NovelToon NovelToon
DRAMA ISTANA ALHAMBRA

DRAMA ISTANA ALHAMBRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Antagonis / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.

Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.

Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.

Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.

Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 KEHAMILAN YANG DIPEREBUTKAN

Kaisar Aarash Ezaz memerintahkan Layla untuk meminta maaf kepada Selir Sofia dan mengembalikan apa yang telah diambil. Layla tidak bisa menolak perintah kaisar dan akhirnya meminta maaf kepada Selir Sofia.

"Aku minta maaf, Selir Sofia. Aku tidak seharusnya mencuri hasil kehamilanmu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaanmu jika aku berada di posisimu," kata Layla dengan suara yang lirih.

Selir Sofia menerima permintaan maaf Layla, tetapi masih terlihat kesal. "Aku menerima permintaan maafmu, Layla. Tapi aku harap kamu tidak melakukan hal seperti ini lagi di masa depan," kata Selir Sofia dengan nada yang tegas.

Kaisar Aarash Ezaz mengangguk setuju. "Aku harap kamu bisa belajar dari kesalahanmu, Layla. Aku tidak ingin melihat kamu melakukan hal seperti ini lagi," kata kaisar dengan nada yang keras.

Setelah kejadian itu, Layla terlihat lebih rendah hati dan tidak lagi melakukan hal-hal yang mencurigakan. Selir Sofia juga merasa lebih aman dan dihormati di istana. Sementara itu, Ruhama dan Fatima masih menunggu di tempat yang aman, tidak tahu apa yang terjadi dengan Layla.

Layla tersenyum sinis ketika dia berpikir tentang permintaan maaf yang dia berikan kepada Selir Sofia. "Aku hanya melakukannya untuk menenangkan Kaisar Aarash Ezaz," kata Layla kepada dirinya sendiri. "Aku tidak akan pernah benar-benar meminta maaf kepada Sofia."

Layla kemudian mulai merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan Selir Sofia. Dia tahu bahwa Selir Sofia sangat peduli dengan kehamilannya, jadi dia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang akan membuat Selir Sofia sangat kesal.

"Aku akan membuat Sofia kehilangan kepercayaan dirinya sendiri," kata Layla dengan senyum jahat. "Aku akan membuat dia menyesali hari dia dilahirkan."

Layla kemudian pergi ke ruang Kaisar Aarash Ezaz dan meminta untuk berbicara dengannya tentang sesuatu yang sangat penting.

"Ayahanda, aku perlu berbicara dengan Ayahanda tentang sesuatu yang sangat penting," kata Layla dengan suara yang serius.

Kaisar Aarash Ezaz melihat Layla dengan penasaran dan meminta dia untuk melanjutkan. "Apa itu, Layla? Kamu bisa berbicara dengan aku tentang apa saja."

Layla mengambil napas dalam-dalam sebelum berbicara. "Ayahanda, aku ingin memberitahu Ayahanda bahwa aku yang hamil, bukan Sofia," kata Layla dengan suara yang tegas.

Kaisar Aarash Ezaz terkejut dengan pengakuan Layla dan meminta dia untuk menjelaskan. "Apa maksudmu, Layla? Sofia sudah memberitahu aku bahwa dia yang hamil."

Layla tersenyum sinis di dalam hati, dia tahu bahwa dia telah membuat langkah yang tepat untuk menjatuhkan Sofia. "Ayahanda, Sofia berbohong kepada Ayahanda. Aku yang hamil, dan aku tidak tahu mengapa Sofia berbohong tentang hal ini," kata Layla dengan suara yang pura-pura sedih.

Kaisar Aarash Ezaz terlihat bingung dan tidak percaya dengan pengakuan Layla. Dia tidak tahu apa yang harus dipercaya, apakah pengakuan Layla atau pengakuan Sofia.

Sesaat suasana berubah hening di ruangan Kaisar Aarash Ezaz.

Kaisar Aarash Ezaz memandang Layla dengan tatapan yang tajam, mencoba membaca ekspresi wajahnya.

"Layla, aku perlu tahu kebenaran tentang ini. Apakah kamu benar-benar hamil?" tanya Kaisar Aarash Ezaz dengan nada yang serius.

Layla tersenyum dan mengangguk, mencoba mempertahankan kebohongannya. "Ya, Ayahanda, aku benar-benar hamil. Aku tidak tahu mengapa Sofia berbohong tentang hal ini."

Tapi Kaisar Aarash Ezaz tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban Layla. Dia memutuskan untuk memanggil dokter istana untuk memeriksa Layla dan memastikan apakah dia benar-benar hamil atau tidak.

"Baiklah, Layla. Aku akan memanggil dokter istana untuk memeriksa kamu. Jika kamu benar-benar hamil, maka kita akan membahas langkah selanjutnya," kata Kaisar Aarash Ezaz dengan nada yang tegas.

Layla tersenyum dan mengangguk, tapi di dalam hati dia mulai merasa cemas. Apa yang akan terjadi jika dokter istana mengetahui bahwa dia tidak hamil? Apakah dia bisa mempertahankan kebohongannya?

Dokter istana tiba di ruang Kaisar Aarash Ezaz dan melakukan pemeriksaan pada Layla. Setelah beberapa menit, dokter istana keluar dari ruang pemeriksaan dengan wajah yang tidak yakin.

"Kaisar, saya telah melakukan pemeriksaan pada Layla, dan hasilnya... tidak ada tanda-tanda kehamilan," kata dokter istana dengan hati-hati.

Kaisar Aarash Ezaz terkejut dan marah. "Apa maksudmu? Layla bilang dia hamil!" teriaknya.

Layla terlihat panik dan mencoba mempertahankan kebohongannya. "Tidak mungkin! Saya yakin saya hamil! Mungkin dokter istana salah!" kata Layla dengan suara yang bergetar.

Tapi Kaisar Aarash Ezaz tidak percaya lagi dengan Layla. Dia memerintahkan pengawalnya untuk menyelidiki kebenaran tentang kehamilan Sofia dan Layla.

"Selidiki kebenaran tentang kehamilan Sofia dan Layla! Aku ingin tahu siapa yang berbohong di sini!" perintah Kaisar Aarash Ezaz dengan nada yang keras.

Pengawal Kaisar Aarash Ezaz bergegas pergi untuk melaksanakan perintahnya, sementara Layla terlihat semakin panik karena dia takut terungkap kebohongannya.

Kaisar Aarash Ezaz memerintahkan pengawalnya untuk membawa Sofia ke hadapannya. "Bawa Sofia ke sini sekarang juga!" perintahnya dengan nada yang keras.

Pengawal Kaisar Aarash Ezaz bergegas pergi untuk membawa Sofia. Sementara itu, Layla terlihat semakin panik. Dia tahu bahwa dia tidak bisa mempertahankan kebohongannya lagi.

Ketika Sofia tiba di ruang Kaisar Aarash Ezaz, dia terlihat tenang dan percaya diri. "Apa yang terjadi, Ayahanda?" tanya Sofia dengan nada yang sopan.

Kaisar Aarash Ezaz memandang Sofia dengan tatapan yang tajam. "Sofia, aku ingin tahu kebenaran tentang kehamilanmu. Apakah kamu benar-benar hamil?" tanya Kaisar Aarash Ezaz dengan nada yang serius.

Sofia mengangguk dengan percaya diri. "Ya, Ayahanda, saya benar-benar hamil. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Layla, tapi saya yakin bahwa saya hamil."

Kaisar Aarash Ezaz memandang Layla dengan tatapan yang marah. "Layla, apa yang kamu katakan tentang ini? Mengapa kamu berbohong tentang kehamilanmu?" tanya Kaisar Aarash Ezaz dengan nada yang keras.

Layla terlihat semakin panik. Dia tahu bahwa dia tidak bisa mempertahankan kebohongannya lagi. "Saya... saya tidak tahu, Ayahanda. Saya hanya ingin... saya tidak tahu," kata Layla dengan suara yang bergetar.

Kaisar Aarash Ezaz marah dengan jawaban Layla. "Kamu tidak tahu? Kamu tidak tahu?! Kamu berbohong tentang kehamilanmu dan membuat aku percaya bahwa Sofia berbohong! Kamu harus dihukum untuk kebohonganmu!" teriak Kaisar Aarash Ezaz dengan marah.

Layla terlihat ketakutan. Dia tahu bahwa dia akan dihukum berat untuk kebohongannya. "Ayahanda, tolong... tolong ampuni saya," kata Layla dengan suara yang bergetar.

Tapi Kaisar Aarash Ezaz tidak peduli dengan permohonan Layla. "Bawa Layla ke penjara! Dia tidak pantas untuk tinggal di istana ini lagi!" perintah Kaisar Aarash Ezaz dengan nada yang keras.

Pengawal Kaisar Aarash Ezaz bergegas membawa Layla ke penjara, sementara Sofia terlihat lega. "Terima kasih, Ayahanda," kata Sofia dengan nada yang sopan.

Tapi Kaisar Aarash Ezaz tidak tersenyum. "Sofia, aku masih belum selesai dengan kamu. Aku ingin tahu siapa yang membantu Layla dalam kebohongannya," kata Kaisar Aarash Ezaz dengan nada yang serius.

Sofia terlihat terkejut. "Ayahanda, saya tidak tahu apa yang Ayahanda maksud," kata Sofia dengan nada yang tidak yakin.

Kaisar Aarash Ezaz memandang Sofia dengan tatapan yang tajam. "Jangan berbohong padaku, Sofia. Aku tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres di sini. Aku akan menemukan kebenaran, apa pun yang terjadi," kata Kaisar Aarash Ezaz dengan nada yang keras.

1
Patricia Vernanda
keji sekali ternyata layla itu y
Reny Rizky Aryati, SE.: yup, kayak Rohayya 🤭
total 1 replies
sky 15
dah hidupnya di istana bak istana surga masih saja kurang sewotnya layla itu ya ☹️
sky 15
haduh, istri pertama rasa pelakor kalau kayak ketek gini 😄
sky 15
berani mampus lebih baik rebut juga posisi Layla dari jabatan istri pertama, selir Sofia jangan mau kalah ma nenek lampir
sky 15
🤣🤣🤣🤣🤣 gimana seh thor, masak bayinya yang disimpan trus netek susunya ke siapa kalau ibuna di buang 😄
Reny Rizky Aryati, SE.
yang benar buang bayinya dan bunuh ibunya 🤔🙄
Reny Rizky Aryati, SE.: seharusnya kau yang di tendang author 🙄👘
total 2 replies
Reny Rizky Aryati, SE.
semoga berkenan membaca karya author terbaru ini ya semua pemirsa yang budiman dan kreatif 🙏
Reny Rizky Aryati, SE.
letih...
Reny Rizky Aryati, SE.
bola kehidupan tak selamanya mulus
Patricia Vernanda
kenpa diganti covernya thor
Patricia Vernanda
belum apa-apa udah konflik terjadi nih thor 🤭
Patricia Vernanda
🤭 selir rasa istri bisa bisa saja thor ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!