Naima, seorang gadis cantik yang hidup sederhana di desa terpencil, harus menghadapi kenyataan pahit saat ayahnya yang buta. meninggal dunia dan ibunya mengalami depresi berat hingga harus dirawat di rumah sakit jiwa. Di tengah keterpurukannya, takdir justru mempertemukannya dengan Sean, seorang pria kaya raya yang memiliki kepribadian dingin.
Akankah pertemuan ini menjadi awal kebahagiaan baru bagi Naima, atau justru membawanya ke dalam lika-liku kehidupan yang lebih rumit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon i'm gresya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sisi buruk tania
Pagi pukul 8:30 korsel.
naima bangun lebih dulu daripada tania, dan baru hari ini dia bangun kesiangan. mungkin karna perjalanan jauh semalam, jadi badannya terasa lelah. biasanya di desa dia bangun lebih awal pukul 4:30.
melihat naima yang sudah bangun, tania meminta naima untuk segera mandi karna tania ingin mengajak naima ke suatu tempat.
..
setelah selesai mandi, tania menyodorkan baju yang ia miliki untuk di pakai oleh naima.
naima sedikit syok saat melihat bentuk baju itu, sangat pendek dan juga sangat ketat. melihat ekspresi naima seperti itu, tania segera beralasan kalau memang sudah khas pakaian orang sini memakai baju seperti ini. ini namanya style.
"naima, kau tidak perlu merasa takut seperti itu. ini biasa di pakai wanita disini. lagipula ini bukan desa lagi naima. tolong mengerti".. ucap tania dengan sedikit kesal.
naima pun terdiam, dia mengambil dress itu dan segera mencobanya. bajunya sangat pas padanya dan juga bentuk tubuhnya jadi kelihatan berisi sempurna. dia tidak nyaman memakai itu, tapi yang dikatakan tania tadi betul. kalau sekarang dia tidak tinggal di desa lagi.
tania yang melihat naima keluar dari kamar mandi, melotot melihat penampilan naima yang seketika berubah menjadi bukan gadis desa lagi. tubuhnya sangat ideal saat memakai baju yang ia punya dan juga sangat pas di tubuhnya yang sedikit berisi tapi cantik.
"nahhh gitu dong" ucap tania merasa iri dengan tubuh naima.
"tapi tania, ini sedikit berlebihan. maksudku, apa bos mu memang selalu melihat orang kerjanya seperti ini" ucap naima.
"iyah... orang sini memang suka melihat orang yang seperti itu, jika kita di sukai maka kita bisa memiliki uang yang banyak naima. kau akan mengerti nantinya" jawabnya!
..
sean yang kini berasa di kantornya, merasa jenuh dengan dunianya. dia punya segalanya tapi dunianya terasa hampa, kosong dan juga gelap.
asisten jhon masuk ke ruangan sean karna ada yang ingin dia beritahu pada sean.
"bos.. tadi pemilik club malam yang bernama noah, mengirim anda pesan suara. jika bos mau aku akan menghubunginya. " ucap asistennya itu pada sean.
"tidak perlu, biar aku aja yang menghubunginya nanti, kau pergilah . dan ikutlah bersama mikael ke Tionghoa, bantu dia mengurus semua yang ada disana. biar aku yang mengurus perusahaan ku disini dan juga mengecek pemberitahuan perusahaan di bagian barat. dan juga ambil ini( memberi kartu blac card pada jhon) Pakailah uang didalamnya dan bersenang senanglah di sana bersama mikael," ucapnya dengan sedikit tersenyum pada jhon.
jhon terkejut setengah mati melihat sean memberikannya kartu blac card itu, kartu orang kaya sekarang ada di tangannya.
"baik, terimakasih bos." ucapnya bersemangat lalu pergi dari ruangan sean bersama blac card itu.
sean menganggukkan kepalanya, lalu mengambil handphone di meja untuk menelpon seseorang. yaitu noah.
satu panggilan dan noah langsung mengangkat panggilan itu.
"tadi asisten ku bilang kau mengirim pesan suara. apa itu? " ucap sean duduk di kursi kebesarannya.
"bukankah semalam kau menginginkan wanita spesial kan. malam ini kau bisa datang untuk melihatnya sendiri." jawab noah di balik telpon itu.
"benarkah.. aku tidak percaya kau mendapatkan dengan cepat" sambung sean.
"tentu saja, dari dulu aku tidak pernah ingkar janji atau bohong padamu kan.." jawabnya dengan santai.
"baiklah.. aku akan datang nanti malam ke club mu. " ucapnya lalu mematikan sepihak telpon itu.
..
tania dan naima sudah sampai ke gedung besar yang kata tania adalah tempat kerjanya sebagai pelayan.
"ayo masuk.. " ajak tania di ikuti dari belakang oleh naima.
sesampainya di dalam club itu, semua wanita yang ada disana. menatap kedatangan mereka terutama menatap naima dari atas sampai bawah.
"haii girls, apa kabar. bagaimana keadaan kalian setelah aku tinggal pulang ke Indonesia sebentar" ucap tania pada teman club malamnya dalam bahasa Korea.
"baik.. malah lebih baik jika kau tidak datang lagi disini bajingan" ucap salah satu wanita malam yang tidak suka pada tania.
tania tertawa mengejek pada wanita bernama joy itu.. semua wanita malam yang bekerja di club itu memang tidak suka pada tania, karna tania selalu memerintah mereka seenaknya bahkan menjadi pelayanan kesayangan noah di club itu. itu sebabnya mereka tidak ada yang berani menantang ucapan tania.
"kalian dengar si kampret ini ngomong apa padaku.. berani juga dia, (berjalan ke arah joy lalu menamparnya) rasakan itu, sudah baik aku tidak memberikan perintah pada kalian saat aku pulang Indonesia. tapi sambutan kalian malah seperti ini padaku"
naima yang ada disana sangat terkejut melihat sisi buruk pada tania. yang menampar wanita tadi.
"mulai malam ini kalian tidak ada boleh yang istirahat sebelum kalian melayani tiga pria, ini adalah perintah. jika kalian yang melawan maka tidak ada makan untuk kalian. mengerti... " ucap tania marah dalam bahasa koreanya pada semua wanita yang ada disana.
tidak menyadari naima ada disana. dia langsung pergi meninggalkan naima dengan para wanita malam itu.
naima kasihan pada wanita yang di tampar tadi, karna tidak mengerti bahasa. naima hanya memberi tisu untuk wanita itu supaya darah di sudut bibirnya di bersihkan.
wanita yang bernama joy itu, mengangguk yang artinya berterimakasih kepada naima.