NovelToon NovelToon
Immortal Phoenix Emperor

Immortal Phoenix Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Timur / Perperangan / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: AnginBiru

Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.

Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.

Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 09 - Keteguhan Hati dan Potensi

Suasana di antara Xiao Yun dan pria berjubah emas tersebut terasa sangat hangat. Tidak ada sikap canggung yang menjadi penghalang keakraban mereka. Meskipun, ini adalah pertama kalinya Xiao Yun berbicara dengan pria berjubah emas tersebut. "Omong-omong, apakah aku boleh mengetahui nama Paman?" tanya Xiao Yun

Pria berjubah emas tersebut seketika tersenyum lembut. "Dengan senang hati, Tuan Muda." ucapnya

"Kalau begitu, izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya adalah, Ye Wuling. Saya merupakan seorang kultivator independen yang baru direkrut oleh Pemimpin Klan Xiao untuk menjadi Instruktur di Klan Xiao."

"Begitu, ya. Jadi, Paman adalah Instruktur yang baru di Klan Xiao?"

"Itu benar, Tuan Muda Ketiga. Saya mulai mengajar di sini sejak lima hari yang lalu." jawab Ye Wuling

Xiao Yun langsung menundukkan kepala serta menangkupkan kepalan tangannya seraya berkata, "Sebagai Tuan Muda Ketiga dari Klan Xiao. Aku mengucapkan terima kasih kepada Paman Wuling, karena sudah bersedia mengajari murid-murid Klan Xiao."

Ye Wuling sontak terkejut ketika melihat Xiao Yun yang tiba-tiba menundukkan kepalanya. "Tolong angkat kepala Anda, Tuan Muda Ketiga. Anda tidak perlu menundukkan kepala seperti itu, hanya untuk berterima kasih padaku."

"Lagipula, aku bersedia menjadi seorang Instruktur di Klan Xiao karena permintaan langsung dari ayah Anda yang merupakan sahabatku." jelas Ye Wuling

Alis mata Xiao Yun seketika terangkat, saat ia mengetahui kalau Ye Wuling adalah sahabat ayahnya. "Aku mengerti. Pasti rasanya sangat sulit memiliki sahabat seperti ayahku." ucap Xiao Yun sambil tersenyum lebar

"Hahaha! Aku tidak akan menyangkal perkataan Anda, Tuan Muda Ketiga."

Setelah berkenalan dan berbincang singkat dengan Ye Wuling. Xiao Yun segera mengalihkan pandangannya ke arah murid-murid Klan Xiao yang sedang menatap dirinya. Meskipun sekarang Xiao Yun sudah bisa berkultivasi seperti para murid Klan Xiao. Akan tetapi, seluruh murid Klan Xiao masih memandang rendah dirinya. Satu pukulan kuat dari Xiao Yun sebelumnya, belum mampu untuk mengubah pandangan mereka terhadap dirinya.

Ia hanya bisa menghela napas panjang saat mendapatkan tatapan buruk seperti itu. Lubuk hatinya berusaha sebaik mungkin untuk mengendalikan emosinya. Walaupun Xiao Yun tidak pernah membalas perlakuan serta tatapan buruk dari murid-murid Klan Xiao terhadapnya. Namun saat ini, kedua tangannya tampak mengepal dengan kuat. Kepalan tangannya yang kuat menjadi sebuah bentuk tersirat dari emosi terpendam Xiao Yun. Di sisi lain, Ye Wuling yang dapat merasakan dengan jelas emosi kuat dari Xiao Yun. Melihat saksama putra sahabatnya tersebut seraya berkata, "Apakah Anda ingin Latihan Bertarung dengan salah satu murid Klan Xiao, Tuan Muda Ketiga?"

Xiao Yun seketika terkejut. Pandangannya langsung teralihkan ke arah Ye Wuling. "Latihan Bertarung? Bukankah itu sebuah metode pelatihan yang digunakan oleh Klan Xiao, kepada murid-muridnya agar memiliki kemampuan bertarung yang baik?"

"Itu benar." jawab Ye Wuling seraya menganggukan kepalanya

Xiao Yun tampak terdiam sejenak. Sebuah keraguan tiba-tiba muncul di dalam hatinya, saat mendapat tawaran untuk melakukan Latihan Bertarung. "Se, sebenarnya, aku ingin melakukan Latihan Bertarung seperti yang Paman Wuling katakan."

"Tetapi, kekuatanku yang sekarang masih sangat lemah dibandingkan murid-murid Klan Xiao yang berada di sini." jelas Xiao Yun

Walaupun Xiao Yun baru saja mendapatkan beberapa pencapaian bagus dalam perkembangan kultivasinya. Namun ia, belum merasa percaya diri untuk melakukan Latihan Bertarung dengan kekuatan yang dimilikinya saat ini. Ye Wuling pun langsung tersenyum ketika melihat Xiao Yun yang terlihat ragu pada dirinya serta kekuatannya.

Karena bagi Ye Wuling yang merupakan seorang Instruktur, melihat momen seperti ini adalah hal yang cukup wajar. Akan tetapi, yang sedang mengalami keraguan saat ini adalah Xiao Yun. Seorang anak laki-laki berusia lima belas tahun, yang menjalani kehidupannya selama ini di bawah tekanan hampir seluruh anggota Klan Xiao. Itu bukanlah masalah yang mudah untuk dihadapi oleh Xiao Yun seorang diri.

Namun Ye Wuling, sudah mengetahui segala permasalahan yang dialami Xiao Yun selama ini. Jadi, ia dapat memahami penyebab keraguan yang memenuhi hati putra sahabatnya tersebut. Karena itulah, Ye Wuling berusaha untuk menghilangkan keraguan Xiao Yun dengan berkata, "Meskipun ini kali pertama kita bertemu. Tetapi, aku sudah cukup lama mengetahui tentang Anda."

"Setiap kali bertemu dengan Xiao Qinzi. Ia selalu bercerita tentang putra kecilnya yang sangat ia sayangi. Xiao Qinzi selalu bercerita serta meminta bantuanku, untuk menyelesaikan masalah putranya yang tidak bisa berkultivasi."

"Ia juga memberi tahuku tentang harapan yang ia miliki terhadap putra kecilnya. Yah.. Sebagai seorang Pemimpin, ayah Anda sangat banyak bicara." jelas Ye Wuling sembari mendengus pelan

Sebuah senyum kecil seketika terlihat di wajah Xiao Yun. Sedikit cerita serta keluh kesah dari Ye Wuling, mulai mengubah suasana hati Xiao Yun. Kemudian, Ye Wuling meletakkan tangannya dengan lembut di rambut putra sahabatnya tersebut sembari berkata, "Aku dan Ayahmu sangat percaya pada potensi yang berada jauh di dalam dirimu."

"Meskipun saat ini, kau masih tertinggal dari murid-murid Klan Xiao yang seumuran denganmu. Namun itu bukanlah masalah besar. Sebab suatu hari nanti, kau pasti mampu menjadi kultivator yang kuat dengan potensi milikmu." jelas Ye Wuling

"Potensi milikku? Apakah itu cukup untuk membuat Ayah dan Paman mempercayaiku?"

Ye Wuling langsung tersenyum lembut. Pandangannya segera teralihkan ke arah langit biru yang luas. "Jika kau ingin alasan yang lebih kuat. Maka aku dengan senang hati akan memberikannya padamu, Xiao Yun."

"A, apa itu?"

Ye Wuling kembali mengalihkan pandangannya ke arah Xiao Yun. Ia menatap dalam-dalam wajah putra sahabatnya tersebut. "Karena kau adalah putra Dewi Negara Yun!"

WHOSH!

Semangat bagai api yang menyala seketika menyelimuti diri Xiao Yun dan menghapus keraguan pada hatinya. Kedua mata birunya tampak mengkilat. Mendengar Ye Wuling menyebutkan Dewi Negara Yun, membuat Xiao Yun terlihat lebih bersemangat. "Lakukan saja, Yun. Ini hanyalah sebuah Latihan Bertarung biasa. Kekuatan serta kekalahan bukanlah hal yang harus kau khawatirkan." ucap Yan melalui transmisi suara

"Yan.."

"Rasa takut untuk memulai hanya ada di awal saja. Ketika kau berani melangkahkan kakimu ke depan, maka langkah-langkah berikutnya akan terasa ringan." jelas Yan dengan tegas

Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Yan, membuat semangat api di dalam diri Xiao Yun semakin membara. "Baiklah! Jika Ayah dan Paman Wuling memang percaya pada potensiku. Maka akan kuperlihatkan, sebuah Keteguhan Hati dari putra Dewi Negara Yun."

Ye Wuling langsung tersenyum lebar saat melihat Xiao Yun yang kembali bersemangat. Kedua matanya benar-benar terpaku pada wajah Xiao Yun yang disinari oleh cahaya pagi. "Kau merupakan harapan besar yang ditinggalkan Dewi Negara Yun kepada kami, Yun'er." batin Ye Wuling

Setelah berhasil mengembalikan semangat di dalam hati putra sahabatnya tersebut. Ye Wuling bergegas kembali ke Lapangan Bela Diri bersama Xiao Yun. Sesampainya di sana, Xiao Yun langsung mendapatkan tatapan yang sangat dingin dari murid-murid Klan Xiao. Kehadiran Xiao Yun di Lapangan Bela Diri bukanlah hal yang mereka inginkan.

"Kenapa Anda membawa Xiao Yun ke sini, Instruktur Ye?" tanya salah satu murid Klan Xiao

"Jika Instruktur Ye merasa Xiao Yun pantas berada di sini untuk ikut berlatih bersama kami. Hanya karena ia berhasil membuat retakan pada batu besar tersebut. Maka, aku sarankan Instruktur Ye untuk berpikir kembali." ucap murid lainnya

Seluruh murid Klan Xiao benar-benar tidak suka dengan kehadiran Xiao Yun di Lapangan Bela Diri. Bahkan, mereka tidak menggunakan sebutan Tuan Muda saat menyebut nama Xiao Yun. Mereka sama sekali tidak menghormati dan menganggap Xiao Yun sebagai bagian dari Klan Xiao.

"Ada apa dengan bocah-bocah tengik ini?! Kenapa mereka sangat arogan dan sarkas kepadamu dan Ye Wuling?!" tanya Yan

"Tenangkan dirimu, kawan." ucap Xiao Yun seraya menghela napas panjang

Di sisi lain, Ye Wuling segera angkat bicara perihal tujuan dirinya membawa Xiao Yun ke Lapangan Bela Diri. "Tenangkan diri kalian! Alasanku membawa Xiao Yun ke sini bukan karena pencapaian bagus yang ia dapatkan sebelumnya."

"Namun, aku ingin mengadakan Latihan Bertarung antara Xiao Yun dengan salah satu dari kalian." jelas Ye Wuling

Para murid Klan Xiao sontak tertegun. Mereka tidak menduga akan mendengar pernyataan mengejutkan tersebut dari Ye Wuling. Xiao Yun yang selama ini mereka hina, Xiao Yun yang selama ini mereka pandang layaknya sebuah sampah. Akan melakukan Latihan Bertarung dengan salah satu di antara mereka. Ini jelas merupakan sebuah penghinaan.

"Ada apa? Kenapa kalian tiba-tiba terdiam? Apakah tidak ada yang ingin Latihan Bertarung dengan Xiao Yun?" tanya Ye Wuling

"Aku!!" Sebuah teriakan lantang tiba-tiba terdengar dari balik kerumunan murid-murid Klan Xiao. Teriakan lantang tersebut, langsung mengalihkan pandangan semua orang ke arah seorang anak laki-laki berambut cokelat.

"Bukankah dia adalah Xiao Lin? Putra kedua dari Tetua Pertama Klan Xiao." ucap salah satu murid Klan Xiao

"Aku dengar, ia sudah mencapai tahap Pemurnian Energi Lapisan Kesembilan dan menjadi salah satu jenius di Klan Xiao."

"Pemurnian Energi Lapisan Kesembilan?! Itu artinya, ia satu langkah lagi untuk menjadi seorang Master Energi."

"Benarkah? Itu merupakan pencapaian yang sangat hebat di umurnya yang masih enam belas tahun."

Beberapa murid Klan Xiao saling bertukar rasa kagum mereka terhadap Xiao Lin. Pencapaian Xiao Lin di umurnya yang masih sangat muda, adalah hal yang tidak bisa dibantah oleh Ye Wuling serta Xiao Yun. Akan tetapi, kata-kata manis tersebut membuat Xiao Lin menjadi sombong. Ia pun segera berjalan ke arah Xiao Yun dengan tatapan penuh kebencian lalu berkata, "Jadi akhirnya kau bisa berkultivasi, Sampah Klan Xiao?!"

DEGH! DEGH!

Suasana di Lapangan Bela Diri seketika menjadi intens. Tangan murid-murid Klan Xiao langsung menutupi mulut mereka ketika mendengar perkataan Xiao Lin. Sebuah pertanyaan yang disertai hinaan terhadap Xiao Yun, sontak membangkitkan amarah di dalam diri Ye Wuling. Alisnya tampak meruncing, tatapan matanya menjadi dingin dan tajam.

Namun, Ye Wuling tetap berusaha untuk bersikap tenang. Karena bagaimanapun, ia merupakan seorang Instruktur yang harus bersikap bijak saat bertindak dan mengambil keputusan. Sementara itu, Xiao Yun yang benar-benar menjadi pusat perhatian pada hari ini, justru tetap terlihat tenang. Perlakuan serta perkataan buruk yang terus menyerang dirinya, tidak menggerakkan hatinya untuk membalas dengan hal serupa. Melihat Xiao Yun yang tidak terpancing oleh kata-katanya, membuat Xiao Lin geram. "Hmph! Berhentilah bersikap layaknya seorang Tuan Muda, dasar sampah! Meskipun sekarang kau sudah bisa berkultivasi, kau tetaplah aib bagi Klan Xiao!" jelas Xiao Lin

Xiao Lin sungguh bersemangat untuk menjatuhkan harga diri Xiao Yun di hadapan banyak orang. Tetapi sebaliknya, Xiao Yun tampak tersenyum kecil. Kemudian ia berkata, "Sangat arogan. Apakah sekarang kau lebih bersemangat menjatuhkan harga diri seseorang dibandingkan berkultivasi, Xiao Lin?"

Mata Xiao Lin seketika terbuka lebar, napasnya terdengar memburu. Alih-alih berhasil memancing amarah Xiao Yun, justru dirinyalah yang terpancing oleh kata-kata Xiao Yun. "Kau!! Beraninya berkata seperti itu kepadaku!!" ucap Xiao Lin sambil menunjuk Xiao Yun dengan jari telunjuknya

"Memangnya kenapa? Apakah menurutmu, hanya kau saja yang boleh berkata dan bersikap semena-mena di Klan Xiao?"

"Apa kau pikir, menjadi seorang jenius itu berarti kau bisa menghina seseorang sesukamu?!" tanya Xiao Yun dengan nada tegas

Tubuh Xiao Lin langsung membeku di bawah tekanan ucapan Xiao Yun. Satu langkah tegas dari Tuan Muda Klan Xiao tersebut, berhasil membalikkan keadaan di Lapangan Bela Diri. Sementara itu, Xiao Lin yang mulai kehilangan kepercayaan diri. Segera memutar badannya sembari berkata, "Huh! Aku tidak akan berdebat denganmu lagi."

Ia pun bergegas pergi meninggalkan Xiao Yun dengan wajah memerah. Di sisi lain, Xiao Yun langsung menghela napas panjang saat melihat kepergian Xiao Lin. Wajahnya yang sempat tegang, kini kembali tenang dan nyaman.

Namun ini semua baru permulaan. Karena selanjutnya, situasi di Lapangan Bela Diri akan menjadi lebih intens dari sebelumnya. Tirai untuk bagian baru segera diangkat. Panggung pertunjukan akan menampilkan dua generasi muda Klan Xiao bersama kemampuan mereka. Perselisihan sebenarnya antara Xiao Yun dan Xiao Lin, baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!