NovelToon NovelToon
Di Balik Topeng Kembar

Di Balik Topeng Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / CEO
Popularitas:552
Nilai: 5
Nama Author: Diyanathan

Ziva kembali ke keluarga kandungnya setelah dua puluh tahun terpisah, namun ia harus menyembunyikan identitas aslinya sebagai bos mafia yang kejam.

Di sana, ia bertemu Arsen—pria yang dikenal sebagai pengusaha sukses, tapi ada aura bahaya yang tak bisa dibohongi oleh naluri Ziva.

Mereka saling tertarik, tapi sama-sama memakai topeng.

Saat rahasia terbongkar, akankah cinta mereka bertahan... atau justru menjadi alasan untuk saling menghancurkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyanathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran yang Membuat Semua Tertegun

Suasana tenang kembali menyelimuti kediaman megah keluarga Sterling malam itu. Semua orang telah berkumpul di ruang keluarga yang luas dan hangat. Lampu gantung yang berkilau menerangi seluruh ruangan, menciptakan suasana yang jauh berbeda dari kekacauan mencekam yang baru saja mereka alami beberapa jam yang lalu.

Zio yang tubuhnya masih terasa lemas dan sedikit pucat, berbaring santai di atas sofa empuk sambil ditutupi selimut tebal. Di sampingnya, duduk Daniel—putra sulung keluarga yang baru saja pulang dari kantor setelah seharian mengurus urusan perusahaan. Begitu mendengar kabar tentang insiden yang terjadi di kampus, ia segera bergegas pulang untuk memastikan keadaan adik-adiknya dalam kondisi baik.

Dengan wajah yang masih terlihat cemas, Daniel memandangi satu per satu wajah anggota keluarganya sebelum akhirnya membuka suara.

"Bagaimana tadi? Apakah semuanya benar-benar aman dan tidak ada yang terluka parah? Aku mendengar kabar ada penyanderaan besar dan banyak orang bersenjata yang masuk ke kampus. Jantungku sempat berhenti berdetak mendengarnya," tanya Daniel dengan nada khawatir.

Kevin yang duduk bersila dengan wajah masih terlihat terkesan akan apa yang dilihatnya, segera menjawab sambil menoleh ke arah Ziva yang sedang duduk tenang di sudut ruangan.

"Semua selamat, tidak ada kerusakan berarti. Tapi percayalah, kejadian hari ini membuka mata kita semua. Ada satu hal yang paling mengejutkan dari semuanya, yaitu Ziva," jawab Kevin, membuat Zea dan Zio seketika mengangkat kepala, matanya membesar penuh rasa ingin tahu.

Zea yang sejak tadi penasaran segera bersuara, "Maksud Kak Kevin apa? Apa yang mengejutkan dari Kak Ziva? Dia kan memang hebat dan bisa diandalkan," tanyanya polos.

Kevin menyeringai sedikit, lalu melontarkan pernyataan yang langsung membuat suasana berubah mendadak.

"Begini saja... Ternyata dia adalah kekasih Gabriel! Ya, Gabriel itu lho—pria yang paling setia, paling tangguh, dan dikenal sebagai tangan kanan terpercaya Sang Ratu Bayangan yang legendaris itu. Tidak heran dia memiliki pasukan sehebat itu dan keberanian luar biasa," ujar Kevin dengan nada yakin.

Kalimat itu baru saja selesai terucap, dan tepat saat itu Ziva sedang menyesap air putih dari gelasnya. Mendengar tuduhan yang meluncur begitu saja, ia terkejut hingga air yang baru masuk ke mulutnya langsung disemburkan kembali. Wajahnya seketika memerah padam menahan rasa malu sekaligus marah.

"Astaga! Apa-apaan ucapanmu itu?! Siapa bilang aku pacaran dengan Gabriel?! Omong kosong apa itu!" seru Ziva sambil mengusap sudut bibirnya, matanya melotot tajam ke arah Kevin yang hanya tersenyum lebar merasa benar.

Belum sempat Ziva menjelaskan apa-apa, Zea malah menimpali dengan nada antusias dan penasaran yang membuat suasana semakin kacau.

"Wahh... Pantas saja ya! Selama ini Kak Arsen yang selalu mengejar-ngejar dan memujamu tidak pernah kamu hiraukan, ternyata hatimu sudah dimiliki Gabriel. Benar-benar bisa dimengerti sih, lihat saja tubuhnya itu... kekar, gagah, dan pasti sangat kuat. Pria seperti itu memang tipe yang sangat menarik," puji Zea tanpa sadar, membuat udara di ruangan itu terasa semakin panas.

Mendengar pujian itu, rahang Kevin yang sedari tadi santai seketika mengeras. Matanya melotot seolah ingin mengeluarkan api. Ia yang selama ini menyembunyikan perasaannya pada Zea, merasa sangat cemburu mendengar adiknya itu memuji pria lain. Ia ingin sekali membantah atau marah, tapi segera menahan diri dengan gigitan bibir. Ia tidak bisa meledak, jika tidak rahasia hubungannya dengan Zea akan terbongkar di depan seluruh anggota keluarga. Hatinya bergejolak hebat menahan rasa kesal itu sendirian.

Namun, di tengah kegaduhan itu, suara lembut namun tegas dari Nyonya Victoria terdengar, memotong perdebatan ringan itu.

"Menurut pendapat Mama sih, lebih baik pilih yang tadi itu... Siapa namanya? Oh iya, Arsen. Memang dia terlihat sedikit lebih tua, tapi sikapnya kalem, berwibawa, dan pasti bisa menjagamu dengan baik. Kalau Gabriel... melihat pekerjaannya saja sudah pasti hidupnya dikelilingi banyak bahaya dan musuh. Lihat saja keluarga kita ini, sudah banyak musuh di mana-mana saja gara-gara ulah Ayahmu dulu," kata Victoria sambil melirik suaminya dengan pandangan setengah bercanda.

James yang mendengar tuduhan itu hanya mendengus geli, lalu menjawab santai namun tegas yang membuat dunia seolah terhenti seketika.

"Kalau soal banyak musuh, sama saja. Karena Gabriel itu hanyalah anak buahnya. Kalau Ziva yang memimpin, tentu jumlah musuhnya akan jauh lebih banyak lagi. Dia itu kan bukan siapa-siapa lagi selain Sang Ratu Bayangan itu sendiri," ucap James ringan seolah sedang berbicara tentang hal yang paling biasa saja.

BRAK!

Suara benda jatuh terdengar keras. Gelas yang dipegang Daniel terlepas begitu saja dari tangannya dan jatuh ke lantai, pecah berkeping-keping. Matanya membelalak lebar, mulutnya terbuka sempurna tak percaya. Begitu juga dengan Kevin, Zio, dan Zea—mereka semua terdiam membeku, napas mereka seolah terhenti sejenak.

Satu kalimat itu menjawab semua pertanyaan, membongkar seluruh tabir rahasia yang tersembunyi selama bertahun-tahun.

Ziva... adalah Sang Ratu Bayangan? Wanita yang namanya dikagumi sekaligus ditakuti oleh seluruh dunia bawah tanah, sosok yang kekuasaannya bahkan melebihi banyak pemimpin organisasi besar sekalipun? Sosok yang keberhasilannya menghancurkan organisasi jahat di luar negeri sering menjadi topik pembicaraan? Sosok yang tidak pernah memperlihatkan wajah aslinya kepada siapa pun?

Dan ternyata... sosok hebat itu berdiri tepat di hadapan mereka, adalah saudara kandung mereka sendiri.

Semua orang memandang Ziva dengan pandangan penuh kekaguman, takjub, dan rasa bangga yang meluap-luap. Mereka baru sadar, selama ini gadis lembut yang mereka kenal itu memiliki kekuatan dan beban yang jauh lebih berat dari apa yang bisa mereka bayangkan.

Victoria yang tertegun beberapa saat, segera berdiri dan melangkah cepat mendekati Ziva. Ia memeluk tubuh putrinya erat sekali, seolah takut gadis itu akan menghilang jika dilepaskan. Air matanya mengalir deras membasahi bahu Ziva.

"Anakku... Maafkan Mama ya. Maafkan Mama yang tidak segera mencarimu dan menemukanmu lebih cepat. Selama bertahun-tahun kita terpisah, Mama tidak membayangkan apa saja yang telah kamu lalui untuk bisa mencapai posisi setinggi ini. Pasti sangat berat, penuh penderitaan, bahaya, dan kesepian yang kamu tanggung sendirian kan?" isak Victoria dengan suara bergetar.

Ia sangat paham betapa kerasnya jalan itu. Ia telah menyaksikan sendiri bagaimana suaminya bertarung, terluka, dan menghadapi bahaya demi kekuasaan keluarga. Dan kini, mengetahui putri kesayangannya melewati jalan yang sama sendirian, hatinya terasa perih dan hancur.

"Pasti banyak sekali penderitaan yang kamu alami saat memasuki dunia yang kejam itu... Bagaimana mungkin gadis selembut kamu harus menghadapi semua itu sendirian?" lanjut Victoria sambil membelai rambut Ziva dengan penuh kasih sayang.

Ruangan itu seketika menjadi hening. Hanya terdengar suara isakan pelan dan napas yang teratur. Setiap orang mencerna kebenaran yang baru saja terungkap. Di antara mereka hanya Daniel yang selama ini tidak pernah terjun sedikit pun ke dunia gelap, ia lebih memilih berkarier murni di dunia bisnis. Namun kini, ia pun memandang adiknya dengan pandangan kagum yang tak tersembunyi.

Di dalam pelukan hangat ibunya itu, Ziva tersenyum tipis sambil mengusap punggung Victoria menenangkannya. Ia mengangkat wajah, menatap seluruh anggota keluarganya satu per satu—orang-orang yang kini tahu jati dirinya yang sebenarnya, namun tetap memandangnya dengan cinta yang sama bahkan lebih besar dari sebelumnya.

Mulai malam itu, tidak ada lagi rahasia yang tersembunyi. Seluruh keluarga Sterling akhirnya mengetahui satu fakta yang paling membanggakan sekaligus membuat mereka semakin bersatu: Di tengah-tengah mereka, berdiri seorang pemimpin hebat, seorang pewaris sejati, dan Sang Ratu Bayangan yang akan melindungi serta menyatukan keluarga mereka selamanya.

1
YusWa
karya baru Thor? semangat semoga sukses
Mimpi Pencatat: Terimakasih suportnya ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!