NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:191.2k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersama Bryan

Bryan ternyata orang yang sangat mudah diajak berbincang. Ia tidak banyak bertanya tentang Max atau pekerjaan Cassia.

Sebaliknya, dia memilih topik-topik netral seperti makanan yang dihidangkan di sana, musik yang diputar band live, dan juga memberitahu Cassia beberapa tamu yang datang.

Cassia tertawa kecil ketika mendengar Bryan menceritakan tentang kebiasaan lucu salah satu tamu yang dikenalnya di pesta itu. Itu adalah tawa pertamanya malam itu.

Bryan memandangnya sejenak, lalu tersenyum. "Kau … terlihat semakin cantik jika tertawa.”

Cassia terdiam mendengar itu dan salah tingkah.

Bryan tertawa kecil melihat reaksi Cassia yang begitu lugu.

Mereka berjalan berdua menyusuri ruangan. Bryan mengarahkan Cassia ke sekelompok orang yang sedang berbincang di dekat jendela kaca besar. Pria-pria dan wanita-wanita dengan jas dan gaun mahal menatap mereka dengan rasa ingin tahu.

"Permisi, permisi," Bryan menyela dengan santai. "Ini Cassia. Dia sekretarisnya Tuan Max Kingsford. Tapi malam ini dia datang sebagai ... tamu undangan yang tersesat."

Sekelompok orang itu tertawa. Cassia tersipu, tapi Bryan menggenggam lengannya dan menariknya masuk ke dalam lingkaran.

"Ini Tuan Bertrand, pengacara," Bryan menunjuk seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun. "Ini Tuan Kyle, pemilik perusahaan asuransi. Ini Kevin, anak Tuan Bertrand yang suka pamer mobil terbarunya."

Kevin yang disebut terakhir tertawa. "Bryan, kau juga, Dude."

Mereka berbincang ringan. Cassia menemukan bahwa orang-orang ini, meskipun terlihat kaya dan berpengaruh, sebenarnya cukup hangat.

Mereka bahkan memberi Cassia kartu namanya dan berkata, "Kalau Max membuatmu tak betah silakan ke perusahaanku,” kata Tuan Peter, pemilik pemilik properti megah di kawasan tengah kota.

Cassia tersenyum. "Terima kasih. Tuan Max, memperlakukanku dengan baik.”

*

*

Sekitar pukul sembilan malam, Cassia menyadari bahwa Max tetap tidak muncul. Ia mencoba menelepon sekali lagi, di luar jangkauan. Tidak ada pesan dari supir, stafnya, atau siapa pun.

Cassia membayangkan skenario terburuk pada Max, mungkin kecelakaan, di rumah sakit, atau sesuatu yang mengerikan.

"Tuan Max orang yang sangat bisa menjaga dirinya sendiri," kata Bryan pelan saat mereka berdiri di balkon, menjauhi keramaian. "Kalau dia tidak datang, pasti ada alasan.”

Cassia menatap ke arah kota di bawahnya. “Tuan Max tak pernah seperti ini. Aku … sedikit khawatir. Dia selalu bilang padaku apapun, termasuk pacar barunya.”

Bryan tertawa pelan lalu menyandarkan punggung ke pagar balkon. "Ayahku bilang Tuan Max itu seperti kucing, dia datang kalau dia mau, pergi kalau dia bosan, dan tidak pernah peduli dengan siapa yang ditinggalkan."

"Aku mungkin harus pulang," kata Cassia. "Malam sudah larut dan ... Tuan Max juga sepertinya tak akan datang.”

"Aku antar."

Cassia menoleh. "Tidak perlu. Aku bisa naik taksi."

"Jam sembilan malam, wanita cantik dengan gaun hitam naik taksi sendirian?" Bryan tertawa kecil. "Aku tidak akan bisa tidur nyenyak kalau membiarkan itu terjadi. Aku antar, ya. Mobilku di parkiran basement."

Cassia ingin menolak, tapi Bryan sudah berjalan ke dalam ruangan sambil melambai pada rekan-rekannya.

"Let's go, Cinderella. Sebelum jam dua belas dan gaunmu berubah jadi kain lap."

Cassia tertawa lagi. Malam ini dia sudah tertawa lebih banyak karena sikap humoris Bryan.

*

*

Di dalam mobil Bryan, Cassia duduk di kursi penumpang dengan gaunnya yang sedikit dia angkat ke samping agar belahan pahanya tak terlalu terlihat.

Bryan mengemudi dengan santai, satu tangan di setir, sesekali melirik Cassia.

"Boleh minta nomor teleponmu?" Bryan bertanya di tengah perjalanan.

Cassia terdiam. Ia tahu pertanyaan itu akan datang. Bryan terlalu baik, terlalu perhatian, terlalu tertarik. Dan Cassia cukup dewasa untuk mengetahui bahwa ketertarikan itu bukan karena dirinya yang asli, melainkan karena gaun hitam, riasan sempurna, dan riasan wajahnya.

"Untuk urusan bisnis?" Cassia bertanya balik.

Bryan tersenyum tipis. "Boleh juga untuk urusan non bisnis."

"Kau tidak kenal aku, Bryan. Yang kau lihat malam ini bukanlah aku. Aku membosankan, dan lebih nyaman dengan pekerjaan daripada riasan." Cassia menggenggam tasnya erat-erat.

Mobil berhenti di lampu merah. Bryan menoleh ke arah Cassia, dan untuk beberapa detik mereka berdua saling menatap.

Lampu merah menyala menerangi wajah Bryan dari samping, membuat matanya tampak lebih terang.

"Mungkin," Bryan akhirnya berkata. "Atau mungkin aku justru ingin mengenal yang asli. Bukan yang seperti ini.”

Cassia tidak tahu harus merespon apa. Lampu hijau. Mobil melaju lagi.

Akhirnya Cassia memberikan nomornya. Bukan karena dia menerima, tetapi karena dia tak ingin menolak kebaikan Bryan malam itu.

Dan mungkin karena Bryan adalah satu-satunya hal hangat yang dia terima sepanjang pesta yang dingin dan sunyi.

1
sleepyhead
Udah tinggal ngomong yg keras aj Max, ribet ya pria itu katanya pria itu 90 persennya memakai logika tp Max 70 persennya malah menggunakan persennya., fix Max masuk do zona Baper

Tinggal ngemeng, karena kau satu-satunya yang nggak butuh alasan buat tetap di sini. Dan itu yang bikin aku takut sekaligus nggak mau kau pergi...


ayeyeyyyy
💃💃💃💃
vivian
nunggu cassia pergi baru sadar🫠
sleepyhead
Nah, Max ini warning juga buat elu...
Dia baik, bahkan sangat baik...
hati hati, menjaga kepolosan itu berat....
Tapi orang yang tetap baik meski pernah disakiti, dialah yang paling kuat di antara semuanya....

Ngenti kan Max.....
🤭🤭
sleepyhead
Max doesnt hate you Cia...
Dia malah almost melekat seperti gummy, Max hampir sampai di tepi fase cinta dan benci lebih tepatnya hahhahayyy,
Cuma beda arahnya, Cinta narik ke dekat, Benci dorong ke jauh...
tp duanyanya butuh emosi yang dalam....

Kaya orang lagi polinginlope, yg mulai dari benci jadi cinta, or sebaliknya.
Selama masih ada rasa meskipun garisnya masih tipis, amaaanlaaah

Yg bahaya itu kalau udah jadi dingin dan acuh, itu tandanya garisnya udah putus...
Zona merah

😍😍😍🤭
Nazwa Azzahra
lanjut
SN Girls
ah si max mah g jelas...udh ada yg cinta dan tulus malah di suruh jgn berharap,tar giliran di tinggal beneran baru tau rasa dah😁
Yunita Akmalia
semangat up
Silvi Nafidah
good
MACA
sabat cass...ininhal baru bagi max
MamDeyh
Betul gk usah naif dan maksa tuh cowok. Setelah hari ini. Bersikaplah spt biasa Cass
Lina Cuang
lanjut kakkkkk
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍😍😍😍😍
V_eRiL
Cassia orangnya nothing to lose ya, mau Max balas perasaannya atau ngga terserah tdk dijadikan beban 😊😊 penasaran nih gmn reaksi Cassia kalau cemburu sama cewek yg deketin Max 🤔🤔🤭 apa bakal nyeremin ya 🤨🤭
V_eRiL
Max msh bingung dgn perasaannya sendiri, dia takut kehilangan Cassia tp juga takut nantinya menyakiti Cassia karena track recordnya yg buruk sedangkan Cassia nangkepnya beda, dia pikir Max tdk suka dgnnya 🙉🙉 kalian ini ribet dgn pikiran masing² ya, besok diomongin yg jelas biar ngga salah paham ya 😊😊
LANY SUSANA: betul betul.... biar ga slh paham. mending jujur
max kl km. ga ada kenapa SMS dr Bryan dan ayah Cassia km hapus, ayahnya mo kenalin cowo unt cassia🤣🤣
total 1 replies
Thea_noni
kasian cassia,semoga max cepet sadar yaa...dia bakal bucin akut sma Cass.

semangat up Kaka....🤗
Rizky Manik
lanjut kak
isni afif
up lagi kak zarin.....teman berlibur....qu😘😘😘
Rizky Manik
aduudd max nnti kalo udh dicuekin lagi sama Cass malah kau yg ngejar²

ingat max, Bryan masih ngejar² Cass
Dady Cass juga mau jodohin Cass sama pria baik²
jangan Sampek nyesel lo max
Dewi
Lanjut terimakasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!