Novelette
Di tengah keputusasaan, harapan datang dari masa yang belum terjadi.
Iris Astridewi, seorang siswi sekolah menengah atas yang hidup dalam keterbatasan di Makassar, harus menelan pil pahit kehidupan.
Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, takdir memaksanya menjadi sebatang kara setelah sang ayah meninggal dunia, meninggalkan beban hidup dan hutang yang mengancam masa depannya.
Seorang pria tampan dengan penampilan yang tidak wajar bernama Kim, tiba-tiba muncul di hadapan Iris.
Ia mengaku sebagai Humandroid tipe RK800, ciptaan tahun 2109 yang dikirim melintasi dimensi waktu.
Kim membawa pesan yang sulit dipercaya
Di masa depan, dunia akan hancur oleh tangan Iris sendiri. Bisakah Iris merubah masa depan ataukah hancur di tangan nya sendiri.
Ini kisah Iris bersama Humanoid bernama Kim
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 | Ujian di Dunia Nyata
...■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■...
Setelah sesi latihan yang melelahkan namun memberikan banyak perubahan positif di Shelter, Iris dan Kim akhirnya kembali ke Bumi. Saat ini, mereka sedang berada di dalam mobil mewah milik Kim yang melaju di jalan raya utama menuju apartemen Milenium Tower.
Di dalam mobil, Iris masih sesekali menatap pantulan dirinya di kaca jendela. Ia belum sepenuhnya terbiasa dengan perubahan drastis pada tubuhnya. Ia terlihat semakin cantik dan memesona, namun di saat yang sama ia merasa seperti orang yang berbeda.
"Paman Kim, apakah aku harus memakai topeng atau penyamaran saat di luar nanti? Aku takut orang-orang akan curiga melihat perubahan wajah dan tubuhku yang begitu drastis," tanya Iris dengan nada khawatir.
Kim yang sedang menyetir menjawab dengan tenang melalui fitur komunikasi di dalam mobil.
(Tidak perlu khawatir, Iris. Perubahan fisik Anda memang signifikan, namun ini masih dalam batas wajar bagi manusia yang sedang bertumbuh. Orang-orang hanya akan menganggap Anda baru saja merawat diri atau mengalami masa pubertas yang membuat Anda semakin cantik. Tidak ada yang akan mencurigai hal aneh.)
Mendengar penjelasan itu, Iris pun menghela napas lega. Namun, ketenangan di dalam mobil itu tidak berlangsung lama. Saat mobil mereka hendak memasuki jalur jalan layang, tiba-tiba suasana di depan sana menjadi sangat kacau.
Terdengar suara dentuman keras yang memekakkan telinga, disusul dengan bunyi rem mendecit dan kaca yang pecah. Asap hitam pekat mulai mengepul di tengah jalan raya yang padat itu.
Kim segera mengerem mobilnya dan menepi dengan sigap. "Ada insiden di depan," ujar Kim singkat.
Iris segera membuka pintu mobil dan turun untuk melihat keadaan. Matanya terbelalak melihat pemandangan di hadapannya. Terjadi kecelakaan beruntun yang sangat parah. Sebuah truk besar tampaknya kehilangan kendali dan menabrak beberapa mobil penumpang hingga terhimpit satu sama lain. Ada satu mobil yang terbalik dan bagian depannya sudah terbakar, menciptakan api yang mulai membesar.
Suasana menjadi sangat panik. Banyak orang berteriak minta tolong, sementara beberapa orang yang berhenti hanya bisa melihat dari kejauhan karena takut mendekat mengingat risiko ledakan bahan bakar.
"Tolong! Ada orang terjebak di dalam!" teriak salah satu saksi mata.
Melihat kejadian itu, hati Iris berdebar kencang. Ia melihat ada bayi dan wanita tua yang terjebak di dalam mobil yang sudah terbakar itu. Jika tidak segera ditolong, nyawa mereka bisa melayang.
"Paman Kim! Kita harus menolong mereka sekarang!" seru Iris dengan nada cemas.
Kim yang sudah berdiri di samping Iris menahan bahu Iris.
(Tunggu, Iris. Situasi itu berbahaya. Struktur mobil sudah rapuh dan api bisa menyebar ke tangki bahan bakar kapan saja. Jika kita bertindak sembarangan, Anda bisa terluka.)
"Tapi aku tidak bisa diam saja melihat mereka mati di depanku! Aku punya kemampuan sekarang, Paman! Aku harus menggunakannya untuk hal yang baik!" bantah Iris dengan tekad bulat.
Kim menatap Iris sejenak, lalu mengangguk pelan.
(Baiklah. Tapi Anda harus berjanji untuk berhati-hati. Gunakan fitur Analisis Status untuk memindai situasi di sana dan cari cara tercepat serta teraman. Gunakan kekuatan fisik Anda secara wajar agar tidak menimbulkan kecurigaan yang berlebihan.)
"Siap!" jawab Iris mantap.
Dengan sigap, Iris memejamkan matanya sesaat dan mengaktifkan fitur barunya.
Kling!
[Analisis Status Diaktifkan.]
[Memindai Area Kecelakaan...]
[Ditemukan 5 Korban Terjebak. 3 dalam kondisi kritis.]
[Struktur Kendaraan: 70% Rusak. Tangki Bahan Bakar berisiko meledak dalam 3 menit.]
[Rekomendasi: Evakuasi segera melalui pintu sebelah kiri yang strukturnya masih cukup kokoh.]
Mendapatkan data yang akurat, Iris pun bergerak. Dengan kecepatan yang jauh melampaui manusia biasa namun terlihat seperti gerakan atlet profesional, ia berlari mendekati lokasi kecelakaan itu.
Para orang yang melihatnya sontak terkejut melihat gadis muda yang bergerak begitu cepat menuju sumber bahaya.
"Eh, gadis itu mau ke mana? Bahaya!" teriak salah satu warga.
Namun, Iris tidak berhenti. Sesampainya di depan mobil yang terbakar itu, ia melihat pintu mobil sudah penyok dan tidak bisa dibuka. Tanpa membuang waktu, Iris memusatkan tenaganya ke tangannya. Berkat otot yang telah dioptimalkan oleh mesin nano, ia mampu mengerahkan kekuatan yang luar biasa.
Krak!
Dengan satu tarikan yang terlihat mudah namun membutuhkan tenaga besar, Iris berhasil membuka paksa pintu mobil yang penyok itu hingga terbuka lebar.
"Wah! Dia membuka pintu besi itu dengan tangan kosong?" seru salah satu saksi mata yang merekam kejadian itu dengan ponselnya.
Tanpa menghiraukan keributan di belakangnya, Iris segera menarik keluar seorang wanita dan bayi yang berada di kursi belakang dengan sangat hati-hati namun cepat. Ia menyerahkan mereka kepada warga yang sudah bersiap di belakangnya.
"Tolong bawa mereka ke tempat aman! Masih ada orang di dalam!" seru Iris dengan napas teratur.
Setelah itu, Iris kembali masuk ke dalam area kecelakaan. Dengan bantuan analisis data yang terus berjalan di dalam kepalanya, Iris menolong korban satu per satu. Ia memindahkan puing-puing berat yang seharusnya tidak bisa diangkat oleh wanita seusianya dengan begitu mudah. Ia juga memberikan pertolongan pertama sederhana berdasarkan ilmu medis yang telah ia salin dari buku-buku di perpustakaan tadi siang, sehingga kondisi para korban bisa distabilkan sebelum tim medis datang.
Tidak butuh waktu lama, kurang dari 5 menit, seluruh korban sudah berhasil dievakuasi ke tempat yang aman. Tepat setelah Iris keluar dari lokasi terakhir, terdengar suara ledakan kecil dari arah tangki bahan bakar yang terbakar.
Duar!
Warga yang menyaksikan kejadian itu langsung bersorak kegirangan dan bertepuk tangan.
"Hore! Selamat!"
"Terima kasih, Nona!"
Namun, Iris tidak tinggal diam menerima pujian itu. Ia sadar bahwa banyak sekali ponsel yang mengarah padanya. Ia segera menyembunyikan wajahnya dengan kerah baju dan rambutnya, lalu berjalan mundur perlahan menuju tempat di mana Kim menunggunya.
"Paman, ayo kita pergi dari sini sekarang sebelum mereka bertanya-tanya," bisik Iris kepada Kim yang sudah membukakan pintu mobil.
Mereka pun segera masuk ke dalam mobil dan melaju pergi meninggalkan lokasi kejadian sesaat sebelum polisi dan ambulans datang.
................
Keesokan harinya, saat Iris sedang bersantai di ruang tengah apartemennya sambil memegang tablet, Kim datang membawa tabletnya sendiri dengan wajah serius namun ada sedikit nada takjub.
"Iris, sepertinya kemarin kita meninggalkan jejak yang cukup besar," ujar Kim.
"Eh? Maksud Paman?" tanya Iris bingung.
Kim segera menampilkan layar tabletnya ke hadapan Iris. Di sana terpampang berbagai berita utama dan postingan media sosial yang sedang viral.
Judul-judul berita itu berbunyi:
"Aksi Heroik Gadis Misterius di Tengah Kecelakaan Beruntun."
"Kekuatan Super? Gadis Ini Angkat Mobil Besi dengan Tangan Kosong!"
"Siapakah Dia? Wonder Girl Asal Indonesia."
Salah satu akun berita besar bahkan membuat artikel khusus berjudul "Wonder Girl Indonesian: Pahlawan Tanpa Jubah yang Menghebohkan Dunia Maya."
Di dalam video yang diunggah, terlihat jelas aksi Iris yang bergerak sangat cepat, membuka pintu mobil yang penyok, dan mengangkat puing-puing berat dengan mudah. Meskipun wajahnya tidak terlihat jelas karena tertutup rambut dan posisi kamera, namun sosoknya yang cantik, langsing, dan gerakannya yang luwes menjadi sorotan utama. Jumlah penonton dan pengikut berita itu sudah mencapai jutaan orang dalam semalam.
Melihat itu, Iris langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan karena malu dan panik.
"Aduh! Aku lupa kalau zaman sekarang semua orang punya ponsel dan media sosial. Sekarang namaku atau sosokku jadi viral begini... Apakah ini berbahaya, Paman Kim? Apakah orang-orang jahat bisa melacakku dari sini?" tanya Iris cemas.
Kim mengangguk pelan.
"Memang risikonya ada. Keberadaanmu menjadi semakin terekspos. Namun, di sisi lain, aksi ini telah menyelamatkan banyak nyawa. Kita hanya perlu lebih berhati-hati mulai sekarang. Berita viral seperti ini bisa menjadi pedang bermata dua. Tidak hanya orang baik yang melihatnya, tapi juga mereka yang sedang mencari keberadaanmu."
Di tempat yang berbeda, di ruang kantor megah milik Aegis Corporation, Stella sedang duduk santai di kursi kebesarannya sambil menonton video yang sama di layar proyektor besar di depannya.
Senyuman tipis dan mengerikan terukir di bibir Stella. Matanya yang tajam menatap gerakan Iris di dalam video itu dengan sangat teliti.
"Gerakan tubuh yang efisien, kekuatan fisik yang tidak wajar, dan kecepatan reaksi yang melampaui standar manusia... Sistem, lakukan analisis. Tingkat kecocokan pola energi ini dengan data yang kita miliki dari masa depan?" tanya Stella pada dirinya sendiri.
[Analisis Selesai. Tingkat Kecocokan: 89%. Kemungkinan besar ini adalah target yang kita cari.]
"Jadi, kamu ada di kota ini juga rupanya... 'Kunci' yang selama ini aku cari-cari. Ternyata kamu tidak diam saja, melainkan sudah mulai bergerak," gumam Stella pelan dengan nada penuh ambisi.
"Mainan yang menarik. Kita akan segera bertemu... 'Wonder Girl'," ucap Stella diakhiri dengan tawa kecil yang dingin.
Berita viral itu tidak hanya membuat Iris menjadi terkenal di mata publik, namun juga telah memberikan petunjuk besar bagi musuhnya. Tanpa disadari Iris, langkah kecilnya dalam menyelamatkan nyawa orang lain telah memperpendek jarak antara dirinya dan bahaya yang mengintai.
... ■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■...