NovelToon NovelToon
Karma Suami Durhaka

Karma Suami Durhaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Keluarga / Selingkuh
Popularitas:57.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Aku menceraikanmu, Hana. Hari ini, detik ini, saat ini juga."

​Hana Anindita terpaku, tangannya yang gemetar mengusap perutnya yang sudah memasuki bulan ketujuh.

Di hadapannya, Bima Erlangga - pria yang berjanji akan menjaganya sehidup semati - menatapnya dengan sorot mata penuh kebencian.

Demi mengejar cinta masa lalunya yang kembali, Bima tega membuang belahan jiwanya sendiri. Bima mengira Hana akan bersimpuh di kakinya, memohon agar tidak ditinggalkan demi janin di rahimnya.

Namun, dugaannya salah besar. Hana hanya tersenyum tipis, mengemasi barang-barangnya, dan pergi tanpa menoleh lagi.

​Saat Bima mulai menyadari bahwa Clarissa tidak sesempurna bayangannya, dan saat Hana mulai bersinar di tangan pria lain, sanggupkah Bima menjilat kembali ludah yang telah ia buang?

Atau selamanya ia hanya akan menjadi orang asing bagi anak yang dulu ia tolak kehadirannya?

Kita simak cerita selanjutnya yuk di karya Novel => Karma Suami Durhaka.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

"Pernahkah kalian merasa telah memenangkan sebuah kompetisi, namun hadiahnya terasa sepahit empedu? Di episode ini, kita akan mengintip ke dalam 'surga' yang Bima pilih. Ternyata, melepaskan malaikat demi mengejar fantasi masa lalu memiliki harga yang sangat mahal. Mari kita saksikan bagaimana ego mulai beradu dengan kenyataan yang menyesakkan."

.

.

Suasana di apartemen mewah itu kini jauh berbeda. Jika dulu aroma tumisan bumbu dapur dan wangi teh melati menyambut Bima setiap kali ia melangkah masuk, kini yang ada hanyalah bau sisa makanan cepat saji yang kotak-kotaknya menumpuk di meja makan.

Bima melonggarkan dasinya dengan kasar. Ia baru saja pulang dari pertemuan bisnis yang melelahkan dan perutnya keroncongan. Matanya mencari sosok wanita yang kini mengisi hari-harinya.

"Clarissa? Kau di mana?" panggil Bima.

"Di kamar, Sayang!" suara itu datang dari balik pintu kamar utama.

Bima melangkah masuk dan mendapati Clarissa sedang dikelilingi oleh belasan tas belanja berlogo merek ternama. Wanita itu tampak asyik mematut diri di depan cermin, mencoba sebuah gaun malam yang berkilauan.

"Lihat, Bim! Gaun ini edisi terbatas. Hanya ada lima di Jakarta, dan aku berhasil mendapatkan satu!" seru Clarissa dengan mata berbinar.

Bima melirik sekilas ke arah struk belanja yang tergeletak di atas ranjang. Angkanya membuat jantungnya sedikit berdenyut. "Clar, bukankah baru kemarin kau membeli tas baru? Ini sudah hampir lima puluh juta dalam dua hari."

Clarissa mengerucutkan bibirnya, mendekati Bima lalu melingkarkan tangannya di leher pria itu. "Ayolah, Bim. Kamu kan baru saja bebas dari beban lama. Bukankah kamu bilang ingin memanjakanku sebagai ganti waktu kita yang hilang? Lagipula, aku harus tampil sempurna saat kita keluar nanti. Kamu tidak mau kan orang-orang melihat kekasih Bima Erlangga tampil biasa saja?"

Bima menghela napas, mencoba meredam rasa jengahnya. Ia mencium kening Clarissa pelan. "Ya, tentu saja. Oh ya, apa ada makanan? Aku lapar sekali."

Clarissa melepaskan pelukannya dan tertawa kecil. "Aduh, Sayang. Kamu tahu kan aku tidak bisa memasak. Tanganku bisa kasar kalau terkena minyak panas. Aku sudah pesankan makanan dari restoran Italia langganan kita, sebentar lagi sampai. Pakai delivery saja ya?"

Bima terdiam. Pikirannya melayang pada Hana. Hana selalu punya cara untuk menyajikan makanan hangat tepat saat ia pulang, meski itu hanya nasi goreng sederhana atau sayur lodeh favoritnya. Rasa lapar di perutnya kini bercampur dengan rasa hampa yang aneh.

~

Satu jam kemudian, makanan itu datang. Mereka makan dalam diam. Bima mengunyah pasta truffle yang mahal itu, namun rasanya hambar. Pikirannya terusik oleh keheningan di sisi lain meja yang biasanya diisi oleh celoteh lembut Hana tentang perkembangan bayi mereka.

"Bim, kenapa melamun? Masih memikirkan wanita itu?" tanya Clarissa sinis, ia bisa membaca perubahan raut wajah Bima.

"Tidak. Untuk apa aku memikirkannya," jawab Bima cepat, nada bicaranya terlalu defensif. "Aku hanya sedang memikirkan proyek di kantor."

"Baguslah. Karena menurutku, dia itu hanya sedang bermain peran sebagai korban," Clarissa memotong steak-nya dengan anggun. "Paling-paling sekarang dia sedang bersenang-senang dengan uang simpanannya, lalu nanti akan datang padamu sambil membawa bayinya untuk memeras hartamu. Wanita tipe seperti dia itu sangat mudah ditebak."

Bima mengangguk, meski hatinya sedikit ragu. "Tentu. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi."

Namun, di dalam lubuk hatinya, sebuah pertanyaan mulai tumbuh. Jika Hana benar-benar ingin memeras hartaku, kenapa dia meninggalkan semua perhiasan itu? Kenapa dia pergi dengan koper yang hampir kosong?

Bima segera menggelengkan kepala, mengusir pikiran itu. Ia tidak boleh salah. Ia adalah Bima Erlangga, pria yang selalu mengambil keputusan tepat. Menceraikan Hana adalah jalan menuju kebahagiaan sejati bersama cinta sejatinya, Clarissa. Begitulah narasi yang terus ia bisikkan pada dirinya sendiri.

~

Malam itu, saat Clarissa sudah terlelap, Bima tidak bisa tidur. Ia bangkit dan berjalan menuju gudang kecil di sudut apartemen. Ia mencari sesuatu. Setelah beberapa saat membongkar tumpukan kardus, ia menemukan sebuah kotak kayu kecil.

Itu adalah kotak berisi foto-foto lama dan barang-barang kenangan mereka. Bima membukanya dengan tangan gemetar. Di sana ada sebuah foto hasil USG pertama. Titik kecil di dalam rahim Hana yang dulu sempat membuat Bima merasa bangga sebagai seorang pria.

Ada juga sepucuk surat kecil yang ditulis Hana saat ulang tahun Bima tahun lalu.

"*Terima kasih sudah menjadi rumah bagiku dan calon anak kita, Mas. Aku tidak butuh dunia, aku hanya butuh kamu di sampingku*."

Bima meremas kertas itu hingga lecek. "Omong kosong," geramnya. "Kalau kau butuh aku, harusnya kau tidak pergi begitu saja. Harusnya kau memohon!"

Obsesi Bima untuk melihat Hana hancur sebenarnya adalah bentuk lain dari rasa takutnya. Ia takut jika ternyata Hana bisa bahagia tanpanya. Ia takut jika ternyata dialah yang lebih membutuhkan Hana daripada sebaliknya.

Ia mengambil ponselnya, mencoba mencari nama 'Hana' di kontak. Namun, ia baru ingat bahwa ia sudah memblokir nomor itu dengan sombongnya tempo hari.

Saat ia mencoba membuka blokirnya dan melakukan panggilan, yang terdengar hanyalah suara operator. "*Nomor yang Anda tuju tidak aktif atau berada di luar jangkauan*."

"Sial!" umpat Bima. Ia membanting ponselnya ke atas sofa.

~

Di saat yang sama, ratusan kilometer dari sana, di sebuah dapur sempit yang remang-remang, Hana sedang bergelut dengan asap kukusan. Wajahnya merah padam terkena uap panas, namun tangannya tetap cekatan membungkus adonan kue ke dalam daun pisang.

Ia tidak punya waktu untuk memikirkan Bima. Hidupnya kini adalah tentang bertahan dari jam ke jam. Setiap butir beras yang ia makan adalah hasil dari peluhnya sendiri.

Tiba-tiba, perutnya kembali menegang. Hana memegangi pinggir meja kayu, mengatur napasnya yang memburu. "Sabar, Sayang... sebentar lagi Ibu selesai. Setelah ini kita istirahat," bisiknya dengan suara lelah.

Hana melihat ke arah jam dinding tua yang berdetak lambat. Sudah jam dua pagi. Sebentar lagi ia harus berangkat ke pasar. Hidupnya kini keras, tanpa kemewahan, dan penuh ketidakpastian.

Namun, setiap kali ia melihat hasil dagangannya yang habis terjual, ada rasa bangga yang tak pernah ia rasakan saat menjadi istri Bima.

~

Di Jakarta, Bima kembali ke tempat tidur, memeluk Clarissa yang harum parfum mahal namun terasa asing. Di desa, Hana tertidur di atas dipan keras dengan aroma tepung dan daun pisang yang melekat di kulitnya.

Bima merasa merdeka, namun jiwanya terpenjara oleh egonya sendiri.

Hana merasa terpenjara oleh keadaan, namun jiwanya merdeka untuk pertama kali dalam hidupnya.

Obsesi Bima untuk membuktikan bahwa dirinya benar mulai membutakannya dari kenyataan bahwa ia baru saja membuang satu-satunya hati yang mencintainya tanpa syarat.

Sementara itu, Hana mulai menyadari bahwa 'Harapan' tidak datang dari pria yang membuangnya, melainkan dari kekuatan kecil yang terus menendang di dalam rahimnya.

Apakah Bima akan mulai mencari tahu keberadaan Hana karena rasa penasaran yang tak terbendung? Dan bagaimana reaksi Clarissa saat menyadari bahwa pikiran Bima mulai tidak lagi terfokus sepenuhnya padanya?

Jangan lewatkan drama yang semakin memanas!

...----------------...

**To Be Continue**....

1
Thewie
lanjut thor💪
Miss Ra: 💪siaaaapppp

🤗
total 1 replies
Arieee
menguras emosiiii,,,, /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
Miss Ra: 🤗🙏
/Heart//Kiss/
total 1 replies
Ma Em
Akhirnya Bu Sarah akan datang untuk bertemu dgn Bima .
sunaryati jarum
Hatimu sungguh mulia Hana menyelamatkan orang yang telah menia,,- nyiakanmu
Ma Em
akhirnya masalah yg Bima hadapi sdh selesai , semoga Bima berjodoh dgn. Nadin .
༄⃞⃟⚡R⁹
gaassss terus thooorrrr🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Eva Karmita
semangat Bima ...semoga cepat ketemu Hana dokter Adrian sama Saka ya Bim
Eva Karmita
Hana kamu wanita yang baik... walaupun Bima pernah jahat tapi Hana tidak pernah dendam ataupun benci
Ma Em
Semangat Bima semoga kebenaran cepat terungkap , emang Hana orang baik meskipun sdh disakiti sama Bima tapi msh simpati dan merasa kasihan pada Bima .
Lee Mba Young
Bima lupa dng anak nya dpt gadis daun muda 🤣. gk ingat ngirim nafkah anak nya juga.
Dr sini dah kelihatan bima gk Ada tanggung jawab. sekarang dah ketutup gadis ting ting siapa yg nolak. palagi bima suka free sex dng mantan pa gk nyut nyut itu minta buru buru kawin.
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
kasian juga sih sama bima . tapi mau gimana lagi
Yuliana Tunru
kasihan bima apa hrs berhenti saat akan bnemulai hidup x yg hancur ..ayo thorr jgn gitu kasihan hana bantu dgn klarifikasi z lewat medsos biar jgn sampai.kelak rekam jejak ayah saka sangat buruk krn.pasti suatu saat saka akan tau siapa ayah x jg sebagai.manusia pasti tak tega
Lee Mba Young
Anggap saja karma mu krn lalai nafkah anakmu. Dr Lahir blm kau kasih lo anakmu.
mkne usaha mu kali ini gagal lagi. ntar kl punya usaha lagi ingat nafkah anakmu jng ingat perempuan tok, lihat Ada yg deketin bening daun muda lngsung lupa kl punya anak.
Lee Mba Young
Mungkin cobaan ini krn km gk ngirim nafkah buat anakmu pdhl anak sah kan.
mkne rejekimu di mati kan lagi krn Ada hak anakmu yg tak kau berikan.
walau ibunya gk nerima saat kau beri tp itu kewajibanmu lo sbgai bpk. mkne rejekimu di mati kan lagi krn hak anakmu tak kau sampaikan. mlh sibuk main cewek dng nadin gk ingat anak dulu.
hrse tobat, bikin usaha gede buat warisan anak dulu, nafkah kl sdh baru mikir cewek lain.
Yuliana Tunru: jgn terpancing bima krn itu malah yg diharapkam rendy dan jalang x..smoga bima bisa mbalik fakta biar yg jahat dapat karma kasihan bima ..ayo nadin bantu bima
total 1 replies
sunaryati jarum
Ngapain Bima harus menanggapi Clarissa , seharusnya nBima menuntut.harta yang dihabiskan Clarissa,apa ini strategi untuk bisa menghancurkan Randy dan Clarissa tanpa mereka sadari
sunaryati jarum
Cepat amat ,dari membuang Hana lalu memelihara Clarrissa ular kobra rakus harta sekarang diincar Nadin
sunaryati jarum
Emak lega jika Bima sudah berjanji tidak mengusik kehidupan Hana
Ma Em
Semoga Hana selalu bahagia bersama Adrian , semangat Bima kamu juga semoga cepat sukses dan mungkin Nadin akan menjadi pengganti Hana .
anju hernawati
Bima dan Hana harus bahagia menurut versinya masing masing ........................
Machmudah
maaf ye Thor, masih blm rela aja k bima bisa bangkit Dan kaya lg apalagi dpt wanita lg .....karmanya terlalu enak Thor...cm jd miskin, sedangkan pengorbanan Hana diusir kondisi hamil ...itu sesuatu banget Thor perjuangan banget
Miss Ra: iya kak...

tenang ajah, masih banyak kesusahan bima di episode ke depannya...
🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!