NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Api Amarah Yang Berkobar.

Bab 35. Api Amarah Yang Berkobar.

Angkasa menjerit. Kehampaan terus bergetar tanpa henti manakala fluktuasi energi yang begitu dahsyat menyebar ke segala arah.

Di medan pertarungan, badai angin dan logam menderu menciptakan bilah-bilah tajam yang terus menebas Wang Fei tanpa henti.

Saat ini, kondisi belalang sembah bisa dikatakan berada di situasi yang cukup merugikan. Sebelumnya, ketika dia membuka esensi darah dan juga inti iblisnya, kekuatannya melonjak drastis dan kecepatannya menjadi sangat mengerikan.

Bahkan Wang Fei sempat didorong mundur dan berada di dalam situasi yang putus asa. Tubuhnya dipenuhi oleh sayatan berdarah, namun untungnya regenerasi dari kekuatan fisik tubuh Pedang Iblis Penelan Langit sangatlah tangguh.

Ditambah lagi, dalam kondisi terdesak, bukannya menjadi semakin takut, tetapi semangatnya justru semakin membara.

"Aku tidak akan kalah darimu. Dalam pertarungan ini, mari kita tentukan siapa yang hidup dan siapa yang akan mati!" teriaknya dalam hati.

"SLASH! SLASH! SLASH!"

"TRANG! TRANG! TRANG!"

Dua senjata terus beradu. Benturan antara pedang hitam dan sabit logam terus mengamuk seolah mencoba untuk menghancurkan satu sama lain. Akibatnya, setiap benturan menghasilkan ledakan energi seperti bom yang meledak di udara, membuat kehampaan terus bergetar tanpa henti, sementara tanah yang mereka pijak diselimuti oleh retakan-retakan yang tak terhitung jumlahnya, mulai menjalar ke segala arah.

Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, jual beli serangan telah berlangsung selama ratusan kali berturut-turut.

Dalam situasi hidup dan mati, dirinya dipaksa bergerak lebih cepat melampaui batas kemampuan yang bisa dia tanggung.

Jangan kira dia tidak menderita. Sakit karena disayat oleh sabit yang mengandung kekuatan angin dan logam begitu sangat menyiksa, seolah-olah dirinya bisa mati kapan saja.

Jika seandainya dia orang biasa, pasti mayatnya sudah tergeletak di tanah sejak tadi. Tetapi dirinya bukanlah manusia biasa. Dia adalah seseorang dengan Dantian Batu yang memiliki atribut gelap yang menelan.

Di saat yang sama, dia juga memiliki Xue Jian sebagai jiwa keduanya yang telah menyatu sepenuhnya dengan tubuhnya.

Bisa dibilang peningkatan kekuatannya telah melampaui kebanyakan kultivator di ranah yang sama atau bahkan yang jauh lebih tinggi darinya.

Dan hasilnya, karena kerja keras yang terus-menerus demi usaha menyelamatkan nyawa, Langkah Petirnya mengalami terobosan yang mengejutkan. Dari tahap menengah, akhirnya menembus ke tahap puncak.

Sekarang kecepatannya sangat mengerikan, bagaikan lintasan cahaya yang menerobos ruang dan waktu.

Kegembiraan melintas di mata Wang Fei.

"Hahaha! Apakah Langkah Petirku berhasil menerobos? Bagus sekali!" serunya dalam hati.

Seketika tubuhnya terasa lebih ringan. Dan dalam sekejap mata, gerakannya meningkat secara konstan.

Hanya dengan lima tarikan napas, dia mampu menempuh jarak lima ratus meter bolak-balik sebanyak seratus kali tanpa jeda sedikit pun.

"WUSH! WUSH! WUSH!"

Gelombang energi meletus. Udara terbelah dan bergetar oleh fluktuasi yang melampaui batas kewajaran. Di udara, yang terlihat hanyalah lintasan api petir seolah kehampaan itu sendiri sedang terbakar.

Belalang sembah yang menyaksikan itu semua membelalakkan mata.

"Hah? Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba kecepatannya meningkat dengan begitu cepat?" ujarnya tak percaya.

Kepanikan pun melanda. Firasat buruk menyelinap begitu saja dari lubuk hatinya. Bagaimana tidak? Situasi ini bisa dibilang sangat berbahaya karena peningkatan kekuatannya sendiri bukanlah hal yang permanen, tetapi hanya bersifat sementara, dan kini tanda-tanda kelemahan itu mulai terlihat jelas.

Gerakan yang sebelumnya seperti angin badai kini mulai agak melambat. Ini adalah tanda-tanda bahwa pembakaran esensi darah dan juga inti iblisnya telah mengalami penurunan.

Batas waktunya terkikis dan mendekati tanda-tanda akan habis.

"Sialan! Ini buruk!" umpatnya mulai panik.

Gerakan yang menjadi sembarangan, ayunan yang menjadi sedikit tidak stabil, dan celah itulah yang akhirnya ditangkap dengan jelas oleh Wang Fei yang sejak awal memang terus bergerak dengan kecepatan luar biasa.

Didorong hingga mencapai puncaknya, penguasaannya dalam Teknik Pedang Kilat dan Pedang Terbang juga menjadi semakin halus.

"Ada celah, sekarang saatnya," serunya ketika matanya melihat sebuah kesempatan.

Di genggaman tangannya, Xue Jian bergetar semakin hebat. Nyala api petir tiga warna juga semakin mengganas, lalu dengan kecepatan yang luar biasa dahsyat, jadinya menerjang seperti sapuan ombak yang menghancurkan karang.

Tangan yang bergerak lincah bagaikan menari bersama pedang. Dalam satu kali tarikan napas, lebih dari dua puluh tebasan pedang telah diarahkan tepat ke tubuh belalang sembah.

"SLASH! SLASH! SLASH!"

Kombinasi dari serangan tusukan, horizontal, vertikal, dan memutar, semuanya ditumpuk menjadi satu.

Benar saja, tidak seperti sebelumnya, ketika tubuhnya sangat kokoh seperti berlian surgawi, benteng kuat yang seolah tak bisa ditembus, kini pertahanannya mulai tergerus.

Saat berhasil ditembus, seketika retakan demi retakan mulai bermunculan hingga pada akhirnya darah berwarna hijau cerah pun menyembur keluar dari sayatan-sayatan pedang yang terus menghantam bagaikan badai.

"Argh! Sakit! Ini sakit sekali!" rintihnya dengan pilu.

Sekali lagi situasinya berbalik. Dari yang awalnya diuntungkan, kini kembali menjadi dirugikan.

Tiba-tiba, dari sepuluh penjuru, sepuluh pedang energi yang tercipta dari elemen kegelapan mulai menerjang. Diselimuti oleh kekuatan pembantaian serta api petir yang berkobar, pedang-pedang tersebut melesat dengan kecepatan luar biasa bagaikan busur panah yang mengintai nyawa korbannya.

"TSUK! TSUK! TSUK!"

"SLASH! SLASH! SLASH!"

Tusukan dan tebasan dilayangkan bertubi-tubi. Rasa sakit yang tak terperi langsung menyebar ke seluruh tubuh belalang sembah. Ketika kekuatan penelan aktif, teror yang mendalam langsung memenuhi pupilnya.

"Ah... Tidak! Tidak! Aku tidak ingin mati!" teriaknya dengan putus asa.

Saat ini, dengan gila-gilaan dia bisa merasakan bahwa vitalitas kehidupannya sedang dimakan dengan rakus. Dalam sekejap mata, kekuatannya langsung anjlok.

Dari binatang iblis bintang 3 level 5, kini langsung turun menjadi level 3. Namun karena kekuatan penelan tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti, kekuatannya kembali turun hingga akhirnya dari bintang 3 itu merosot menjadi bintang 2 level 9.

Kondisi ini benar-benar membuatnya sangat lemah. Wajahnya sudah pucat dan akibat regenerasinya yang melemah karena tidak bisa mengimbangi kombinasi Pedang Kilat dan Pedang Terbang, kaki-kakinya mulai terpotong dengan bersih sehingga tubuhnya tergeletak tak berdaya di atas tanah.

Wang Fei sendiri terus bergerak dengan kecepatan luar biasa. Tebasan-tebasannya juga menjadi semakin ganas dan tanpa ampun. Meskipun dia sudah memotong seluruh kaki lawannya, jika dia lengah sedikit saja dan regenerasinya aktif, maka bisa saja kaki itu akan tumbuh kembali.

Dan memberikan kesempatan bagi lawan untuk tumbuh adalah kebodohan yang tidak akan pernah dia lakukan.

Semakin lama tubuhnya semakin penuh dengan lubang darah dan sayatan pedang. Tidak butuh waktu lama baginya sebelum vitalitasnya benar-benar tersedot habis. Maka hanya dengan satu kali gerakan, seluruh tubuhnya akan terkoyak dan tercabik-cabik menjadi potongan-potongan kecil.

Benar saja, ketika vitalitasnya nyaris kering, pertahanannya pun akhirnya runtuh.

Saat Wang Fei hendak menebas kepalanya untuk mengakhiri hidupnya, tiba-tiba sebuah raungan yang menggelegar memecah suasana Hutan Kabut menjadi lebih mencekam.

"Dasar bajingan! Berhenti! Beraninya kau ingin membunuh putraku!" ucapnya dengan lantang.

Detik berikutnya, aura yang begitu ganas disertai niat membunuh yang begitu mengerikan langsung menyembur keluar seperti lahar panas yang mampu membakar segalanya.

Dari dalam tubuhnya, gelombang energi angin bercampur dengan kekuatan logam segera menyebar dengan liar.

Dalam waktu yang sangat singkat, kedua energi tersebut segera bermanifestasi menjadi ribuan bilah-bilah tajam yang menembus, mengoyak, dan mencincang segala sesuatu yang ada di sekitarnya.

Hanya dalam waktu singkat, pohon-pohon besar yang rapat dan padat langsung tercabik-cabik dan hancur menjadi serpihan. Di saat yang sama, tekanan yang mengerikan bagaikan gunung raksasa dari langit yang hendak menghancurkan bumi pun langsung menghimpit Wang Fei sebagai target yang terkunci.

Akibatnya, karena tidak siap, seluruh tubuh Wang Fei bergetar hebat. Organ dalamnya terguncang dengan dahsyat dan retakan demi retakan mulai menjalar di sekujur tubuhnya, terutama pada bagian tulang yang mulai pecah menunjukkan tanda-tanda kehancuran yang nyata.

"Ah... Sial! Situasi macam apa ini? Bukankah ini adalah monster di wilayah dalam? Kenapa bisa muncul di sini?" gumamnya terkejut luar biasa.

Baru saja dia berada dalam posisi menguntungkan yang siap untuk membunuh belalang sembah, tapi secara tak terduga tiba-tiba muncul lagi belalang sembah raksasa yang lain dengan kekuatan yang lebih mengerikan.

"Hahaha! Apakah langit sedang mencoba untuk memainkan ku? Apakah langit sedang mencoba untuk membatasi takdirku? Brengsek! Aku, Wang Fei, tidak akan pernah tunduk pada siapa pun. Jika Dewa menghalangi maka bunuhlah Dewa. Jika Buddha menghalangi maka bunuhlah Buddha. Jika langit menghalangi maka runtuhkan langit! Aku, Wang Fei, tidak akan pernah tunduk pada siapa pun dan takdirku... hanya aku sendiri yang bisa menentukannya!"

Seketika, api amarah yang begitu dahsyat berkobar dalam hatinya.

1
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪👍👍
Aman Wijaya
melawan belalang sembah sampai beberapa bab belum tuntas.hadehhh.....
🔴@🍾⃝ ͩAᷞғͧɪᷡғͣ Gemoy DLUNA: wkwk... sabar bro mau gimana lagi ini emaknya maubalas dendam dulu karena anaknya modar di tangan Wang Fei 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ilham Akbar
1Vote lagi💪
Risma Ekana Sinuraya
lanjut. .msh okay ceritanya
Mxxx
up
Fiano Yan
Mantap
izin iklan ya guys aku baru up butuh bantuan teman2 buat baca novel ku
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!