NovelToon NovelToon
Kutukan Jiwa Niskala

Kutukan Jiwa Niskala

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:662
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

"Jika dunia menginginkanku mati, maka aku akan memastikan dunia hancur bersamaku!"

Terlahir dengan energi sihir yang disegel, Han-Seol dibuang dan dianggap sebagai aib keluarga. Demi bertahan hidup, ia kabur bersama Seol-Ah, seorang pemindah jiwa yang menjadi buronan paling dicari.

Di bawah bimbingan Master Lee yang legendaris, segel kekuatan kuno dalam tubuh Han-Seol mulai bangkit. Satu per satu rahasia kejam sang ayah terungkap, memicu perang besar yang akan melanda Cheon-gi Won.

Di tengah kepungan bahaya dan takdir yang rumit, mampukah Han-Seol melindungi wanita yang dicintainya dan menghancurkan mereka yang telah mengkhianatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Siasat di Balik Rak Buku

"Rupanya kau gadis keras kepala itu," ucap Master Baek sambil menyipitkan mata, menghalau silau matahari pagi. "Rupanya Madam Oh benar-benar menyuruhmu menjadi pelayan Han Seol setelah kekacauan semalam."

Seol-Ah tidak menjawab, ia hanya membungkuk rendah dengan senyum tipis yang penuh rahasia.

Namun, saat Master Baek melangkah melewatinya, rasa kesal Seol-Ah karena harga dirinya yang terluka meledak. Dengan satu sentakan kuat, ia mengayunkan sapunya hingga tumpukan daun kering terbang tepat ke arah wajah Master Baek yang sedang kelelahan.

"Uhuk! Apa yang kau lakukan?!"

Master Baek berbalik dengan geram. Ia segera maju dan menjewer telinga Seol-Ah dengan kencang di bawah terik matahari. "Dasar gadis nakal! Kau tidak punya sopan santun sama sekali!"

Setelah puas menjewer, Master Baek mendengus dan masuk ke dalam rumah. Namun, asistennya tetap berdiri di sana, bayangannya menutupi Seol-Ah yang sedang mengusap telinganya.

"Kamu harusnya berterima kasih pada Master Baek," ucap sang asisten dingin. "Beliaulah yang menyelamatkan Han Seol saat sekarat semalam. Beliau bahkan rela mentransfer sebagian besar kekuatan murninya hanya demi tuan mudamu. Kekuatan yang kau lihat di bawah sinar matahari ini bukan datang begitu saja."

Setelah asisten itu pergi, Seol-Ah segera menyelinap masuk ke kamar Han Seol.

SRAK!

Ia menutup pintu geser dengan cepat, menghalangi cahaya matahari yang masuk.

"Seol! Bangun!" teriak Seol-Ah.

Han Seol terbangun dengan kaget, cahaya pagi yang masuk dari sela pintu membuatnya silau. "Ada apa? Apa matahari sudah terlalu tinggi?"

Seol-Ah tidak memedulikan gurauan itu. Ia menarik Han Seol untuk berdiri, memegang kedua tangannya, dan menempelkan telapak tangannya tepat di dada Han Seol. Ia memejamkan matanya, merasakan getaran energi yang kini berpendar biru redup di dalam tubuh Han Seol, bersaing dengan cahaya siang di luar.

"Kamu tahu, Seol?" bisik Seol-Ah dengan binar kegembiraan. "Energi sihir yang diberikan pria tua itu... itu setara dengan lima belas tahun teknik sihir tingkat tinggi!"

Han Seol terperangah. Ia meraba dadanya, merasakan kehangatan yang lebih panas dari sinar matahari di luar. "Lima belas tahun? Benarkah?"

"Ya, tapi kita harus segera pergi," ucap Seol-Ah waspada. "Aku khawatir jika Master Baek sadar, dia akan mengambil kembali energi ini secara tiba-tiba."

Mereka pun segera keluar, berjalan cepat menembus panas pagi menjelang siang menuju hutan yang lebih teduh.

"Aku khawatir Master Baek akan berubah pikiran," ucap Han Seol saat mereka sudah berada jauh di bawah naungan pohon bambu yang rimbun.

Seol-Ah tampak berpikir keras. "Ada satu cara agar energi itu tetap menjadi milikmu. Kamu harus menguasai teknik sihir keluarga Baek agar energi itu menyatu sempurna dengan aliran darahmu."

"Bagaimana caranya?" tanya Han Seol bingung.

Keduanya terdiam sejenak di tengah semilir angin siang. Tiba-tiba, sebuah nama terucap secara bersamaan dari bibir mereka:

"BAEK SEO-JUN!"

"Benar!" seru Han Seol penuh semangat. "Seo Jun adalah kerabat dekat Master Baek. Dia pasti tahu teknik dasar sihir keluarganya. Kita harus memanfaatkannya!"

Seol-Ah tersenyum licik. "Bagus. Mari kita cari temanmu yang terlalu jujur itu.

****

Matahari siang mulai memanaskan atap-atap bangunan di Cheon-Gi Won, namun di dalam perpustakaan agung, udara terasa dingin dan berbau kertas tua.

Han Seol dan Seol-Ah menyelinap di antara barisan rak kayu raksasa yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit. Langkah mereka sangat pelan, berusaha tidak menarik perhatian para penyihir yang sedang tekun meneliti gulungan kuno.

Target mereka ada di sana: Seo Jun. Pria itu tampak tenang di sudut ruangan yang paling terang, duduk tegak sambil membolak-balik halaman sebuah buku tebal tentang sirkulasi energi air.

"Lihat dia," bisik Seol-Ah dari balik rak buku astronomi. "Dia adalah kunci untuk mengunci energi di tubuhmu. Amati setiap gerakannya saat dia bernapas dan membalik halaman. Anggota keluarga Baek selalu melatih energi mereka bahkan saat sedang membaca."

Han Seol mengangguk, namun jantungnya berdegup kencang karena takut ketahuan. Setiap kali ada penyihir lain lewat, Han Seol dan Seol-Ah serentak mengangkat buku secara asal dan menutupi wajah mereka, berpura-pura sedang mempelajari teks kuno yang sulit. Han Seol bahkan memegang bukunya terbalik tanpa ia sadari.

Namun, situasi tenang itu hancur berantakan saat sebuah suara cempreng memecah kesunyian.

PLAK!

"Hey, Seol! Sedang belajar jadi kutu buku, ya?"

Do Hyun menepuk pundak Han Seol dengan sangat keras hingga bahunya merosot.

Han Seol tersentak hebat, bukunya hampir saja meluncur jatuh ke lantai batu.

Di samping Do Hyun, berdiri Park Ji-Hoon, sang penjaga perpustakaan yang meski biasanya pendiam, namun memiliki mata yang sangat tajam dan penuh rasa ingin tahu.

"Sial! Kau hampir membunuhku, Do Hyun!" desis Han Seol dengan gigi terkatup. Ia melirik tajam pada sahabatnya itu, tangannya gatal ingin sekali menampar mulut Do Hyun yang tak bisa direm.

"Kenapa kalian berdua ada di sini? Di pojokan gelap, mengintip rak buku?" tanya Do Hyun dengan nada menyelidik, matanya bergantian menatap Han Seol dan Seol-Ah yang masih berpura-pura fokus pada buku di tangannya.

"Bukan urusanmu! Sana pergi!" jawab Han Seol ketus.

Ia menutup buku tebalnya tepat di depan wajah Do Hyun. 

BUK!

Debu tebal dari kertas tua itu berhamburan, membuat Do Hyun terbatuk-batuk dan mengibas-ngibaskan tangannya dengan kesal.

"Menyebalkan sekali kau ini," gerutu Do Hyun.

Namun, Ji-Hoon tidak semudah itu dikelabui. Ia melangkah maju, membenarkan letak kacamata tipisnya sambil menyipitkan mata. "Sepertinya aku tahu, Hyun. Mereka berdua pasti sedang menyembunyikan sesuatu yang besar. Lihat cara mereka berdiri, sangat mencurigakan."

Ji-Hoon menunjuk mereka berdua dengan jari telunjuknya.

"Apa benar begitu? Jangan bilang hubungan kalian bukan sekadar pelayan dan majikan?"

Do Hyun mulai tersenyum geli, alisnya naik-turun menggoda Han Seol. "Pantas saja kalian selalu menempel seperti perangko."

Seol-Ah dan Han Seol mendengus serentak dengan wajah tidak terima.

"Enak saja! Dia ini hanya pelayanku yang merepotkan," ucap Han Seol cepat, otaknya berputar mencari alasan paling konyol untuk menyingkirkan mereka.

"Asal kalian tahu, alasan kami di sini adalah karena... dia sangat menyukai Seo Jun! Bukan aku. Aku hanya datang menemaninya karena dia ingin melihat pujaan hatinya dari kejauhan. Benar kan, Seol-Ah?"

Seol-Ah membelalakkan matanya hingga hampir keluar. Ia tidak menyangka Han Seol akan menggunakan "fitnah" murahan ini untuk menutupi misi mereka. Ia ingin sekali menendang tulang kering Han Seol, namun ia harus tetap dalam perannya.

"Wah, Nona pelayan... ternyata seleramu tinggi juga. Kau suka pada sahabat kami yang sekeras batu itu?" ucap Ji-Hoon sambil terkekeh pelan.

"Kukira kalian yang pacaran," tambah Do Hyun, masih tampak ragu.

"TIDAK!" jawab Seol-Ah dengan nada dingin yang menusuk.

"TIDAK AKAN PERNAH!"

1
Soobin Chan
mampir juga di cerita baru aku kak. 'The Emerald and Her Four Mates'
Protocetus
Beludru itu apa thor?
Soobin Chan: beludru itu sejenis bahan kain halus dan lembut gitu. jadi ibaratnya suaranya itu kaya beludru, lembut dan halus.🤭
total 1 replies
Protocetus
Ini bacanya Cheongi apa Cheon Gi min?
Soobin Chan: Cheon-gi 🤣
total 1 replies
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
Soobin Chan: oke kak😄
total 1 replies
Dao Biru
Latar Korea ya
Soobin Chan: iya kak😄
total 1 replies
T28J
wah wah wah
Soobin Chan: 🤣terima kasih udah mau komen
total 1 replies
T28J
woww.. secantik apakah dia /Slight/
Soobin Chan: bayangin ajah wajah song he kyo. begitulah kira kira.😄
total 1 replies
T28J
mantap kak 👍
Soobin Chan: terima kasih🤭
total 1 replies
Soobin Chan
komen dong guys. biar aku semangat nulusnya😍🤭
Soobin Chan: tetap semangat. mudah-mudahan banyak yang suka sama ceritanya💪
total 1 replies
Soobin Chan
ceritanya bagus guys, ayo merapat! di jamin kalian bakalan suka/Drool/
Soobin Chan: ramein dong guys...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!