NovelToon NovelToon
Perisai Sang Mafia

Perisai Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Reigan Douglas hanya bisa patuh saat Kakek memaksanya menikahi Hana—gadis "kampung" bermata bulat. Pernikahan itu terasa datar dan mati. Bagi Reigan, kehadiran wanita itu hanya akan membatasi geraknya sebagai penguasa Odelgard.

Namun, segalanya berubah ketika sebuah peluru melesat dan nyaris menembus pelipisnya. Reigan pun menyadari satu fakta yang menghantam egonya: peluru penyelamat itu berasal dari senjata milik Vesper—sniper legendaris yang ternyata adalah Hana, istrinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 7 Kekacauan di depan minimarket

Reigan memijat pelipisnya yang berdenyut. Pertemuan di pinggiran kota tadi benar-benar menguras kesabaran, dan satu-satunya hal yang ia inginkan adalah sampai di apartemen untuk membersihkan diri.

Pikirannya masih tertuju pada "Phantom" dan pengkhianatan Boris, hingga Marco tiba-tiba menginjak rem dengan cukup keras. Ban mobil Rolls-Royce Ghost itu berdecit di aspal, memaksa tubuh Reigan tersentak ke depan.

"Kenapa berhenti mendadak, Marco?" tanya Reigan dengan suara rendah yang penuh ancaman.

"Ada kekacauan di depan, Bos."

Perkelahian pecah tepat di area parkir.

Akses menuju apartemen mereka tertutup total oleh kerumunan pemuda yang saling lempar botol dan mengayunkan rantai besi. Reigan menggeram kesal. Ia hanya ingin pulang dan beristirahat, namun jalanan justru tersumbat oleh hal-hal remeh.

"Siapa?"

Marco mencoba meneliti situasi di area parkir sebuah minimarket. "Hanya perkelahian preman, Bos."

"Putar. Kita tidak boleh berurusan dengan hal-hal remeh seperti itu," perintah Reigan dingin.

"Baik, Bos."

Namun, sebelum Marco sempat memutar setir, mata tajam Reigan menangkap sesuatu yang mustahil di tengah hujan pecahan kaca. Hana berdiri di sana, terjepit di antara lingkaran massa yang kalap, sambil memeluk sebuah kantong plastik kecil dengan wajah tenang yang menyebalkan.

"Wanita gila itu..." Reigan menggeram, suaranya rendah dan penuh ancaman. "Kenapa dia ada di sana? Tunggu, Marco."

"Iya, Bos?" Marco urung menjalankan mesinnya mobilnya untuk memutar.

"Jangan berputar."

"Kita akan ikut acara mereka?" Marco bersemangat.

"Tidak. Tunggu disini. Aku akan keluar."

"Untuk apa?" Marco menoleh ke belakang mengikuti langkah pria itu yang keluar dari mobil.

"Properti kakek ada disana. Aku harus melindunginya," ujar Reigan sambil menggeram marah. Marco mematikan mesin.

"Properti kakek Douglas? Apa? Minimarket itu atau apa?" Gumam Marco bingung.

Reigan turun dari mobil dengan tenang. Langkahnya tidak ragu saat masuk kedalam lingkaran keramaian para preman yang bentrok. Meskipun begitu, ia tentu tak luput dari serangan orang-orang yang sedang dalam kondisi memanas. Reigan menghalau mereka bagaikan hanya lalat yang berterbangan di sekitarnya. Bahkan dengan gerakan yang sederhana.

"Ah, harusnya aku ikut juga meski itu hanya seperti jentik nyamuk." Marco yang menyaksikan juga senang. Adrenalinnya naik ingin ikut gabung. Namun dia tetap ingat perintah untuk diam di mobil saja. "Sebenarnya Bos sedang apa? Dia mau melindungi apa?" Rasa penasaran terus menyerang dirinya.

Suasana di area parkir minimarket itu benar-benar kacau. Bau aspal yang panas bercampur dengan aroma amis dari pecahan botol bir yang menguap di bawah terik matahari sore. Para preman itu seolah kehilangan akal sehat, saling hantam dengan amarah yang buta.

Namun, di tengah hiruk-pikuk itu, sosok Hana tampak begitu kontras dan janggal di tengah hiruk-pikuk tawuran itu. Di antara keringat, debu, dan caci maki para preman, ia tetap berdiri tegak dengan ketenangan yang mengintimidasi.

Reigan melangkah memotong kerumunan itu dengan dominasi yang mutlak. Seorang pemuda bertato, yang entah sengaja atau tidak, mencoba menghalangi jalannya dengan balok kayu.

Tanpa menghentikan langkah, Reigan menangkap pergelangan tangan pria itu, memutarnya hingga terdengar bunyi retakan tumpul, dan mendorongnya jatuh ke aspal tanpa sedikit pun ekspresi kasihan di wajahnya. Baginya, manusia-manusia ini tak lebih dari gangguan kecil yang menghambat urusannya.

Baginya, para preman ini tak lebih dari gangguan kecil atau lalat yang menghambat urusan pentingnya. Ia tidak peduli pada siapa pun yang nyaris menyenggol setelan jas mahalnya; prioritasnya saat ini hanyalah mengamankan "properti" miliknya sebelum lecet sedikit pun.

Dengan sentakan yang kasar dan penuh otoritas, Reigan mencengkeram lengan Hana dengan sangat kasar. Sentakan yang memaksa wanita itu berbalik seketika.

"Reigan?" Hana terkejut ada pria ini.

Ia menyeretnya menjauh dari lingkaran itu.

"Wanita? Siapa itu? Kenapa bos menolongnya?" Marco yang tidak tahu soal pernikahan ini, heran.

Reigan membawa Hana masuk ke mobil seolah sedang mengamankan barang pecah belah yang nyaris hancur.

"Masuk," perintah Reigan. Hana patuh. Reigan kemudian masuk juga sambil membanting pintu. "Jalan, Marco. Memutar." Suara Reigan tidak sabar.

"Baik Bos." Marco memutar mobil dan mencari jalan lain menjauhi kericuhan.

Hana melihat ke sekitar. Juga melihat ke arah Marco yang mengemudi.

***

Setelah berada dalam jalur aman, Reigan menatap Hana tajam.

"Kau sedang apa di sana?" desis Reigan tepat di depan wajah Hana, napasnya memburu karena amarah yang memuncak.

Marco melihat kaca spion diatas.

Hana hanya menatapnya dengan mata kosong yang tenang, lalu melirik ke arah kantong plastiknya. "Aku hanya ingin beli camilan. Aku lapar."

Reigan tertawa sinis, suara yang lebih mirip geraman binatang buas. Ia menyeret Hana menuju mobil, mengabaikan fakta bahwa pegangannya mungkin akan meninggalkan bekas memar di kulit pucat itu.

"Kau mempertaruhkan nyawamu demi camilan ini?"

"Tidak. Aku tidak tahu kalau diluar minimarket ada kekacauan. Tadinya tenang." Jawaban simpel, fakta dan menyebalkan.

Marco mengangguk setuju dengan jawaban wanita ini. Namun ia ingin lihat ekspresi bosnya.

"Dengarkan aku, Hana. Sebaiknya kamu tetap tinggal di dalam apartemen. Kamu bisa makanan online jika tidak ada makanan dirumah. Ini bukan hutan." Reigan bicara sambil menggeram.

"Maaf, aku tidak punya uang dan handphone." Hana menunjukkan mata polosnya.

Marco nyaris tersedak ludahnya sendiri. Ia harus menahan diri agar tidak tertawa keras saat melihat bosnya yang perkasa tampak kehilangan kata-kata. Namun rasa ingin tahunya makin besar karena ada seorang wanita biasa yang berani bersikap tenang didepan Reigan.

Reigan tertampar fakta. Sejak menikah, dia membiarkan wanita ini bertahan hidup sendirian. Tanpa uang.

"Aku pikir kakek memberimu uang saku yang banyak." Ini sindiran.

"Ada, tapi aku harus berhemat untuk makan." Jelas sekali jejak kemiskinan yang kuat. Hemat ekstrem.

Marco mengangguk dengan senyuman geli dibibirnya. Sekilas, ekor mata Hana tertuju pada Marco. Ini membuat Marco menoleh ke belakang dengan cepat.

"Perhatikan jalanmu, Marco!"

"Maaf, Bos!" Marco langsung melihat ke depan lagi dengan senyum kecut.

Reigan memalingkan wajahnya ke arah jendela, mendengus kesal karena harus mengotori tangannya hanya untuk menyelamatkan sebuah "aset" yang bahkan tidak mengerti bahaya.

Sementara itu, Hana kembali tenang, seolah teriakan Reigan barusan hanyalah kebisingan latar belakang yang tidak penting.

Mobil Rolls-Royce Ghost  itu meninggalkan area minimarket dengan suasana yang jauh lebih mencekam daripada tawuran di luar. Reigan duduk dalam diam, memancarkan aura yang membuat Marco terus melirik kaca spion dengan cemas.

"Bawa kita ke kantor, Marco," perintah Reigan tanpa mengalihkan pandangan dari jendela.

"Tidak jadi pulang, Bos?"

"Nanti. Nico sudah menunggu. Kita tidak punya waktu untuk mengantar dia pulang sekarang," sahut Reigan.

"Baik, Bos," sahut Marco patuh.

1
Idah Faridah
dtunggu thor up nya
Idah Faridah
ternyata hana bukan perempuan biasa👍
Lady Ve: Terima kasih Sudah mampir untuk baca🙏
total 1 replies
Riri
reigan ketagihan dialog sama Hana...
Riri
aura gadis desa itu...
Riri
POV Marco: dikira jaman purba
Riri
😂😂😂
Riri
kayak horor punya suami kek Regan
Kusyanti Handayani
thorrr llamnnjuttt lah
E F
lanjuttttt thor dobleeeee🙏💪😍
E F
lanjuttt thor💪😍
Lady Ve: Terima kasih tetap baca.
total 1 replies
Anonim
❤️❤️❤️
Kusyanti Handayani
semangat ladyyyy lanjooootttt
E F
tq thor🙏😍
semangattttt
lanjutttt😄💪
Anonim
❤️❤️❤️
pawon ngebul
kakak othor pokoknya getar hrs update biar g getir nungguinya😩🥺🥺🥺🥺🙏🙏🙏🙏
Lady Ve: 🤣🤣🤣🤣. iya tenang ....
total 1 replies
Kusyanti Handayani
bikin bedebar hanaaaa
Kusyanti Handayani
lanjuttttt
Herlin
Hana..... Sangaaar
Lady Ve: 🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
E F
tq thor🙏😍
lanjuttt
smangattt💪😄
Lady Ve: Terima kasih😊
total 1 replies
E F
lanjuttt thor🙏😍dobleeee💪😄
Lady Ve: Siap. terima kasih sudah baca.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!