NovelToon NovelToon
Kebangkitan Meridian Naga

Kebangkitan Meridian Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

Di tengah kemegahan Klan Naga Api, Ren hanyalah aib dan sampah masyarakat. Dilahirkan dengan meridian yang tertutup rapat, ia dianggap tidak memiliki bakat sama sekali. Hinaan, pukulan, dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya, hingga akhirnya ia diusir dengan kejam dari klannya sendiri, dibiarkan mati di alam liar.

Namun, takdir memiliki rencana lain. Di ambang kematian, darah nenek moyang yang terpendam di dalam tubuhnya akhirnya berdenyut. Meridian yang dianggap cacat itu ternyata adalah Ruang Suci Naga, tempat bersemayamnya kekuatan purba yang telah tertidur ribuan tahun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Latihan Tanpa Henti Mengumpulkan Energi di Tempat Terlarang

"Jadi, teknik ini benar-benar berbeda dari yang lain?" tanya Ren sambil memutar-mutar jari, merasakan aliran energi yang baru saja ia pelajari.

Mereka kini sedang berjalan menyusuri lereng pegunungan Azure. Matahari sudah mulai condong ke barat, namun Ren tidak merasa lelah. Semangatnya membara seperti api.

Tentu saja berbeda. Jika teknik orang lain seperti mengisi ember dengan air, teknik kita seperti mengeringkan samudra untuk dijadikan milik sendiri, jawab Naga Emas dengan nada sombong namun benar. Kita tidak butuh energi yang halus dan lembut. Kita butuh energi yang kasar, padat, dan liar!

"Energi yang liar?" Ren mengerutkan kening. "Di mana aku bisa mendapatkannya? Di hutan biasa saja energinya tipis."

Di depan sana... kau mencium baunya tidak? Bau belerang dan panas?

Ren menghentikan langkahnya. Ia mengendus udara. Benar! Ada aroma panas yang menyengat terbawa angin.

"Itu bau... gunung berapi?"

Tepat. Ada kawah aktif tidak jauh dari sini. Tempat itu dipenuhi energi Api Bumi yang sangat padat dan ganas. Bagi kultivator biasa, tempat itu adalah neraka. Masuk sebentar saja meridian mereka bisa meleleh dan terbakar.

Naga Emas tertawa.

Tapi bagi kita... itu adalah surga! Tubuhmu terbuat dari "Besi Naga", kau tahan terhadap suhu ekstrem. Semakin panas, semakin cepat kita berkultivasi!

Mata Ren berbinar. "Bagus! Ayo kesana!"

"Ren, tunggu!"

Tiba-tiba tangan halus Xue Ying menarik lengan bajunya. Gadis itu tampak khawatir.

"Jangan pergi ke arah sana. Itu adalah Lembah Api Neraka. Penduduk desa bilang tempat itu terlarang. Sangat panas dan beracun. Tidak ada yang pernah kembali dari sana setelah masuk terlalu dalam," kata Xue Ying dengan serius.

Ren menatap wajah cantik itu yang dipenuhi kekhawatiran. Hatinya terasa hangat.

"Jangan khawatir, Xue Ying. Aku bukan orang biasa lagi," Ren tersenyum percaya diri. "Aku butuh tempat yang keras untuk melatih tubuhku. Ingat apa yang aku bilang? Tubuhku butuh bahan bakar yang kuat."

"Tapi..."

"Aku akan baik-baik saja. Percaya padaku," Ren menepuk tangan Xue Ying pelan. "Kau bisa menungguku di pintu masuk, atau cari tempat aman di sekitar sini. Aku janji tidak akan bertindak nekat."

Melihat tekad Ren yang begitu bulat, Xue Ying akhirnya mengangguk pelan. "Baiklah. Tapi hati-hati. Jika ada apa-apa, teriakkan namaku. Aku akan datang menolong walau harus membakar tempat itu."

Ren tertawa kecil. "Siap, Komandan!"

 

Sepuluh menit kemudian.

Pemandangan di depannya berubah drastis. Pepohonan hijau berganti menjadi bebatuan hitam gosong dan tanah merah yang retak. Suhu udara meningkat drastis, membuat udara terlihat bergetar karena panas.

Di tengah lembah, sebuah kawah besar mengeluarkan asap tebal dan suara gemuruh rendah yang menggetarkan dada. Energi di sini begitu padat dan kental, terasa seperti cairan api yang menyengat paru-paru saat dihirup.

"Pan... panas sekali..." Ren mengelap keringat yang langsung membanjir. Bahkan kulitnya terasa perih.

Alami saja. Ini hanyalah pemanasan. Cepat, duduk bersila di tengah aliran energi itu!

Ren berjalan menuju sebuah dataran batu tepat di samping aliran sungai lava yang membeku. Ia duduk bersila, menegakkan punggung.

"Buka teknik Kode Naga Surgawi lapis pertama!"

Perintah itu meledak di kepalanya. Ren segera memejamkan mata, mengatur napas sesuai ritme aneh yang diajarkan leluhurnya.

Hirup... tahan... hembuskan...

Saat ia menarik napas panjang, sesuatu yang luar biasa terjadi!

Energi panas di sekitarnya yang tadinya tidak kasat mata, kini terlihat seperti asap merah menyala yang kental. Di bawah teknik Ren, energi-energi itu berputar membentuk pusaran angin puyuh kecil tepat di atas kepalanya.

WUTTT!!!

Seperti air bah yang menerobos bendungan, energi api itu disedot masuk ke dalam tubuh Ren dengan kecepatan yang menakutkan!

"AAAAAAHHHH!!!" Ren meringis kesakitan. Rasanya seperti menelan bara api langsung! Seluruh pembuluh darahnya terasa terbakar, otot-ototnya tegang seperti tali busur yang hendak putus.

Jangan berhenti! Jangan lepaskan! Biarkan ia membakar kotoran di dalam tubuhmu! Ini adalah penempaan! teriak Naga Emas.

Tubuh Ren memerah padam, uap panas mengepul dari pori-pori kulitnya. Keringat yang keluar pun langsung menguap sebelum sempat jatuh ke tanah.

Rasa sakit itu luar biasa. Seperti dicincang, direbus, dan dipukul sekaligus. Tapi Ren mengertakkan gigi. Ia ingat hinaan di klan. Ia ingat dinginnya malam di bawah jembatan. Dibandingkan rasa sakit itu, rasa bakar ini hanyalah sentuhan ringan!

"Aku... tidak... akan... MENYERAH!!"

Ren berteriak dalam hati, memaksakan meridiannya untuk menampung lebih banyak lagi.

Dan keajaiban terjadi.

Energi api yang ganas itu, bukannya merusak tubuhnya, justru bercampur dengan darah emas di nadinya. Setiap aliran energi yang masuk, membuat ototnya lebih padat, tulangnya lebih keras, dan kulitnya lebih kebal.

Lembah api itu bukan lagi musuh, melainkan makanan terbaik!

 

Waktu berlalu begitu cepat. Satu jam... dua jam... matahari terbenam, bulan pun naik tinggi.

Ren tidak bergerak sedikit pun. Ia seperti patung batu yang duduk di tengah neraka api. Namun pusaran energi di sekitarnya semakin besar, semakin cepat.

Bagus... sangat bagus! puji Naga Emas. Energi yang kau serap dalam satu malam ini setara dengan latihan keras orang biasa selama sepuluh tahun! Tubuhmu mulai terisi perlahan.

"Apakah... aku sudah mencapai level Pemula?" tanya Ren dengan napas berat.

Level Pemula? Hahaha! Kau sudah melewatinya! Saat ini kau sudah menginjak level Perbaikan Qi tingkat menengah! Dan fondasimu jauh lebih kokoh dari siapa pun!

Ren membuka matanya. Dua sinar cahaya emas melesat keluar dari pupilnya, menghilang seketika.

Ia mengepalkan tangan.

BOOM!

Hawa pukulan yang tak terlihat meledak ke depan, menghancurkan bebatuan di hadapannya menjadi debu tanpa perlu menyentuhnya!

"Ini... ini kekuatanku sekarang?" Ren takjub. Ia merasa ringan seperti bulu, namun kuat seperti gunung.

Ini baru permulaan. Lembah ini akan menjadi markas rahasiamu. Selama kita di sini, kekuatanmu akan melesat seperti roket!

Tiba-tiba, indra Ren menangkap sesuatu.

Sssst... ada orang datang.

Ren segera bersembunyi di balik tebing besar. Ia melihat ke arah pintu masuk lembah.

Beberapa sosok berpakaian hitam sedang berjalan berkelompok. Mereka membawa obor dan terlihat waspada.

"Hei, kalian yakin gadis pembawa pedang suci itu lewat sini?" tanya salah satu dari mereka.

"Pemimpin pasti. Jejak kakinya mengarah ke sini. Dia pasti bersembunyi di sekitar gunung ini. Tangkap dia hidup-hidup! Batu Roh Biru dan Pedangnya harus kita bawa pulang!"

Wajah Ren berubah dingin. Alisnya terangkat marah.

Mereka mencari Xue Ying?!

Api kemarahan kembali menyala di dadanya, kali ini bercampur dengan kekuatan baru yang ia miliki.

"Kalian mencari teman ku...?" bisik Ren pelan, matanya memancarkan kilatan mematikan. "Sayang sekali... kalian datang di waktu yang salah."

Ia melangkah keluar dari bayang-bayang tebing. Bayangannya panjang dan menyeramkan di bawah cahaya api kawah.

"Karena sekarang... aku sedang sangat butuh lawan untuk menguji kekuatanku."

1
Jade Meamoure
😍😍😍
Jade Meamoure
novel yg bagus...moga kedepannya anda tetap berkarya
Jade Meamoure
kisah percintaan d balut kultivasi tp aq salut Krn tk ada adegan yg vulgar hanya d novel anda lho Thor 👍👍👍 sukses n sehat selalu
Didit Nur
terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan
Didit Nur
MC nya terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan, biasanya air beriak tanda tak dalam. harusnya seperti laut yg tenang Namum memiliki ombak yg ganas
Cahya Laela Tsaniya
kata keren kayaknya kurang pas 🙏🏾🙏🏾🙏🏾mungkin kata luar biasa sedikit cocok.
.🙏🏾🙏🏾🙏🏾 maafkan saya sedikit sok tau🤭
Cahya Laela Tsaniya
terdengar aneh kata Mbak 🙏🏾🙏🏾,mungkin kata Mbak diganti Nona ,biar enak didengar🤭
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪
Cahya Laela Tsaniya
Kayaknya ada yg terlewat / tidak terbaca ya🤔🤔🤔🤔??? Tingkatan kultivasi apa saja Thor??
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪!!!!
T28J
semangat thor✍️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!