NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 7 Perdebatan

Olivia....

Keesokan harinya, Sonya membangunkan diriku pada pukul 08.00. Aku sendiri sebenarnya cukup terkejut, tidak menyangka bahwa aku bisa tidur dengan nyenyak sepanjang malam. " Olivia sayang, apakah kamu sudah siap untuk pulang?" tanya Sonya, dan ku tanggapi dengan helaan nafas panjang saat aku menyadari apa yang bakal aku hadapi ketika pulang nanti.

"Tunggu sebentar," ujarku. Sonya mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan aku di kamar.

Aku menyalakan ponselku dan hal pertama yang aku lakukan adalah menelpon Sarah sebab dia meninggalkan pesan dan memintaku untuk menelponnya sesegera mungkin setelah aku melihat pesannya.

"Hey," Sarah menyapaku dengan suara yang sedikit grogi saat dia menjawab telepon.

"Apakah aku membangunkan kamu?" aku bertanya karena saat ini aku mendengar suaranya yang masih di selimuti kantuk. "Kau memintaku untuk meneleponmu, dan kayaknya ada hal yang penting."

"Hmm, yah. Aku ingin bicara tentang Alex."

Aku langsung bangkit dari tempat tidur. "Tentang Alex? Memangnya ada apa?"

Aku menduga dalam hati tentang apa yang akan Sarah katakan tentang Alex. Mungkin saja tentang kekacauan yang terjadi setelah aku meninggalkan pesta semalam.

"Aku pikir dia mengatakan yang sejujurnya tentang Claudia." Kata Sarah, dan seketika wajahku berubah warna, muak.

Dia itu saudaraku dan seharusnya dia berpihak padaku, bukan malah memihak Alex, lelaki yang nyatanya telah menyakitiku.

"Kenapa kau bisa berpikir demikian?"

"Dia terlihat terkejut ketika aku mengatakan bahwa alasan kamu meninggalkan pesta adalah karena mantan kekasihnya telah kembali ke kota ini. Dan dia terlihat sangat terkejut dan sepertinya tidak tahu menahu tentang hal itu."

Aku terdiam beberapa saat, aku tidak tahu apakah aku harus mempercayainya. Sejauh yang aku tahu, Alex bisa saja berbohong mengenai hal itu.

"Sejujurnya, aku tak tahu harus berkata apa, Sarah." ucapku, tanganku bergerak menyentuh rambutku.

"Sudahlah, aku hanya ingin memberitahumu saja. Masalah perceraian kalian, aku turut prihatin." Sarah menyampaikan rasa simpatinya.

"Terimakasih, tapi aku mohon, tolong rahasiakan hal ini. Jangan beritahu siapapun mengenai perceraian kami." mengenai siapapun, maksudnya adalah anggota keluarga yang lain terutama ibuku.

Aku percaya pada Sarah, maka dari itu aku berbicara jujur padanya tentang perceraian aku dan Alex. Tapi pada ibuku, aku tak bisa. Dia pasti akan menyalahkan aku habis-habisan dan mengatakan bahwa aku telah menghancurkan hidupku. Aku belum siap jika harus menghadapinya maka dari itu, aku tidak mengatakan masalah ini padanya.

"Tak masalah, mulutku tersegel," ucap Sarah, dan aku tergelak.

"Oke, kita bicara lagi nanti, bye!" ucapku kemudian dan menutup telepon.

Aku mengganti pakaian dengan pakaian yang lebih santai sebelum menemui Sonya di ruang tamu.

"Sonya, terima kasih atas segalanya." Ucapku seraya berjalan menghampirinya. "Aku sudah siap."

Dia mematikan TV dan beranjak dari sofa. Dia mengambil kunci mobil dari atas meja, dan kami berdua pergi menuju ke rumahku, tepatnya rumah Alex.

Dalam perjalanan menuju ke rumah, aku bercerita pada Sonya mengenai telepon Sarah. Perjalanan ke rumah Alex tidak memakan waktu lama karena jarak rumah Alex dan Sonya tidak terlalu jauh. Jadi, kami tidak punya banyak waktu untuk ngobrol.

"Olivia, pastikan kamu mendengar apa kata Alex dulu sebelum mengambil keputusan," Nasehat Sonya sebelum aku membuka pintu mobil dan ucapannya membuat aku terdiam sejenak seraya mengerutkan alisnya. "Berjanjilah padaku, kau akan mendengarkan perkataan Alex lebih dahulu sebelum bertindak, ya?"

 Aku mengangkat tanganku ke atas untuk berjanji. "Aku janji," ucapku.

"Maaf, aku berbicara seperti ini bukan bermaksud membela Alex, aku hanya ingin yang terbaik untukmu," ucap Sonya.

"Aku mengerti, kamu memang sahabat terbaikku. Aku akan mendengarkan dia terlebih dahulu," ucapku kemudian. Kami memang selalu seperti itu. Itulah mengapa persahabatan aku dan Sonya sangat erat, karena kami saling mendukung satu sama lain.

Setelah itu, aku beranjak keluar dari dalam mobil Sonya. "Olivia, call me,"ucapnya sebelum aku membuka pintu pagar dan aku mengangguk mengiyakan.

Ketika aku masuk, aku melihat mobil Alex sudah terparkir di depan garasi. Itu artinya dia ada di sini. Aku menarik napas dan berjalan masuk melewati pintu depan sebab aku tahu dia sudah berada di sana dan aku sudah siap untuk menghadapinya.

Baru saja aku masuk beberapa langkah, kudengar suara berat Alex dari ruang tamu. "Kamu tidur dimana semalam?"

Dia bahkan tidak mau menunggu sampai aku benar-benar masuk sebelum mengintrogasi ku.

Aku tidak langsung menjawab pertanyaannya. Aku berjalan mendekati Alex yang duduk di ruang tamu karena dia juga harus menjelaskan sesuatu padaku.

"Bukankah kamu juga tahu, aku bermalam di rumah Sonya. Jadi apa maksudnya kau bertanya dimana aku tidur semalam?" aku bertanya seraya mengerutkan dahi.

Wajah Alex terlihat tegang dan juga serius. Aku tahu, saat ini Alex benar-benar marah, namun dia mencoba untuk tetap tenang. "Kenapa kamu meninggalkan pesta semalam?"

"Aku yakin Sarah sudah mengatakan alasannya padamu," jawabku. Aku memutar bola mata, sedikit muak dengan lelaki di hadapanku ini.

Alex menghela nafas berat dan berdiri beranjak dari sofa. "Olivia," Dia menelan ludah sebelum melanjutkan ucapannya. "Sejujurnya, aku tidak tahu jika dia sudah kembali ke kota ini."

Aku tidak tahu apakah aku harus percaya padanya atau tidak. Itu terlalu jelas untuk dikatakan sebagai kebetulan semata. Alex memberiku surat cerai, bertepatan dengan kembalinya mantan kekasih Alex ke kota ini.

"Kamu harus percaya padaku, Olivia." tambahnya lagi ketika melihat aku hanya diam tak bereaksi terhadap ucapannya. Aku diam tak bereaksi karena aku pikir, toh kami juga pada akhirnya akan tetap bercerai. Jadi, bagiku tak masalah, apakah dia mau jujur atau tidak.

"Sekarang aku tahu, untuk siapa kalung itu kau beli," aku menjatuhkan tasku di sofa dan menelan ludah dengan paksa. "Look, Alex. Tidak ada lagi yang harus di jelaskan. Semuanya sudah jelas. Jadi, aku tidak masalah kau mau jujur mengenai hal itu atau tidak."

Wajah Alex mengeras dan dia mulai berjalan mondar-mandir di ruang tamu. "Kau sungguh ingin bercerai? Kau mau membuang lima tahun pernikahan kita begitu saja?" suaranya yang nyaring terdengar memenuhi ruang tamu.

Aku terdiam sejenak tak bisa berkata-kata karena merasa bingung. Bukankah dia yang lebih dahulu ingin bercerai. Bukankah dia yang memberiku surat cerai. Tapi mengapa sekarang dia malah menyalahkan aku?

Alexander Stone benar-benar orang yang aneh.

"Apa mau kamu sebenarnya, Alex? Apa kau sudah lupa? Kau yang memberiku surat cerai! Dan sekarang kau berkata bahwa aku mau membuang lima tahun pernikahan kita begitu saja? Sebenarnya, apa yang ada di pikiranmu?"

1
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nessa
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nessa
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!