NovelToon NovelToon
SALDO ISTRI, NAFKAH SUAMI

SALDO ISTRI, NAFKAH SUAMI

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

"Uangku adalah uang kita, tapi uangmu adalah uang keluargamu."

​Kalimat itu menjadi pahit yang Arumi telan setiap hari. Membesarkan dua anak yang beranjak dewasa sendirian di bawah atap yang sama dengan seorang suami, Arumi merasa seperti single parent berstatus menikah. Sementara sang suami tampil necis dan loyal di luar sana, Arumi harus berjuang dengan wajah kusam di depan laptop demi biaya sekolah anak-anak.

​Sampai kapan Arumi harus mengalah? Apakah pernikahan sepuluh tahun ini layak dipertahankan jika keberadaannya hanya dianggap sebagai 'mesin penghasil uang' yang tak berhak bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SALDO ISTRI, NAFKAH SUAMI

​Sementara suasana di rumah peninggalan orang tua Arumi diselimuti kehangatan dan kebulatan tekad, kondisi yang sangat bertolak belakang terjadi di sebuah rumah megah berlantai dua di kawasan perumahan elit yang terletak di pinggiran kota. Rumah itu berdiri dengan kokoh, dipagari besi tempa menjulang berwarna hitam dengan aksen emas yang memberikan kesan mewah sejak pertama kali dipandang. Lampu-lampu kristal gantung memancarkan cahaya kuning keemasan yang hangat, menerangi teras luas yang lantai granitnya selalu mengkilap tanpa cela.

​Di garasi rumah tersebut, terparkir sebuah mobil sedan keluaran terbaru milik adik bungsu Pras dan motor sport mengkilap milik Pras sendiri. Rumah ini adalah hasil dari jerih payah, atau lebih tepatnya, hasil dari perasan keringat yang dialirkan Pras setiap bulannya, yang dengan tega ia potong dari hak nafkah anak dan istrinya sendiri.

​Di dalam ruang keluarga yang dilengkapi dengan sofa kulit impor yang empuk, Pras sedang duduk menyandarkan tubuhnya yang lelah. Di depannya, sebuah televisi berukuran besar sedang menyala menampilkan siaran hiburan, namun pikiran Pras masih dipenuhi oleh kekesalan yang mendalam akibat pertengkaran subuh tadi. Di sampingnya, sang ibu duduk dengan santai sambil mengipasi dirinya menggunakan kipas tangan berbahan sutra, sementara pergelangan tangannya dipenuhi oleh gelang-gelang emas yang berkilauan setiap kali ia bergerak.

​"Sudah, Pras, nggak usah kamu pikirkan perempuan tidak tahu untung itu," suara Ibu Pras memecah keheningan, nadanya terdengar sangat sinis dan penuh dengan kebencian saat membicarakan menantunya sendiri. "Ibu itu sudah bilang dari dulu, dari awal kamu mau nikah sama si Arumi. Ibu itu nggak sreg. Tapi kamu ngeyel, bilangnya dia wanita baik-baik, sopan, penurut.

Sekarang kamu lihat sendiri kan hasilnya? Baru punya uang sedikit saja dari hasil ngetik-ngetik nggak jelas di internet itu, sudah berani dia teriak-teriak di depan muka kamu! Berani dia ngasih makan tahu goreng sama sayur sisa buat anak Ibu yang ganteng dan punya jabatan di kantor!"

​Pras menghela napas panjang, meraup wajahnya dengan kedua telapak tangan. "Masalahnya dia sekarang sudah berani bawa-bawa anak, Bu. Bintang sama adiknya malah belain Arumi tadi pagi. Aku rasanya seperti orang asing di rumah itu, padahal aku yang cari uang."

​Ibu Pras mendengus kasar, meletakkan kipas sutranya di atas meja kaca dengan hentakan yang cukup keras. "Ya jelaslah anak-anak belain dia! Orang setiap hari mereka dikurung di rumah itu sama ibunya. Pasti si Arumi itu sudah mencekoki otak anak-anak kamu dengan omongan yang bukan-bukan tentang kamu. Dia itu sengaja mau menjauhkan kamu dari anak-anakmu sendiri, Pras. Perempuan licik seperti dia itu memang begitu tabiatnya!"

​Sang ibu kemudian memperbaiki posisi duduknya, menatap anak laki-laki kebanggaannya itu dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan penuh rasa kasihan yang dibuat-buat. "Ibu itu paling kesal kalau melihat penampilan si Arumi itu, Pras. Dekil! Kumal! Setiap kali Ibu mampir ke rumah itu, daster yang dipakainya itu-itu saja, sudah pudar, kadang ada robek kecil di ketiaknya. Rambutnya cuma dicepol asal-asalan, wajahnya kusam, nggak pernah pakai bedak atau lipstik yang bagus seperti istri-istri teman kantoran kamu. Malu Ibu kalau ada tetangga atau saudara yang lihat. Masa istri seorang staf tetap di kantor pemerintahan penampilannya seperti pembantu melarat?"

​"Aku sudah kasih uang belanja, Bu," gumam Pras membela diri secara lemah.

​"Uang belanja dari kamu itu sudah lebih dari cukup, Pras! Ibu tahu kamu anak yang royal," potong ibunya cepat, memvalidasi keegoisan anaknya sendiri. "Gaji kamu kan besar, jabatan kamu sudah naik. Si Arumi-nya saja yang pelit! Dia itu sengaja menimbun uang dari kamu dan uang dari hasil novelnya itu buat kepentingannya sendiri, sementara dia sengaja berpenampilan dekil begitu supaya orang-orang mengira kamu nggak pernah menafkahi dia! Dia itu mau menjatuhkan nama baik kamu di depan orang-orang, Pras. Kamu harus cerdik melihat taktik perempuan dekil seperti dia!"

​Pras terdiam, namun kata-kata ibunya perlahan-lahan mulai meresap dan meracuni pikirannya yang memang sudah egois sejak awal. Di dalam benak Pras, bayangan Arumi yang memakai daster batik lusuh dengan wajah pucat tanpa riasan kembali muncul. Ia membandingkannya dengan ibu-ibu atau rekan kerja wanitanya di kantor yang selalu tampil wangi, modis, dan mempesona. Rasa bersalah yang sempat tersisa sedikit di dalam hati Pras karena telah membanting sendok dan membentak anak-anaknya tadi pagi, kini menguap sepenuhnya tanpa bekas.

​"Benar kata Ibu," bisik Pras, matanya menatap lurus ke arah lampu kristal di langit-langit rumah orang tuanya. "Harusnya dia sadar diri. Kalau bukan karena aku yang mau menikahinya dulu, dia tidak akan bisa punya status sebagai istri seorang karyawan tetap. Pekerjaannya cuma diam di rumah depan laptop, tapi lagaknya sudah seperti dia yang paling berjasa."

​"Nah, itu kamu tahu!" sahut ibunya dengan senyum puas yang mengembang di bibirnya. "Makanya, biarkan saja dia sendirian di rumah itu beberapa hari ini. Jangan kamu pulang dulu ke sana. Biar dia tahu rasa gimana bingungnya kalau nggak ada kamu. Biar dia mengemis-ngemis minta maaf sama kamu karena nggak bisa beli beras atau bayar kebutuhan rumah. Nanti kalau dia sudah nangis-nangis di depan kaki kamu, baru kamu pulang dengan syarat dia harus menyerahkan semua ATM dan tabungannya ke kamu! Biar kamu yang pegang kendali penuh sebagai suami!"

​Di bawah atap rumah mewah yang dibangun dari fondasi ketidakadilan itu, Pras mengangguk setuju. Ia merasa keputusannya untuk kabur ke rumah orang tuanya malam ini adalah tindakan yang sangat benar. Ia tidak pernah tahu, dan tidak akan pernah peduli, bahwa di rumah sederhana peninggalan mertuanya, Arumi justru sedang merayakan kebebasannya. Pras mengira ia sedang memberikan hukuman kepada istrinya dengan cara menghilang, tanpa menyadari bahwa bagi Arumi, ketidakhadirannya malam ini adalah sebuah anugerah terbesar yang membuka jalan lebar bagi hancurnya pernikahan mereka untuk selamanya.

1
Suanti
manta mentua, dan mantan suami. arumi klu dengar arumi mau menbangun usaha catering bsr2an langsung jantungan / stroke 🤭🤣🤣
Uthie
rasain tuhh mereka 😡
Suanti
setelah selesai bangun rmh 3 lantai rmh arumi mantan ibu mertua langsung stroke🤭🤣🤣🤣
Uthie
Maaff Thor . koq rasanya ada penggambaran soal bonceng 3 naik motor Matic aga kurang masuk di akal sy yaa 😁🙏🙏

kenapa juga gak naik taksi online atau apa gtu, walau cerita nya mereka masih akting susah sekali pun🙏🙏😁
blcak areng: siap kak 😁😁
total 1 replies
Uthie
dasar manusia - manusia culas 😡😡😡
Uthie
Mantap nii Bu RT dan Bu Ida 👍😁
Suanti
jgn sampai tukang renovasi rmh arumi bocor blg arumi mau renovasi rmh bertingkat 3🤭
Uthie
Maju terus Arumi 👍👍😍
Uthie
kebahagiaan dan Rizki selain materi adalah, memiliki Tetangga yg baik dan saling Peduli satu sama lain 👍👍😍
Suanti
uang 200jt arumi bisa renovaai rmh nya jdi tingkat 2 . uang dlm tabungan arumi bisa buka, usaha 🤭
Uthie
dikira Arumi malah akan ada keluarga yg akan terus melindungi nya, tau nya cuma nitipin jatah warisan ayahnya dulu tohhh... 😁
padahal harusnya hubungan keluarga jangan sampai putus begtu saja, kalau sdh ada penyesalan terdalam dan niat baik untuk memperbaiki nya....
memang menyakitkan, namun mikir untuk kedepannya saja 🙏🙏😁
Uthie
Maaf Thor....itu bagaimana yaa? koq Arumi naik ke boncengan motor pak RT?? lahh Bu RT nya di kemanain?? 😂😂
bukannya Arumi juga punya motor sendiri walau sdh tua yaa peninggalan bapak nya yg suka antar jemput sekolah??? maaf... tolong di jelaskan 😁🙏🙏
blcak areng: udah biarin aja.. ini pak polisi nya mikir" mau nilang Arumi kak🤣🤣
total 3 replies
Uthie
Maju dan sukses 👍👍👍
Uthie
Seharusnya demikianlah bertetangga itu.. saling menjaga satu sama lain seperti keluarga sendiri... ikut bahagia jika ada yg bahagia, ikut sedih jika ada yg sedih dan terluka 👍👍😍
Uthie
Biar sumpah nya berbalik untuk dirinya dan keluarga nya sendiri itu 😡
Suanti
sumpah serapah ibu nya pras buat arumi semoga aja kebalikkan nya senjata mkn tuan 🤣🤣🤣🤣
Uthie
Good Choice Arumi 👍👍👍😡
Uthie
Mantappp ituuu 👍👍😡😡
Uthie
Bagusssss Arumi 👍😡
Uthie
Balas terus Arumi 👍😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!