NovelToon NovelToon
Mahar Kebebasan

Mahar Kebebasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabilah

Setelah 8 tahun mendekam dalam penjara, selama
8 tahun juga tidak pernah ada yang datang menjenguknya. Arlan, pria penuh kuasa yang haus akan balas dendam, tiba-tiba datang menjemputnya.

Bukan untuk menyelamatkan, melainkan untuk menjadikan Adira tawanan dalam ikatan suci pernikahan.

Arlan bersumpah akan menghancurkan hidup Adira hingga ayahnya muncul untuk menyerahkan diri. Dalam istana kemegahan yang dingin, Adira menyadari bahwa "Mahar Kebebasan" yang diberikan Arlan hanyalah awal dari hukuman mati yang berjalan perlahan.

Apakah cinta bisa tumbuh di atas tanah yang disirami kebencian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akibat sebuah pelukan

Setelah ijab kabul selesai, tidak ada acara pertukaran cincin layaknya pernikahan normal. Wali hakim serta beberapa saksi yang hadir pun segera berpamitan. Arlan tetap berada di dalam kamarnya, begitu pula dengan Adira.

Tiba-tiba, Adira merasa tenggorokannya kering. Ia berniat turun ke lantai bawah untuk mencari minum. Dengan langkah perlahan, ia bangkit dan berjalan menuju pintu. Saat pintu terbuka, pemandangan rumah yang sunyi namun sarat kemewahan langsung menyambutnya.

Rumah itu memang sangat menakjubkan, namun Adira sama sekali tidak terpukau. Ini bukan pertama kalinya ia melihat kemewahan luar biasa. Adira terlahir dari keluarga kaya raya, sehingga apa yang dimiliki Arlan bukanlah hal baru baginya. Namun, semua itu hanyalah masa lalu.

Setelah peristiwa kelam delapan tahun silam, seluruh aset keluarganya dibekukan. Kini, Adira benar-benar tidak memiliki apa-apa lagi, kecuali kakak perempuannya yang menjalani hidup sederhana bersama sang suami. Namun, Adira tak berniat mengganggu kehidupan kakaknya karena ia tidak ingin merepotkan. Biarlah ia sendiri yang menjalani semuanya dengan hati yang telah mati.

Saat menuruni anak tangga, ia melihat beberapa pelayan berdiri berjejer di lantai bawah. Adira melangkah senyap, berusaha tidak menarik perhatian. Para pelayan yang menyadari kehadirannya segera menunduk hormat tanpa berani mengeluarkan sepatah kata pun.

Di sana, Adira melihat ada puluhan pelayan yang berjaga. Ia terus berjalan menuju dapur sesuai niat awalnya. Namun, tepat saat berada di ambang pintu dapur, langkahnya terhenti. Ia tidak sengaja mendengar para pelayan di dalam sana sedang asyik bergosip.

"Bukannya wanita yang dinikahi Tuan Arlan itu putri dari keluarga Santoso, ya?" bisik salah satu pelayan.

"Kalau tidak salah, bukankah dia yang membunuh adik Tuan Arlan?"

"Ah, apa mungkin?" sahut yang lain sangsi.

"Kenapa tidak mungkin? Dulu dia masih muda, jiwanya labil. Sekarang dia sudah dewasa. Tapi aku masih ingat, wajahnya persis sekali dengan putri keluarga Santoso yang kaya raya itu."

"Sudahlah, jangan sebut-sebut keluarga Santoso lagi. Ingat apa akibat dari kejadian itu!"

Suasana dapur sempat hening sejenak sebelum suara lain menyahut pelan, "Iya, iya. Tapi omong-omong, bagaimana ya Nyonya menghadapi Tuan? Karena sejak insiden yang menimpa Tuan hingga membuatnya cacat, Tuan tidak pernah keluar dari kamar."

"Siapa bilang? Yang kudengar, Tuan sering keluar kalau malam hari. Tapi kalau siang, dia tidak pernah menampakkan diri."

"Oh, ya? Apa kalian tahu seperti apa wajah Tuan sebenarnya?"

"Ya tidak tahulah! Kan sebelumnya Tuan tinggal di luar negeri. Mana kita tahu seperti apa wujudnya, apalagi aku juga masih baru bekerja di sini."

Adira terpaku di balik tembok, membatin dalam diam. Benarkah dia tidak pernah keluar dari kamar saat siang? Sebenarnya apa yang terjadi sampai pria itu menjadi cacat?

"Tapi kalau ingat Tuan Kenzo yang ganteng itu, aku jadi baper sendiri," celetuk salah satu pelayan. "Duh, Tuan Zo, kenapa kamu ganteng sekali, sih?"

"Ganteng? Buat apa ganteng kalau kejamnya mengalahkan Firaun!"

"Hush, kamu bicara apa, sih?" timpal pelayan lainnya. "Tuan Zo itu tidak sekejam Firaun, kok. Kamu bicaranya kelewatan."

"Iya, dia memang ganteng banget!" seru salah satu pelayan dengan mata berbinar. "Tuan Kenzo itu tipe ganteng yang bikin orang segan sekaligus terpesona. Auranya itu loh, super power banget!"

"Ganteng sih ganteng," timpal temannya sambil berbisik waspada, "tapi kegantengannya itu tertutup sama sifatnya yang dingin dan kaku. Kalau dia sudah menatap orang, rasanya nyawa kita kayak mau lepas dari badan karena takut salah sedikit saja."

"Tetap saja, wajahnya itu loh... kayak pahatan patung yang sempurna. Sayang saja dia tidak pernah tersenyum. Mungkin kalau dia senyum sedikit saja, seisi mansion ini bakal pingsan karena baper!"

"Kira-kira, apakah Nyonya Adira sudah bertemu dengan Tuan Zo?"

"Kayaknya belum, deh. Karena selama Nyonya di sini, Tuan Zo kan berada di luar negeri dan belum pernah pulang."

"Oh iya ya, berarti mereka belum pernah ketemuan dong?"

"Iya, benar sekali. Bagaimana ya kira-kira kalau Nyonya Adira harus menghadapi Tuan Zo nanti?"

"Entahlah, tidak tahu juga. Tapi mana mungkin Tuan Zo berani macam-macam pada Nyonya Adira? Nyonya kan istri dari Tuan Besar Arlan."

Tiba-tiba, salah satu di antara mereka yang sedang asyik bergosip terperanjat saat melihat Adira berdiri mematung di ambang pintu dapur.

"Eh... Nyonya! Sejak kapan Nyonya ada di sana?" Salah satu pelayan tersentak, menyadari kehadiran Adira.

Suasana dapur mendadak mencekam. Para pelayan itu tampak ketakutan, wajah mereka pucat pasi karena khawatir Adira akan melaporkan percakapan mereka. Namun, Adira hanya diam membisu. Ia berjalan melewati mereka dengan tenang menuju kulkas, mengambil sebotol air dingin, lalu segera melangkah pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Begitu Adira menjauh, para pelayan itu kembali berbisik dengan suara yang sangat rendah.

"Wow... sudah tiga hari Nyonya di sini, tapi baru kali ini aku melihat wajahnya dengan jelas dari dekat. Ternyata dia benar-benar cantik," bisik salah satu pelayan takjub.

"Iya, ya. Padahal dia pernah di penjara, tapi auranya masih terlihat seperti anak orang kaya."

"Sudah, bubar! Kita beruntung bisa bekerja di sini, gaji kita sangat besar. Jangan sampai kita dipecat karena menggosipkan majikan sendiri," sahut yang lain sembari merapikan peralatan makan yang mahal.

"Nyonya Adira, saya akan mengantar Anda ke rumah sakit," ujar Asisten Wira yang sudah berdiri di dekat pintu kamar.

Mendengar ucapan Wira, Adira mengerutkan dahi bingung. "Membawa saya ke rumah sakit? Tapi saya tidak sedang sakit," jawab Adira heran.

Wira menatapnya dengan wajah datar yang profesional. "Saya akan mengantar Anda untuk menemui dokter yang mengurus program kehamilan."

Adira tersentak. Program kehamilan?

Jadi maksudnya dia menikahiku hanya untuk memiliki anak? Dia tidak ingin menyentuhku secara langsung, tetapi menyuruhku mengikuti program kehamilan agar aku bisa hamil? batin Adira, merasa sedikit lega karena ternyata Arlan tidak berniat menyentuhnya secara fisik.

"Saya bersiap sebentar," ucapnya datar pada Wira.

 ***

Sesampainya di rumah sakit, Adira langsung menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Ternyata tubuhnya sangat sehat dan memungkinkan untuk mengikuti program tersebut.

"Keadaan Anda cukup sehat, Nyonya. Tapi tolong dijaga agar pola makan tidak berantakan. Jangan terlalu lelah, usahakan jangan terlalu banyak pikiran, dan buatlah pikiran Anda tetap stabil," saran dokter.

Adira hanya mengangguk pelan sembari mencoba tersenyum tipis. "Terima kasih, Dokter," ucapnya tulus sebelum akhirnya keluar dari ruang periksa.

Sesampainya di luar, Adira tidak melihat keberadaan Wira. Ia pun melangkah perlahan menuju pintu utama rumah sakit. Namun, tiba-tiba terdengar suara lantang yang memanggil namanya.

"Adira Anasya!"

Langkah kaki Adira terhenti seketika. Ia membalikkan badan dan terpaku melihat sosok pria di hadapannya. Ternyata dugaannya benar; pria itu adalah laki-laki yang pernah ia sukai semasa SMA dulu.

"Teo?" gumam Adira lirih.

Teo tersenyum lebar. "Ini benar-benar kau, Adira!" serunya girang. Tanpa memedulikan sekitar, Teo berlari menghampiri Adira dan langsung memeluknya erat karena rasa rindu yang membuncah.

Adira tercengang, namun ia hanya diam membeku.

"Ini benar kamu... Aku sangat merindukanmu," ucap Teo seraya melepaskan pelukannya, lalu menggenggam tangan Adira erat-erat.

Bugh!

Tiba-tiba sebuah tinjuan keras mendarat telak di wajah Teo hingga membuatnya tersungkur. Adira terperanjat hebat. Darah segar langsung mengalir dari sudut bibir Teo.

Adira mendongak menatap pria di sampingnya.

1
Damlina 1995
kok gak up2 lagi episode selanjutnya
Emi Sudiarni
iya jdi ngah hebat. akan jdi rumit..
Salsabilah: makasih udah mampir 🥰
total 2 replies
Damlina 1995
lanjut lagi dong up nya
Damlina 1995
up lagi dong eps berikut nya, kalau bis a up sebanyak nya
Damlina 1995
kok belum up lagi cerita nya udah gak sabar ini baca bab selanjutnya
Sari ati
jangan biarkan prosesnya berhasil thor, masak jadinyan anak pras thor
Salsabilah: 😅😅😅 mudah2han nggak jadi🤧
total 1 replies
partini
dasar Arlan PA lebih enk secara alami lebih aman pula ga plus pakai drama murahan pakai ganti oleh musuh-musuh mu aduhh lan lan🤦
partini
busettt dah karena harta Ampe kaya gitu,,nyata ada sih saling bunuh gara" harta. masa di obok" laki"lain Thor menjijikan dong
partini: iya tau Thor ,yg wanita sel telur juga bisa
total 5 replies
partini
jangan di bikin methong sutra dong Thor
Salsabilah: sungguh terlalu 🤧🤧🤧
total 3 replies
Azka Putra
kenapa upnya sekarang lama thorrrr. sedikit pula. nggk kyak pertama kali
Salsabilah: lagi sibuk banget say🤧 insyaallah, malam lagi baru ada kelanjutannya.
total 1 replies
kartini aritonang
yaaa tuhaan. ternyata sutra juga jadi korban . semoga arlan bisa membongkar misteri kematuan anisa , agar dendamnya tidak salah alamat. lanjut thor
Salsabilah: ok say😊😊😊😊
total 1 replies
partini
ahhh sperti itu,,aihhh ini orang pintar sekali Arlan aja ga atau kalau dia itu musuh yg asli Weh Weh
Salsabilah: 🤧🤧🤧🤧 bener
total 1 replies
kartini aritonang
jadi penasaran, siapakah sebenarnya yang dudah membunuh anisa, sutra atau sebastian
Salsabilah: part berikutnya kak🥰 jangan lupa support ya kak 🥰
total 1 replies
Rahayu Ayu
Ternyata di balik kematian Anisa ada seorang saudara tiri yg licik
Salsabilah: 😥😥😥 benar kak
total 1 replies
Damlina 1995
lanjut lagi dong 🙏
Salsabilah: sudah update say🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
partini
ohh di tahan toh, kapan flashback nya Thor
Salsabilah: update berikutnya say
total 1 replies
partini
tuh berani ga kamu ar,,
Salsabilah: dia mah cemen 😆
total 1 replies
Salsabilah
Terima kasih pada semua yang mampir di novel author ya🥰🙏🙏😊 salam hormat pada kalian semua🥰
partini
kasih bantuan dikit temanmu Sean biar bisa hamil secara alami 🤭
Salsabilah: waduh 😆
total 3 replies
Azka Putra
bagus ceritanya, bikin greget dan penasaran 😁😁😁
Salsabilah: makasih rate nya say🥰 terus membaca karya recehan aku dan beri support ya say 😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!