NovelToon NovelToon
GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Idola sekolah
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Zea pernah diam-diam mencintai Bara, sang kakak kelas di SMA . Namun sebuah kejadian memaksanya pergi, meninggalkan perasaan itu tanpa sempat terungkap.

Sepuluh tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali dalam posisi yang berbeda yaitu Bara sebagai atasan dan Zea sebagai bawahan.

Perasaan lama yang Zea kira telah hilang, ternyata masih tersimpan rapi. Tanpa ia sadari, Bara pun menyimpan hal yang sama selama ini.

Namun waktu telah mengubah banyak hal. Rahasia masa lalu, jarak yang dulu tercipta, dan keadaan sekarang menjadi penghalang yang tak mudah dilewati.

Kini, keduanya harus memilih bertahan dalam diam, atau akhirnya memperjuangkan cinta yang sempat tertinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Malu yang Membuat Jarak

Perjalanan terasa sangat panjang bagi Zea, meski sebenarnya hanya butuh waktu sepuluh menit saja.

Rasa hangat di pinggangnya seakan tidak hilang-hilang, membuatnya berkali-kali hampir kehilangan konsentrasi.

Akhirnya, mereka tiba di sebuah bengkel motor yang cukup besar dan ramai.

Zea langsung menepikan motornya dan mematikan mesin. Dia buru-buru turun dan berdiri agak jauh dari Bara, berusaha menenangkan jantungnya yang masih berpacu cepat.

"Nah, sampai juga nih. Kamu urus sendiri aja ya, aku ngantar sampe sini." ucap Zea berpura-pura sibuk merapikan jaketnya.

Bara turun dengan gerakan santai. Dia menatap Zea sebentar, melihat pipi gadis itu yang masih terlihat merah padam.

Dia menghela napas panjang, lalu untuk pertama kalinya... dia tersenyum tulus. Bukan senyum menyeringai, tapi senyum ramah yang sangat jarang ditunjukkannya.

"Zea..." panggil Bara.

"Hah? A-apaan?" sahut Zea menoleh kaget.

"Makasih ya udah mau nganterin aku. Maaf juga tadi... soal tangan aku yang nggak sengaja pegang kamu. Aku beneran nggak sengaja, karena jalanannya lubang banget." ucap Bara menatap mata Zea dengan tatapan lembut.

Mendengar ucapan terima kasih dan permintaan maaf itu, jantung Zea rasanya mau copot.

Cowok dingin yang biasanya jutek dan galak ini bisa juga ya bersikap manis?

"Baiklah, Nggak apa-apa kok! Lagian kan emang nggak sengaja, aku juga tau kok. Udah santai aja bro!" jawab Zea langsung mengeleng-geleng kepala, berusaha terlihat cuek padahal dalemnya meleleh.

Zea tertawa kecil untuk menutupi kegugupannya. Padahal di dalam hati dia berteriak:

''Duh Gusti, makasihnya manis banget sih! Aku Mau pingsan!''

"Pokoknya makasih. Aku gak tau harus gimana kalau ketemu orang lain. Kamu emang... beda." ucap Bara tulus.

Kalimat singkat itu membuat dunia Zea seakan berputar berhenti.

'Beda? Bara bilang gue beda?'

"Y-ya udah deh! Aku pulang dulu ya! Kamu urus motornya! Dadah!" seru Zea.

Tanpa menunggu jawaban, Zea langsung loncat naik motor dan gas pol pergi meninggalkan bengkel, meninggalkan Bara yang masih berdiri memandangi kepergiannya dengan senyum tipis.

 

KEESOKAN HARINYA...

Matahari pagi bersinar terang, tapi tidak dengan suasana hati Zea.

Semalaman dia susah tidur. Bayangan kejadian kemarin terus berputar di kepalanya. Suara Bara yang bilang makasih, senyumnya, dan yang paling parah... rasa tangannya yang melingkar di pinggang.

''Ya ampun Zea... kamu kenapa sih jadi gini?'' batin Zea berontak saat berjalan menuju gerbang sekolah.

''Cuma disentuh doang kok lebay banget. Tapi... tapi rasanya beda banget. Apa aku jadi kelihatan norak ya di mata dia?''

Rasa percaya diri yang biasanya dia punya tiba-tiba hilang entah kemana. Dia jadi ingat lagi kalau Nayla aja ditolak, masa dia yang cuma cewek biasa ini malah berani-beraninya dibonceng dan disentuh Bara?

''Mesti aku menghindar dulu deh. Daripada ketemu dia terus aku jadi salah tingkah atau malah ngomong hal yang memalukan. Mending jaga jarak. Biar dia juga nggak risih.'

Dengan tekad bulat, Zea memasuki area sekolah dengan mode Sembunyi-Sembunyi.

 

📍 Di Lorong Sekolah

Situasi di sekolah mulai ramai. Bara datang seperti biasa dengan aura dingin dan kerennya, dikelilingi teman-teman cowoknya.

Matanya secara tidak sadar mencari-cari sosok tomboy yang kemarin membantunya.

Biasanya Zea pasti berisik atau lewat di depannya, tapi hari ini... kosong.

Tiba-tiba dia melihat rambut khas Zea di ujung lorong.

"Zea!" panggil Bara.

Begitu mendengar namanya dipanggil, Zea kaget setengah mati. Tanpa pikir panjang, dia langsung memutar badan dan berbalik arah, berjalan cepat bahkan hampir berlari lewat jalan lain.

"Weh Zea! Mau ke mana? Bara manggil lho!" seru Mita.

"Sstt! Jangan teriak! Bilang aja gue nggak denger! Gue mau ke toilet dulu! Perut gue sakit!" bisik Zea panik.

Zea pun menghilang di tikungan koridor, meninggalkan Bara yang berdiri bingung di tempat. Dia mengerutkan kening, merasa aneh.

''Kenapa dia lari?'' batin Bara.

📍 Di Kantin & Area Belakang Sekolah

Saat jam istirahat, Zea sengaja tidak ke kantin biasa. Dia membeli gorengan di gerbang sekolah dan makan sembunyi-sembunyi di bawah pohon belakang kelas. Dia takut ketemu Bara.

Tapi takdir berkata lain. Bara yang sedang mencari minum, lewat di area itu. Matanya langsung tertuju pada sosok yang sedang menunduk makan gorengan.

"Zea." panggil Bara berjalan mendekat.

Zea langsung tersedak gorengannya sendiri.

''Astagaaa... ketemu lagi!''

Dengan cepat, Zea mengambil tasnya dan berdiri. Dia tidak berani menatap mata Bara. Matanya melirik ke kanan-kiri, mencari alasan secepat kilat.

"Eh Kak Bara! Eh iya! Maaf ya aku buru-buru banget! Guru BK manggil katanya ada urusan penting! Dadah!" seru Zea bicara cepat dan terbata.

Tanpa menunggu respon, Zea langsung kabur lagi dengan langkah lebar, meninggalkan Bara yang kini menatap punggungnya dengan penuh tanda tanya.

"Guru BK? Apakah dia punya kasus? Gak mungkin, sepertinya dia anak baik..." gumam Bara sendiri.

Bara menyisir rambutnya kesal sekaligus bingung.

''Ada apa sama cewek ini? Kemarin masih berani ngomel-ngomel, hari ini kok jadi ketakutan gitu? Apa karena kejadian kemarin?''

 

Di balik tembok, Zea mengintip sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang.

''Fuh... selamat lagi. Maafin aku ya Kak Bara... aku belum siap ketemu kamu. Aku malu banget! Nanti kalau aku tenang baru kita ngobrol lagi ya!'' 🥺🏍️💨

1
paijo londo
aduuuh zea kamu bikin bara gregetan campur penasaran tuh🤦🤦🤭🤭🤭
paijo londo
lucu ya kalo malu malah g mau ketemu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!