NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Gaun Sutra

Dosa Di Balik Gaun Sutra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:69.8k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Salsa sangat mencintai Arkan, tapi Arkan tidak sama sekali. Dia sudah punya kakasih sebelum menikahi Salsa karena perjodohan.

Ditambah, Salsa adalah wanita yang sombong, jahat, serakah, manja, namun cintanya sangat besar pada Arlan. Selama satu tahun pernikahan, Arlan tidak pernah menyentuh Salsa sama sekali, hingga Salsa menggunakan cara licik agar bisa tidur dengan Arkan.

Arkan semakin murka, dia semakin membenci Salsa karena menjebaknya dan membuat hubungannya dengan kekasihnya semakin berantakan. Hingga Arkan mengusir Salsa dari rumah.

Beberapa tahun berlalu, Arkan bertemu kembali dengan Salsa di jalanan dalam keadaan GILA, namum Salsa bersama dengan seorang gadis kecil yang begitu mirip dengannya.

Ternyata dulu saat dia mengusir Salsa, Salsa sedang hamil. Timbullah penyesalan yang tiada tara dari Arkan dan dalam keadaan gila, Salsa selalu mengatakan....

"Apa salahku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Binar yang palsu

Apartemen Nabila, perasaan Salsa kini sudah jauh lebih lega. Beban berat yang semalaman menyumbat dadanya seolah menguap begitu saja bersama dengan tamparan keras yang ia daratkan di pipi wanita itu.

Bagi Salsa, kunjungan singkat tadi adalah sebuah penegasan kekuasaan yang mutlak. Ia telah menunjukkan taringnya, menginjak harga diri rivalnya, dan menanamkan ketakutan yang ia harap cukup kuat untuk membuat Nabila mundur selamanya.

Salsa melangkah masuk ke dalam rumah barunya dengan wajah yang cerah merona, seolah-olah ia baru saja pulang dari perawatan spa mewah, bukan dari melabrak kekasih suaminya.

Tidak ada sedikit pun jejak rasa bersalah atau ragu di wajah cantiknya. Sifat angkuh dan sombongnya membuat ia merasa tindakan tadi adalah hal yang sepenuhnya benar dan sah untuk dilakukan oleh seorang istri yang mempertahankan haknya.

"Bi Inah! Bi Sumi!" Panggil Salsa dengan nada manja namun menuntut begitu ia melewati lobi rumah.

Kedua asisten rumah tangga yang sedang membersihkan ruang keluarga langsung bergegas menghampirinya dengan kepala tertunduk.

"Iya, Nyonya? Ada yang bisa kami bantu?" Salsa meletakkan tas mewahnya di atas meja konsol, lalu berkacak pinggang.

"Hari ini aku ingin kalian menyiapkan makan malam romantis untukku dan Mas Arkan. Masak makanan kesukaan suamiku, lalu masak dengan kualitas terbaik. Tata meja makan di dekat taman belakang dengan lilin dan bunga segar. Aku mau semuanya sempurna malam ini, mengerti?"

"Baik Nyonya. Segera kami siapkan!" Jawab Bi Inah patuh.

Salsa tersenyum puas. Meskipun ia sama sekali tidak bisa memasak, dan enggan mengotori jemarinya yang dihias cantik di dapur, ia merasa perannya sebagai konseptor malam romantis ini sudah lebih dari cukup. Ia hanya perlu memerintah, dan para pekerja rendahan ini yang akan mengeksekusinya.

Dalam benak Salsa yang penuh dengan ego, makan malam ini akan menjadi lembaran baru. Ia berharap, dengan suasana romantis dan pelayanan yang sempurna, Arkan akan mulai sedikit tersentuh dan menyadari bahwa hidup bersamanya tidaklah seburuk yang suaminya bayangkan.

Salsa kemudian melangkah ke lantai dua untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan gaun malam berbahan brokat halus yang sangat cantik.

Ia merias wajahnya dengan saksama, memastikan binar di sepasang mata indahnya terpancar dengan sempurna. Orang yang belum mengenal sosok Salsa yang sebenarnya, pasti akan langsung terpesona dan bertekuk lutut melihat binar mata yang begitu jernih, besar, dan menawan itu.

Mata itu tampak begitu polos dan memikat, memancarkan pesona wanita bangsawan yang sempurna. Namun, bagi orang-orang yang sudah mengetahui tabiat aslinya, binar indah itu hanyalah sebuah kamuflase tingkat tinggi, sebuah topeng cantik yang menyembunyikan sifat manja, serakah, dan kejam di dalamnya.

Selesai bersiap, Salsa turun kembali ke lantai bawah dengan langkah ringan.

Namun, langkahnya langsung terhenti di anak tangga terakhir ketika ia mendengar suara deru mesin mobil yang sangat ia kenal memasuki pelataran rumah.

Salsa melirik jam dinding berlapis emas di ruang tengah. Ini baru jam empat sore. Arkan pulang jauh lebih cepat dari jadwal biasanya. Kejutan yang tak terduga ini seketika membuat mata Salsa melebar gembira.

Binar keceriaan yang tulus terpancar dari wajahnya saat ia bergegas menuju pintu depan untuk menyambut sang suami.

Pintu terbuka, menampilkan sosok Arkan yang melangkah masuk. Namun, atmosfer di sekitar pria itu sama sekali tidak menunjukkan kehangatan sore hari.

Wajah tampan Arkan tampak membiru menahan amarah, dengan rahang yang mengatup begitu rapat hingga membentuk garis keras yang mengerikan. Tatapan matanya lurus menembus ke depan, seolah siap mencabik siapa saja yang menghalangi jalannya.

Salsa, dengan segala kenaifan obseseifnya, mengabaikan sinyal bahaya tersebut. Ia tetap menghampiri Arkan dengan senyum manis yang mengembang lebar di bibirnya.

"Mas, kamu sudah pulang?" Sapa Salsa dengan nada suara yang sengaja dibuat semerdu mungkin. Ia mencoba meraih tangan Arkan, berniat untuk menyambutnya seperti seorang istri yang berbakti.

"Aku tidak tahu kamu akan pulang secepat ini, padahal aku sedang menyiapkan makan malam romantis buat kita. Aku sudah menyuruh orang rumah untuk memasak makanan kesukaanmu, dan aku..."

"Apa yang kamu lakukan pada Nabila?!"

Sebuah sentakan keras, berat, dan penuh dengan getaran murka seketika memotong rentetan kalimat ceria dari mulut Salsa.

Suara Arkan menggelegar di ruang tamu yang sunyi, membuat dua asisten rumah tangga yang berada di dapur langsung menghentikan kegiatan mereka karena ketakutan.

Senyum di wajah Salsa membeku. Binar di matanya meredup sesaat, berganti dengan kilatan defensif yang cepat. Ia mundur satu langkah, mencoba mempertahankan keangkuhannya.

"Apa maksud kamu Mas? Aku tidak mengerti!"

"Jangan pura-pura tidak tahu Salsa!" Bentak Arkan lagi, selangkah demi selangkah mendekati Salsa dengan aura intimidasi yang sangat pekat.

Sepasang matanya merah menyala karena amarah yang sudah mencapai puncaknya setelah ia kembali ke apartemen Nabila dan menemukan kekasihnya menangis histeris dengan sudut bibir yang berdarah.

Salsa mendengus sinis, sifat sombongnya kembali mengambil alih kendali diri. Ia melipat tangannya di dada, menatap Arkan dengan pandangan menantang.

"Oh, jadi wanita miskin itu langsung mengadu padamu? Cepat sekali ya. Ternyata selain murahan, dia juga seorang pengecut"

Mendengar penghinaan yang kembali dilontarkan untuk Nabila, kesabaran Arkan habis total.

Dengan gerakan yang sangat cepat dan tidak terduga, tangan kanan Arkan melesat maju, mencengkeram rahang Salsa dengan sangat kuat menggunakan jemarinya yang kokoh.

"Akh!" Salsa terlonjak, pekikan tertahan lolos dari tenggorokannya.

Cengkeraman tangan Arkan di rahangnya begitu bertenaga, menekan tulang pipi dan sendi rahangnya hingga Salsa terpaksa mendongak demi mengimbangi tekanan tersebut.

Jantung Salsa berdegup kencang, bukan karena cinta, melainkan karena syok atas tindakan fisik pertama yang ia terima dari Arkan.

Arkan mendekatkan wajahnya yang dipenuhi kebencian, menatap tepat ke dalam manik mata Salsa yang kini dipenuhi keterkejutan.

"Dengar baik-baik, Salsa Brahmantyo" Desis Arkan dengan suara rendah yang sangat mengerikan.

"Kau boleh saja menggunakan uang sialan keluargamu untuk mengikat ragaku di rumah ini. Kau boleh memiliki status palsu ini. Tapi aku tidak akan pernah membiarkan tangan kotormu menyentuh atau melukai Nabila sedikit pun!"

"S-sakit Mas, lepas...." Salsa meringis kesakitan, suaranya tercekat karena cengkeraman di rahangnya semakin mengencang.

Isi kepalanya bergejolak antara rasa takut dan rasa tidak terima karena diperlakukan sekasar ini.

Namun, Arkan tidak menunjukkan belas kasihan sedikit pun. Baginya, wanita di hadapannya ini adalah iblis egois yang tidak memiliki perasaan.

"Semakin kau menyentuh Nabila, semakin kau mengusiknya, maka aku akan semakin membencimu setengah mati, Salsa! Ingat itu!"

Setelah menumpahkan seluruh ancamannya, Arkan menyentak tangannya dengan kekuatan penuh, melepaskan cengkeramannya dari rahang Salsa dengan sangat kasar.

Sentakan yang tiba-tiba itu membuat tubuh Salsa yang mengenakan sepatu hak tinggi kehilangan keseimbangan. Ia terhuyung beberapa langkah ke belakang dan hampir saja terjatuh jika pinggulnya tidak membentur pinggiran meja konsol kayu yang tebal.

Arkan sama sekali tidak peduli apakah Salsa terluka atau tidak. Tanpa memandang istrinya lagi, pria itu membalikkan badan dengan gusar, melangkah lebar-lebar menaiki anak tangga menuju ruang kerjanya di lantai dua, lalu membanting pintunya dengan sangat keras hingga menimbulkan bunyi dentuman yang mengguncang langit-langit rumah.

Suasana ruang tamu kembali jatuh ke dalam keheningan yang mencekam. Salsa berdiri bergeming di samping meja, perlahan mengangkat tangan kirinya untuk menyentuh rahangnya sendiri yang kini terasa sangat linu, panas, dan berdenyut sakit.

Kulit putihnya di sekitar rahang pasti akan meninggalkan bekas memar merah keunguan akibat tekanan jemari Arkan yang luar biasa kuat tadi.

Napas Salsa tersengal-sengal, dadanya naik turun dengan cepat saat ia mencoba mengatur emosinya yang campur aduk.

Rahangnya terasa sangat sakit, namun luka fisik itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa sakit yang kini mengoyak hatinya. Pria yang teramat sangat dicintainya, pria yang statusnya sudah menjadi suaminya yang sah, baru saja mengasarinya demi membela wanita lain di hari pertama pernikahan mereka.

Namun, jangan kira Salsa akan hancur dan menangis meratapi nasibnya seperti yang dilakukan Nabila di lantai apartemen. Sifat sombong, angkuh, dan keras kepala yang tertanam kuat di dalam dirinya menolak keras untuk terlihat lemah.

Di dalam kamus hidup Salsa, menangis karena seorang pria,.bahkan di hadapan pria itu sendiri, adalah hal yang haram dan tabu untuk dilakukan.

Ia tidak akan membiarkan air matanya menggenang di pelupuk mata sedikit pun.

Salsa menurunkan tangannya dari rahang. Tatapan matanya yang semula terkejut perlahan berubah menjadi sedingin es, menatap lurus ke arah tangga tempat Arkan menghilang.

Rasa sakit di hatinya tidak melemahkan obsesinya, melainkan justru mengkristal menjadi sebuah dendam dan tekad yang jauh lebih gelap dan berbahaya.

"Kamu membenciku karena dia Mas?" Gumam Salsa dengan suara yang teramat tenang namun terdengar sangat mengerikan di tengah ruangan yang sunyi. Ia memaksakan sebuah senyuman tipis yang kaku di bibirnya.

"Kalau begitu, aku akan memastikan bahwa alasan kebencianmu itu akan benar-benar hilang dari dunia ini. Kita lihat saja, siapa yang akan bertahan sampai akhir!"

1
Rina Wati.S
bawangnya kpn habisnya kak San.
🌿🌺WINA🌸🌿
Arkan itu karma buat kamu dulu tega sekali mengusir salsa tanpa belas kasian, katanya kuat arkan menerima kebencian dari salsa dan ayu menebus semua kesalahanmu...
wajar ayu sangat membencimu arkan, karena kamu penyebab ibunya sangat menderita sampai gangguan jiwa dan depresi, salsa dan ayu sangat menderita hidupnya...

Arkan sabar meluluhkan hatinya ayu, gercap arkan cari dokter yg terbaik menyembuhkan salsa, dan dibantu suster weni merawat dan menjaga salsa...

Kamu jangan samapai kelihatan lemah arkan didepan salsa dan ayu berusaha kuat, tunjukan ketulusanmu dan niat baik pasti salsa dan ayu akan luluh hatinya dan menerimamu kembali....
semua butuh proses arkan pelan-pelan dekat salsa dan ayu, ditolak terus
jangan sampai menyerah pasti salsa dan ayu memaafkanmu lama-lama arkan....

salsa sangat tulus mencintaimu arkan, mungkin caranya salah ingin memilikimu sampai menjebakmu pake obat perangsang sampai tidur bareng...
kamu sangat kasar tega sekali mengusir salsa, semua penderitaan salsa dimulai...

kamu lebih percaya wanita rubah itu arkan, penuh tipu daya nabila sok polos dan lugu....
Felycia Fernandez
😭😭😭😭😭😭😭😭
Cahaya
lanjut
Cahaya
aduhh ayu 😭😭😭😭 ngga kuat tisu sampay habis ini 😭😭😭😭😭
mb peppy
ketidak berdayaan salsa dan penolakan ayu adalah hal yg teramat menyakitan buatmu arkan
Ari Atik
next.....
Ari Atik
gk bisa ngomong apa2..
yg jelas setiap part bikikn aq trenyuh dan mewek...
dyah EkaPratiwi
lekas Carikan dr Arkan biar salsa bisa pulih lagi
Yeye 🐱
baru 3 hari, Sallsa aja 1 thn kamu cuekin, kamu maki2,, dih 😏
Nar Sih
penolakan lgi dan lagi ,mungkin ini lah blsan untuk mu arkann,tpi tetap lah berusaha berdoa mohon ampunan yg di atas yg maha membolak balikkan hti seseorang ,semoga usaha mu mendekat lgi dgn salsa juga putri mu sgra di kabul kan yg di atas
Linda Gunawan
pagi menjelang siang ini udah menangisi Ayu. /Sob/
Melly
masa kalah sama Salsa yg 1 tahun dicuekin, dimaki, terakhir diusir sama dibikin bangkrut
Teti Hayati
Harus tahan....
harus kuat...
sudah jadi resiko..
pecinta novel lealistis
sambil nungguin update terbaru aku baca baca ulang part nyesek
Nureliya Yajid
lanjutkan
Silvia
berusaha lebih keras lagi Arkan
Hanima
Hikssss
Semoga Arkan menjadi Gila
dan semua harta nya buat Ayu
itu rasa nya baru setimpal 🔥😡
SasSya
🥺🥺🥺🥺😥😢😓
anak usia 5 thn sekritis iniiiii
Dunia memaksa tumbuh dewasa sebelum waktunya
SasSya: miris Za kaaakkkk
mereka kehilangan masa kecilnya
total 2 replies
Agnezz
di bab Neraka, Ayu mengatakan ayahnya adalah bintang dilangit yg tidak bisa mereka jangkau. tapi disini dibilang Ayahnya hanya mau dengan wanita baik 🤔🤔 mana yg bener, mungkin Salsa suka berubah2 juga cara menerangkan pada Ayu ttg keberadaan ayahnya. 🤔🤔
santi.santi: nah betul, Iki kan ayahnya sama wanita baik dan nggak bisa dijangkau 🫣
intinya itu pikirannya nggak selalu tentang kejahatan Arkan, kadang juga tentang salsa yang percaya bahwa Arkan akan menjemputnya
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!