NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Behind the Ledger

"Kalian ber sepuluh ikut kita ke Ruang OSIS " Ucap Ranti pada Arkan, Elzia dan teman-temannya. Mereka semua mengangguk dan bangkit dari duduknya

"Aku bwoleh ikut gak kak? " Ucap Anaya dengan suara yang di imut-imutkan

"Kurasa kau tidak tuli apa yang diucapkan Ranti" Ucap Eliza dingin dan langsung berbalik pergi disusul yang lainnya

'Sialan dingin banget sih, gimana gue bisa deketin mereka ' batinnya kemudian ia beranjak dari duduknya

Namun tiba-tiba ada yang mendorong nya sehingga ia tersungkur

"Aduhh"

"Hahhahahhahahha"

"Upss sorry sengaja " Ucap seseorang beserta iringan tertawa

"Kalian kenapa dorong aku " Ucap Anaya bahkan ia mulai menangis

" Ya gk pp kita disini gak suka aja sama cewe caper yang berlebihan " Ucap Nanda sinis pada Anaya

" Dari sekian banyakan murid disini cuma lo doang orang yang gak punya malu jadi jangan heran aja " Ucap sisil teman Nanda

" Disini itu bahkan ada murid cupu pun kami gak bakal ganggu dia karena apa? Karena dia datang kesekolah itu untuk belajar bukan ngejalang " Ucap Sila teman Nanda lagi

Mereka bertiga memperhatikan seragam Anaya yang terbilang cukup ketat

"Kurasa kak Eliza masih belom bertindak ya? Mungkin dia terlalu sibuk apalagi sekarang ada kegiatan mana ada waktu dia buat merhatiin seragam para murid " Ucap sisil lagi

"Kalian iri ya sama aku " Ucap Anaya percaya diri

Sedangkan seluruh murid yang ada disana semuanya tertawa mendengar ucapan Anaya.

" Haha buat apa kita iri sama lo " Ucap Sisil sambil memegang perutnya

"Lo kalo gak mau ngikutin aturan di sekolah ini lebih baik cari sekolah yang lain jangan disini" Ucap Nanda sinis

" Udahlah guys lebih baik kita pergi dari sini, ntar kak Eliza datang bisa kena hukum kita " Ucapnya lagi. Kemudian ketiga gadis itu pergi meninggalkan Anaya Sendiri sedangkan murid-murid yang tadi hanya acuh dan tak menghiraukan nya

'Ssttt kenapa sih mereka jahat banget, gue tau gue cantik, mana sakit banget lagi akkhh dasar manusia sialan' batin Anaya menatap benci ketiga gadis tersebut.

Di ruang OSIS

"Kalian berlima ikut basket ya " Ucap Ranti pada Arkana dan temannya

" Baik " Jawab mereka kecuali Arkana dan Rayan

" Kalian berdua? "

"Ngikut aja" Jawab Rayan

Sedangkan Eliza berada di Ruang pribadi khusus untuk Ketua OSIS

" Kalian berlima ngikut basket putri ya " Ucap Ranti pada Elzia dan teman-temannya

" Tapi aku masih belum terlalu bisa " Ucap Vitri

" Gak pp nanti bisa di ajarin " Jawab Ranti

Sedangkan Vitri hanya mengangguk saja sebagai jawaban

"Baiklah mungkin hari ini kita akan pulang cepat. Kalian bisa kembali ke kelas " Ucap Ranti pada Arkana, Elzia dan teman-temannya. Kini mereka kembali ke kelas masing-masing.

Sedangkan di ruang pribadi OSIS

Tuk.. Tuk.. Tuk..

Eliza mengetuk mikropon

" Baiklah hari ini kita akan dipulangkan cepat karena para guru akan mengadakan Rapat " Ucap Eliza dengan nada datar

Para murid-murid yang mendengar tersebut langsung merapikan alat tulis masing-masing setelahnya mereka berbondong-bondong untuk pulang.

Eliza berjalan menuju parkiran disana ada Elzia dan teman-temannya termasuk Arkana dan yang lainnya

"Kak Nanti ke cafe bentar " Ucap Elzia pada Eliza, sedangkan Eliza hanya mengangguk saja dan langsung menaiki motornya kemudian langsung pergi tanpa menunggu yang lainnya

Sesampainya di cafe yang cukup terkenal keduanya masuk dengan wajah datar nan dingin, Eliza dan Elzia duduk di paling pojok sebelah kanan.

"Ada apa?" tanya Eliza datar, tanpa mengalihkan pandangan.

Elzia tidak langsung menjawab. Dengan gerakan pelan yang terasa berat, ia mengeluarkan seonggok berkas tebal dari dalam tasnya, lalu meletakkannya di atas meja. Dokumen yang berisi rahasia kelam yang selama ini tersembunyi.

Eliza hanya melirik sekilas ke arah kertas-kertas itu. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sinis yang samar. "Rupanya kau sudah mengetahuinya."

"Jadi... kau sudah tahu sejak lama?" Elzia menatap heran, tidak percaya dengan ketenangan yang ditunjukkan Eliza. Bagaimana bisa gadis di depannya ini sekokoh batu karang saAt rahasia besar mereka terbongkar?

"Hm," dehem Eliza acuh tak acuh.

Elzia menarik napas dalam, meremas jemarinya sendiri yang mendadak dingin. "Jadi, bagaimana? Apa kita berdua harus menemui mereka?"

"Tidak perlu dicari," potong Eliza cepat. Sorot matanya mendadak berubah redup, menyiratkan luka lama yang kembali tergores.

"Jika mereka memang punya hati, mungkin dulu kita berdua tidak akan pernah berakhir di tempat seperti ini."

Kalimat itu menghantam ulu hati Elzia, menorehkan keheningan yang menyesakkan di antara mereka.

"Apa... perlu kita tanyakan pada Papa?" tanya Elzia lagi, suaranya mencicit ragu.

"Tidak perlu. Akan ada waktunya pria itu memberi tahu kita sendiri," ucap Eliza mutlak. Ia langsung berdiri, memutus konversasi sepihak dan meninggalkan ruangan sebelum emosinya yang sesungguhnya pecah.

"Kak Kau ingin kemana? " Tanyak Elzia padahal mereka berdua tadi baru memesan minuman

" Pulang" Ucapnya dan berjalan keluar

" Ck kebiasaan sekali, baru juga memesan minuman dah pulang aja, lebih baik gue bayar dulu " Guman Elzia kesal. Lalu beranjak dari duduknya menuju kasir

" Permisi mba" Ucap Elzia sopan

" Ya ada apa kak? " Tanya kasir tersebut

" Ini saya mau bayar, minuman yang dipesan tadi tapi minuman nya belum datang kebetulan saya juga buru-buru jadi minumannya kasih ke orang lain aja ya, dan ini bayarannya" Ucap Elzia sambil menyodorkan uang bewarna merah

" Baik kak, maaf jika minumannya belum sampai " Ucap kasir itu sambil meminta maaf

" Gk pp mba.Lagipula saya juga buru-buru kok" Ucap Elzia kemudian langsung berjalan keluar dari cafe tersebut dan langsung menaiki motornya dan melajukan di atas Rata-rata

Setelah kepergian Elzia, lima motor sport bewarna Hitam muncul di cafe tersebut. Mereka semua melepaskan helmnya masing-masing kemudian berjalan masuk dan langsung duduk di meja pojok tempat Elzia dan Eliza duduki tadi

Seseorang pelayan membawa dua gelas jus Jeruk kemeja Arkana dan teman-temannya

" Maaf mas ini dua mbanya yang ada disini tadi mana ya? " Tanya pelayan cafe tersebut karena tidak menemukan Eliza dan Elzia

" Mungkin udah pergi mbak, oh iya itu minuman yang dipesan orang itu ya " Tanya Dava pada pelayan tersebut, sedangkan pelayan itu hanya mengangguk

" Taro sini aja mbak, dan buatkan lagi tiga jus alpukat ya " Ucap Deon pada pelayan tersebut

Pelayan tersebut meletakkan jus Jeruk keatas meja kemudian langsung pergi meninggalkan Untuk membuatkan jus yang lain

Sedang kan Arkana dan Rayan langsung mengambil Jus tersebut dan langsung meminumnya. Sedangkan Deon, Dava, dan Dimas melongo melihat ketua dan wakil mereka

" Sejak kapan kalian berdua suka minum Jus jeruk? " Tanya Deon dengan wajah melongonya

" Sejak tadi " Jawab Rayan acuh tak acuh

Sedangkan ketiga pemuda itu langsung memutar bola matanya malas ' dasar kulkas ' batin ketiganya

Elzia sudah sampai di mansion sedangkan Eliza ke apartemen miliknya, jadi orang rumah tidak mengherankan lagi jika nona mereka tiba-tiba tidak pulang ke mansion

"Halo mommy " Ucap Elzia pada Arumi yang sedang duduk di ruang tamu dan sambil menonton acara TV

"Loh kok kamu sendiri? Eliza nya mana zi? " Tanya Arumi heran sedangkan Elzia duduk di samping Arumi

" Kakak lagi di apartemen mom udah biasa bagi dia, jadi mommy gk perlu khawatir sama dia " Ucap Elzia pada Arumi yang terlihat khawatir

"Apakah dia akan tinggal disana zi? " Tanya Arumi lagi sedangkan Elzia hanya mengangguk saja sebagai jawaban

" Kakak akan pulang ke mansion jika ada keperluan atau hal yang lain mom "jawab Elzia di sela-sela makanan nya

Sedangkan Arumi hanya mengangguk saja meskipun hatinya tak Rela, ia hanya ingin berdekatan dan akrab dengan kedua anak tirinya

"Yaudah mom zia ke kamar dulu ya " Ucap Elzia pada Arumi yang sedang melamun

"Mom" Panggil Elzia lagi karena Arumi tak menghiraukan ucapannya

"Eh iya " Ucap Arumi gagap karena terlalu larut dalam pikiran

"Mommy kenapa " Tanya Elzia sambil mengerutkan kenangan

"Mommy nggak papa" Ucap Arumi pada Elzia sambil tersenyum tipis

"Mommy lebih baik istirahat ya, aku liat mommy kaya banyak pikiran" Ucap Elzia khawatir pada Arumi

" Iya nanti mommy istirahat lebih baik kamu ganti baju kemudian turun buat makan " Ucap Arumi lagi, sedangkan Elzia hanya mengangguk dan langsung beranjak dari duduknya

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
aytysz
Semangat yaa kak! kalau kakaknya ada waktu luang, boleh dong berkunjung ke profil ku .. di sana ada cerita sederhana yang mungkin kakaknya suka ♡
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!