NovelToon NovelToon
Second Half: Velix The Next Legend

Second Half: Velix The Next Legend

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

Velix Purnama umur 26tahun seorang pekerja kantoran tanpa sengaja kembali ke masa lalu saat dia masih menduduki bangku SMP.

"Dengan sistem aku akan mengejar apa yang menjadi mimpiku", ujar Velix

bagaimana kisah Velix menjadi legenda sepakbola mari kita saksikan bersama sama!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7: Orkestrasi sang Gelandang Bertahan

BAB 7: Orkestrasi sang Gelandang Bertahan

Begitu bola digulirkan oleh Tim B, mereka langsung melancarkan serangan agresif. Gelandang serang mereka, Bagas, dengan percaya diri menggiring bola melewati dua pemain kelas 1 dari Tim C yang tampak gugup.

Velix tidak terburu-buru merangsek maju. Pandangannya menyapu lapangan, sementara fitur Analisis Lawan miliknya bekerja mendeteksi data Bagas yang melayang di udara:

[DATA PEMAIN]

Nama: Bagas Saputra

Rating Keseluruhan: 48 / 100

Gaya Bermain: Dribbler Agresif

Kelemahan: Terlalu dominan kaki kanan, visi bermain sempit (jarang membagi bola jika sudah mendekati kotak penalti).

'Hanya melihat bola, tidak melihat pergerakan kawan,' analisis Velix dalam hati dengan ketenangan sedingin es.

Bagas terus menusuk, berniat pamer di depan Pak Joko. Ketika dia bersiap melakukan ancang-ancang untuk menembak dengan kaki kanannya, Velix yang sudah memprediksi arah gerakan tersebut bergerak memotong jalur dengan presisi. Bukan dengan tekel terbang yang kasar, melainkan penempatan posisi tubuh yang sempurna.

Plak!

Velix menjulurkan kaki kirinya secara tenang, mencuri bola dari penguasaan Bagas sebelum anak itu sempat mengayunkan kaki. Bagas terkesima, kaki kanannya hanya menendang angin hingga dia nyaris tersungkur.

"Hei! Bolanya lepas!" teriak Bagas panik.

Velix tidak membuang waktu. Sisi fokus dan seriusnya di dalam lapangan membuat otaknya bekerja secepat prosesor komputer. Mentalitas dewasanya tahu bahwa gelandang bertahan yang baik tidak perlu berlama-lama memegang bola. Tugasnya adalah merebut, lalu mendistribusikan bola seefisien mungkin.

Sebelum gelandang bertahan Tim B datang menekan, Velix melepaskan satu operan pendek mendatar yang akurat ke arah sayap kanan, tempat seorang anak kelas 1 yang berdiri bebas.

Sret. Bola meluncur mulus tepat di depan kaki rekannya.

"Giring terus ke depan! Jangan takut!" seru Velix memberi instruksi dengan suara bariton yang tegas, meruntuhkan keraguan anak kelas 1 tersebut.

Mendengar teriakan penuh wibawa dari Velix, anak kelas 1 itu seperti mendapat suntikan rasa percaya diri. Dia memacu larinya di sisi sayap, memaksa lini belakang Tim B mundur berantakan.

Dari pinggir lapangan, Pak Joko yang memegang papan jalan langsung menghentikan pulpennya. Matanya yang tajam menatap Velix tanpa berkedip. 'Intersepsi yang bersih, posisi berdiri yang matang, dan langsung melepas bola dengan visi yang jernih. Bocah ini... sejak kapan gaya mainnya se-dewasa ini?' batin Pak Joko heran.

Sementara itu, Danu yang menonton dari bangku cadangan Tim A hanya bisa tersenyum tipis. Dia sudah merasakan sendiri bagaimana rasanya "didikte" oleh otak Velix di lapangan kompleks seminggu lalu.

Serangan Tim C terhenti di sepertiga lapangan lawan karena umpan silang yang terlalu deras. Bola kembali dikuasai oleh Tim B. Merasa harga dirinya terluka karena dikolongi tadi, Bagas meminta bola lagi dan mencoba menyerang lewat sektor yang dijaga Velix.

"Gua bales lu sekarang!" gertak Bagas, mencoba melakukan gerakan tipuan melangkah melewati bola (step-over).

Velix bahkan tidak berkedip. Di matanya, gerakan kaki Bagas terasa begitu lambat dan mudah ditebak karena kecenderungan kaki kanannya yang sangat dominan. Begitu Bagas mendorong bola ke arah kanan, Velix dengan dingin memblokade bola tersebut menggunakan sol sepatunya.

Dug!

Bola memantul liar ke arah depan. Velix memacu tubuh 14 tahunnya yang kini jauh lebih bugar berkat latihan harian Sistem untuk mengejar bola liar itu. Dua gelandang Tim B langsung berlari mengurungnya, berniat melakukan jebakan double-team.

Situasinya kritis. Jika Velix kehilangan bola di sini, pertahanan Tim C akan terbuka lebar.

Di sela-sela kepungan itu, sisi antusias sepak bola Velix justru membara. Dia melihat celah sempit di antara selangkangan salah satu bek lawan yang mencoba menutup ruangnya. Memori taktis pria 26 tahunnya tentang operan visioner Kevin De Bruyne mendadak terlintas.

Tanpa menghentikan bola, Velix menggunakan bagian luar kaki kanannya untuk melepaskan operan melengkung mendatar (trivela pass) yang memotong diagonal garis pertahanan lawan.

Wusss!

Bola bergulir dengan efek melengkung yang indah, melewati celah kaki lawan, dan jatuh tepat di ruang kosong di belakang garis pertahanan Tim B. Di sana, striker Tim C yang bertubuh kurus sudah berlari bebas menyambut bola tanpa terkawal.

"Umpan yang gila!" teriak Ryan dari pinggir lapangan sampai melompat berdiri.

Striker Tim C tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Dengan sedikit gugup, anak itu menendang bola ke sudut kiri gawang.

Sret! Bola bersarang di dalam jaring. Gol!

[Notifikasi Sistem: Assist Terdeteksi!]

[Misi Utama Sektor Sekolah: Berhasil Diselesaikan!]

Suasana lapangan sekolah seketika pecah oleh sorak-sorai anak-anak kelas 1. Striker yang mencetak gol langsung berlari memeluk Velix dengan wajah memerah karena gembira. "Kak Velix! Umpan Kakak tadi keren banget! Aku cuma tinggal lari!"

Di luar lapangan, Velix melepaskan mode seramnya. Wajahnya kembali mencair menjadi senyuman hangat seorang kakak yang mengacak-acak rambut juniornya. "Tendanganmu juga bagus. Kerja bagus," puji Velix tulus.

Pak Joko meniup peluit panjang tanda pertandingan internal pertama selesai dengan kemenangan Tim C 1-0. Beliau langsung berjalan mendekati Velix dengan pandangan yang sulit diartikan.

Namun, fokus Velix teralihkan oleh rentetan kembang api digital yang meledak hebat di dalam benaknya.

[Selamat! Hadiah Misi Utama Telah Dikirimkan:]

[+20 System Points (SP) (Total SP Anda: 51 SP)]

[Paket Hadiah Pemula Dibuka...]

[Mengundi Skill Acak Tier Perunggu... Selesai!]

[Selamat! Anda mendapatkan Skill: "Sentuhan Pertama Sutra" (First Touch - Dimitar Berbatov Fase 1)]

Velix hampir saja berteriak kegirangan di depan Pak Joko. Skill Berbatov! Salah satu pemain dengan kontrol bola paling elegan dan magis dalam sejarah sepak bola dunia. Meskipun baru Fase 1, ini adalah senjata mematikan untuk meningkatkan rating tekniknya yang masih rendah.

Gairah mudanya mendidih hebat. Kerangka awal menuju panggung dunia kini bukan lagi sekadar impian di atas kertas lembar kerja kantor.

1
Riyanganz
semangat thor💪
Riyanganz
bagus 👍
Riyanganz
ringan ceritanya mengalir, semoga aja kedepannya ga boring ceritanya
Alia Chans
lanjut🌹✍️🤭
Wawan
Salam kenal buat Velix✍️
aldo
seru sekali 🙏🙏🙏🙏
aldo
ayo lanjut author 🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
NoxVeil
Ayok like dan komen guys biar tambah smngt up nya💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!