NovelToon NovelToon
SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.

Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.

Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.

Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.

Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.

Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.

Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Penjaga kos membuka sebuah pintu di ujung koridor lantai satu.

"Nah, ini kamarnya, Mas. Sudah lengkap dengan kasur, lemari, dan kamar mandi di dalam. Air dan listriknya menyala. Silakan istirahat, besok jam delapan pagi saya antar ke ruangan Ibu Kos, ya, " kata penjaga itu.

"Terima kasih banyak, Pak. Ini sangat membantu," ujar Alneo sambil menerima kunci kuningan dari tangan pria itu.

Setelah penjaga kos berlalu dan mengunci kembali gerbang depan, Alneo menutup pintu kamar rapat-rapat. Ia memutar kunci dua kali hingga terdengar bunyi.

Begitu berbalik, ia melihat Riani langsung duduk di tepi kasur.

Matanya berbinar menatap sprei polos yang bersih, jauh berbeda dari kasur tipis dan berbau lembap yang biasa mereka gunakan di rumah lama mereka.

"Wah... kasurnya empuk sekali, Kak!" seru Riani, wajah lelahnya sesaat sirna berganti dengan wajah ceria.

Tapi seketika perut bocah itu berbunyi.

Kruuuk...

Riani langsung menyembunyikan wajahnya di balik bantal, pipinya merona merah karena malu.

 "Maaf, Kak..."

Alneo terkekeh geli. Ia mendekati adiknya lalu duduk di sampingnya.

"Kenapa harus minta maaf? Kakak juga lapar sekali. Tunggu di sini sebentar, ya. Kakak mau cari makanan di depan. Tadi Kakak lihat ada toko kelontong dan penjual nasi goreng yang di dekat pertigaan."

"Riani ikut, Kak! Riani takut ditinggal sendiri," kata Riani cepat.

 Jari kecilnya kembali mencengkeram kaos Alneo dengan erat. Trauma jelas belum sepenuhnya hilang dari benaknya.

Alneo memandangi wajah adiknya yang pucat.

 Saat itulah, instingnya bergerak, dan di sudut matanya, layar hologram kembali menyala secara otomatis.

[Sistem Mendeteksi Target: Riani]

[Analisis Medis: Malnutrisi ringan, kelelahan akut, dan trauma psikologis tingkat sedang.]

[Rekomendasi Pemulihan: Konsumsi glukosa/karbohidrat segera, istirahat total, dan pemberian 'Pil Penenang Saraf Pemula' dari inventori.]

Alneo sedikit terkejut saat melihat opsi terakhir. "Pil Penenang Saraf Pemula? Apakah itu bagian dari Paket Medis Pemula yang baru aku dapatkan tadi?" batinnya bertanya pada sistem.

[Benar, Pengguna. Anda memiliki 8x Pil Penenang Saraf Pemula di dalam inventori. Efek: Menghilangkan trauma psikologis ringan secara instan dan memberikan efek tidur yang nyenyak tanpa efek samping.]

Alneo tenyuman terukir di wajah. Sistem ini benar-benar sebuah berkah teramat besar di hidupnya yang baru.

"Baiklah, kalau begitu kita pergi sama-sama. Tapi janji, setelah makan, Riani harus langsung tidur, oke?" ucap Alneo lembut sambil mengusap kepala adiknya.

"Iya, Kak!"

Mereka berdua keluar kamar dengan hati-hati. Alneo memastikan pintu terkunci rapat sebelum menuntun Riani berjalan kembali ke arah pertigaan jalan raya.

Beruntung, penjual nasi goreng gerobakan masih sibuk memasak nasi goreng.

"Bang, nasi goreng dua porsi. Dibungkus ya, karetnya dipisah," pinta Alneo saat tiba di depan gerobak.

"Siap, Mas. Ditunggu ya," sahut si Abang penjual dengan ramah.

Sembari menunggu makanan dimasak, Alneo mengajak Riani duduk di bangku plastik panjang yang disediakan.

Di saat Riani sibuk memperhatikan lalu lalang satu dua kendaraan yang lewat, Alneo diam-diam memanggil sistemnya kembali.

"Sistem, bagaimana cara aku mengambil Pil Penenang Saraf itu tanpa ketahuan oleh Riani?" tanya Alneo

[Sama seperti Anda mengambil uang tadi. Pengguna cukup menyentuh latar hologram, dan pil akan otomatis muncul di telapak tangan Anda melalui manipulasi ruang dimensi mikro.]

Alneo menyerah tangannya di udara "Keluarkan satu Pil Penenang Saraf."

Seketika, ia merasakan sebuah benda bulat kecil, halus, dan hangat mendarat di telapak tangannya yang sedang menganggam.

Alneo menarik tangannya sedikit untuk mengintip. Itu adalah sebuah pil berwarna hijau bening seperti batu giok kecil, memancarkan aroma herbal yang sangat menenangkan bahkan hanya dari baunya yang samar.

"Ini nasi gorengnya, Mas. Totalnya tiga puluh ribu," ucap abang penjual itu kepada Alneo.

...⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️...

1
Ambu Rinddiany Thea
duuuh ikut degdegan, ka less berasa nonton depan mata ini teh 🤭
less22: anggap aja beneran lihat🤣🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
bakal seru lagi kalo pas d restoran ada manusia oleng lagi yg ngehina s alneo 🤣biiih seru lah
irena
lanjut thor
Wega Luna
bisa nyewa ruko buat food court beli tas 30 juta GK bisa 🤣🤣🤣🤣🤣, dasarnya si Roni itu pelit 🤭🤭🤭🤭,,takut duitnya habis diporotin ,
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
sekarang ambu yg balik ketawa paling keras ya roni Hahahahahaha, tuh di food court mba d bawah ,🤣🤣🤣🤣
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
alneooo tunggu ambuu ikut 🤭
Ambu Rinddiany Thea: hooh ih bt kan 😤😩
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh jabatan supervisor Kevin,🤣🤣🤣
Wega Luna
adiknya ini terlalu kepo , jadi GK suka aku 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 3 replies
irena
lanjut thor..
irena
banyakin upnya thor.. tak kasih vote nanti
Ambu Rinddiany Thea
gasss pooool ka lessss . makanan nya kan belum d makan masa udh pulng aja itu mana mahal2 iih sayang kaan😩
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut ka leeeessss
Ambu Rinddiany Thea
borong riani borong , awas bawain ambu ya steak nya 😆
Ambu Rinddiany Thea: bialin haratis ini ath ka leesss 😆😆 mumpung ada yg bayalin 🤭
total 2 replies
Night Watcher
heleh Less... kebanyakan cerita yg digarap, jd upnya irit bin pelit wal sakndulittt...🤭🤭
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh dasar hama
Ambu Rinddiany Thea
beliin buat ambu juga alneo 1 aja ya , ada ga ukuran jumbo 😩🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
irena
iya.. setelah dilunasi peringatkan untuk tidak meminjamkannya lagi.. krn setelah itu sudah bukan urusannya alneo klo ternyata dikasih pinjam lagi.. alneo harus tegas
irena
lanjut thor
less22: siapppp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!