NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Idola Kampus

Istri Rahasia Sang Idola Kampus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Perjodohan
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: MochiFlora

"Kamu hanya aib dalam hidupku!"

Itu kalimat pertama yang Raden Rangga Wijaya ucapkan pada istri sahnya.

Rangga—mahasiswa hukum tampan, presiden BEM, idola kampus yang dikejar ratusan perempuan, terpaksa menikahi gadis yang paling dibencinya. Meysa Putri Mahendra. Si miskin culun berkulit kusam yang tidak pantas berdiri di sampingnya.

Meysa juga tidak mau. Menikah dengan pria arogan yang memandangnya seperti sampah? Tapi ancaman pencabutan KIP dan warung neneknya yang jadi taruhan membuatnya pasrah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MochiFlora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IRIK

Selamat membaca, jangan lupa like & komennya ya, biar authornya semangat up!

Hari sudah berganti pagi. Matahari terbit di ufuk timur dengan sinar yang hangat, tapi hangat itu tidak sampai ke ruang rawat inap Rumah Sakit Harapan Bunda. Dinginnya pendingin ruangan masih menyelimuti setiap sudut kamar nomor 307, tempat Meysa terbaring dengan tubuh yang masih terasa sakit di setiap persendiannya.

Dokter sudah mengizinkan Meysa pindah dari ICU ke ruang rawat inap biasa pagi ini. Tekanan darahnya mulai stabil, meskipun masih harus terus dipantau. Perawat yang bertugas mengatakan, bahwa Meysa beruntung pendarahannya bisa dihentikan sebelum terlambat. Tapi Meysa tidak merasa beruntung. Yang ia rasa hanyalah kehampaan di perutnya yang dulu berisi kehidupan, dan sekarang... kosong.

*

Di gerbang kampus, jam dinding menunjukkan pukul 07.45. Mahasiswa mulai berdatangan, Renal berdiri di dekat pintu gerbang, matanya menyapu setiap wajah yang masuk, mencari-cari dua orang yang tidak kunjung datang.

Bel masuk pertama berbunyi. Renal masih di tempatnya.

"Belum datang juga," gumamnya.

Aqeela dan Wulandari berjalan dari arah parkiran motor. dengan gaya tengilnya Aqeela menyapa Renal yang bersitegang melihat kearah luar..

"Hallo, selamat pagi calon pacar!" sapa Aqeela sambil memutar-mutarkan badannya dihafapan Renal..

Wulandari yang melihat tingkah sahabatnya itu, menggidikkan bahunya, lalu ia menarik Aqeela, dan cepat membawanya dari hadapan Renal.

Aqeela mengerucutkan bibirnya kesal saat lengannya ditarik paksa oleh Wulandari. Langkah kakinya terhuyung beberapa langkah, hampir tersandung karena Wulandari menariknya terlalu cepat. "Hadeeh, Wulandari! Kamu tuh apaan sih? Lagi asyik-asyiknya bergaya didepan calon pacar, malah ditarik gitu aja!"

Wulandari terus melangkah meninggalkan area gerbang, menuju gedung fakultas dengan langkah tegas. "Awas aja nanti kamu dimakan sama Renal. Mukanya lagi seram, nggak liat apa?"

"Ya itu, Aku mau bikin mood dia seneng," gerutu Aqeela, sambil melirik ke belakang sekilas, melihat Renal yang masih berdiri di tempatnya dengan tatapan seperti yang sedang menerawang. "Tapi serius, Lan. Renal tuh dari tadi kok ngelamun gitu ya? Kayak orang lagi mikirin masalah berat"

 "Bukan urusan kita, Qeel. Ayo cepat, nanti kita telat, hari ini ada dosen killer." tukas Wulandari.

Sementara di gerbang, Renal masih menatap jalan raya di depan yang mulai ramai oleh kendaraan. Pikirannya terus berputar, tidak bisa berhenti.

"Meysa di mana? Rangga juga tidak masuk, kemana mereka?" ujarnya dalam hati..

*

Pukul sembilan pagi. Rumah Sakit Harapan Bunda mulai ramai oleh pengunjung dan pasien baru. Suara troli obat yang didorong, dan suara panggilan dari resepsionis bercampur menjadi satu, menciptakan hiruk-pikuk yang justru membuat ruang rawat inap nomor 307 terasa lebih sunyi.

Meysa duduk dengan punggung bersandar ke bantal yang disanggah. Matanya menatap jendela, ke arah langit biru yang cerah, tapi tidak ada gairah di sana.

Tiba-tuba pintu ruangan terbuka perlahan.

Rangga masuk dengan langkah gontai. Di tangannya, ia membawa nampan berisi semangkuk bubur ayam hangat, segelas air putih, dan beberapa bungkus obat dari perawat. Ia mengambilnya saat seorang perawat memberinya di lorong tadi.

Ia meletakkan nampan itu di meja samping tempat tidur, lalu menggeser kursinya sedikit lebih dekat dengan Meysa. Tangannya hendak meraih jari-jari Meysa.

"Cha... aku minta maaf—"

"Mau apa kamu kesini, Mas?" Meysa menepis tangannya.

Rangga terdiam. Tangannya yang hendka menggenggam Meysa kini menggantung di udara.

"Maafin aku, Cha. Aku tahu aku salah. Aku—"

"Aku tanya, mau apa kamu kesini?" Meysa menoleh. Matanya menatap Rangga, dengan kekecewaan yang begitu dalam.

Rangga diam tak bersuara..

"Kamu tahu, Mas?" Meysa memegang dadanya yang terasa sangat sakit."Selama ini aku selalu berusaha menjadi istri yang baik. aku terima semua perlakuan kamu sama aku, karena aku pikir mungkin suatu hari kamu akan berubah, dan mau menerima semua kekuranganku,, Aku selalu berdo'a agar kamu berubah"

Meysa mencoba bertahan untuk tidak menangis, namun hatinya terasa runtuh mengingat semalam.

"Tapi mungkin do'aku belum menembus langit, sehingga kamu sendiri berani membunuh calon anak kita!"

"Chaa—" lagi-lagi Rangga mencoba untuk berbicara, namun Meysa tidak sekalipun memberinya kesempatan..

"Maaf Mas, untuk saat ini aku butuh waktu sendiri, aku harap kamu mengerti!"

"Cha... aku—"

"PERGI, MAS!" Meysa menunjuk ke arah pintu."Aku tidak bisa memaafkanmu sekarang, pergilah, sebelum aku benar-benar membencimu lebih dari apa yang sudah aku rasakan sekarang!!"

Rangga terdiam beberapa saat. Dadanya terasa sesak, perih, seperti ditusuk berulang kali. Ia tidak pernah membayangkan Meysa akan sekeras ini. Ia tidak pernah membayangkan bahwa Meysa gadis pendiam yang selalu menunduk itu, bisa menghancurkannya hanya dengan kata-kata.

"Aku gak akan pergi, sebelum kamu maafin aku Cha!" Rangga menatap Meysa dengan tatapan sendu.

1
Emi Sudiarni
kok sedikit bangat up ny
partini
lah Ternyata ada yg tidak suka sama mereka berdua,,jangan menyerah be strong maysa kalau kamu pergi tanda nya kamu kalah sama tuh curut
Humaira
Ya ampun Thor sedikit banget bacanya
Emi Sudiarni
makanya jdi suami jgn jhat..
partini
jahat banget sih di tendang,biar tuh sia Rangga hidup dalam penyesalan
MochiFlora: Terkutuklah kamu Rangga 🤣
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjutkan seru bngat
MochiFlora: Terima kasih kaka 🙏🥰
total 1 replies
Humaira
Bagus pak Soerya buat anakmu menyesal
Humaira
Lagi lagi dibikin keguguran
semoga setelah ini Meysa sadar dan mau meninggalkan si Rangga
jangan lemah mey
Emi Sudiarni
ksihan meysa
Ranita Rani
mumet q liat cwe kya gini,,,,
Ranita Rani
karakter meysa terlalu lemah,,,
partini
WTF gila kamu. ga
Emi Sudiarni
emang kelewatan rangga ini
Emi Sudiarni
ksihan meysa
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
MochiFlora: Terima kasih sudah mampir kakak 🙏🥰
total 1 replies
Humaira
Sumpah gereget banget sama si Meysa
partini
giman mau di kasih tau orang nya aja najis lihat dia
Emi Sudiarni
lanjut kak seru ceritany
Emi Sudiarni
hadir kan kak author cwok yg naksir meysa biar rangga cmburu
Humaira
APASIH NGESELIN BANGET SI ULAT BULU EMILY 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!