NovelToon NovelToon
Sahabat

Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:524
Nilai: 5
Nama Author: Anang Bws2

cerita kehidupan sehari-hari (slice of life) yang menyentuh hati, tentang bagaimana tiga sahabat dengan karakter berbeda saling mendukung satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anang Bws2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pelampiasan

Setelah devan memarkirkan mobilnya di tempat yang aman dekat pinggir pantai, mereka semua turun dengan penuh semangat. Devi langsung berlari ke arah pasir  dan mulai melompat-lompat sambil menangkap udara segar pantai. Rohita dan Dewi lebih pelan berjalan, menikmati pemandangan birunya laut dan langit yang cerah.

devan mengikuti Devi dengan langkah santai, kemudian berdiri di sebelahnya sambil melihat ke arah laut. “Pantai ini memang indah bukan mbak Devi?” tanyanya dengan senyum lembut. Devi mengangguk cepat dan kemudian menoleh ke arahnya dengan wajah yang ceria. “Betul banget mas! Saya sudah lama tidak ke pantai lagi,” ucapnya dengan suara tinggi.

Sementara itu, Rohita dan Dewi sudah duduk di atas tikar yang mereka bawa, meletakkan makanan dan perlengkapan yang dibawa. Rohita mulai menyebarkan makanan ringan ke atas piring kecil, sedangkan Dewi hanya duduk diam sambil melihat ombak yang menyapu pasir. devan lalu mendekati mereka dan menawarkan bantuan, namun Rohita menolak dengan ramah. “Tidak apa-apa mas devan, kami bisa sendiri kok. Terima kasih sudah mengantar kami sampai sini,” katanya dengan senyum lembut.

Setelah beberapa saat berlalu, devan kembali mendekati Devi yang sedang bermain pasir dengan tangan nya. Dia berdiri di belakangnya dan kemudian mengangkat suara dengan nada yang sedikit ragu. “Mbak Devi, boleh saya bertanya sesuatu?” tanyanya dengan suara pelan. Devi langsung berbalik dan menatapnya dengan wajah penuh penasaran. “Tentu saja mas, apa aja?” ucapnya dengan senyum lebar.

devan menghela napas dalam-dalam dan kemudian melihat ke arah mata Devi dengan serius. “Mbak Devi, saya tau kita baru saja bertemu hari ini, tapi saya merasa sangat nyaman ketika bersama mbak. Jadi, boleh tidak saya ajak mbak berkencan? Kita bisa jalan-jalan bersama atau makan malam besok kalau mbak tidak keberatan,” ucapnya dengan wajah yang sedikit kemerahan, menunjukkan bahwa dia sungguh-sungguh dengan permintaannya itu.

Devi sedikit terkejut namun langsung menunjukkan senyum lebar di wajahnya. Dia bahkan menyentuh bahu devan dengan lembut dan tersenyum manis. “Wah, tidak menyangka ya mas devan! Tentu saja boleh dong, saya sangat senang!” ucapnya dengan suara penuh kegembiraan. devan langsung tersenyum lega dan mengangguk cepat. “Baiklah mbak, besok saya akan datang menjemput mbak ya di kostnya,” katanya dengan senyum bahagia.

Rohita yang melihatnya dari kejauhan mengangguk perlahan dan tersenyum lembut. Dia merasa senang karena Devi mendapatkan perhatian dari orang baik seperti devan. Dewi juga melihat mereka dan sedikit tersenyum, meskipun wajahnya menunjukkan bahwa dia sedikit iri. Setelah itu, Devi berlari ke arah Rohita dan Dewi untuk memberitahu kabar baiknya, sambil melompat-lompat kegembiraan. “Kak Rohita, Kak Dewi! Mas devan ajak saya berkencan besok lho!” serunya dengan suara tinggi, membuat beberapa orang di sekitar pantai melihat ke arah mereka.

Tak berselang lama setelah Devi memberitahu kabar tentang undangan kencan dari devan, seorang pria muda lain dengan rambut keriting dan mengenakan kaos oblong berwarna biru mendekati tempat Rohita dan Dewi sedang duduk. Dia tampak sedikit gugup, tangannya bergoyang-goyang saat dia mendekati mereka.

Saat sampai di depan mereka, pria itu langsung menundukkan kepala sebagai tanda sopan dan kemudian melihat ke arah Dewi dengan wajah yang sedikit kemerahan. “Permisi ya mbak, saya mau bicara sama mbak Dewi kalau boleh,” ucapnya dengan suara pelan. Dewi langsung terkejut dan wajahnya menjadi merah seperti apel, dia cepat-cepat menundukkan kepala dan menggenggam ujung roknya dengan kuat.

Rohita dan Devi melihatnya dengan penasaran, Rohita bahkan mengangkat alisnya dengan heran. Devi mulai ingin mengoceh, namun Rohita segera menepuk tangannya dengan lembut untuk menyuruhnya diam. “Silakan saja mas, apa yang bisa kami bantu?” tanya Rohita dengan nada ramah, mencoba membantu Dewi yang terlalu malu untuk berbicara.

Pria itu menghela napas dalam-dalam dan kemudian melihat ke arah Dewi lagi, meskipun dia tetap sedikit gugup. “Nama saya Bintang mbak. Saya sudah melihat mbak Dewi beberapa kali ketika mbak berjalan di sekitar daerah kost, dan saya merasa sangat tertarik dengan mbak,” ucapnya dengan suara yang semakin pelan, wajahnya semakin kemerahan. Devi yang duduk di sebelah langsung mulai tertawa pelan dan membisikkan sesuatu ke telinga Rohita, namun Rohita segera menepuknya lagi untuk menyuruhnya diam.

Bintang melanjutkan perkataannya dengan penuh keberanian. “Saya tahu ini mungkin terasa tiba-tiba, tapi saya benar-benar ingin mengenal mbak Dewi lebih jauh. Mungkin mbak Dewi mau keluar bersama saya? Kita bisa pergi ke taman atau makan es krim bersama kalau mbak tidak keberatan,” ucapnya dengan tatapan yang penuh harapan, menatap mata Dewi yang masih menunduk.

Setelah beberapa saat diam dan mencoba menenangkan diri, Dewi akhirnya mengangkat kepalanya dengan perlahan dan melihat ke arah Bintang dengan wajah yang masih kemerahan. Dia membuka mulutnya untuk berbicara, namun suaranya sangat lembut sehingga hampir tidak terdengar. “Saya… saya tidak tahu ya mas Bintang… saya belum pernah keluar dengan pria sebelum nya,” ucapnya dengan suara gemetar, membuat Bintang sedikit kesal namun tetap tidak menyerah.

“Tidak apa-apa mbak, kita bisa mulai dengan hal yang sederhana saja. Saya akan menjaga mbak dengan baik, saya janji,” ucap Bintang dengan suara yang penuh keyakinan. Dewi melihat ke arah Rohita seolah-olah meminta nasihat, dan Rohita mengangguk perlahan dengan senyum mendukung. “Itu tergantung kamu sendiri ya Dewi, kalau kamu mau boleh saja kok,” kata Rohita dengan nada lembut. Setelah berpikir sebentar, Dewi akhirnya mengangguk dengan sangat lambat dan tersenyum lembut. “Baiklah mas Bintang, saya mau,” ucapnya dengan suara pelan namun jelas terdengar. Bintang langsung tersenyum lebar dan mengangguk cepat. “Baiklah mbak, besok saya akan datang menjemput mbak ya,” katanya dengan penuh kegembiraan sebelum akhirnya berpamitan dan pergi meninggalkan mereka di pantai.

Setelah Bintang pergi dan Dewi masih duduk dengan wajah yang masih kemerahan karena kegembiraan, Rohita berdiri dan berjalan ke arah pantai, menjauh sedikit dari kedua temannya. Dia duduk di atas pasir yang masih hangat terkena sinar matahari, kemudian melihat ke arah laut yang luas dengan ekspresi merenung.

Pikirannya penuh dengan berbagai hal. Dia melihat betapa bahagianya Devi dan Dewi mendapatkan perhatian dari pria yang menyukai mereka, sementara dirinya sendiri yang sudah berusia 20 tahun belum pernah merasakan apa itu cinta atau bahkan berkencan dengan seseorang. Meskipun dia selalu menunjukkan sikap keras dan pemarah, di dalam hatinya Rohita merasa sedikit kesepian dan berharap ada seseorang yang bisa mengerti dirinya dengan benar.

Dia merenung tentang masa lalunya, tentang bagaimana dia harus bekerja dan merawat diri sendiri sendirian sejak lama, membuatnya menjadi pribadi yang mandiri namun juga sedikit tertutup. Dia merasa bahwa sifat pemarahnya seringkali membuat orang lain menjauhi dirinya, padahal sebenarnya dia hanya ingin melindungi dirinya dan orang-orang yang dicintainya.

Saat dia masih terbenam dalam pemikiran, tiba-tiba seorang pria tinggi dengan wajah tampan dan mengenakan jaket kulit datang mendekatinya. Pria itu berdiri di belakangnya selama beberapa saat sebelum akhirnya mengangkat suara. “Permisi mbak, bolehkah saya duduk di sini?” tanyanya dengan suara yang tenang dan lembut. Rohita terkejut dan segera berbalik, kemudian mengangguk dengan sedikit ragu. “Silakan saja,” jawabnya dengan suara singkat.

Pria itu duduk di sebelahnya dan kemudian melihat ke arah laut seperti yang dilakukan Rohita. “Nama saya Arga mbak. Saya sudah melihat mbak dari tadi, dan saya merasa ingin mengenal mbak lebih jauh,” ucapnya dengan suara yang penuh keyakinan. Rohita sedikit terkejut dan mulai merasa tidak nyaman. Dia segera berbalik dan menatapnya dengan wajah yang sedikit marah. “Maaf mas, tapi saya tidak tertarik untuk kenalan dengan orang baru terutama pria,” katanya dengan nada tegas, ingin membuat pria itu pergi.

Namun Arga tidak menyerah dan tetap melihatnya dengan tatapan yang penuh perhatian. “Saya tahu mbak mungkin merasa tidak nyaman, tapi saya benar-benar ingin tahu tentang mbak. Saya melihat bagaimana mbak merawat teman-teman mbak dengan baik, dan itu membuat saya sangat kagum,” ucapnya dengan suara yang tulus. Rohita mulai merasa sedikit terganggu dan berdiri dengan cepat. “Saya sudah bilang kan saya tidak tertarik! Tolong saja jangan menggangguku lagi!” serunya dengan suara yang tinggi dan penuh kemarahan, membuat beberapa orang di sekitar pantai melihat ke arah mereka.

Arga juga berdiri dengan cepat dan mengangkat kedua tangan sebagai tanda tidak bersalah. “Maaf mbak, saya tidak bermaksud mengganggu. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa saya menyukai mbak, dan saya siap menunggu jika mbak mau memberikan kesempatan,” ucapnya dengan suara pelan sebelum akhirnya berpamitan dan pergi meninggalkan Rohita sendirian di pantai. Rohita hanya menghela napas dalam-dalam dan kembali duduk, merasa sedikit kesal dengan dirinya sendiri karena terlalu cepat marah dan menolak pria itu.

1
𝐍𝟏𝐬𝐡𝐢𝐦𝐮𝐫𝐚
ceritanya baguss , tp karna kalimat nya terlalu panjang, dan dialognya yang nempel, bkin ak jadi bingung hehe, semangat thor🙏
Jing_Jing22
Aduh, nyesek banget lihat Dewi nangis sendirian begitu. 🥺 Untung ada Rohita yang lewat. Walaupun awalnya kelihatan galak, ternyata Rohita peduli banget. Semoga Dewi mau cerita masalahnya ya!
Wida_Ast Jcy
do re mi donk🤭🤭🤭 tiga sahabat dipanggil do re mi hehheh
Wida_Ast Jcy
Saran ya thor dialog dengan narasi ada baiknya dipisah lho. 🙏🙏🙏
Mingyu gf😘
bahasa formal sama bahasa sehari hari jangan di campur
Mingyu gf😘
Jangan terlalu suka kepo dengan orang yang gak di kenal
Anang Anang
lanjut
Dini
mantap
Dini
sangat mengispirasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!