Novel Ketigabelas💛
Kirana adalah seorang ibu tunggal dengan satu orang anak perempuan yang masih SMP. Suatu hari, Sienna, putri dari Kirana, bersama dengan teman-temannya dan didampingi oleh sang ibu, datang ke sebuah konser boy group asal Korea Selatan, Stray Kids.
Tanpa sengaja Kirana bertemu dengan Hyunjin, center dari grup idola tersebut dan secara ajaib mereka saling jatuh cinta. Segala kerumitan terjadi setelahnya. Namun bukannya membuat hubungan mereka berakhir, hubungan Kirana dan Hyunjin malah terjalin lebih kuat.
Bagaimana kisahnya? Apakah akhir bahagia akan Kirana dan Hyunjin dapatkan?
Unofficial Soundtrack: Always Love (D4vd ft. Hyunjin)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Berhenti itu Sulit
Jari-jari panjang dan hangat itu menelusup ke antara rambut-rambut Kirana. Tangan lainnya, menyentuh leher Kirana. Tanpa sadar Kirana menutup matanya dan menikmati lu ma tan Hyunjin di bibirnya. Suara nyaring kecupan terdengar di ruangan hening itu.
Ciuman itu semakin dalam. Namun sayangnya, harus terhenti karena Kirana mendorong Hyunjin menjauh darinya.
"Aku terlalu tua untukmu," ucap Kirana. Akhirnya setelah bersusah payah, ia kembali pada kewarasannya. Ia merutuk dalam hati atas kegilaannya karena berciuman dengan seorang idola para remaja yang seusia putrinya.
Yang benar saja, Kiran?! Tegurnya dalam hati.
Kirana berdiri dan berniat pergi. Namun belum sempat melangkah, Hyunjin meraih tangan Kirana dan menariknya, membuat Kirana duduk kembali di posisinya tadi.
"Tidak," sanggah Hyunjin. "Aku menginginkanmu."
Hyunjin mendorong bahu Kirana sehingga Kirana bersandar pada sofa, dan melakukan lagi apa yang terjeda tadi.
Kirana mulai merasakan reaksi alami pada tubuhnya. Satu sisi hatinya menginginkan Hyunjin juga. Tapi sekali lagi kedewasaan menyelamatkannya. Ia mendorong Hyunjin lagi menjauh.
"Cukup. Aku tidak bisa lebih dari ini. Please," pinta Kirana dengan nafas terengah.
Mereka saling menatap beberapa detik, sebelum Hyunjin kembali menyatukan bibir mereka. Reflek, kedua tangan Kirana pun melingkar di sekeliling leher Hyunjin.
'Sial. Stop, Kiran! Stop!' tegurnya lagi dalam hati. Namun ternyata kali ini Kirana kalah. Ia terus menyambut ciuman panas itu.
Saat sedang menikmati apa yang Hyunjin lakukan, Kirana merasakan Hyunjin merogoh saku hoodienya. Entah apa yang dia lakukan.
Setelah cukup lama, Kirana akhirnya berhasil berpihak pada logikanya. Ia kembali mendorong Hyunjin menjauh. "Stop!"
Bibir Hyunjin sudah memerah. Begitu juga dengan pipinya. "Ayolah, aku tahu kamu menginginkannya juga."
"Tidak bisa. Aku tidak bisa."
Kali ini Kirana beranjak dan Hyunjin pun membiarkan Kirana pergi.
Kirana tiba di kamar hotelnya. Sienna masih tertidur pulas, diam-diam Kirana merasa lega karena sebetulnya ia merasa gelisah selama ia berada bersama Hyunjin tadi. Ia khawatir Sienna bangun dan menyadari bahwa Kirana tidak ada di kamar. Jika itu terjadi, ia harus berbohong pada sang putri dan Kirana tidak mau itu terjadi.
Setelah membuka hoodie, Kirana masuk ke bawah selimut. Ia berniat untuk tidur, namun tidak bisa. Meskipun ia belum tidur sejak tadi, semua yang terjadi betul-betul membuat dirinya terjaga. Terutama bibirnya yang masih sangat mengingat bagaimana Hyunjin mencumbunya.
Debaran jantung Kirana kembali kencang. Nafasnya menderu. Jika saja ia tidak bisa menahan diri, malam itu akan menjadi malam yang panas bagi keduanya.
Tidak. Kirana tidak mau melangkah sejauh itu dengan Hyunjin. Bukan karena Hyunjin adalah pria yang digemari oleh jutaan wanita di seluruh dunia, bukan juga karena ia memiliki wajah yang tampan dan rupawan, sehingga Kirana dengan senang hati menyerahkan dirinya pada Hyunjin.
Justru karena alasan itulah Kirana tidak mau semudah itu melakukannya. Bagaimana jika Hyunjin membutuhkan seseorang hanya untuk mengobati rasa sepinya saja?
Ciuman itu sudah cukup. Pertemuan singkat itu sudah cukup. Kirana akan menganggap malam ini sebagai kenangan indah yang akan ia kenang seumur hidup. Mimpi dari wanita-wanita yang selama ini mengidolakan Hyunjin tiba-tiba saja terjadi pada Kirana. Pengalaman yang tidak akan terjadi pada semua orang ini, akan Kirana simpan di dalam hatinya yang paling dalam.
Kirana tidak akan membiarkan dirinya terhanyut dalam hubungan yang tidak mungkin ini. Ia tahu setelah ini ia tidak akan bertemu lagi dengan Hyunjin. Walaupun sedikit tidak rela, tapi Kirana tetap berpikir ini yang terbaik.
Ia pun mencoba untuk memejamkan mata, tak ingin memikirkan Hyunjin lagi. Namun tiba-tiba ponselnya bergetar. Kirana meraih ponsel yang ia simpan di nakas.
Saat membaca pesan itu, sontak Kirana bangkit dari posisi berbaringnya. Hampir saja ia berteriak saking terkejutnya. Pesan itu berbunyi,
Hyunjin: Aku tidak bisa berhenti memikirkan ciuman itu. Bisakah kita bertemu lagi?
Hyunjin: Ku kirimkan fotoku agar kamu percaya ini adalah nomorku