tidak mau nanti di bilang membohongi bunda dan Aisyah. Sesuatu hubungan yang baik,Haris di mulai dengan kejujuran " ucap Haris yang membuat buk Vita dan Aisyah terkejut dan mengerutkan keningnya.
" Ada apa bang. Apa Abang sudah menikah atau Abang seorang duda" tanya Aisyah.
Haris langsung menggeleng," bukan. Aku masih bujangan. Belum pernah menikah. Pacar pun tak punya " jawab Haris dengan cepat.
" Trus mau bicara jujur apa" tanya Aisyah penasaran.
Haris menghirup nafas panjang," aku ini bos nya Iqram kalau di kantor. Kalau di luar kantor,kami sahabatan " jawab Haris yang membuat buk Vita terkejut.
Buk Vita menatap kearah Haris," kamu bos nya Iqram? Pemilik perusahaan tempat Iqram bekerja" tanya buk Vita mematikan.
Haris langsung mengangguk," benar bunda. Aku pemilik perusahaan tempat Iqram bekerja. Tapi jujur saja,aku tidak memaksa Iqram untuk menerima pinangan ku untuk Aisyah" jawab Haris.
Aisyah langsung menggeleng," hubungan ini tidak mungkin terjadi. Harus cepat di batalkan. Aisyah tidak ingin orang tua bang Haris datang dan marah marah pada Aisyah karena menduga kalau Aisyah sengaja merayu bang Haris untuk mau menikahi Aisyah " ucap Aisyah seperti orang panik.
Ilham langsung tertawa mendengar ucapan Aisyah," jangan khawatir dek. Kalau orang tua pak Haris tau anak nya mau menikah, mereka pasti akan sangat bersyukur sekali dan akan berterima kasih sama kamu karena kamu mau menikah dengan anak nya. Ke dua orang tua pak Haris sudah pusing memikirkan anak nya yang satu ini yang tak pernah mau menikah dengan alasan belum bertemu jodoh yang pas. Jadi kamu jangan mundur. Nanti pak Haris bunuh diri " ucap Ilham yang membuat hati Aisyah dan bunda nya menjadi sedikit lega.