NovelToon NovelToon
GAJAH MADA Sang Penakluk Dunia

GAJAH MADA Sang Penakluk Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Balas Dendam
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

GAJAH MADA – Perjalanan Sang Penakluk Dunia
Darah jelata, didikan sang penguasa, takdir sang penakluk samudra.
Selamat dari pembantaian faksi hitam Mahapati berkat mukjizat perisai emas gaib, bayi kasta rendah bernama Mada diasuh secara rahasia oleh Rama Sidacerma—nama samaran Patih Nambi, Mahapatih Pertama Majapahit yang memalsukan kematiannya.
Di bawah didikan brutal sang mantan perdana menteri, Mada tumbuh menjadi kesatria berotot baja. Ia terlahir dengan takdir tertinggi: sepasang mata sakral Niti Sastra yang mampu memprediksi masa depan, dan Khodam Senopati Zirah Emas —entitas raksasa pelindung serupa dewa perang.
Demi menuntaskan dendam dan membersihkan Majapahit dari pengkhianat, ia merantau ke Trowulan sebagai Gajah Mada. Merangkak dari prajurit kasta terbawah, ia bangkit memimpin Pasukan Bhayangkara hingga mengumandangkan Sumpah Palapa yang menyatukan Nusantara.
Namun, di puncak kejayaannya, sebuah konspirasi mistis luar logika telah menantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Strategi Supit Urang dan Ujian Empat Tahun Keheningan

Pemberitahuan tentang jati diri dan sejarah berdarah di malam itu tidak membuat Mada menjadi seorang pemuda yang berapi-api oleh dendam. Sebaliknya, informasi itu bertindak bagaikan air raksa yang membekukan sisa-sisa kepolosan masa kecilnya. Di usianya yang menginjak sebelas hingga tiga belas tahun, Mada tumbuh menjadi sosok yang luar biasa tenang, efisien, dan irit bicara. Hutan Tarik tidak lagi hanya menjadi tempat latihan fisik, melainkan sebuah papan catur raksasa.

Setiap malam setelah raga Mada remuk dihantam latihan tenaga dalam, Rama Sidacerma akan menggelar selembar kulit menjangan di atas tanah gubuk. Di atas kulit itu, terdapat guratan peta kasar tanah Jawa, jalur perdagangan laut Nusantara, dan denah benteng kota raja Trowulan. Rama menggunakan kerikil hitam untuk melambangkan pasukan militer Majapahit, dan kerikil merah untuk faksi pemberontak atau milisi rahasia Mahapati.

(Perang tidak dimenangkan oleh jenderal yang paling keras tariakannya di medan laga, Mada,) ucap Rama suatu malam, sambil menggeser sebutir kerikil hitam memutari kerikil merah. (Perang dimenangkan oleh siapa yang paling mampu membaca pergerakan pikiran musuhnya sebelum kaki mereka melangkah. Lihat formasi ini. Ini adalah Gelar Supit Urang. Pasukan induk di tengah sengaja mundur untuk memancing musuh masuk, sementara dua sayap jepitan di kanan dan kiri bergerak senyap dari arah lambung untuk mengunci pertahanan mereka dari belakang.)

Mada mendengarkan dengan mata batin (Niti Sastra Level 2) yang menyala redup. Ia tidak hanya menghafal bentuk formasi tersebut, melainkan menganalisis bagaimana aliran energi dan moral pasukan akan berubah di setiap pergeseran posisi. Di bawah bimbingan mantan Mahapatih pertama, Mada melahap habis ilmu hukum tata negara, struktur strata militer dari pangkat Tamtama hingga Senopati, hingga kelemahan sistem birokrasi Majapahit yang kelak harus ia retak dari dalam.

Sembari otaknya dijejali strategi perang, raga Mada yang merangkak ke usia empat belas tahun mengalami metamorfosis yang menakutkan.

Kulitnya tidak lagi sekadar memiliki keistimewaan pasif (Kulit Tembaga), melainkan telah berevolusi menjadi sangat padat dan kebal terhadap senjata tajam biasa akibat penyempurnaan hawa murni tingkat dasar. Di usianya yang keempat belas, tinggi tubuh Mada sudah menyamai pria dewasa. Bahunya melebar tegap, otot-otot lengannya mengeras seperti batangan kayu jati tua yang direndam di dalam lumpur selama puluhan tahun. Postur tubuhnya begitu kokoh dan masif, memberikan kesan berat dan tidak tergoyahkan bagi siapa saja yang melihatnya dari dekat.

Namun, kemampuan paling mengerikan yang berhasil disempurnakan Mada di tahun keempat belas ini adalah kemampuan mengunci lubang spiritual untuk menyembunyikan kekuatannya.

Rama mengujinya dengan sangat brutal. Pria tua itu melepaskan tiga ekor anjing hutan ghaib pelacak sukma—binatang yang mampu mengendus keberadaan energi batin sekecil apa pun dalam jarak lima mil. Mada dilepas di tengah hutan tanpa senjata dan dilarang berpindah tempat dari sebuah lingkaran tanah berdiameter satu meter.

Mada berdiri tegak di tengah lingkaran tersebut, memejamkan mata, dan mulai menarik seluruh hawa murni hijau (Jagat Alit) serta energi emas Khodam-nya masuk ke dalam inti tulang sumsumnya. Ia menutup rapat sembilan gerbang spiritual tubuhnya hingga detak jantungnya melambat menjadi sekali dalam setiap sepuluh hitungan napas. Suhu tubuhnya mendingin, menyatu sempurna dengan suhu udara malam Hutan Tarik yang membeku.

Ketiga anjing ghaib itu berlari mengitari tubuh Mada, mengendus-endus ujung jari kakinya, bahkan melompati bahu kokohnya. Namun, binatang-binatang pelacak itu sama sekali tidak menggigit atau menggonggong. Bagi indra penciuman mistis mereka, sosok jangkung yang berdiri di hadapan mereka tidak lebih dari sekadar sebatang pohon jati mati atau sebuah batu kali yang tidak bernyawa.

Mada telah berhasil menguasai kamuflase mutlak. Di mata dunia luar dan para jenderal tingkat tinggi di Trowulan nanti, Mada akan terlihat tak lebih dari seorang pemuda desa kasta rendah yang polos, bodoh, dan tidak memiliki sisa-sisa tenaga dalam sama sekali. Sebuah topeng sempurna untuk seorang calon penyusup.

Hingga akhirnya, di suatu sore yang tenang di tahun keempat belas usia Mada, Rama Sidacerma memanggilnya ke dalam gubuk. Pria tua itu meraba kolong ranjang bambunya, lalu mengeluarkan sebilah senjata yang dibungkus kain jarik hitam lusuh.

Rama membukanya dengan sangat hati-hati, menyingkap sesosok keris kuno berlekuk tiga belas (Luk Jalu). Bilah keris itu berwarna hitam legam, tanpa pamor berkilau yang mencolok, namun jika dilihat dengan mata sakral, terdapat jalinan rantai cahaya keemasan redup yang melilit seluruh bilahnya—sebuah senjata pusaka (Gaman) tingkat tinggi bernama Keris Surya Nggi.

(Ini adalah pusaka peninggalan masa kejayaanku saat memimpin pasukan Majapahit, Mada,) ucap Rama, menyerahkan gagang pusaka itu ke tangan kanan Mada. (Keris ini memiliki kemampuan pasif untuk memutuskan benang sukma dan meremukkan pertahanan Khodam musuh. Simpan ini di balik kain pinggangmu. Jangan pernah mencabutnya kecuali dalam kondisi hidup dan mati.)

Mada menerima keris pusaka itu. Saat jemarinya menyentuh gagang kayu berukir, sebuah getaran hangat beresonansi dengan darahnya, menandakan bahwa senjata itu telah mengenali tuan barunya. Mada menyelipkan keris itu di balik punggungnya, tersembunyi sempurna di balik kain kasarnya.

(Ingat pesanku, Mada,) Rama menatap lekat-lekat ke dalam mata hitam sang pemuda. (Di kota raja nanti, buang seluruh kesombonganmu. Jadilah tanah yang diinjak, jadilah debu yang tidak dipedulikan. Masuklah ke barisan prajurit Tamtama, pikul tombak kayumu, and patuhi setiap perintah atasanmu yang korup sekalipun sampai waktunya tepat.)

Mada mengangguk dalam, mengunci rapat semua nasehat itu di dalam batinnya. Namun, baik Rama maupun Mada tidak menyadari bahwa keheningan empat tahun yang damai ini adalah ketenangan terakhir yang akan mereka nikmati. Di luar batas lembah, bayang-bayang kematian dari faksi hitam Mahapati sudah mulai merayap masuk ke dalam jantung Hutan Tarik, siap memicu badai darah yang akan mengubah jalannya sejarah.

1
nina hariah
semangat terus updatenya author
nina hariah
next author
nina hariah
cerita nya seru dan menarik
nina hariah
semangat terus updatenya author
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
nina hariah
semangat terus updatenya author
nina hariah
next author
EunHwa
kak mampir donk kak ke kara saya🙏
nina hariah
next author
nina hariah: semangat terus updatenya
total 1 replies
nina hariah
semangat terus updatenya 👍
Argo Sujendro: sudah diupdate, tinggal menunggu disetujui, semoga menikmati ya kak
total 1 replies
nina hariah
next author
Argo Sujendro: oke gasss
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!