NovelToon NovelToon
Senandung Malam Yang Menghancurkan

Senandung Malam Yang Menghancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Pelakor / One Night Stand / Selingkuh / Romansa / Playboy
Popularitas:861
Nilai: 5
Nama Author: Siti yulia Saroh

Felix yang kecewa karena kekasihnya berselingkuh dengan orang lain, menghabiskan malam penuh gairah bersama seorang gadis penyanyi bar.

Syerly adalah seorang penyanyi bar yang cantik. Suara Syerly membuat Felix terpesona.

tetapi, semuanya berubah ketika Felix mengetahui kebenarannya.

Syerly ternyata sudah memiliki kekasih, dan kekasih Syerly adalah orang yang berselingkuh dengan pacarnya sendiri.

"Mengapa kau pura-pura tidak mengenaliku? Apa kau takut, pacarmu tahu?" Felix mendorong tubuh Syerly ke dinding.

Syerly hanya tertawa kecil, sambil menatap Felix.

"Kita hanya cinta satu malam. Mengapa kau menganggap serius? Atau... "
Syerly menarik kerah Felix dan wajah mereka sangat dekat.

"Kau mulai ketagihan denganku." Senyum kecil dari bibir Syerly membuat jantung Felix berdetak kencang.

"Ya." Felix tidak menyangkal. dia berbisik didekat telinga Syerly.

"Bahkan suara desahanmu masih aku ingat dengan jelas."

Hubungan mereka makin rumit dan berbahaya. Dan menja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti yulia Saroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Pagi masih terasa dingin ketika Felix dan Syerly. duduk berseberangan di sebuah kedai kecil di bawah apartemen.

  Felix duduk santai, menyandarkan punggungnya ke kursi sambil memperhatikan Syerly yang sedang makan sarapannya.

  Ponsel Syerly tiba-tiba berdering. Syerly melirik nama yang tertera pada layar ponselnya. Senyum lembut terlihat pada wajahnya.

  Dan entah mengapa, itu membuat dada Felix terasa tidak nyaman.

  Syerly mengangkat telepon.

  "Sayang..." panggil Syerly dengan suara manis.

  "Apa kau masih tidur?" Suara Peter dapat didengar dari ponsel Syerly.

  "Aku sudah bangun." Syerly tersenyum kecil.

  "Jika aku tidak menelponmu, kau pasti masih tidur. Kau tidak boleh terlambat masuk kelas, Syer!" terdengar peringatan dari Peter

  "Bukankah kelasnya jam 11:00? Dan ini masih pagi, Sayang." Syerly sedikit mengeluh dengan kesal.

  "Kalau begitu, cepat pergi mandi!" Peter sepertinya tidak menyerah. Tapi sedetik kemudian Peter berbicara dengan suara lembut.

  "Aku akan membawakanmu roti dan susu."

  Mendengarnya Syerly langsung tersenyum lebar.

  "Kalau begitu, aku akan cepat-cepat bersiap. Tunggu aku, Sayang."

  Setelah mengatakan beberapa kata lagi, Syerly menutup telponnya.

  Namun sebelum ia sempat meletakkan ponselnya.

  "Bodoh!!!"

  Kata itu keluar dari mulut Felix begitu santai, tapi terdengar tajam.

  Syerly mengangkat kepalanya, menatap Felix dengan wajah datar.

  "Kau tidak boleh memanggilnya bodoh!" Nada suaranya dingin.

  Felix tersenyum.

  "Kenapa? Karena dia pacarmu?"

  Syerly mengangkat dagu.

  "Karena hanya aku yang boleh memanggilnya bodoh."

  Felix tertawa pelan menahan rasa pahit yang tiba-tiba datang.

  Felix mencondongkan tubuh ke depan, menatap Syerly dengan tajam.

  "Dia bodoh, Syerly. Karena dia selalu jatuh di setiap langkahnya."

  Suaranya pelan sambil mengejek.

  "Karena ia punya pacar… tapi pacarnya sibuk bermain-main." Felix menatap Syerly seolah menyindir gadis itu.

  Dan yang paling lucu.

  Dia juga selingkuh dari pacarnya… dengan seseorang yang sudah punya kekasih.

  Felix tidak mengatakannya, karena tiba-tiba melihat Syerly akan memukulnya menggunakan sendok. Felix dengan cepat menarik tubuhnya, dan menjaga jarak aman dengan Syerly.

  "Jangan berbicara omong kosong tentangnya! Dia tidak sepertimu. Dia adalah orang yang sangat baik hati dan sopan."

  mendengar Syerly yang sengaja membanding-bandingkannya, Felix tidak marah.

  Felix hanya tersenyum kepada Syerly dan mulai menggodanya lagi.

  "Benarkah, sayang?" kata Felix dengan suara lembut dan manis, meniru nada ketika Syerly berbicara dengan Peter.

  Melihat wajah tersenyum itu, Syerly benar-benar ingin memukul Felix. Tapi, Felix sudah membaca pikirannya, lalu menghindari pukulannya dengan baik.

  Sebagai gantinya, Syerly yang merasa kesal dengan Felix, menatap daging ayam diatas piring Felix, dengan tersenyum tipis, Syerly mengambilnya tepat didepan mata Felix.

  "Aku akan mengambil daging ayammu, sepertinya kau tidak menginginkannya." lalu Syerly memakan daging ayam milik Felix dengan gigitan besar.

  Felix hanya mendesah pelan sambil menahan senyum kecilnya.

  Angin lembut menarik rambut tipis Syerly. Syerly mencoba merapikannya dan menyelipkannya dibelakang telinga. Felix terus menatapnya lalu berbicara dengan suara lembut.

  "Setelah ini, aku akan mengantarmu pulang."

  Syerly menggelengkan kepalanya.

  "Tidak perlu." Syerly menolak tawaran Felix dengan tegas.

  "Rumahku jauh, terakhir kali aku juga pulang sendirian." Lalu Syerly menatap Felix, mata cerahnya seolah menggodanya, mengingatkan Felix saat mereka menghabiskan malam pertama mereka dengan penuh gairah.

  Felix tersenyum lembut.

  "Sebelumnya karena kamu membawa mobilmu, sekarang biarkan aku mengantarmu!" kata-kata Felix terdengar tulus, membuat Syerly semakin kesal dan merasa tidak nyaman dengan perhatian tiba-tiba dari seseorang.

  "Jangan memperlakukanku dengan baik! Aku bukan pacarmu." kata Syerly dengan tajam.

  "Aku hanya bersikap baik." katanya pelan.

  Tapi Syerly menganggap kata-kaya Felix hanyalah lelucon.

  "Heh... Apa kau pikir aku bodoh! Kau melakukan semua ini karena kau ingin tidur denganku, bukan?"

  "Ya kau benar." Dengan tanpa rasa malu Felix tidak menyangkalnya.

  "Ayo kita lakukan sekali lagi!" Felix mendekatkan wajahnya kedepan seolah ingin mencium Syerly.

  Syerly menghindar dengan cepat, lalu menatap Felix dingin.

  "Cukup!" Kata Syerly dengan tajam.

  Lalu Syerly mendesah pelan.

  "Sebenarnya, aku tidak ingin kau pergi kerumahku." Kata Syerly pelan.

  "Kenapa?"

  "Karena aku ingin memisahkan teman bercintaku dengan kehidupan pribadiku."

  Kalimat itu langsung membuat Felix terdiam.

  Ditempat parkir bawah Apartement. Felix masih memikirkan kata-kata Syerly. Seolah-olah kalimat itu terus berputar didalam kepalanya.

  Baru kali ini, Felix merasa sedang dipakai oleh seseorang untuk mengisi kekosongan.

  Semakin Felix memikirkannya, semakin hatinya berat.

  Felix menatap Syerly yang berjalan didepannya.

  "Syer..." panggilnya pelan.

  "Ada apa?" Syerly menoleh, menatap Felix yang berjalan mendekat.

  "Kau bilang, kau ingin memisahkan teman bercintamu dengan kehidupan pribadimu. Apakah yang dimaksud dengan kehidupan pribadimu adalah pacar?"

  Syerly terdiam mendengar pertanyaan Felix. Lalu ia mendengar Felix berbicara lagi.

  "Lalu... apakah aku ini hanya bisa menjadi teman?" Felix menatap Syerly dengan ragu.

  "Felix... teman tidak akan bercinta." Kata Syerly dingin.

  "Apakah logikamu sedang kacau?" lanjutnya sambil menatap Felix dengan datar.

  "Tapi jika teman tapi mesra, bisa saling bercinta." Kata Felix pelan.

  "Seperti kita." lanjut Felix dengan suara yang lembut.

  Mereka saling menatap satu sama lain dan merasakan dada mereka berdesir dengan jantung yang berdetak cepat.

  "Kita...?" Tanya Syerly, ada senyum kecil menghiasi wajahnya.

  "Tapi, aku tidak suka tidur dengan orang yang sama." suaranya berubah tajam.

  "Kenapa?" Tanya Felix bingung.

  "Apa aku tidak memuaskanmu?"

  Syerly tertawa mendengar pertanyaan itu.

  "Felix, sebenarnya kau sangat payah." kata Syerly

  "Aku... payah..." Felix mencerna kata-kata itu, seolah tidak mempercayai dengan pendengarannya.

  "Tapi, kau tidur denganku dua kali." Sedetik kemudian Felix mulai meniru suara Syerly.

  "Ahh Felix... ahh Felix..."

  "..."

  tawa Felix lepas saat melihat Syerly tidak dapat mengeluarkan kata-katanya lagi dari mulut kecilnya.

  "Sialan, Felix. Aku akan memukulmu!" Wajah Syerly memerah. Tidak tahu, apa ia sedang malu atau kesal.

  Syerly menerjang kearah Felix dan mulai memukulnya karena Felix masih tidak mau berhenti menggoda.

  Felix tertawa semakin lebar dan sedetik kemudian, ia menahan tangan Syerly agar berhenti.

  "Hentikan!" lalu Felix memeluk tubuh Syerly dan menahannya agar tidak bergerak.

  "Kau akan terlambat masuk kelas, jika masih bermain-main."

  Syerly tidak dapat bergerak, dan menatap Felix dengan kesal. Felix hanya tersenyum, sambil berkata.

  "Aku bertanya seperti itu, karena menurutku menjadi teman tapi mesra adalah ide yang bagus untuk kita." Kata Felix dengan tenang.

  Saat ini mereka sangat dekat, dan mereka saling menatap satu sama lain.

  "Apa kau sangat menyukaiku?" Tanya Syerly.

  Felix tersenyum tipis, lalu berbisik ditelinga Syerly dengan lembut.

  "Ku akui, jika kau sangat hebat diatas ranjang."

  Syerly hanya tertawa pelan mendengarnya. Tapi, Syerly tidak ingin mengakui didepan laki-laki tampan didepannya ini.

  "Tapi, kau tetap orang yang payah." Kata Syerly menusuk harga diri Felix dengan tepat sasaran.

  Felix tidak membiarkan Syerly pergi begitu saja, ia masih menahan Syerly.

  "Lepaskan!" Kata Syerly menatap tajam kearah Felix.

  "Aku tidak akan membiarkanmu pergi."

  Tangan Felix menahan leher Syerly dan memaksanya untuk menatapnya.

  "Cepat katakan padaku dengan jujur! Jika tidak aku bisa melakukannya disini, dan kau bisa mencobanya."

  Melihat senyum Felix saat ini, Syerly tanpa sadar mundur setengah langkah tapi gerakannya ditahan oleh Felix.

  "Baiklah." Kata Syerly sambil mendesah pelan.

  "Aku tadi hanya berbohong. Sebenarnya kau juga sangat hebat."

  Syerly melihat senyum Felix yang semakin lebar dan sesaat Syerly terpesona oleh senyum laki-laki itu.

  "Tapi..." bisik Syerly pelan, ketika ia benar-benar lepas dari genggaman Felix. Syerly mundur dengan hati-hati sambil menatap Felix.

  "Tadi malam aku hanya berpura-pura mendesah didepanmu."

  Syerly menikmati momen saat senyum Felix perlahan berhenti.

  "Dan sekarang tenggorakanku jadi sakit."

  Setelah mengatakan itu, Syerly langsung melarikan diri sambil mengejek Felix dengan berpura-pura batuk.

  Felix tidak mengatakan apa-apa ia hanya dapat menatap Syerly yang lari dengan tawa diwajahnya.

  Sedetik kemudian, Felix mulai mengejar Syerly.

  "Jika kau terus keras kepala, aku tidak akan membiarkanmu masuk kelas, Syer." Ancam Felix, seolah sedang memperingatkan anak kecil yang sedang nakal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!