NovelToon NovelToon
My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Balas Dendam
Popularitas:934
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Bagaimana perasaan mu jika kau terpaksa harus menikah muda? Terutama dengan orang yang usianya jauh lebih tua dari mu? Inilah yang terjadi dengan Clara Adeline Ferguson. Ia adalah putri tunggal keluarga Ferguson yang terkenal kaya. Papa nya juga adalah salah satu donatur terbesar sekolah SMA Citra Kirana di kota X.

Kenapa? Scandal apa yang telah dia lakukan sehingga ia harus menikah begitu dini? Ya. Jawaban nya adalah. Clara itu sangat nakal dan juga tidak pernah mendengarkan kedua orang tuanya,ia bahkan bisa di bilang anak manja dengan perilaku buruk, tidak jarang ia membuat onar di sekolah, ia bahkan selalu mendapat nilai merah di raport nya dan terancam tidak naik ke kelas tiga karena sering bolos sekolah.

Sementara itu Zidan, adalah seorang guru laki-laki termuda di sekolah SMA Citra Kirana yang katanya adalah keponakan kepala sekolah, namun identitas Zidan ini tidak lah akurat seperti sedikit tertutup dan tidak ada yang tau tentang keluarga nya kecuali sang paman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode #09

Nola tau betapa sulit nya sahabat nya saat ini menerima kenyataan pahit sampai-sampai membuat dia jadi down dan kebanyakan diam.

"Clara lihat deh banyak banget yang jual makanan, yuk kita cobain semuanya, Lo kan udah janji mau traktir gue," kata Nola saat mereka tiba di taman kota, di sana banyak sekali permainan dan juga makanan.

"Yaudah ayo, kita beli dan main apa yang Lo mau," kaya Clara sambil tersenyum.

Siang itu mereka habiskan dengan bermain bersama, meskipun kebanyakan Clara yang hanya terdiam dan merenung tidak seperti biasanya dia hanya tersenyum tipis saja, meksipun Nola sangat berusaha untuk menghibur nya.

Tak terasa jam pun terus berlalu, siang kini berubah menjadi malam yang kelam dan juga awan yang tadinya cerah kini sedikit menggumpal seperti hendak turun hujan.

"Lo gak mau mampir dulu Clara?" tanya Nola yang saat ini turun dari mobil Clara tepat di depan gerbang rumah nya.

"Gak ah, takut papa sama Mama gue nyariin," kata Clara sambil tersenyum tipis.

"Ah iya juga ya, Clara meskipun keadaan nya udah berbeda sekarang tapi gue akan selalu sama kayak dulu kok, gue adalah sahabat Lo yang gak bakalan pernah ninggalin Lo, Lo selalu punya gue Clara jadi jangan ngerasa kalau dunia Lo itu gak sebaik kemarin kan ada gue," kata Nola masih berusaha mengembalikan senyum indah, tawa renyah dari Clara.

"Haha, ada-ada aja deh, makasih ya Nola, kalau gitu gue pulang dulu," kata Clara yang kemudian menyalakan mesin mobil nya dan melambai kan tangan.

Nola pun ikut melambaikan tangan, tak terasa bulir bening jatuh dari matanya dia tau setelah hari ini mungkin tak akan ada hari seindah dulu lagi di mana Clara yang nakal selalu bebas bermain bersama dengan nya.

"Gue harap Lo selalu bahagia," kata Nola yang kemudian masuk ke dalam gerbang rumah nya.

Kamis, Jum'at, Sabtu ... Tiga hari berlalu begitu cepat, dan hari ini adalah hari di mana Clara akan melepaskan semua masa bahagia nya di SMA karna ia akan segera menikah.

"Gaun nya terlihat sangat cantik sayang, pas dengan tubuh mu," kata Reina berdiri di belakang Clara yang saat ini sudah di baluti dengan gaun pengantin berwarna putih dan gemerlap.

"Ma, kenapa harus di dandani begitu cantik? Ini hanya pernikahan kontrak kan, dan kenapa harus sebegitu mahal gaun yang mama persiapkan? Lagipula yang melihat hanya mama dan papa, serta pendeta yang akan menikahkan," kata Clara yang mata nya sedikit semabab.

"Sayang, kan ini juga pernikahan, meksipun yang hadir hanya kita-kita saja kau tetap harus kelihatan cantik kan," kata sang mama sambil memegang kedua pundak anak gadisnya tersebut.

Clara tidak menjawab apapun lagi kecuali diam dan bungkam.

Tok ... Tok ... Tok ...

Terdengar suara ketukan yang membuat lamunan kedua orang itu buyar.

"Iya sebentar," Reina berjalan meningalkan Clara dan menghampiri pintu kamar Clara lalu membuka nya.

"Sayang apakah sudah siap? Kita harus segera berangkat sekarang," ucap papa Ferguson sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.

"Sudah mas, semua sudah siap," kata mama Reina yang kemudian menghampiri Clara dan memutar balik badan sang anak untuk memperlihatkan kepada suaminya kalau Clara telah siap.

"Wah, anak papa sangat cantik," kata Ferguson kagum.

Namun tidak nada respon dari Clara.

"Yasudah ayo cepat berangkat sekarang," kata papa Ferguson lagi.

Mereka pun akhirnya meningalkan rumah, masuk ke dalam mobil menuju tempat yang telah di siapkan oleh papa Ferguson untuk pernikahan Clara.

Iye adalah sebuah tempat yang cukup tersembunyi, yang menghadiri pernikahan hanya lah beberapa orang, di antaranya adalah, pendeta,papa dan mama Clara, kepala sekolah, Clara dan calon suami, ya hanya itu saja.

Sepanjang perjalanan menuju tempat resepsi pernikahan nya, Nova benar-benar diam membungkam mulut nya tidak ada satupun pertanyaan apalagi jawaban yang keluar dari bibirnya meksipun papa dan mama nya berusaha menghibur Clara.

Namun bagi kedua orang tuanya, melihat Clara yang menuruti keinginan mereka saja sudah sangat bagus meskipun ada percobaan kabur dari sang anak.

Satu jam perjalanan berlalu, mereka pun akhirnya tiba di tempat yang sudah di siapkan oleh papa Ferguson.

Ternyata itu adalah villa kelaurga Ferguson, yang seharusnya menjadi tempat liburan bagi mereka sekeluarga.

"Ma, pa, kenapa di sini?" tanya Clara saat turun dari mobil. Ia tidak menyangka kalau aula pernikahan nya akan di adakan di sini.

"Nanti mama jelaskan sayang, sekarang ayo ikut mama, semuanya sudah menunggu kita," ucap mama Reina yang kemudian menggandeng tangan Clara.

Mereka bertiga pun berjalan menuju taman belakang villa, papa Ferguson dan mama Reina mengendeng tangan putri mereka masuk ke dalam taman yang sudah di dekorasi dengan cantik, ada beberapa kursi dan makan di atas meja berbalut kait berwarna putih.

Sangat cantik, ada juga beberapa pelayan di sana seperti orang dari wedding organizer yang bertugas dalam mengurus dekorasi dan makanan.

Jantung Clara semakin berdegup kencang saat mereka mulai tiba di aula yang akan menjadi tempat pernikahan nya, taman belakang villa yang cukup luas dan besar ternyata sangat indah jika di dekorasi.

Kaki Clara berhenti melangkah saat melihat seorang laki-laki dengan tinggi badan 189 cm berdiri di depan dekorasi, dengan stelan jas hitam dan juga pendeta yang ada di samping nya.

"Sayang, ayo jalan, kenapa berhenti?" tanya Reina yang sedikit lagi mereka hendak tiba di depan altar dekorasi.

"Ma, pa, kenapa ada pak Zidan di sana?" yang Clara menatap mama dan papa nya secara bergantian.

"Mama sudah bilang kan, kau sudah mengenali nya, dia adalah orang yang akan menjadi suamimu," kata mama Reina sambil tersenyum.

Deg ...

Seketika jantung Clara berdetak dan seakan-akan ingin jatuh dari tempat nya setelah mendengar ucapan sang mama, darah nya berdesir hebat serta kaki nya yang menjadi lemah dan terasa tidak mampu lagi melangkah.

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!