NovelToon NovelToon
THE SILENT SECTOR

THE SILENT SECTOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Mantan agen rahasia dari sektor 7 kini kembali setelah masa tugasnya delapan tahun selesai.... Faas laki-laki pendiam yang selalu di anggap keluarganya adalah aib karena sifat pendiam nya membuat keluarga membuang Faas ke Amerika dengan dalih untuk meneruskan pendidikannya di sana, namun bertahun-tahun lamanya, menurut keluarnya ,Faas tetaplah laki-laki pendiam yang tidak bisa berbuat apa-apa,selain menghabiskan uang keluarganya, padahal di balik pendiam nya Faas , ada rahasia tersembunyi yang tidak ada satu keluarga nya yang tahu .



_
_
_
Bismillahirrahmanirrahim....
Assalamualaikum...
bertemu lagi dengan author yang suka-suka...
yuk ikuti kisahnya ... , ini kelanjutan cerita tentang Faas sebagai rekan sektor 7 shadow Midi.
semoga sukaaaaa
dan selamat membaca.... yang tidak suka tinggal skip, dan untuk yang mau mengikuti cerita ini, mohon dukungannya ya, 🥰🥰🥰🥰 terimakasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Malam semakin larut ketika iring-iringan mobil mewah keluarga Abrari memasuki pelataran mansion. Suasana di dalam mobil sepanjang perjalanan pulang terasa mencekam. Husen diam dengan wajah mengeras, Gavin masih merutuk karena gagal menemui Tuan Malik Ibrahim, sementara Jenita terus menekuk wajahnya, menyembunyikan rasa malu dan dendam setelah dikuliti habis-habisan oleh Eliza di toilet hotel.

Faas sendiri sudah tidak ada di sana. Laki-laki itu telah mengelabui mereka dengan pulang jauh lebih awal. Faas dan Eliza langsung meninggalkan pesta membosankan itu, Setelah memastikan Eliza pulang dengan selamat, Faas kembali ke apartemen rahasianya untuk menanggalkan jubah pangeran malamnya kembali lalu beristirahat sejenak sambil mengecek pekerjaannya, barulah pulang ke rumah sampai larut.

___

Dimansion Abrari, drama yang sesungguhnya baru saja dimulai di balik pintu kamar .

Jihan...yang di luar selalu menampilkan senyum yang hangat, ceria, dan penuh kemenangan seolah-olah dialah ratu di rumah itu, malam ini menutup pintu kamar tidurnya dengan helapan napas berat. Begitu melepas perhiasan mahalnya di depan cermin rias, senyum angkuhnya itu luntur, digantikan oleh gurat keletihan dan kepedihan yang teramat dalam.

Wanita itu memendam rasa sakit yang tidak pernah diketahui oleh siapa pun, bahkan oleh anak-anaknya, Gavin dan Jenita.

Pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan Husen yang keluar hanya dengan balutan jubah mandi. Walaupun usia Husen sudah tidak muda lagi, fisiknya masih tegap dan tenaganya masih sangat kuat. Matanya menatap Jihan dengan pandangan yang dingin, menuntut, dan penuh dominasi.

Tanpa sepatah kata pun, Husen berjalan ke arah sakelar lampu dan mematikannya. Kamar itu seketika berubah menjadi gelap gulita.

Selalu seperti ini. Setiap kali Husen menyentuhnya, suasananya harus selalu gelap. Husen tidak pernah mau melihat wajah Jihan saat mereka berbagi ranjang.

Husen menarik Jihan ke dalam dekapannya dengan kasar, menyalurkan hasratnya yang menggebu tanpa ada kelembutan, seolah-olah ia hanya sedang menuntaskan sebuah kewajiban biologis. Jihan memejamkan matanya rapat-rapat di atas kasur, mencengkeram sprei di bawahnya menahan rasa perih.

Namun, bukan rasa sakit fisik yang membuat air mata Jihan perlahan luruh di kegelapan. Melainkan sebuah nama yang selalu keluar dari celah bibir Husen di setiap hentakan nafasnya yang berat.

"Diana... Diana..." bisik Husen parau, memeluk tubuh Jihan namun jiwanya sepenuhnya menjeritkan nama wanita lain.

Hati Jihan mencelos, rasanya seperti dihantam ribuan belati tak kasat mata. Sakit. Sangat sakit. Bertahun-tahun Jihan memiliki tubuh Husen, melahirkan anak-anak untuk Husen, dan menguasai harta mansion ini, tapi ia tidak pernah sedetik pun memiliki hati suaminya. Di atas ranjang ini, Jihan tak lebih dari sekadar bayangan atau boneka pengganti untuk memuaskan hasrat Husen yang tak tersalurkan pada istri pertamanya.

___

Sementara itu, di Kamar Utama yang sangat luas namun sunyi, Diana duduk di atas kursi rodanya di dekat jendela, menatap langit malam yang sepi. Wanita paruh baya yang lumpuh itu mengusap dadanya yang mendadak terasa sesak.

Ironi kehidupan mereka bertiga begitu kejam.

Jika Jihan memiliki tubuh Husen tanpa hatinya, maka Diana adalah kebalikannya. Diana memiliki seluruh hati, cinta, dan perhatian Husen. Di mata Husen, Diana adalah cinta matinya, wanita suci yang tidak akan pernah tergantikan. Namun, Diana memiliki kekurangan terbesar, ia tidak bisa lagi melayani Husen di ranjang sejak melahirkan si kembar, Faas dan Yolanda.

Diana memejamkan mata, memori menyakitkan belasan tahun lalu kembali berputar di kepalanya.

Pernah suatu malam, karena rasa bersalah dan kasihan melihat Husen yang tersiksa menahan hasratnya, Diana memaksakan diri untuk memberikan haknya sebagai istri. Namun, tubuhnya yang lemah menolak. Malam itu berubah menjadi mimpi buruk ketika Diana mengalami pendarahan yang sangat hebat. Darah membanjiri tempat tidur mereka, dan Diana hampir saja kehilangan nyawanya di kamar itu.

Sejak malam traumatis itu, dokter dengan tegas melarang Husen untuk menyentuh Diana demi keselamatan jiwanya. Husen frustrasi, dan Diana jauh lebih tersiksa karena merasa gagal menjadi seorang istri yang utuh.

Hingga akhirnya, saat usia Faas dan Yolanda masih sangat kecil, Diana mengambil keputusan paling nekat dalam hidupnya. Dengan air mata berlinang, ia memaksa Husen untuk menikah lagi. Bukan dengan orang asing, melainkan dengan sahabat dekatnya sendiri yang ia percayai bisa menjaga keluarganya... Jihan.

Diana mengira pernikahan itu akan menyelesaikan masalah. Namun ia salah. Keputusannya justru melahirkan monster baru bernama kecemburuan dan kebencian. Jihan yang awalnya tulus, perlahan berubah menjadi pahit dan beracun karena sadar ia tidak akan pernah bisa menggeser posisi Diana di hati Husen. Rasa frustrasi Jihan itulah yang akhirnya ia tumpahkan selama bertahun-tahun untuk meremehkan Faas dan Yolanda, demi membalas dendam pada Diana. Bahkan Jihan sendiri sering memamerkan bekas percintaannya di leher yang ia biarkan terbuka seolah-olah tidak sengaja dan itu membuat Diana merasa sakit.

___

Kembali ke kamar Jihan, Husen sudah membalikkan badannya, langsung tertidur pulas setelah meluapkan energinya.

Dalam kegelapan, Jihan perlahan duduk di tepi ranjang. Ia memakai kembali piyamanya dengan tangan yang gemetar. Air matanya mengalir deras tanpa suara di pipinya, menghapus sisa-sisa keangkuhan yang tadi siang ia pamerkan di hadapan Yolanda dan Kevin , atau di hadapan para sosialita di pesta.

Senyum manisnya hanyalah topeng. Di rumah mewah ini, semua orang mengira Jihan adalah pemenangnya karena berhasil menggeser posisi Diana. Namun kenyataannya, di balik selimut kamar tidur yang sangat luas , Jihan adalah wanita paling malang yang selalu menangis di bawah bayang-bayang nama Diana setiap malam.

"Kau tidak pernah melihatku, Mas... Kau tidak pernah menganggapku ada", batin Jihan menjerit pilu, menatap punggung tegap Husen dengan emosi tertahan yang nyaris meledak.

Mansion Abrari malam itu tampak begitu megah dari luar, namun di dalamnya, fondasi keluarga itu sebenarnya sudah keropos, dipenuhi oleh rahasia kelam, dendam wanita yang terluka, dan kepalsuan yang tinggal menunggu waktu untuk runtuh berantakan saat Faas membawa Eliza masuk ke dalam lingkaran badai ini.

___

Pagi itu, suasana di meja makan kediaman Husen Abrari kembali dipenuhi keangkuhan yang biasa. Di bawah siraman cahaya matahari pagi yang cerah, Jihan duduk dengan topeng semu yang sudah terpasang rapi, menutupi sisa-sisa air mata dan kepedihan malam tadi. Di sampingnya, Gavin dan Jenita sibuk menyantap menu sarapan mewah sembari membicarakan betapa megahnya pesta anniversary korporat semalam.

Husen duduk di kursi kebesaran di ujung meja, membaca berita bisnis di tabletnya. Sementara Diana, dengan setelan pakaian rumahnya yang bersahaja, duduk di kursi roda tepat di samping meja, ditemani oleh Faas yang sejak tadi hanya diam menikmati kopinya.

Ketegangan semalam yang tertahan di balik pintu kamar utama seolah menguap, digantikan oleh ritme pagi yang dingin. Sampai akhirnya, Faas meletakkan cangkir kopinya secara perlahan ke atas tatakan piring, menciptakan denting halus yang entah kenapa langsung merebut perhatian seisi ruangan.

Faas menegakkan punggung tegapnya, menatap lurus ke arah Husen.

"Papa, Ibu," panggil Faas, suaranya berat, tenang, dan bergaung penuh ketegasan yang mutlak. "Hari ini saya ingin meminta restu. Dalam waktu dekat, saya akan melamar seorang gadis untuk menjadi istri saya."

Hening sejenak.

Bffft....Hahaha!

Tawa meremehkan dan ejekan, Gavin dan Jenita meledak mendengar ucapan kakaknya yang menurutnya sangat lucuu...

1
suti markonah
lanjut thorr🙏🙏🙏
Sri Supriatin
tks upnya Thor 💪💪💪
Sri Supriatin
semakin seruuuu belum kejutan bos Faas🤭🤭🤭
Susi C
ceritanya saya suka👍👍 semngat terus buat up ya thor💪
Xin
Tidak terbayangkan apa saja yang akan terjadi nantinya, Semngat Eliza💪👍.
Sri Supriatin
Jaa di gantung 🤭 penasaran 😄😄
Sukarti Wijaya
ayyooo semangat eliza...💪💪💪
Sri Supriatin
wah palang.merah, tiwas ikut degdrgan 🤣🤣🤣
suti markonah
sabar faas mlm pertamanya tertunda~nanti ketika sudah prg tamu tinggal gempur siang dan malam🤭🤭jangan lupa nanti ketika sudah di rumah abrari jangan jadi wanita lemah ya~
Yasmin Natasya
lanjut thor,🙏 semangat up💪😍
Sri Supriatin
Selamat menempuh hidup baru, bu Diana taulah isi hati anak laki2 nya💪💪💪kejutan demi kejutan menyusul, gimana sama ibu mertua Thor 🙏🙏🙏🙏
suti markonah
lebih terkejut lagi klo hussen tahu bahwa APEX CORE perusahaan milik faas
suti markonah
selamat faas, eliza semoga samawa
Xin
Alhamdulillah , selamat buat Faaz dan Eliza.
Sukarti Wijaya
alhamdulillah ssahhh...👍
Sri Supriatin
Tks upnya thor, wah sy jadi deg deg an kaya Husein🤭🤭
Xin
Terkejut kan pak Husen?🤭
suti markonah
piye pak hussen?.mati kutu kowe..keluarga daneswara saja nerima faas dengan tangan terbuka dan nerima apa ada nya lha kowe seorang ayah yg tidak tahu menahu anak kandungnya
Sukarti Wijaya
hampir mendekati malah digantung thor🤭😄🤣
Lovita BM
bab itu ditunggu² readers faas 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!