Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.
Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.
Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.
Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?
Namun.
Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.
"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."
"Ka...kamu siapa?"
"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."
Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.
Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cheesecake
Butik yang terletak di lokasi strategis. Tapi sayangnya sepi pengunjung. Berbeda dengan butik milik Chantika yang berada di seberang jalan. Begitu ramai, mengingat desainer yang direkrut Chantika benar-benar berbakat.
Turun dari mobil setelah sempat pergi ke beberapa konveksi. Mungkin hanya untuk mencari pengalaman.
Tapi, kali ini Violetta tidak turun seorang diri. Seorang pemuda rupawan, menggunakan pakaian resmi, lengkap dengan sarung tangan putih dan bros rantai turun dari mobil terlebih dahulu. Membukakan pintu untuknya.
Benar-benar bagaikan pemandangan indah. Orang-orang yang berada dijalanan depan butik menghentikan langkahnya. Hanya untuk mengambil gambar sang pemuda diam-diam.
Violetta tersenyum senang, dirinya bangga. Amat sangat bangga, terutama kala pemuda itu mengulurkan tangan, bagaikan membantunya untuk turun dari mobil. Sesuatu yang seharusnya tidak perlu dilakukan, tapi begitu romantis. Begitu membuat hatinya berdebar. Benar-benar gila! Sebastian hanya cumi-cumi kering.
"Jadi nona apa rencana anda. Saya siap melayani, sebelum 24 jam berakhir." Ucap sang pemuda dengan raut wajah datar.
"Kamu ikut saja..." Ucap Violetta penuh senyuman. Yang utama dari sebuah butik adalah desainer. Tapi ada yang dapat mengalahkan seorang desainer, foto model.
"Sistem, aku ingin bertanya padamu. Apa desainer yang direkrut Chantika seharusnya menjadi milikku?" Tanya Violetta.
"Benar! Nona seharusnya membantu wanita itu (Desainer) yang terpuruk akibat perceraian dengan mantan suaminya. Kemudian mempekerjakan di butik ini. Tapi penjelajah dimensi mendahului nona untuk melakukannya." Jawaban sang pemuda membuat Violetta mengernyitkan keningnya.
Menghela napas kasar berusaha bersabar."Jadi Chantika mengambil alih sesuatu yang seharusnya aku lakukan?"
"Benar." Kembali hanya jawaban singkat yang didapatkan olehnya.
"Baik! Kita ambil jalan lain." Violetta tersenyum membuka pintu butik miliknya yang benar-benar sepi pengunjung.
Mata semua karyawan tertuju pada pemuda yang dibawa bos mereka. Apa artis? Tapi benar-benar lebih tampan dari artis. Gila! Bahkan ada salah satu karyawan yang pingsan. Ada juga yang mendekat ragu meminta untuk berfoto.
Tapi.
"Fotonya mahal." Jawab Violetta tersenyum menghentikan karyawannya.
"Hari ini butik akan ditutup seharian. Kumpulkan gaun pengantin dan setelan pakaian pria, yang seukuran dengan orang ini." Tegas Violetta, penuh senyuman tentang rencana mengumpulkan uang.
Semua karyawan butik bergerak, mengingat hampir tidak ada pelanggan sama sekali. Butik ini benar-benar sepi.
"Kamu tidak bertanya tentang apa yang akan aku lakukan?" Tanya Violetta, pada pemuda yang berdiri di sampingnya.
"Tugas saya adalah melayani nona. Mengikuti perintah nona dan melindungi." Sebuah jawaban penuh senyuman kaku.
"Aku akan menjual wajahmu." Violetta tersenyum menyeringai, menarik dasi pemuda ini.
***
Konsep butik yang berubah, dari pakaian sehari-hari menjadi butik yang dikhususkan untuk acara formal dan pernikahan.
Tapi perubahan juga memerlukan jumlah uang yang cukup besar. Violetta kali ini menghabiskan poinnya tidak peduli pada apapun. Kali ini pertaruhan melawan seseorang yang bagaikan mengetahui masa depan.
450 juta dari poin ditambah dengan tabungannya yang mencapai 350 juta. 800 juta telah dihabiskannya, membeli desain dari beberapa konveksi, serta memesan dan membeli bahan berkualitas.
Memang sulit, benar-benar sulit mengingat harga modal awal pakaian formal. Tinggal katalog saat ini.
Violetta menggunakan gaun pengantin berwarna putih. Benar-benar terlihat anggun. Memainkan handphonenya, menunggu sang pemuda berganti pakaian.
Dan benar saja, kala dirinya menatap keajaiban dunia itu. Violetta tertegun, begitu rupawan dengan setelan tuxedo putih. Bentuk tubuh proporsional.
"Siap melayani anda nona..." Ucapnya pelan, terdengar bermartabat.
Seketika itu juga para pegawai butik berteriak.
"Aaa! Tampannya..."
"Boleh minta nomor WA-mu?"
"Apa kamu pacarnya bos (Violetta)."
Benar-benar gila! Siapa yang tidak akan berdebar melihat keajaiban dunia ini.
"Dia milikku!" Ucap Violetta penuh senyuman, mengalungkan tangannya pada leher sang pemuda.
Saat itu juga, salah seorang karyawan butik mengambil gambar. Mengunggahnya di media sosial. Sungguh pasangan yang terlihat sempurna. Ratusan komentar terus bertambah di foto yang baru beberapa menit dipublikasikan.
***
Merombak butik biasa menjadi butik berkelas bukan hal yang mudah. Beberapa kali pemuda ini berganti pakaian, sang fotografer benar-benar kagum dengan hasilnya. Bagaimana tidak, pakaian yang tidak begitu mahal pun akan terlihat berkelas jika digunakan oleh sang pemuda.
Ditambah dengan kecantikan Violetta. Foto ala pernikahan, ala mafia semuanya diambil. Intinya pakaian resmi, pria dan wanita.
Sesekali Violetta mengambil kesempatan, bergelayut manja pada pemuda ini. Atau mengarahkan orang kaku ini untuk memeluknya.
Hingga foto untuk katalog dan promosi pun jadi setelah seharian berjuang. Tinggal merenovasi tempat ini.
Terdiam di ruangannya. Ini pertaruhannya pada butik yang hampir bangkrut. Dirinya kemudian bertanya pada sang pemuda.
"Sistem, apa seharusnya aku sukses dengan butik pakaian biasa?" Tanyanya menyakinkan.
"Benar, seharusnya nona sukses dengan butik yang menjual pakaian sehari-hari. Tapi penjelajah dimensi mengambil peran nona, membuka usaha yang seharusnya nona buka." Jawab sang pemuda, menuangkan teh untuk Violetta.
"Bagus! Daripada membuka usaha restauran. Lebih baik merombak usaha butik. Kemudian menghasilkan cuan, hingga aku tidak perlu menukar poin lagi." Violetta yang masih duduk, memeluk pinggang pemuda yang berdiri di sampingnya.
"Ayo duduk disini!" Lanjut Violetta menariknya agar tidak berdiri bagaikan pelayan.
"Nona, saya tidak bisa lapar, tidak haus, dan tidak pernah kelelahan." Jelas sang pemuda.
"Makan itu bukan cuma agar kenyang, tapi agar bisa menikmati sensasinya." Violetta menyuapinya dengan cheese cake."Bagaimana rasanya?"
"Sedikit menyebar di mulut. Apa ini rasa manis?" Tanya sang pemuda.
"Benar, ini rasa manis. Jika menyukai sensasinya, kamu boleh makan banyak. Ini imbalan untukmu." Violetta menghela napas benar-benar pria idaman yang memanjakan wanita.
Dengan ragu pemuda ini kembali makan. Terlihat menikmati setiap gigitan makanan yang mungkin untuk pertama kali masuk ke mulutnya. Pertama kali? Entahlah pemuda ini terikat pada sistem, tidak memiliki ingatan atau apapun. Hanya membantu host-nya untuk menjalankan misi.
"Kamu terlihat sangat manis, saat makan dengan bersungguh-sungguh." Puji Violetta."Jadi makin sayang..." lanjutnya bermanja-manja pada pemuda super rupawan ini.
Pemuda yang hanya kembali diam, menikmati sedikit cheesecake. Matanya sedikit melirik pada Violetta. Membuat akhir bahagia untuk Violetta, kemudian menyingkirkan penjelajah dimensi. Maka tugasnya usai, dan dirinya dapat pergi ke dimensi berikutnya untuk menolong host yang ditunjuk sistem.
Tapi, rasa cheese cake ini benar-benar lumer dan menyebar di mulutnya. Bagaikan hostnya saat ini (Violetta).
***
Perlahan Sebastian membuka matanya. Menatap ke arah layar handphonenya dengan cepat. Tidak ada satu pun pesan permintaan maaf dari Violetta.
Tidak biasanya seperti ini, dulu asalkan dirinya diam maka Violetta akan mencari cara untuk mendapatkan perhatiannya. Sejak kapan Violetta seperti ini. Tidak! Ini karena Violetta selalu iri pada Chantika.
Matanya melirik ke arah Chantika yang tengah tertidur lelap. Hari sudah gelap, mungkin sebentar lagi Dania dan Prana akan pulang.
Pemuda yang bangkit, mengecup kening Chantika yang memberikannya kesenangan untuk hari ini."Kamu hanya milikku..."
"Sebastian..." Chantika membuka matanya."Kita melakukannya lagi. Ini salahku karena tidak dapat---" Air matanya mengalir, bagaikan bingung harus bagaimana.
"Aku akan bertanggung jawab, akan menikahimu. Setelah menyakinkan kedua orang tuaku. Kamu mau ya?" Ucap Sebastian pelan, penuh bujuk rayu.
Chantika mengangguk. Siapa yang tidak mau dengan protagonis pria. Begitu rupawan, begitu kaya, tinggal menyingkirkan protagonis wanita (Violetta) agar tidak menjadi pengganggu suatu hari nanti.
Namun, suara mobil terdengar dari luar sana. Terjadi kegaduhan yang tidak terduga.
melewati lembah?
atau melewati bukit?
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih