Kinan Malika, Gadis berusia 23 tahun yang menempuh pendidikan hukum selama 4 tahun, dan setelah lulus dia melamar pekerjaan sebagai notaris dan ingin menjadi pengacara.
Sayangnya, tidak ada yang percaya dengan kemampuannya. Hingga dia di terima di sebuah perusahaan besar untuk menjadi asisten pribadi seorang bos yang tidak pernah terpikir olehnya.
Baskara Rama Jaya, seorang laki-laki berusia 30 tahun. Bos perusahaan besar yang terkenal dingin dan tidak memiliki belas kasih terhadap karyawannya.
Memiliki trauma masa lalu dan mengindap insomnia akut, menyebabkan dirinya susah tidur ketika malam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perdebatan Antara Bos
Brak!
Juno masuk ke ruangan kerja Baskara dan membuat pemilik ruangan itu terganggu.
"Bas, please banget. Tolong, gue capek banget. Please, menurut gue Kinan itu kompeten kok. Gue yakin dia bisa kerja. Kasih dia waktu untuk beradaptasi." kata Juno membuat Baskara hanya diam menatapnya.
"Masih 3 hari Bas, kasih dia waktu please. Gue gak tau lagi mau cari asisten dimana yang cocok sama elu dan menurut gue semangatnya Kinan oke. Gue yakin dia bisa jadi asisten sesuai dengan kemauan Lo." Baskara melipat kedua tangannya di dada, menatap Juno dengan diam.
"Bas..."
"Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan Juno? Aku tidak memiliki banyak waktu untuk mendengarkan omong kosong mu di siang hari. Aku bukan bos yang tidak memiliki pekerjaan seperti mu." jawab Baskara membuat Juno menatap ke arahnya.
"Jadi Lo gak bakalan mecat Kinan kan? Eh tapi tunggu dulu deh. Lu bilang apa tadi? Gue bos yang gak ada kerjaan gitu kan maksud Lo?"
"Aku tidak pernah menyebutkan namamu. Jadi jika kamu menuduhku dengan hal itu, maka dengan senang hati aku mengajukan surat ke pengadilan dan melaporkan mu atas pencemaran nama baik!" ucap Baskara membuat Juno menatap kesal padanya.
"Lo lupa ya, semua pengacara di kota ini bahkan lebih memilih mundur jika tau aku adalah pengacara dari lawan mereka. Jadi bisa di pastikan, jika mereka akan kalah!" jawab Juno dengan penuh kesombongan karena memang dia adalah pengacara top di kota mereka.
"Tapi kamu harus tau, jika kantor mu masih menumpang di gedung milikku. Kau juga harus tau, jika aku adalah atasan mu, Juno. Aku adalah Baskara-"
"Oke bye!" potong Juno berlalu meninggalkan Baskara begitu saja, tanpa ingin terlibat lebih jauh lagi dengan sahabat baiknya itu.
Biar bagaimana pun, Baskara adalah teman baiknya semasa sekolah hingga di perguruan tinggi. Bahkan ketika mereka menempuh pendidikan jalur hukum juga Baskara bersamanya. Hanya saja, dia tidak tertarik dengan hukum dan lebih memilih menjadi arsitek karena hobinya.
Tapi hebatnya, dia bisa mengambil dua jurusan sekaligus, dan sama-sama lulus dengan nilai terbaik di dua mata kuliah berbeda.
Setelah Juno keluar, Baskara menatap arloji mahal miliknya dan menunjukkan pukul 12. Itu artinya sebentar lagi mereka akan berangkat.
"Permisi, Bos. Ini berkasnya dan semuanya sudah sesuai dengan apa yang bos kirimkan. Hanya saja-" Baskara mendengarkan apa yang akan di katakan Kinan selanjutnya.
Dia ingin tau, apakah gadis ini benar-benar memeriksanya dengan benar atau tidak. Karena Baskara tau setiap detail dari berkas itu.
"Hanya saja, ada angka yang salah dari jumlah barang dan bahan yang akan di beli nanti. Menurut saya masih bisa di print ulang untuk membenarkan angkanya agar sesuai dengan yang Bos kirimkan." jelas Kinan membuat Baskara mengangguk.
"Tidak perlu. Kita akan berangkat sekarang."
"Tapi, Bos. Berkasnya-"
"Berkas aslinya disini. Jadi tidak perlu mencetak ulang untuk semua itu." jawab Baskara membuat Kinan terperangah di tempatnya.
Apa katanya tadi? Berkas aslinya ada di tangganya? Lalu untuk apa dia memeriksanya lagi.
"Sabar, Kinan. Sabar, orang sabar cepat naik gaji. Sabar, oke, sabar!" dia berusaha menangkan dirinya.
Baskara melewati para karyawannya begitu saja, dan di ikuti Kinan di belakangnya. Saat Kinan melewati teman-temannya, dia tersenyum dan mengambil pena strawberry kesayangannya.
"Semangat, Kinan!" mereka bertiga menyemangati Kinan untuk meeting pertama kalinya dengan Baskara di luar.
Ya, Baskara menghela nafasnya dengan berat saat Kinan berjalan terlalu lambat menurutnya.
"Cepat naik! Kamu sudah membuang waktu saya untuk menunggu kamu selama 35 detik!"
"Hah?"
"Masuk Kinan..!" titah Baskara menatap tajam ke arah gadis yang terburu-buru masuk ke dalam mobil setelah mendapatkan omelannya.
"Iya, Bos iya. Ini masuk." jawab Kinan mengalah pada Baskara.
***