Di Benua Langit Biru, hukum kultivasi berlaku mutlak: fokus pada satu elemen murni adalah satu-satunya jalan pintas menuju keabadian. Mereka yang lahir dengan banyak elemen justru dianggap memiliki meridian cacat—sebuah wadah bocor yang hanya akan memperlambat kultivasi dan berakhir sebagai sampah masyarakat.
Namun, takdir justru menertawakan Ling Yun. Ia lahir dengan kutukan terjahat: memeluk empat elemen utama bumi sekaligus—Tanah, Air, Api, dan Udara—di dalam satu tubuh. Dicaci, dikhianati, dan dibuang oleh dunianya, ia menolak untuk berlutut pasrah pada nasib. Dengan tekad seteguh karang, ia merayap dari titik terendah demi membalikkan takdir langit.
Menggenggam bara api, membelah samudra, menggoncang bumi, dan memotong badai, Ling Yun menantang dunia:
"Siapa bilang empat elemen adalah sampah? Dengan empat elemen ini, aku akan menghancurkan para dewa yang angkuh, membakar kesombongan langit, dan menulis ulang hukum alam semesta!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembentukan Inti Tahap Menengah dan Panggung Baru
Waktu berputar tanpa suara di puncak bukit Divisi Alkimia yang terisolasi. Kabut energi spiritual yang tebal seolah menjadi tirai yang memisahkan Paviliun Giok dari hiruk-pikuk Sekte Langit Abadi. Di dalam sebuah paviliun, dua bersaudara itu terus menantang batasan tubuh dan takdir mereka.
Hingga akhirnya, pada bulan keempat masa kultivasi tertutup, keheningan di sisi barat paviliun pecah.
CRASH!
Pintu ruangan tersebut telah terbuka. Debu-debu spiritual berterbangan saat sesosok pria berbadan tegap melangkah keluar. Itu adalah Lu Han. Namun, tidak ada lagi jejak kuyu atau pundak membungkuk khas seorang pelayan logistik pada dirinya. Tubuhnya kini diselimuti oleh riak energi elemen bumi yang sangat solid, berpadu dengan percikan guntur ungu yang sesekali meloncat di permukaan kulitnya. Sepasang matanya berbinar oleh ketakjuban yang teramat sangat.
"Pendirian Fondasi Tahap Awal..." Lu Han menatap kedua telapak tangan yang kini dialiri energi murni dengan rasa tidak percaya. "Aku... aku benar-benar melompati tiga tingkat sekaligus dari Pengumpulan Qi tahap menengah!"
Lu Han mengepalkan tinjunya, merasakan aliran Qi berlapis baja yang mengalir deras di dalam jaringan meridian barunya. Berkat pil buatan Ling Yun sebelumnya, jalur energi milik Lu Han kini beberapa kali lipat lebih luas dari kultivator biasa di ranahnya. Namun, Lu Han tidak membiarkan pencapaian itu membuatnya lengah. Menatap pintu ruang milik Ling Yun yang masih tertutup rapat sekaligus memancarkan tekanan yang cukup kuat, Lu Han menarik napas dalam-dalam.
‘Adik Kecil telah memberiku kesempatan kedua untuk membalikkan takdir. Aku tidak boleh menyia-nyiakannya!’ batin Lu Han dengan tekad membara. Sisa dua bulan waktu yang ia miliki tidak digunakan untuk bersantai. Setiap hari, Lu Han menghabiskan waktu di halaman luar paviliun yang sepi, menghantamkan tinjunya ke udara, menstabilkan fluktuasi energinya, dan melatih setiap jengkal gerakan bertarung dari Teknik Bumi Guntur agar benar-benar menyatu dengan memori ototnya.
Memasuki bulan kelima, langit di atas Paviliun tiba-tiba mendadak bergemuruh dan tidak lama kemudian terdengar suara ledakan yang cukup kencang, membuat Lu Han yang tengah berlatih cukup terkejut.
BOOM!
Tanpa ada tanda-tanda peringatan, pintu ruang meditasi utama hancur berkeping-keping menjadi abu spiritual. Tekanan atmosfer di sekitar puncak bukit mendadak merosot tajam, seolah-olah seluruh pasokan udara dipaksa tunduk pada satu titik. Dari dalam kepulan asap, Ling Yun melangkah keluar dengan tenang.
Jubah hitamnya berkibar pelan tanpa angin. Tidak ada riak energi gila atau kilatan petir yang bocor dari tubuhnya seperti Lu Han; seluruh kekuatannya teredam dengan teramat sempurna di dalam Dan Tian Primordial-nya. Namun, justru keheningan itulah yang mengerikan. Hanya dalam waktu lima bulan, di bawah bantuan Mutiara Primordial Empat Penjuru, basis kultivasinya telah melesat dari yang awalnya setengah langkah Pembentukan Inti dan kini sudah sepenuhnya kokoh di Tingkat Pembentukan Inti Tahap Menengah.
Melihat dirinya keluar jauh lebih cepat dari jadwal enam bulan yang ditentukan sekte, Ling Yun melirik Lu Han yang sedang berlatih di halaman. "Kondisimu sudah sangat stabil, Kakak Lu. Pukulanmu tadi sudah memiliki bobot bumi yang murni."
"Yun... aura murni ini... kamu benar-benar telah bertambah sangat kuat ya," ucap Lu Han dengan senyuman takjub, ia bisa sedikit merasakan tekanan yang samar-samar terpancar dari pemuda tersebut.
Ling Yun menatap ke arah langit sore yang mulai menggelap, dan mulai berpikir apa yang akan mereka lakukan selama sebulan tersebut.
"Kita keluar satu bulan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan sekte. Ini adalah keuntungan. Kita tidak bisa hanya berdiam diri di sini sampai hari ujian tiba. Mari bersiap, besok kita turun gunung." Ucap Ling Yun yang dianggukki oleh Lu Han.
...----------------...
Tanpa basa-basi lagi, keesokan harinya Ling Yun dan Lu Han turun dari puncak bukit menuju kediaman pribadi mentornya, Tetua Liu.
Begitu mereka melangkah masuk ke dalam aula kediaman yang harum, Tetua Liu yang sedang memeriksa beberapa tanaman obat langsung mendongak dan terkejut dengan kehadiran dua pemuda tersebut atau lebih tepatnya terkejut dengan aura kultivasi yang terpancar dari kedua pemuda tersebut.
"Salam Tetua Liu. Murid Ling Yun dan Lu Han datang memberi hormat." Ucap Ling Yun langsung menangkupkan tangannya memberi salam kepada sang Tetua
"B-Bocah monster... Pembentukan Inti Tahap Menengah?!" pekik Tetua Liu, suara anggunnya naik beberapa oktav karena keterkejutan yang tidak bisa dibendung. Napasnya memburu, matanya membelalak lebar memandangi Ling Yun seolah-olah pemuda di depannya adalah jelmaan mahluk kuno yang melintasi ruang dan waktu. "Bagaimana bisa kau mencapai ranah itu hanya dalam lima bulan?!"
Tanpa menunggu penjelasan Ling Yun yang masih berdiri tenang, Tetua Liu dengan tangan bergetar segera melempar sebuah jimat transmisi darurat. "Song! Cepat datang ke kediamanku sekarang juga! Jangan banyak tanya, cepat!"
Hanya butuh waktu kurang dari beberapa menit hingga pintu aula digebrak terbuka. Tetua Song melangkah masuk dengan napas terengah-engah dan wajah panik, mengira telah terjadi serangan musuh. Namun, begitu sepasang mata tua master formasi dan penempaan itu menyapu sosok Ling Yun dan merasakan tekanan aura yang begitu dalam berputar di dalam tubuh sang murid, Tetua Song langsung mematung di ambang pintu. Janggut putihnya bergetar hebat, dan lututnya mendadak terasa lemas.
"Pembentukan Inti... Tahap Menengah?!" Tetua Song berseru dengan suara serak, menunjukkan reaksi yang sama persis seperti Tetua Liu. Ia berjalan mendekat dengan langkah limbung, memutari Ling Yun dengan tatapan tidak percaya yang luar biasa.
"Ling Yun... katakan pada orang tua ini, apakah kau menemukan sisa-sisa warisan dewa kuno atau semacamnya, hah?!" Lanjutnya lagi seraya mengguncang-guncangkan kedua pundak Ling Yun.
Lu Han yang berdiri di belakang Ling Yun harus berusaha keras menahan tawa melihat dua tetua agung yang biasanya dihormati di seluruh penjuru sekte luar kini memasang raut wajah yang begitu kacau. Sementara itu, Ling Yun hanya tersenyum tipis sembari menangkupkan tangannya kembali dengan hormat seraya berkata. "Ini semua berkat lingkungan paviliun yang Anda berikan, Mentor. Saya hanya kebetulan mendapatkan pencerahan yang lancar saat memurnikan obat."
"Lancar kepalamu!" potong Tetua Liu, meskipun wajah cantiknya kini merona kemerahan akibat rasa bangga yang meledak-ledak di dadanya. "Keluarga Zhao saat ini pasti mengira kau masih merangkak di ranah Pendirian Fondasi bawah. Tidak, bahkan kami saja baru mengetahui Aura kultivasi sesaat yang lalu. Kau ini memang pemuda yang menarik ya."
Setelah badai keterkejutan itu perlahan mereda, raut wajah kedua tetua kembali berubah menjadi sangat serius. Satu bulan sisa sebelum gerbang ujian dibuka tidak boleh disia-siakan sedikit pun.
"Karena kau keluar lebih cepat, kami berdua tidak akan membiarkanmu bersantai," ucap Tetua Liu, kembali memancarkan pesona karismatiknya yang tenang namun sarat ketegasan. "Keluarga Zhao terkenal licik. Di dalam panggung Ujian Promosi nanti, mereka pasti akan menggunakan racun-racun terlarang dan berbagai macam trik untuk bisa membunuhmu pastinya."
"Memang itu rencana ku sejak kami memutuskan untuk turun gunung." Ucap Ling Yun dengan sopan diikuti dengan Lu Han yang mengangguk. Membuat Tetua Liu dan Tetua Song menggeleng-gelengkan kepalanya takjub dengan kedua pemuda di depannya ini.
Selama satu bulan terakhir tersebut, halaman kediaman Tetua Liu berubah menjadi medan pelatihan privat yang intens. Tetua Liu secara pribadi membimbing Ling Yun mengenai kontrol energi sejati untuk menetralisir racun asing di udara, serta memberikan pemahaman tentang reaksi zat herba medis instan yang bisa memulihkan Qi dalam hitungan detik di tengah pertempuran sengit.
Di sisi lain, Tetua Song membawa Ling Yun ke dalam ruang simulasi formasi, mengajarinya cara membaca garis energi yang tersembunyi. Tidak berhenti di situ, Ling Yun bahkan mendapatkan hak istimewa untuk mempelajari seni penempaan senjata langsung di bawah bimbingan sang Tetua. Hak eksklusif ini tentunya menyulut rasa iri yang mendalam di hati para murid senior, baik dari Divisi Penempaan maupun Divisi Alkimia. Namun, di balik rasa iri itu, mereka pun sadar diri; apa yang dicapai oleh Ling Yun adalah buah dari kerja keras yang teramat ekstrem serta pengorbanan darah dan air mata yang sama sekali tidak sedikit.
...----------------...
"Keluarga Zhao memiliki koneksi untuk menyelundupkan formasi portabel berskala kecil ke panggung ujian untuk menjebakmu. Perhatikan baik-baik dan tanamkan ini dalam pikiran mu, Yun-er. Setiap formasi, mau sekuat apa pun itu, selalu memiliki titik lemah jika kau tahu cara memutus aliran energinya."
Dengan kecerdasan Ling Yun yang disokong oleh pengetahuan dari Mutiara Primordial, setiap ilmu dari Tetua Song dan Tetua Liu diserapnya dengan kecepatan yang mengerikan. Hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu, Ling Yun sudah memahami semua ajaran baik dari Tetua Liu maupun dari Tetua Song yang tentu saja membuat kedua mentor itu terkejut bukan main tentunya.
Tanpa terasa sudah satu bulan berlalu sejak pelatihan intensif itu dimulai. Seiring dengan tenggelamnya matahari di hari terakhir bulan keenam.
Fajar baru menyingsing, membawa serta gema suara lonceng spiritual raksasa yang berdentang sembilan kali dari arah puncak utama Sekte Langit Abadi. Suara dentangan itu berat dan berwibawa, menggetarkan sanubari setiap murid luar yang mendengarnya.
Gerbang Ujian Promosi Sekte Dalam... telah resmi dibuka.
Di depan halaman kediaman, Ling Yun dan Lu Han berdiri berdampingan. Keduanya kini mengenakan jubah bersih dengan lencana khusus Divisi Alkimia dan Divisi Penempaan yang tersemat rapi di dada mereka. Angin pagi yang dingin menerpa wajah mereka, membawa bau kompetisi yang pekat dari arah arena utama sekte.
Ling Yun menatap lurus ke arah koridor bukit, seulas senyuman dingin namun penuh percaya diri terukir di bibirnya yang tampan.
"Ayo pergi, Kakak Lu," ucap Ling Yun datar.
"Baik, Yun." jawab Lu Han dengan raungan energi guntur yang samar di balik suaranya.
Kedua sosok itu melangkah maju dengan mantap, membelah kabut pagi menuju panggung yang sesungguhnya.
>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga senantiasa sehat selalu untuk saudara-saudara ku.