NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Vinda paling takut di pecat dan harus bayar hutang.

Mengusir wanita bayaran tadi dari apartemennya, sepertinya bukan tindakan tepat, lihat saja setelah itu Kenzo malah jadi tersiksa, karena 'adik' nya yang bandel berdemo terus, membuat Kenzo bolak-balik ke toilet main sendiri, bisa puas juga sih tapi berakhir dengan suntuk di ranjang melempari semua bantal gulingnya dengan baju basah penuh keringat, namun bagian bawah masih minta dipuaskan lagi.

Kenzo Eko Armanta dengan hormon tinggi. Dia mengacak rambutnya frustasi ada apa sih dengannya? Kenapa ini makin menyiksanya saja, ini sudah malam, jam sudah di angka sepuluh, tapi gara-gara terbayang wajah cantik Arvinda Syakira sekretarisnya, Kenzo jadi frustasi menahan gejolaknya, oh sial gadis itu sungguh menakutkan.

"Argh shit aku butuh teman main malam ini,  bukan main sendirian saja, argh dasar Kenan sialan, mencari barang bagus saja nggak becus, malah kirim rongsokan!"

Kenan mendumel gemas, menyambar ponselnya yang tadi tergeletak di ranjang lalu membuka folder tersembunyi, memasukkan password nya 044 kemudian foto-foto gadis cantik yang mengusik hidupnya terpampang di sana, foto yang Kenzo ambil diam-diam selama Vinda bekerja sebagai sekertarisnya.

Foto Vinda dengan berbagai ekspresi, yang terlihat cantik, dengan mata indah bulat, dan bibir bak bulan sabit, yang membuat Kenzo makin pening, hanya melihat foto gadis itu, dia bisa bergairah luar biasa.

Kenzo memejamkan matanya mendesah dengan tangannya bekerja giat di bawah, setelah melepas celana piyamanya, akhirnya dia bisa puas hanya dengan kerja tangannya. Kenzo, miris sekali nasibmu malam ini.

****

Outlet galeri Tous Les jours.

"Semua harus aku kerjakan? sebanyak ini"

Kenan mengacak rambutnya, kaca mata beningnya nyaris pecah saat baru saja sampai di ruangannya, sekertarisnya mengatakan jika pak Kenzo memintanya memeriksa file penjualan sejak tahun 2015 dan harus selesai nanti sore, itu artinya seharian ini dia akan lembur seperti sapi perah.

"Aish sialan dia itu kenapa tak punya hati, ckck sejak 2015 oh astaga apa bisa selesai nanti? Aku ini manager operasional apa sapi perah aish jika bukan kakak sepupuku sudah ku cekik teri jelek itu!" Kenan duduk di kursinya, sang manager operasional yang ingin sekali melabrak sang kakak sepupu lalu mencakar wajah Kenzo yang tadi pagi baru datang dan hanya bilang.

"Ke ruanganmu sana! banyak tugas hari ini sudah menunggumu -ini hadiahku karena keteledoran kamu kemarin malam-"

Kenzo kakak sepupu sialan!

*****

"Aduh bagaimana ini? Aku terlambat sampai jam segini, Gara gara angkutan busway nya telat, argh aku bisa di amuk sama bos galak itu!?"

Vinda mengigit cemas bibirnya, dia masuk di pintu depan outlet dan restoran di sebelah yang mulai ramai pengunjung, Vinda lari panik dengan high heels dan masuk ke lift, berdoa dalam hati semoga bosnya yang galak dan tukang perintah itu belum datang, jika tidak habislah dia. 

Ting.... pintu lift terbuka di lantai lima ruangan kerja CEO tempat ini berada.

"Huft ya tuhan semoga saja ruangannya masih kosong"

Setelah sampai di lantai lima, Vinda terus berdoa dalam hati berjalan cepat di koridor menunduk sopan ke arah resepsionis, dan dia mendelik dengan takut, baguslah doanya tak terkabul, si bos galak yang dia harap belum datang, malah sudah berdiri di depan pintu ruangannya, memasukkan dua tangannya di saku celana kain hitamnya, bersandar di pintu dan saat Vinda mendekat dengan kepala menunduk, tatapan mata mereka beradu.

"Jam sembilan lebih lima menit, kamu terlambat enam puluh lima menit ckck aku atau kamu bosnya di sini, nona Vinda?"

Kenzo mengetuk jam mahalnya sepasang mata tajamnya terlihat menakutkan pagi ini.

"Ngh maafkan saya pak, maaf tadi angkutan umum busway nya mogok, jadi~"

"Kamu kan bisa naik taksi atau naik ojek? Apa kendaraan di ibukota ini hanya ada busway saja?"

Vinda meremas rok hitamnya, yang benar saja, naik taksi? Gajian saja masih satu minggu lagi, dia hanya punya uang sisa sedikit untuk kebutuhan makan di rumah dan tentu saja harus hemat, jadi transportasi umum yang paling cocok.

"Maaf jika naik taksi saya tak punya uang cukup, hehe~"

Oh astaga Kenzo rasanya ingin menggetok kepala gadis ini, kenapa bodohnya keterlaluan, jika tak punya uang, kan bisa kasbon di bagian keuangan, argh rasanya dia tambah gemas saja dengan sekretarisnya.

"Masuk sana tugasmu banyak hari ini, kamu harus dapat hukuman karena telat datang sampai jam sembilan lebih lima menit!" Ujar Kenzo galak.

Vinda mengangguk pasrah, menuju meja kerjanya yang berseberangan dengan meja kerja CEO, dan Kenzo duduk dengan anteng mengawasi gerak-gerik sekertarisnya yang baru melepas blazer pinknya lalu mengikat rambut panjangnya dan menyalakan komputer.

Ah benar benar pemandangan pagi hari yang menyenangkan untuk pria ini.

"Vinda, ke mejaku sekarang!" Kenzo menginterupsi dia membolak-balik beberapa map yang di siapkan asistennya tadi, dan dengan patuh gadis ini sudah berdiri di dekat mejanya.

"Ada apa pak? Apa yang harus saya kerjakan?"

"Susun file ini di laptopku dan harus beres siang ini, karena ini file meetingku nanti sore, kamu paham"

"Baiklah, biar saya~"

"Siapa yang memperbolehkan kamu bawa laptopku pergi!? Kerjakan di sini dan duduk di kursi ini!"

"Heh apa?" Vinda kaget sekali.

"Protes Apa lagi? Duduk! Dan jangan membantah atau hukuman dariku lebih berat lagi"

Vinda mengangguk daripada ribet, dia mulai mengetik dan berusaha tenang berkonsentrasi meski pria satu ini sungguh menyebalkan, duduk anteng di kursi di dekatnya tak melakukan apapun menopang lengan, memandangi wajah Vinda seperti anak-anak minta permen.

Astaga apa dia bisa bekerja tenang, jika di lihati intens bosnya seperti ini.

"Pak maaf, bisakah saya bekerja dengan tenang?"

"Memangnya aku sedang berisik?"

Kenzo santai saja menjawab, matanya mengawasi wajah dan ekspresi gadis cantik itu seperti orang tolol membuat Vinda jadi kesal.

"Ck tapi saya tak bisa bekerja jika anda malah di sini" Jujur Vinda karena dia memang tak nyaman, dasar bos satu ini kenapa sih hukuman terlambatnya aneh begini.

"Bawel sekali kamu? Oke, baiklah aku akan duduk di sofa sana saja"

Vinda menghela nafas lega, gadis polos lugu itu tak tahu saja jika alasan Kenzo memintanya duduk di kursinya demi memenuhi hasratnya melihat dengan puas wajah Vinda hari ini.

"Semua file sudah saya siapkan dan ini yang harus anda bawa nanti" Vinda memasukkan semua file itu dalam map hitam melihat jam tangannya, senang juga dua jam lagi dia bisa pulang, dan berakhir dari rasa segan dan takut harus di satu ruang dengan bosnya.

"Eum" Pria itu hanya berdehem dan memakai jas hitamnya, melihat jam tangan Jacob & CO lengan kirinya.

"Siapkan dirimu, Arvinda kamu ikut aku meeting sekarang!"

"Saya pak~"

"Ck tentu saja kamu, apa aku harus mengajak Kenan yang ikutan meeting? kamu kan sekretarisku?"

"Tapi pak~ ya ampun saya belum pernah meeting seperti ini, maaf pak, kenapa anda tidak mengajak pak Henry saja?"

"Bawel! Kamu mau patuh atau surat pemecatan besok ada di atas mejamu! Kembalikan juga uang lima juta ku yang~"

"Baiklah saya ikut, tunggu saya ambil tas dulu"

Bibir Kenzo menyeringai senang, pria itu merapikan dasinya, memainkan ponselnya berdiri mengambil beberapa foto gadis itu sambil memperhatikan Vinda yang tengah memakai sepatunya.

"Tunggu aku di outlet depan kita berangkat sama sama" 

Vinda mengangguk patuh keluar duluan membawa file map tadi, ah ancaman paling ampuh untuk Vinda ternyata di pecat dan mengembalikan hutangnya, Kenzo rasanya makin senang saja mempermainkan gadis cantik dan lugu ini.

1
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
Ananda Boy
🤣🤣🤣🤣🤣
Ananda Boy
lucu banget buku ini Kenzo yang nakal dan Vina yang lugu
Ananda Boy
maaf kak, aku bengek 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!