NovelToon NovelToon
TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Fantasi Isekai
Popularitas:100
Nilai: 5
Nama Author: Karma Danum

Kang Ji-hoon, seorang editor webnovel yang hidupnya biasa-biasa saja, tewas dalam sebuah kecelakaan. Namun, alih-alih mati, ia terbangun di tubuh Kang Min-jae, seorang pemuda di dunia paralel di mana "Gerbang" ke dimensi lain telah muncul, dan "Hunter" dengan kekuatan khusus bertugas menghadapi monster di dalamnya.

Terjebak dalam identitas baru dengan misteri ayah yang hilang dan tekanan untuk menjadi Hunter, Ji-hoon harus beradaptasi dengan dunia yang berbahaya. Dibantu oleh "sistem" misterius di dalam benaknya dan kekuatan telekinesis yang mulai terbangun, ia memasuki Hunter Academy sebagai underdog. Dengan pengetahuan editornya yang memahami alur cerita dan karakter, Ji-hoon harus menguasai kekuatannya, mengungkap konspirasi di balik transmigrasinya, dan bertahan di dunia di mana setiap Gerbang menyimpan ancaman—dan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karma Danum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: KEPUTUSAN

Pagi hari kunjungan ke Ouroboros terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Langit kelabu, mengancam hujan. Min-jae mengenakan seragam akademi yang paling rapi, dengan tas berisi buku catatan dan peralatan sederhana. Pena perekam terasa berat di saku dadanya.

Di titik kumpul depan gedung administrasi, sudah ada sekitar dua puluh siswa dari kelas reguler dan teori dimensi. Mereka terlihat antusias, berbincang tentang teknologi canggih dan kemungkinan melihat eksperimen spektakuler. Min-jae berdiri agak terpisah, mengamati.

Guru Choi datang bersama guru lain, seorang wanita paruh baya bernama Instructor Yoon yang mengajar Dimensional Physics. "Semua sudah hadir? Baik. Bus sudah menunggu. Ingat, di Ouroboros kita adalah tamu. Ikuti arahan, jangan menyentuh peralatan tanpa izin, dan jangan berkeliaran sendirian."

Perjalanan dengan bus memakan waktu sekitar satu jam menuju kawasan industri tinggi di pinggiran kota. Sepanjang jalan, Min-jae mencoba memusatkan diri, melatih pernapasan untuk menenangkan kegelisahan.

Fasilitas Ouroboros terlihat dari kejauhan: kompleks bangunan putih futuristik dengan dinding kaca, dikelilingi pagar tinggi dan pos penjagaan. Setelah melalui pemeriksaan keamanan yang ketat (kartu identitas dipindai, tas diperiksa, bahkan melalui pemindai tubuh), mereka akhirnya diizinkan masuk ke area lobi.

Lobi itu luas, dengan langit-langit tinggi dan dinding layar yang menampilkan visualisasi data penelitian yang abstrak. Suasana steril, berteknologi tinggi, dan sedikit mengintimidasi.

"Selamat datang, siswa-siswi Hunter Academy," sapa seorang pemandu wanita dengan seragam laboratorium putih necis. "Saya Dr. Aris, akan memandu kalian di sayap pameran publik hari ini. Di sini, kalian akan melihat beberapa terobosan Ouroboros dalam penelitian energi dimensi dan stabilisasi Gerbang."

Tur dimulai. Mereka diajak melihat model miniatur Generator Mana, dijelaskan cara kerjanya yang 'memanen energi residual dari Gerbang'. Mereka diperlihatkan simulator Gerbang kecil yang digunakan untuk pelatihan. Mereka juga melihat pajangan berbagai kristal Mana dengan tingkat kemurnian berbeda.

Min-jae memperhatikan setiap detail, sambil sesekali mencatat. Tapi pikirannya mencari lebih: apakah ada petunjuk tentang 'Anchor' atau 'Dual Resonance'? Tidak ada di area publik ini.

Saat mereka melewati koridor panjang yang menghubungkan beberapa ruang pamer, Min-jae sensing-nya menangkap sesuatu. Dari sebuah pintu tertutup di ujung koridor, terpancar getaran energi yang familiar—mirip dengan medali yang ia temukan di Gerbang, tapi lebih kuat.

Tanpa berpikir panjang, Min-jae memperlambat langkah, berpura-pura mengikat sepatu. Saat grup berjalan lebih jauh, ia berdiri dan melirik ke arah pintu itu. Terdapat plakat kecil: **"Lab 7-B: Penelitian Resonansi Dimensi - Area Terbatas."**

*Lab 7-B. Sektor 7?* Ingatannya tentang medali: *Proyek Anchor - Sektor 7.*

Ini bukan kebetulan.

Dia ingin mendekat, tapi seorang petugas keamanan dengan wajah datar tiba-tiba muncul di ujung koridor, menatapnya. Min-jae segera berbalik, menyusul grupnya.

Dr. Aris sedang menjelaskan tentang proyek terbaru Ouroboros: pengembangan perangkat portabel untuk mendeteksi fluktuasi Gerbang. "Alat ini akan membantu Hunter memprediksi perubahan lingkungan di dalam Gerbang, meningkatkan keselamatan misi."

Seorang siswa bertanya, "Apakah ada proyek untuk menstabilkan Gerbang sepenuhnya? Jadi kita tidak perlu khawatir tentang ketidakstabilan?"

Dr. Aris tersenyum, tapi matanya berkedip cepat. "Itu adalah tujuan jangka panjang kami. Tapi stabilisasi penuh masih jauh. Saat ini, fokus kami pada mitigasi risiko dan pemahaman yang lebih baik."

*Stabilisasi.* Kata itu lagi.

Tur berlanjut ke ruang auditorium kecil untuk presentasi singkat tentang sejarah Ouroboros. Di sini, Min-jae melihat sesuatu yang menarik: foto-foto tim peneliti lama. Dan di salah satu foto, ia mengenali wajah ayah Min-jae—Dr. Kang Min-soo—berdiri bersama beberapa orang lain, di depan papan tulis penuh rumus. Keterangan foto: **"Tim Proyek Hermes, 5 tahun lalu."**

Proyek Hermes. Bukan Anchor. Tapi mungkin terkait.

Presentasi berakhir, dan mereka diberi waktu bebas selama tiga puluh menit untuk menjelajahi ruang pamer interaktif sebelum pulang. Ini kesempatan.

Min-jae bergerak di antara stan-stan, berpura-pura tertarik pada simulator. Tapi pikirannya mencari cara untuk mendekati Lab 7-B lagi. Ia melihat Guru Choi sedang berbicara dengan Instructor Yoon, tidak memperhatikannya. Petugas keamanan terlihat sibuk mengawasi area utama.

Dengan hati-hati, Min-jae menyelinap keluar dari ruang pamer, kembali ke koridor tadi. Ia mengaktifkan Psionic Cloaking-nya, berharap bisa mengurangi kemungkinan terdeteksi oleh sensor.

Koridor itu sepi. Pintu Lab 7-B terkunci dengan panel digital. Min-jae mendekat, mencoba sensing-nya pada panel. Ia bisa merasakan aliran energi listrik di dalamnya, tapi tidak tahu cara membukanya.

Tiba-tiba, suara langkah kaki mendekat dari belakang. Min-jae cepat-cepat berpura-pura melihat plakat di dinding sebelah.

"Sedang tersesat?" suara pria yang familiar. Min-jae menoleh. Itu adalah Director Oh, tersenyum ramah tapi matanya dingin.

"Director Oh. Saya… hanya penasaran dengan area ini," jawab Min-jae, berusaha tenang.

"Area ini terbatas untuk peneliti berizin," kata Director Oh, langkahnya mendekat. "Tetapi, sebagai putra Dr. Kang, mungkin kamu punya ketertarikan khusus. Ayahmu dulu bekerja di proyek yang berhubungan dengan lab ini."

Min-jae merasakan peringatan dari sistem: **[Tingkat ancaman terdeteksi: Sedang. Direkomendasikan: mundur.]**

"Benarkah? Saya tidak tahu banyak tentang pekerjaan ayah," ucap Min-jae, mencoba terdengar polos.

"Sayang sekali. Dia adalah jenius. Proyeknya sangat menjanjikan." Director Oh menatapnya dalam-dalam. "Kamu tidak merasakan sesuatu yang… aneh, setelah kecelakaanmu? Mimpi aneh, mungkin? Atau ingatan yang tidak biasa?"

Pertanyaan langsung itu berbahaya. "Saya hanya sering mimpi tentang kecelakaan itu. Itu saja."

"Begitu." Director Oh mengangguk. "Jika kamu mengalami hal lain, seperti perasaan terhubung dengan energi dimensi, atau sensasi asing di pikiran, beri tahu kami. Itu bisa penting untuk pemulihanmu."

Mereka berdiri diam sejenak, ketegangan terasa di udara.

"Sepertinya teman-temanmu akan segera berkumpul untuk pulang," kata Director Oh akhirnya. "Sebaiknya kamu kembali ke grup. Jangan sampai ditinggal."

Pesan itu jelas: pergi.

Min-jae mengangguk, lalu berbalik pergi. Ia bisa merasakan tatapan Director Oh di punggungnya hingga ia berbelok di ujung koridor.

Pulang dengan bus, Min-jae duduk sendirian di bangku belakang. Pikirannya penuh dengan informasi baru. Lab 7-B. Proyek Hermes. Dan Director Oh yang jelas-jelas mencurigai sesuatu padanya.

Guru Choi mendudukinya di sebelah. "Apa kamu menemukan apa yang kamu cari?"

Min-jae menoleh, terkejut. "Saya… tidak yakin."

"Ouroboros adalah tempat yang penuh rahasia, Min-jae. Dan rahasia itu seringkali berbahaya." Guru Choi menatap ke depan. "Aku izinkan kamu ikut karena aku percaya kamu punya alasan kuat. Tapi ingat: kadang, mencari kebenaran bisa membawa lebih banyak masalah daripada ketidaktahuan."

"Saya harus tahu apa yang terjadi pada ayah saya," kata Min-jae dengan suara tegas.

"Kamu mirip dengannya dalam hal itu. Dia juga orang yang tidak bisa meninggalkan misteri begitu saja." Guru Choi menghela napas. "Aku kenal ayahmu, dulu. Dia pernah memberi kuliah tamu di akademi. Orang yang brilian, tapi terlalu idealis. Di dunia penelitian dimensi, idealisme bisa menjadi kelemahan."

Min-jae terdiam, mencerna kata-kata itu.

"Jika kamu ingin terus mencari," lanjut Guru Choi, suaranya rendah, "kamu harus menjadi kuat. Bukan hanya kuat secara kemampuan, tapi kuat secara posisi. Di dunia Hunter, ranking dan prestasi berbicara. Dengan itu, kamu akan memiliki lebih banyak akses dan perlindungan."

Itu nasihat yang sama dengan Paman Dae-hyun. Kekuatan adalah kunci.

"Terima kasih, Guru."

Sesampai di akademi, Min-jae langsung ke kamarnya. Ia mengeluarkan pena perekam dan memutar kembali. Sayangnya, tidak ada percakapan penting yang terekam selain presentasi publik. Tapi dalam pikirannya, ia telah mendapatkan satu keputusan besar.

Hari ini mengkonfirmasi dua hal: Ouroboros menyembunyikan sesuatu yang besar terkait ayahnya dan proyek stabilisasi Gerbang. Dan mereka mengawasinya dengan ketat.

Duduk di meja belajar, Min-jae memandang laptopnya. Ia membuka portal akademi dan melihat ke layanan pengumuman. Ada pengumuman tentang pembukaan pendaftaran untuk "Kelas Persiapan Ujian Kenaikan Rank Awal" untuk siswa yang ingin mempercepat perkembangan.

Biasanya, ujian kenaikan rank diadakan setiap akhir semester. Tapi ada jalur khusus bagi siswa yang menunjukkan kemajuan luar biasa untuk mengikuti ujian lebih cepat, dengan rekomendasi guru.

Min-jae mengecek syaratnya: rekomendasi dari minimal dua guru, riwayat misi yang sukses, dan tes kemampuan tambahan.

Ia punya Guru Choi yang mungkin bersedia merekomendasikan. Misi pertamanya sukses. Tinggal tes kemampuan.

Tapi rank apa yang bisa ia capai? Sekarang ia E-rank. Jika bisa naik ke D-rank, itu sudah lompatan besar. Tapi itu berarti ia harus menunjukkan kemampuan setara Hunter D-rank.

Dengan telekinesis dan sensing-nya yang masih berkembang, itu sulit. Tapi bukan tidak mungkin.

Min-jae mengambil keputusan. Ia akan fokus meningkatkan kekuatannya dan mencoba naik rank secepat mungkin. Dengan rank yang lebih tinggi, ia akan lebih bebas bergerak, punya akses ke informasi lebih banyak, dan yang terpenting—kurang dipandang rendah oleh organisasi seperti Ouroboros.

Ia membuat rencana latihan baru. Setiap pagi sebelum akademi: meditasi dan latihan kontrol psikis. Setelah akademi: latihan fisik dasar dengan Ji-woo (yang dengan senang hati setuju membantu). Dan dua kali seminggu, latihan khusus dengan Guru Han.

Ia juga akan mempelajari lebih dalam tentang teori dimensi dan stabilisasi Gerbang dari perpustakaan akademi. Pengetahuan adalah senjata.

Malam itu, Min-jae mengirim pesan pada Na-rae tentang keputusannya. Na-rae membalas dengan dukungan penuh. Ia juga mengirim pesan pada Ji-woo dan Seo-yeon, memberitahu bahwa ia akan fokus latihan keras dan meminta dukungan mereka.

Ji-woo langsung merespons: **"Ayo! Aku juga mau naik rank! Kita latihan bareng!"**

Seo-yeon: **"Aku akan bantu dengan ramuan pemulihan stamina. Jangan sampai kelelahan."**

Dukungan dari mereka memberi semangat tambahan.

Sebelum tidur, Min-jae melihat medali Ouroboros sekali lagi. Ia menyimpannya di tempat tersembunyi. Medali itu adalah pengingat—tentang misteri yang harus ia pecahkan, dan tentang bahaya yang mengintai.

Hari-hari berikutnya, Min-jae menjalani rutinitas baru dengan disiplin ketat. Bangun pukul 5 pagi, meditasi selama satu jam. Sarapan, lalu ke akademi. Di kelas, ia tidak hanya mendengarkan, tetapi aktif bertanya, terutama pada pelajaran teori monster dan dimensi. Guru Choi memperhatikannya dengan aprof yang semakin dalam.

Setelah sekolah, ia bertemu Ji-woo di gym kecil. Ji-woo melatihnya dasar-dasar pertahanan fisik: cara menghindar, menahan pukulan (dengan pelindung), dan menjaga keseimbangan. Min-jae tubuhnya tidak sekuat Ji-woo, tapi ia belajar menggunakan kelincahan dan antisipasi.

"Mata kamu tajam," puji Ji-woo suatu sore. "Kamu bisa lihat gerakan lawan sebelum dia selesai bergerak."

Itu berkat sensing-nya. Min-jae mulai belajar mengintegrasikan sensing ke dalam pertarungan fisik—merasakan pergeseran otot lawan, perubahan keseimbangan, niat sebelum serangan dilancarkan.

Dua kali seminggu, ia pergi ke Dojang 5 untuk latihan dengan Guru Han. Latihan tidak hanya tentang telekinesis, tapi juga tentang kontrol energi psikis secara keseluruhan. Guru Han mengajarinya teknik untuk 'mengumpulkan' energi psikis sebelum melepaskannya, untuk efisiensi yang lebih baik.

"Kekuatan psikis itu seperti air," kata Guru Han. "Jika kamu cipratkan sedikit-sedikit, hanya akan basah. Tapi jika kamu kumpulkan, lalu lepaskan sekaligus, bisa menjadi tekanan yang kuat."

Min-jae berlatih mengumpulkan energi psikis di telapak tangannya—tidak untuk dilepaskan, tapi untuk dirasakan. Perlahan, ia bisa membuat bola energi psikis kecil sebesar kelereng, yang terasa hangat dan berdenyut.

**[Kontrol psikis: 5.3%. Kemampuan berkembang: Psionic Condensation (Dasar).]**

Peningkatan stabil.

Di sisi teori, Min-jae menghabiskan waktu di perpustakaan. Ia membaca jurnal penelitian tentang fenomena dimensi, laporan misi Gerbang, dan sejarah munculnya Gerbang. Ia menemukan bahwa teori 'stabilisasi' Gerbang adalah topik panas yang banyak diteliti, tidak hanya oleh Ouroboros, tapi juga oleh lembaga pemerintah dan guild besar.

Ada satu teori menarik: bahwa Gerbang sebenarnya adalah 'luka' di lapisan realitas, dan mereka secara alami akan menutup atau meledak jika tidak distabilkan oleh sesuatu—atau seseorang.

*Anchor*, pikir Min-jae. Apakah itu yang dimaksud? Jangkar untuk menstabilkan 'luka' itu?

Minggu-minggu berlalu. Prestasi Min-jae di akademi mulai menanjak. Nilai teori nya terbaik di kelas Remedial. Dalam simulasi pertahanan, ia bisa bertahan lebih lama berkat kombinasi sensing dan taktik.

Suatu hari, Guru Choi memanggilnya setelah kelas.

"Min-jae, aku perhatikan perkembanganmu. Aku dan Guru Han telah berdiskusi. Kami bersedia memberimu rekomendasi untuk ujian kenaikan rank awal."

Min-jae merasa dadanya berbunga. "Benarkah, Guru? Terima kasih banyak!"

"Tapi ingat, ujiannya tidak mudah. Kamu akan diuji oleh panel tiga guru, termasuk salah satu instruktur dari kelas B-rank. Mereka akan menilai kemampuan bertarung, pengetahuan, dan potensi berkembang. Jika lulus, kamu akan langsung ditempatkan di kelas reguler sesuai rank baru, dan punya akses ke misi dengan tingkat kesulitan lebih tinggi."

"Saya siap, Guru."

"Ujiannya dua minggu lagi. Persiapkan diri sebaik mungkin."

Kabar itu disambut gembira oleh Ji-woo dan Seo-yeon. Bahkan Na-rae, yang sekarang sibuk dengan pelatihan support-nya, menelepon untuk memberi semangat.

"Maju terus, Min-jae. Aku tahu kamu bisa."

Malam sebelum ujian, Min-jae duduk bermeditasi di kamarnya. Ia merenungkan perjalanannya sejauh ini: dari bangun di tubuh asing, ketakutan dan kebingungan, hingga sekarang, punya tujuan dan sekutu. Ia belum menemukan jawaban tentang ayah Min-jae atau tentang sistem di kepalanya, tapi ia kini punya kekuatan untuk terus mencari.

Sistem di kepalanya memberikan pembaruan terakhir sebelum tidur:

**[Penyatuan Jiwa: 96%.]**

**[Kontrol Psikis: 5.8%.]**

**[Kemampuan terkunci: 2 (Persyaratan tidak terpenuhi).]**

**[Tujuan saat ini: Lulus ujian kenaikan rank. Tingkatkan rank untuk akses informasi lebih luas.]**

Min-jae menganggak. Ia siap.

Esok hari, ia akan menghadapi ujian pertamanya menuju rank yang lebih tinggi. Bukan akhir dari perjalanan, tapi langkah penting.

Dan untuk pertama kalinya sejak tiba di dunia ini, ia merasa yakin dengan jalan yang ia pilih.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!