seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 35
Hari pun telah berlalu,dan kini Aira telah mulai masuk sekolah beserta dengan kedua teman nya, Santi dan ana karena saat mereka mendaftar di sekolah bina bangsa ternyata mereka tidak lolos .
Mereka bertiga pun sampai di sekolah,saat di parkiran mereka memutuskan untuk pergi ke kantin sebentar sebelum bel istirahat berbunyi untuk mengisi perut mereka karena mereka belum sempat sarapan saat di rumah.
Setelah sampai di kantin ana langsung memesan makanan untuk mereka,setelah beberapa saat makanan mereka pun tiba lalu mereka segera memakan makanan mereka.
Tettt tettt
(Anggap saja suara bel masuk sekolah ya)
"Wah sudah bel ternyata ayo cepat kita harus masuk "ucap ana
Mereka pun langsung bergegas menuju kelas,dan ternyata mereka berada di kelas yang sama.
Tidak lama setelah itu guru pun masuk ke dalam kelas,lalu salah satu murid laki-laki langsung membimbing doa sebelum memulai pembelajaran.
Beberapa sata kemudian,
"Baiklah anak-anak, sebelumnya selamat telah bergabung dan resmi menjadi murid dari SMK Garuda untuk hari ini kita tidak akan langsung pembelajaran ya,tetapi kita akan perkenalan terlebih dahulu. Baik di muali dari ibu dulu ya mungkin masih banyak yang belum mengenal saya, baik lah nama ibu Novi di sini ibu mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia dan juga sebagai wali kelas kalian,ada pertanyaan"ucap ibu guru
"Bu sudah punya pacar belum"
"Bu minta nomor nya dong"
Ucap anak laki-laki yang agak sedikit berani menggoda guru nya yang memang Bu Novi masih muda dan sangat cantik
"Sudah-sudah di sini ibu sudah menikah,jadi apa ada lagi yang di tanyakan"tanya Bu Novi
Semua murid terdiam kemudian Bu Novi berkata kembali
"Baiklah kalau tidak ada pertanyaan,sekarang giliran kalian yang memperkenalkan diri ya di mulai dari depan sebelah kanan ayo maju dan perkenalkan diri "ucap ibu guru
Kini semua murid pun bergantian maju kedepan dan memperkenalkan diri,dan dalam kelas itu terdapat 34 murid setelah beberapa saat semua murid telah memperkenalkan diri sambil bercanda sambil membentuk organisasi kelas,hingga waktu bel pun berbunyi,sesuai ucapan wali kelas nya bahwa tidak akan langsung pembelajaran jadi setelah mendengar bel Bu Novi pun pamit dan berganti dengan guru yang lain .
"Baiklah anak-anak karena sudah bel ibu undur diri ya, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu"ucap Bu Novi kemudian meninggalkan kelas
Setelah beberapa saat kemudian guru pun masuk kedalam kelas,
"Pagi anak-anak,baik kita langsung saja disini perkenalkan nama bapak adalah bapak Hadi di sini saya mengajar mata pelajaran matematika"ucap guru tersebut
Murid pun mulai berbisik-bisik,karena memang pelajaran matematika yang paling di tidak di sukai murid apalagi melihat guru tersebut mereka beranggapan bahwa pak Hadi adalah guru yang galak dan tidak suka berbasa basi.
"Baik jika tidak ada yang di tanyakan kita langsung mulai pembelajaran nya ya,kalian membawa alat tulis bukan baik sekarang kita mulai"ucap guru tersebut yang kemudian meminta tolong kepada siswa untuk meminjam buku di perpus sesuai dengan jumlah murid di kelas
"Tolong beberapa murid meminjam buku di perpus ya ,kamu yang di belakang"tunjuk guru tersebut kepada Aira yang memang duduk di bangku belakang
Aira yang merasa diri nya di tunjuk pun segera berdiri dan pamit keperpus untuk meminjam buku,tetapi Aira tidak sendiri ia bersama dengan teman baru nya yang bernama jeny untuk membantu nya membawa buku. Tidak mungkin buka jika Aira yang membawa semua buku nya yang berjumlah 34
Setelah sampai di perpus Aira dan jeny lekas bertanya kepada penjaga perpus dimana letak buku matematika,setelah mendapatkan nya ia lalu mengambil dan membawanya ke kelas dan saat tiba di kelas langsung ia bagikan kepada teman teman nya.
"Baiklah semua sudah mendapat buku nya ya,sekarang kalian buka halaman pertama,baik di sini saya akan menjelaskan ..... bla bla bla"
Semua murid tampak diam dan mendengar kan penjelasan dari pak Hadi,hingga tak terasa 2 jam telah berlalu dan bel istirahat berbunyi.
"Baik waktunya telah habis besok kita bertemu lagi ,tolong siswa lain kembalikan buku nya di perpus ya ,sekian untuk hari ini bapak undur diri dan selamat beristirahat"ucap pak Hadi yang kemudian meninggalkan kelas
"Aduh aku tidak paham dengan penjelasan nya tadi ,pusing aku"ucap Santi
"Kau pikir cuma kau saja,aku juga sama hihi"ucap ana
"Ah kalian ini sama saja"ucap Aira
"Halah memang nya kau faham Aira"tanya ana
"Tidak sih hahaha" ucap Aira yang mendapat jitakan dari kedua sahabatnya itu
"Sudahlah ayo kita kekantin sebelum ramai,lapar aku gara gara mikir pelajaran tadi"ucap ana sambil menarik tangan Santi dan Aira
"Alah emang kau saja yang makan banyak,bukan kah tadi pagi kita sudah makan "ucap santi
"Itu beda lagi,karna menurut ku kalo pelajaran matematika sangat menguras otakku dan kalo perutku kosong aku jadi tidak bisa berfikir"ucap ana
Tiba-tiba saat di jalan mereka bertemu dengan teman sekelas nya
"Hai ,kalian mau ke kantin ya bareng yuk biar kita juga lebih akrab lagi"ucap Ika dan di ikuti ria dengan jeny
"Oh boleh boleh ayo "ucap ana
Akhirnya nya mereka pun sampai di kantin dan langsung mencari tempat duduk, sementara Ana dengan Aira memesankan makanan untuk mereka semua.
Setelah beberapa saat Aira dan ana pun datang dengan membawa pesanan mereka
"Hallo gais ini pesanan kalian,ayo di makan tidak usah sungkan ya kan kalian bayar sendiri sendiri hihihi"ucap ana yang mulai dengan sikap random nya
Mereka pun makan dengan saling becanda dan sekarang malah terlihat akran dengan teman baru nya apalagi dengan ana yang memang mudah bergaul,tetapi tidak dengan Aira yang hanya menjadi mendengar tetapi sesekali juga ia ikut menjawab pertanyaan.
Aira bukan lah orang yang pandai bergaul,ia lebih senang jika mengamati orang orang di sekitar nya,tetapi ia akan menjadi orang yang asik ketika bersama orang terdekat nya ,jadi ia masih membutuhkan waktu untuk bersosialisasi dengan sekitar apalagi teman baru
Kini mereka pun telah bertukar nomor telepon dan membuat grub di aplikasi hijau dan tidak lupa memasukkan nomor telepon wali kelas mereka,jikalau ada kepentingan jadi bisa di infokan di grub kelas.
Tanpa Aira sadari sebenarnya dari kejauhan ada yang memperhatikan nya dari mulai ia memasuki area kantin sekolah,orang itu memperhatikan nya dengan pandangan mata yang sulit di artikan