NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Arya Mahendra, seorang Kaisar Immortal dari Alam Semesta Atas, dikhianati saat melewati Kesengsaraan Surgaw. Alih-alih mati, jiwanya terlempar kembali ke masa lalu, masuk ke dalam tubuhnya sendiri saat ia masih menjadi mahasiswa miskin berusia 19 tahun di Bumi yang sering ditindas dan kehilangan keluarganya karena konspirasi konglomerat lokal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mata Anjing Memandang Rendah Manusia

​Mendengar angka lima juta rupiah, mata lelaki tua penjual barang antik itu seketika membelalak. Rasa kantuknya lenyap tanpa sisa. Tangannya yang keriput gemetar penuh kegembiraan saat ia buru-buru meraih potongan kayu hitam tersebut dan menyodorkannya ke arah gadis bergaun putih itu.

​"Tentu saja, Nona! Lima juta! Fosil kayu petir ini adalah milik Anda yang terhormat!" seru lelaki tua itu dengan senyum menjilat yang menjijikkan.

​Gadis itu bahkan tidak menatap sang penjual. Ia membuka tas mewahnya dengan anggun, mengeluarkan buku cek, dan mulai menulis. Sikapnya begitu arogan, seolah segala sesuatu di dunia ini bisa ia beli dengan secarik kertas.

​Namun, sebelum pulpennya menyentuh kertas cek, sebuah suara sedingin es abadi memecah keheningan.

​"Letakkan kembali. Aku yang datang lebih dulu."

​Suara itu pelan, nyaris tanpa emosi, tetapi mengandung otoritas mutlak yang membuat udara di sekitar mereka terasa berat. Gadis itu menghentikan gerakannya. Ia menunduk, akhirnya menatap pemuda berpakaian lusuh yang masih berjongkok di dekat tikar. Alisnya yang indah berkerut tidak suka.

​"Apa kau sedang berbicara padaku?" tanya gadis itu, suaranya dipenuhi arogansi seorang bangsawan yang terhina.

​"Segala sesuatu di bawah Langit dan Dao memiliki aturan," Arya mendongak perlahan, matanya setajam pedang menembus pandangan meremehkan gadis itu. "Siapa yang datang lebih dulu, dialah yang mendapatkan."

​Lelaki tua penjual itu tertawa sinis. "Bocah, jangan membuat lelucon di sini! Kau bahkan menawar harga lima ratus ribu dariku. Nona ini berani membayar lima juta! Di dunia ini, uang adalah aturannya. Menyingkir, jangan menghalangi rezekiku!"

​Gadis bergaun putih itu tersenyum mengejek. Ia menatap jaket usang dan sepatu kets tipis Arya. Di matanya, pemuda ini hanyalah seekor katak di dasar sumur yang tidak tahu tingginya langit.

​"Berapa banyak uang yang kau miliki di saku celana kumalmu itu?" ucap gadis itu dingin. "Sepuluh juta. Aku akan membeli kayu itu seharga sepuluh juta. Sekarang, pergilah."

​Orang-orang di sekitar mulai berkerumun, berbisik-bisik melihat Nona Besar yang membuang uang puluhan juta demi sepotong kayu busuk.

​Arya tidak bergeming. Ia perlahan berdiri. Di kehidupan masa lalunya, sebagai Kaisar Immortal Lin Tian, jangankan sepuluh juta uang fana, bahkan jika seseorang menawarkan Sepuluh Ribu Gunung Spiritual padanya, ia tidak akan mengedipkan mata.

​"Benda ini," ucap Arya sambil menunjuk kayu hitam itu, "adalah harta karun yang mengumpulkan esensi kehidupan. Berada di tanganmu, benda itu tidak lebih dari sekadar kayu bakar. Kau bahkan tidak tahu cara menggunakannya."

​Mendengar ucapan arogan itu, kesabaran pria paruh baya bertubuh tegap di belakang sang gadis akhirnya habis.

​"Lancang!"

​BUM!

​Pria paruh baya itu melangkah maju satu langkah. Udara di sekitarnya seketika meledak. Lantai batu bata pijakannya retak halus. Sebuah gelombang tekanan tak kasatmata yang kuat menyapu keluar, membuat para pejalan kaki di sekitar mereka tersedak dan mundur ketakutan tanpa alasan yang jelas.

​Ini adalah Fluktuasi Qi Sejati! Pria ini adalah seorang ahli bela diri tahap Menengah yang telah memadatkan tenaga dalam di tubuh fananya. Di dunia sekuler, orang seperti ini bisa menghancurkan batu karang dengan tangan kosong dan melawan puluhan orang sekaligus.

​"Bocah tengik, Nona Shen dari Keluarga Shen Ibukota sedang berbaik hati tidak mempermasalahkan kelancanganmu!" geram pria paruh baya itu, matanya melotot tajam menatap Arya. "Jika kau berani mengucapkan satu kata lagi, aku akan mematahkan kedua kakimu dan melemparmu ke Sungai Tianhe!"

​Pria itu memusatkan seluruh aura penekanannya langsung ke arah Arya. Ia berharap pemuda kurus itu akan berlutut ketakutan hingga mengencingi celananya.

​Namun, yang terjadi selanjutnya justru membuat darah di tubuh sang ahli bela diri itu membeku.

​Arya tidak mundur selangkah pun. Ia justru memiringkan kepalanya dan tersenyum. Senyum yang begitu dingin dan kejam.

​"Hanya dengan kekuatan bela diri fana yang cacat, kau berani pamer aura di hadapanku?"

​Sejenak, dunia di sekitar pria paruh baya itu seolah kehilangan warnanya. Tatapan mata Arya berubah menakutkan, memancarkan Niat Membunuh murni yang telah membantai jutaan iblis di Alam Atas. Di mata sang ahli bela diri, pemuda lusuh di depannya tiba-tiba bertransformasi menjadi sesosok Dewa Iblis purba yang berdiri di atas lautan darah dan tumpukan tengkorak.

​Sebuah tekanan spiritual yang tak terlihat, sejuta kali lebih berat dari tenaga dalamnya, menghantam dada pria itu.

​Krak!

​Tulang rusuk pria paruh baya itu berderit. Ia tersentak hebat, wajahnya seketika sepucat kertas mati. Kakinya gemetar hebat sebelum akhirnya ia mundur tiga langkah berturut-turut, memegangi dadanya. Setetes darah hitam menetes dari sudut bibirnya.

​"P-Paman Zhao? Ada apa denganmu?!" Nona Shen memekik kaget, melihat pelindung terkuat keluarganya mendadak mundur dan terluka tanpa disentuh sedikit pun.

​Paman Zhao tidak menjawab. Napasnya memburu. Ia menatap Arya dengan sorot mata penuh ketakutan yang mendalam, layaknya seekor domba yang menatap naga ilahi. Aura macam apa itu?! Tidak ada gerakan, tidak ada sentuhan, tapi energi mentalku hampir hancur lebur! Ini... ini adalah Grandmaster Ranah Transformasi!

​Dengan tangan gemetar tajam, Paman Zhao menarik lengan Nona Shen.

​"Nona... kita pergi. Sekarang," bisiknya dengan suara serak yang dipenuhi keputusasaan.

​"Apa?! Tapi kayunya—"

​"Tolong, Nona. Jangan membantah. Nyawa kita berdua ada di ujung tanduk," potong Paman Zhao memohon, matanya terus mengawasi setiap pergerakan Arya.

​Melihat ekspresi horor pengawalnya, Nona Shen akhirnya menyadari ada sesuatu yang sangat salah. Ia melirik Arya sekali lagi dengan campuran rasa takut dan tidak percaya, sebelum akhirnya berbalik dan bergegas pergi menjauh dari kerumunan, meninggalkan lelaki tua penjual antik yang masih menganga kebingungan.

​Arya mendengus pelan, menarik kembali auranya. Jika tubuh fananya saat ini memiliki setetes saja Qi Sejati, pria bernama Zhao itu sudah hancur menjadi kabut darah hanya dengan satu tatapan.

​Arya kemudian menunduk, menatap penjual tua yang kini gemetar ketakutan melihat pembeli kayanya lari terbirit-birit. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan satu-satunya lembaran uang lima puluh ribu terakhir miliknya, dan melemparkannya ke atas tikar.

​"Aku hanya punya lima puluh ribu. Kayu ini, aku ambil."

​Tanpa menunggu persetujuan, Arya memungut Akar Pohon Roh Kayu Purba itu, berbalik, dan menghilang di tengah keramaian, meninggalkan pasar antik.

1
yos helmi
💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
sampai tamat ng nih.. coba saya baca.. kalo ng sampai tamat.. berarti aothor goblok.. mending mampus aj ni aothor kalo ng tamat.. 🤣🤣
Val's
membingungkan,, kan maya gak jdi ditabrak,, lagian jga dia udah sekolah,, kapan lumpuh nya ???
Val's
mantap
Val's
mannttaapp thorr 💪💪💪
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!