tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
"Diamlah Valeo" Ucap Athena kesal.
"Benar-benar tidak mencerminkan seorang Vesper yang terkenal kejam" Gumam Valeo namun bisa di dengar jelas oleh gadis kecil di samping nya.
"Ck! Athena hanya melirik sinis Arwah itu dan menyelesaikan pengobatan nya.
" Lebih baik kau makan sekarang " Ucap Valeo tiba tiba saat Athena sedang mengelap wajah nya.
"Kenapa? Tanya gadis kecil itu.
" Kau terlihat seperti sebuah lidi berjalan "
"!!
**
" Selamat pagi Athena " Sapa Ailuna saat Athena datang ke ruang makan.
"Pagi nenek" Balas gadis kecil itu tersenyum.
"Athena,,,,saat tidur jangan mendengkur dong,,, suara dengkuran mu bahkan sampai ke kamar ku! Cibir Arsene sambil menyuapkan sesendok nasi ke mulut nya.
" Apa? Gadis itu mengernyit heran, tadi malam ia bahkan tidak tidur sama sekali bagaimana bisa Arsene mendengar dengkuran nya.
"Valeo! Panggil Athena di pikiran gadis itu.
" Apa?
"Aku tidak tidur sama seperti mu! Balas Valeo malas, ia tahu Athena akan menuduh nya mendengkur, tapi sungguh bukan ia pelaku nya.
" Maaf kakak, tapi mungkin kau salah dengar dan mengira dengkuran itu berasal dari kamar ku" Ucap Athena duduk di kursi milik nya.
"Lalu?
" Aku jelas jelas mendengar nya dari kamar di sebelah ku! Arsene kekeuh dengan argumen nya.
"Tapi di samping kamar kakak juga ada satu kamar lagi kan? Tanya gadis kecil itu.
" Apa? Arsene lalu melirik seorang anak kecil di samping nya.
Mata nya memicing tajam menatap anak kecil yang sedang mengalihkan pandangan itu.
"Maaf"
"Mungkin dengkuran yang kau dengar itu dariku,," Ucap nya mengangkat tangan.
"Aku tidur terlalu lelap karena latihan kakek benar-benar menyiksa" Ucap anak itu cengengesan sambil mengangkat kedua tangan nya.
"Ck! Arsene hanya berdecak lidah, ia melirik sinis anak itu dan lanjut makan.
Azellka Vanitas Silva, sepupu Athena, Zelka dan kembaran nya adalah dua anak yang lahir dari hubungan gelap Adik Perez dan seorang rakyat jelata.
Mereka berdua awal nya ditolak oleh para kerabat, namun karena Alex yang terus-menerus bersikeras, mereka berdua akhirnya di terima dan diizinkan tinggal di mansion keluarga Vesper dengan syarat tidak boleh menganut marga Vesper.
Kedua orang tua mereka bahkan tinggal terpisah dan tidak pernah berhubungan lagi dengan Vesper.
Ayah Zellka atau adik Perez lebih memilih kehilangan seluruh harta dan marga Vesper dari hidup nya demi bisa bersama sang kekasih.
Ia dan istrinya akan mengunjungi ke-dua anak nya setiap 2 bulan sekali di sebuah tempat tempat khusus.
Meskipun tumbuh tanpa kebersamaan dengan orang tua, Zellka dan Zender adalah keturunan asli Vesper, kecerdasan mereka berdua berada di atas rata-rata mengalahkan seluruh anak yang seumuran.
"Athena" Panggil Perez.
"Apa? Balas gadis kecil itu.
" Kudengar kau akan pergi ke mansion Codette? Tanya pria itu menatap mata Athena.
"Iya" Athena mengagguk.
"Saat akan berangkat nanti pergilah ke ruangan ayah, ayah ingin menitipkan sesuatu untuk ayah teman mu itu" Ucap Perez menyuap kan makanan ke dalam mulut nya.
"Dia bukan teman ku" Ucap Athena mengelap mulut nya, ia sudah selesai makan.
"Benarkah? Goda Arthur, ia adalah orang yang paling mengerti tentang bagaimana pertemanan Athena, gadis kecil itu tidak pernah sekalipun menganggap seseorang sebagai teman atau pun sekedar kenalan.
" Lebih baik kau diam kakak" Ucap Athena datar, ia tahu setelah ini Arthur akan bicara omong kosong.
Pemuda kecil itu hanya tersenyum memandangi adik nya, menyenangkan sekali menggoda anak pemarah yang tenang itu.
"Athena! Panggil Ashley saat gadis kecil itu bangkit hendak meninggalkan meja makan.
" Apa? Balas Athena singkat, ia menaikkan satu alis nya menatap Ashley.
"Apa aku boleh ikut? Tanya Ashley dengan mata berbinar memohon pada Athena.
" Kemana? Heran Athena, tiba-tiba saja anak itu meminta ikut.
Ashley mengernyit heran, bukankah Athena akan pergi ke mansion Codette?
"Bukankah kau akan pergi ke mansion keluarga Ruby? Tanya gadis kecil itu.
Ruby?
" Siapa Ruby? Tanya Athena, ia tidak ingat pernah mengenal seseorang dengan nama Ruby.
"Apa?! Ashley terkejut dengan jawaban Athena, apakah anak itu tidak pernah sekalipun mengingat nama anak yang ia jadikan mainan?
" Kau tidak mengenal Ruby di saat kau sendiri akan pergi ke rumahnya? Tanya Arsene menatap Athena heran, pemuda kecil itu menahan tawa saat melihat tingkah adik nya.
Bagaimana bisa anak usia 6 tahun memiliki pikiran seperti Athena.
"Ck! Athena berdecak lidah kesal saat ia justru di jadikan bahan olok olokan.
" Aku pergi ke mansion Codette bukan untuk bertemu dengan Ruby Ruby itu! Ucap Athena kesal.
"Lalu? Dengan siapa? Tanya Ashley memiringkan kepala.
" Kau bertanya padaku apakah kau bisa ikut? Tanya Athena menaikan satu alisnya kesal.
Ashley mengangguk.
"Kau tidak boleh ikut!! Titah Athena tidak boleh di bantah, gadis kecil itu lalu meninggalkan ruang makan dengan langkah kaki kesal.
Seluruh orang di meja makan di buat heran dengan tingkah nya, ada apa dengan anak itu?
" Anak kecil memang sensi" Ucap Arsene mengeleng geleng kan kepala.
"Tapi kau kan juga anak kecil? Celetuk Arthur yang langsung membuat Arsene kesal.