NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Andara

Cinta Untuk Andara

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bareta

Dipaksa pamannya menikah setelah lulus SMA, kehidupan Andara yang sudah yatim piatu tidak menjadi lebih baik.



Setelah difitnah sudah tidak perawan, dituduh berzinah saat hamil setelah 3 bulan menikah, Andara menjadi janda di usia sembilanbelas tahun.



Penderitaan tidak berhenti di situ, rumah peninggalan orangtua Andara diambil paksa oleh keluarga Irfan, mantan suaminya dengan alasan melunasi hutang-hutang orangtua dan paman Andara.



Dikucilkan karena dianggap aib dan pembawa sial membuat Andara memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta dalam keadaan hamil.




Bagaimana kehidupan Andara selanjutnya ?



Apakah nasib Andara bisa berubah setelah bertemu dengan bayi Lily yang kehilangan ibunya saat ia dilahirkan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Rasanya Andara tidak percaya melihat Mira yang ada di hadapannya adalah orang yang sama dengan wanita baya yang ditemuinya di rumah sakit.

Tidak arogan, nada bicaranya lemah lembut dan sopan bahkan ramah kepada Andara.

Ternyata ini yang dimaksud oleh bu Deswita supaya hati-hati pada bu Mira karena ibarat bunglon, dia bisa berubah menyesuaikan tempat, batin Andara.

Terbiasa hidup dengan orang-orang semacam Mira, Andara tidak terpengaruh secara emosi. Justru Daisy-lah yang sejak awal mencuri perhatian Andara.

Gadis kecil itu seperti sedang merajuk, tidak mau lepas dari gendongan pengasuhnya. Tapi dari matanya Andara melihat rasa marah Daisy bukan sekedar ngambek-nya anak-anak. Entah apa yang disimpan gadis kecil itu, karena hanya bicara kalau ditanya itu pun dengan nada ketus.

“Maaf kalau saya tidak menghubungi jeng Wita sebelum membawa anak-anak kemari tapi saya sudah ijin pada Baskara.”

“Saya juga minta maaf karena tidak hadir di pemakaman Fanny.”

Tanpa Deswita menjelaskan panjang lebar, Mira pasti sudah tahu alasannya. Bukan karena benci atau tidak suka pada Fanny tapi Baskara yang tidak memberitahunya dan tidak mau Deswita datang.

Kepala Mira menunduk dan tidak lama terdengar isak tangisnya meski pelan.

“Sudah saya ingatkan supaya Fanny tidak hamil lagi tapi dia bersikeras karena ingin membahagiakan suami, memberikan anak laki-laki untuk Baskara.”

Seakan tidak melihat dan mendengar yang terjadi di depannya, Deswita malah memberi isyarat pada Andara.

“Saya pamit dulu jeng Mira. Terima kasih sudah membantu mengurus Daisy dan Lily.”

Buru-buru Mira mengambil tisu dan membersihkan sisa-sisa air matanya. Sepertinya Mira agak kesal karena Deswita tidak tersentuh dengan aktingnya yang merasa sangat terpukul.

Mobil MPV mewah milik Deswita sudah menunggu di luar gerbang. Daisiy dan pengasuhnya duduk di paling belakang, di barisan tengah Andara menggendong Lily dan Deswita di bangku lainnya.

“Silakan datang kalau ingin menjenguk anak-anak,” tutur Deswita sebelum pintu mobil ditutup.

“Terima kasih. Saya pasti menghubungi….”

“Tidak perlu ! Hubungi saja Andara sebelum jeng Mira datang. Rio akan mengirimkan nomornya.”

Andara sampai melongo mendengar ucapan Deswita sedangkan Mira sempat melotot menatap Andara namun dalam sekejap berubah jadi super manis.

“Tentu saja,” sahut Mira dengan sikap ramah yang berlebihan.

Tanpa bicara apa-apa lagi, Deswita menyuruh sopir melajukan mobil.

Tidak ada percakapan sepanjang perjalanan dan Deswita terlihat sedang memikirkan sesuatu yang cukup serius.

*****

“Aku ingin bertemu mama,” ujar Baskara sambil membuka pintu dan turun dari mobil.

Herman mengerutkan dahi. Biasanya Baskara langsung pergi lagi setelah mengantar Herman pulang, tidak peduli apakah Deswita ada di rumah atau tidak.

“Masalah pengasuh itu….”

“Bukan cuma itu saja Pa. Mau sampai kapan mama terlalu ikut campur urusan pribadiku ! Aku bukan anak kecil lagi !”

Herman hanya bisa menghela nafas saat Baskara mendahuluinya berjalan ke arah taman belakang, tempat favorit Deswita di sore hari.

“Selamat sore Bas.” Deswita tesenyum, menyapa putranya tanpa peduli ekspresi Baskara.

“Untuk apa mama membawa mereka pulang ? Buat apa mama menyuruh perempuan itu menjadi pengasuh sekaligus ibu susu anak itu ? Tidak cukup mama ditipu dia ?”

Wajah Deswita tetap tenang, tidak terpengaruh dengan emosi Baskara yang meledak-ledak.

“Mereka anak-anakmu juga Bas dan punya nama : Daisy dan Lily. Jangan menyebut mereka dengan dia.”

“Jangan mengalihkan pembicaraan Ma. Aku sedang membahas masalah perempuan yang mama bawa pulang ke rumahku.”

“Jaga nada bicaramu Baskara !” tegur Herman yang baru saja muncul dan langsung duduk di samping istrinya.

“Jangan bersikap kasar seperti itu pada mamamu !”

Baskara menghela nafas. “Maaf, aku benar-benar kesal karena mama begitu mudahnya tertipu dengan wajah-wajah perempuan sok lugu !”

“Bukankah Rio sudah memastikan kalau cerita Andara benar semuanya ?” tanya Deswita.

“Lalu karena benar, mama langsung mempercayakan semuanya pada dia ? Mama lupa bagaimana perempuan yang mama anggap baik dan lugu lalu pantas dijadikan menantu ternyata punya maksud lain ?”

“Masalah Fanny mama sudah tahu sebelumnya. Fanny pun terpaksa menikahimu demi baiya pengobatan ayah mertuamu Bas tapi mama juga melihat bagaimana Fanny berusaha menjadi istri yang baik untukmu.”

Baskara tertawa sinis. “Aku tidak mau memperpanjang pembahasan soal dia lagi, tidak ada gunanya ! Dia sudah mati !”

“Baskara Adiguna !” tegur Deswita sambil mendelik. “Jangan pernah bicara seperti itu lagi ! Meskipun kamu tidak pernah bisa menerimanya tapi Fanny tetap ibu dari anak-anakmu !”

Baskara menarik satu sudut bibirnya, tatapannya sarat dengan rasa kecewa.

“Aku sudah berusaha menjadi anak yang berbakti, dengan menerima jodoh yang papa dan mama pilihkan. Bukan salahku juga kalau dia memilih untuk melahirkan anak perempuan.”

“Apa maksudmu Bas ?” tanya Deswita sambil mengernyit.

“Tolong hargai permintaanku Ma, aku tidak ingin membahas tentang dja lagi. Aku mohon pada mama dan papa, ijinkan aku mencari kebahagiaan dengan caraku sendiri.”

“Dengan Savira ?” Deswita menyipitkan matanya.

“Aku bukan anak kecil lagi Ma, tahun ini usiaku sudah 35. Tidak bisakah mama memperlakukan aku sebagai pria dewasa ?”

“Jadi betul kamu akan memilih Savira sebagai istrimu ?”

“Aku belum tahu. Savira menolakku karena tidak mau aku bertengkae dengan mama.”

Deswita berdecih sambil tersenyum sinis.

“Siapapun yang aku pilih, aku pasti akan bertanggungjawab dan tidak melupakan tugasku untuk memberikan keturunan penerus nama Adiguna.”

“Tidak perlu buru-buru mengambil keputusan Bas. Bila sudah waktunya, jodohmu akan datang.”

“Hhhhmmmm….”

Suasana sempat hening beberapa saat, masing-masing larut dalam pikirannya.

“Aku pamit dulu Pa, Ma.”

Hanya Herman yang menjawab sedangkan Deswita malah membuang muka sambil menghela nafas berkali-kali.

“Oh ya Ma.” Baskara berhenti di ujung pintu. “Soal pengasuh itu, tolong bawa dia pergi dari kehidupan keluarga kita. Aku tidak mau terlibat masalah yang sama berulang-ulang.”

“Lily membutuhkan dia. Mama lebih memilih anak-anakmu diasuh Andara daripada Mira !”

Baskara tersenyum, sedikit sinis tapi Deswita tidak melihatnya.

“Kalau memang itu alasannya terserah mama tapi sekali dia berbuat salah, aku tidak akan minta ijin mama lagi untuk mengusirnya.”

Deswita tidak menjawab menoleh pun tidak.

“Aku pulang dulu Pa, Ma.”

“Hati-hati di jalan,” pesan Herman.

Baskara mengangguk dan meninggalkan orangtuanya.

“Jangan membebani pikiranmu soal Savira. Biarkan Baskara menemukan kebenarannya sendiri.”

“Tapi pa…”

Hetman menggeleng, digenggamnya jari Deswita sambil tersenyum lebar.

“Apa yang dikatakan Baskara memang benar. Dia bukan anak kecil lagi, sudah waktunya membiarkan anak kita belajar untuk merasakan bagaimana harus bangun sendiri saat jatuh. Kita cukup mendoakan yang terbaik untuk Baskara.”

“Tapi hatiku tidak bisa menerima Savira.”

Herman memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.

“Pasrahkan sama Tuhan. Doa seorang ibu melebihi segalanya.”

Deswita menghela nafas dan membalas pelukan suaminya.

1
Baretta
Terima kasih Kak Evi Lusiana 😊😊
Evi Lusiana
mampur thor,awal yg menyedihkan smoga andara sgra mnemukan kebahagiaan,semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!