BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab enam
Bruk!
"Auh, oh my God!!" pekik Bianca karena bajunya tertumpah saus.
"Ups, maaf gak sengaja," ujar seorang gadis dengan senyum miring di bibirnya, sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Lo buta, ya? Sampai gak lihat gue!!" Bianca menatap kesal.
"Maaf, Queen. Kita gak lihat Lo, ketutup wajah sok cantik Lo," ujar Kesya sambil tersenyum sinis.
"Eh, Queen-Queen sejak kapan nih ondel-ondel pasaran jadi Queen di sekolah ini?" ujar Victoria, menunjuk Wilona menggunakan jari telunjuk dari atas sampai bawah dengan gerakan yang agak berlebihan.
Wilona tersenyum sinis, "Maksud Lo apa bangsat!?" Wilona membalas tatapan Victoria dengan tatapan yang sama pedasnya.
"Etsss, kenapa lo emosi, bukannya Lo yang cari masalah sama kita, ya?" ujar Varsya, gadis itu menatap remeh Wilona.
"Diam, Lo! Lo pikir dengan Lo pacaran sama Kelvin dan Abang Lo Velix, kita takut sama Lo?!" geram Bunga.
"Ehh, teman gue punya mulut, sis. Kan sayang gak digunakan," ujar Almaira, tersenyum lebar tapi tampak meremehkan.
"Cih, tanggung jawab Lo! Baju gue kotor, gak usah banyak ngomong!!" ujar Bianca, yang merasa badannya sudah lengket akibat terkena saus.
"Katanya Lo kaya, kok gak mampu beli baju? Bokap bangkrut, ya?" ujar Wilona dengan sinis.
"Ya elah, bukan gak mampu. Asal Lo tau, bokap gue bisa buat bokap Lo bangkrut dalam hitungan menit. Sebenarnya, Lo harus berterima kasih sama bokap gue. Kalau bukan karena bokap gue, Lo udah ngemis-ngemis di jalan, bahkan jadi bisa lo***" ujar Bianca, membuat Wilona mengepalkan tangannya kuat.
"ayok, temanin ganti baju gak mutu berdebat sama cewek modal bacot kayak mereka"ujar Bianca dengan angkuhnya akan melangkah pergi
"SIALAN LO BIANCA!!" Wilona emosi seraya menjambak rambut panjang Bianca.
"BERENSEK CEWEK GILA!!" teriak Bianca, kepalanya tertarik ke belakang karena jambakan Wilona.
Victoria, varsya, dan Almira segera mencoba melerai pertengkaran Bianca dan Wilona. Bunga dan Keisha juga bergabung untuk membantu memisahkan keduanya. Namun, pergulatan sengit antara Bianca dan Wilona semakin memanas, mengundang sorakan dan dukungan dari siswa-siswi lain yang menonton.
"Stop!, Bianca" teriak Victoria, mencoba menenangkan keduanya.
Almira dan varsya berhasil memegang Bianca, sementara Bunga dan Keisha memegang Wilona. "Diam, kalian berdua!,Lo cewek jadi jadian berhenti " kata Almira dengan nada tegas.
Siswa-siswi lain yang menonton mulai berteriak dan bersorak, ada yang mendukung Bianca dan ada pula yang mendukung Wilona. Situasi semakin kacau hingga guru atau petugas sekolah tiba untuk melerai dan membawa Bianca dan Wilona ke kantor.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya guru dengan nada keras, memisahkan Bianca dan Wilona.
Bianca dan Wilona masih terengah-engah, mata mereka masih saling menatap dengan penuh kemarahan.
"Dia, Luan pak, jalan nya gak pake mata!!" ujar Wilona, membelalakkan mata.
"Eh, cewek kudis bau amis, Lo yang nabrak gue, ya?! Gue gak salah jalan, kok!" ujar Bianca, menanggapi dengan nada kesal.
"DIAM, KENAPA KALIAN MALAH BERTENGKAR LAGI?!" teriak kepala sekolah,berusaha menenangkan situasi.
"Pak, udah tua, jangan lupa umur," ujar Victoria, memperingati dengan nada sinis.
"Iya pak, sudah tua, jangan ikutan osmosis," ujar Almira dan Varsya serempak, gadis itu menggunakan kepalanya untuk membetulkan nada bicara.
"Diam kalian! Saya akan pindahkan kelas kalian saja. Saya sudah capek mengurus kalian," ujar kepala sekolah kesal.
"Eh, pak, jangan gitu! Aku gak mau pindah, ya! Bukan salah aku, kok," tolak Bianca.
"Bukan salah Lo? Terus salah gue, gitu?" tanya Wilona, nada bicaranya meninggi lagi.
"DIAM!! Bianca, Victoria, Varsya, dan Almira, kalian saya akan pindahkan ke XII IPA 1," ujar kepala sekolah dengan keputusan bulat.
"IPA satu? Edgar bagus,gak sia sia nih perempuan durjana cari masalah sama gue"batin Bianca, gadis itu malah tersenyum.
"Eh, gak pak, kita gak mau," tolak Almira, yang tidak suka jika dimasukkan ke dalam kelas yang tidak seru menurutnya.
"Saya sudah memberikan keputusan bulat, tidak bisa diganggu gugat, oleh. Dua setan tiga bintang sekalipun," ujar kepala sekolah dengan nada tegas.
"Akhirnya, kelas kita gak ada hama," ujar Keisha dengan nada sinis, tersenyum puas.
"Oh, akhirnya mata gue bebas gak lihat lagi cewek-cewek sok cantik," ujar Bianca, dengan nada yang sama sinis nya, membuat Wilona dan teman-temannya saling menatap dengan kesal.
"Sekarang keluar dan kalian pindah kelas hari ini juga, Kelian berempat silahkan keluar lebih dulu"ujar kepala sekolah dengan nada tegas.mempersilahkan Bianca dan teman temannya keluar lebih dulu supaya tidak ada keributan lagi.
Bianca, Victoria, Varsya, dan Almira saling menatap, lalu berjalan keluar dari ruangan kepala sekolah dengan wajah yang berbeda-beda.