NovelToon NovelToon
Antara A Dan Y

Antara A Dan Y

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: oland sariyy

" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terusir

" Kamu sungguhan mau mengusir Aku dari sini?" tanya Bambang masih berdebat dengan Arya sementara di belakang nya ada Rahmi yang sudah tidak sadar kan diri setelah mendengar semua ucapan Arya.

" Aku.... Atau lebih tepat nya sih Tuan Arjuna tidak pernah main-main dengan ucapan nya.siapa suruh jadi manusia serakah.sudah bagus di tolong lalu di angkat derajat nya oleh orang tua Non Yura.tapi kalian malah sengaja menghabisi mereka bahkan sengaja menyebarkan fitnah yang sangat keji." kata Arya menatap tajam Bambang.

Bambang menggeleng dengan mulut menganga.ia ingin membela diri tapi entah kenapa lidah nya sulit untuk di gerakkan.

" Termasuk makam nenek dan Kakek Non Yura yang sengaja kalian bongkar secara diam-diam lalu tanah nya kalian jual dengan harga tinggi kepada pemborong,di mana hati nurani kalian." hanya demi uang Bambang rela menyingkirkan pemilik asli nya.

"Pa! Mama.. Pa...Kita harus segera bawa Mama ke rumah sakit." kata Sela sambil mendekap tubuh ibu nya.

" Nanti saja! Ada urusan yang lebih penting dari sekedar mengurus dia yang hanya bisa menyusahkan saja." elak Bambang begitu tega.

Hilang sudah rasa cinta Bambang kini berganti dengan rasa muak.cinta Bambang habis terhadap istri nya bersamaan dengan ekonomi keluarga yang menipis.

" Kenapa Papa berkata seperti itu? Kasihan Mama." teriak Sela marah campur kesal.

" Kamu bisa diam tidak Sela! Mau tidur di mana kita kalau rumah ini sampai di ambil sama mereka." hardik Bambang dengan mata menyala lalu setelah nya beralih menatap Arya.

" Lempar semua barang-barang mereka keluar dari sini dan seret mereka juga."kata Arya .

Mata Bambang beserta anak nya seketika melotot.dari arah belakang muncul lah beberapa bodyguard yang berjalan tegap dengan membawa beberapa tas besar di tangan masing-masing.entah kapan bodyguard ini berpindah tempat pun Bambang tidak menyadari nya.

Bugh..Bugh...Bugh...

Tiga tas berukuran besar di lempar ke teras depan.

" Hei berani sekali kalian,akan Aku lapor kan kejadian ini kepada polisi.kalian sudah mengganggu ketenangan keluarga kami bahkan kedatangan kalian ke sini semakin memperburuk keadaan Mama ku."teriak Sela histeris.

Tapi tidak ada yang perduli.Arya bahkan dengan santai nya bermain ponsel sambil duduk di atas sofa.

" Cepat keluar dari sini sebelum saya lempar kalian seperti nasib tas kalian tadi.silahkan lapor polisi,Saya tidak takut.'kata Arya mengangkat pandangan lalu menatap Bambang dan Sela secara bergantian dengan tatapan mengejek nya.

Arya tahu ini hanya sekedar ancaman kecil dari Bambang dan anak nya.mana berani Bambang bermain dengan polisi.bisa- bisa ketahuan semua rahasia yang selama ini ia tutup mati-matian.

" Aku tidak akan pernah pergi dari rumah ini.rumah ini sudah menjadi milik ku tak akan ada yang bisa merampas nya dari ku termasuk anak nakal itu sekali pun."kata Bambang keras kepala.

" Kalau bukan karena Aku dan keluarga ku, sudah dari dulu anak nakal itu mati kelaparan di jalanan." sambung Bambang tanpa sadar mulai mengakui kalau rumah ini memang bukan milik nya.

Arya tertawa keras melihat Bambang yang mulai menghitung hutang Budi nya kepada Yura. Tapi pria serakah ini lupa dari maha sebenarnya dia berasal.

" Maksud Kamu dengan cara menyiksa Non Yura bertahun-tahun begitu? "tanya Arya sinis.

" Kamu yang membunuh orang tua nya,maka sudah seharusnya Kamu membesar Non Yura.lagian siapa suruh jadi pembunuh.tempat kalian bukan di sini tapi di penjara yang pengap." Ucapan terakhir Arya berhasil membuat wajah ayah dan anak nya ini memutih bagaikan tak di aliri darah.

Bambang tak bisa diam,Arya yang sudah sangat kesal pun lalu memerintahkan anak buah nya untuk segera bergerak.

Sehingga terjadi lah tarik-menarik yang tak terelakkan lagi.

" Lepas...Lepas...Kalian tidak berhak mengusir kami." teriak Sela .

"Lepaskan aku pengecut." Bambang hendak menyerang tapi bodyguard Arya begitu sigap sehingga membuat Bambang berteriak emosi dengan kedua tangan nya sengaja di borgol oleh anak buah Arya.

Untuk Rahmi sendiri sudah di angkat ke teras oleh salah satu anak buah Arya.wanita ini juga harus merasakan pembalasan yang setimpal atas segala kekejaman nya terhadap Yura di masa lalu.

" Pak Sultan,ambil kunci mobil nya juga." titah Arya langsung di iyakan oleh sang pengacara.

" Enak saja! Ini mobil ku." Bambang hanya bisa pasrah ketika melihat kunci mobil satu-satunya yang mereka miliki sudah di ambil paksa oleh Sultan.

Kedua tangan nya terkunci rapat.Sela mana bisa melawan para bodyguard yang memiliki badan yang tinggi dan kuat.

Alhasil mereka harus rela di perlakukan dengan hina oleh Arya.lebih hina dari apa yang selama ini sudah mereka lakukan terhadap Yura.

" Tapi uang yang kamu pakai untuk membeli mobil berasal dari perusahaan milik Non Yura."ucap Arya tersenyum devil sambil memainkan kunci mobil di tangan nya.

Pintu gerbang sudah di tutup,namun Sela dan Bambang masih belum terima di usir oleh Arya.

" Pergi dari sini." teriak salah satu bodyguard.

" Kami tidak akan pergi,di dalam rumah masih banyak barang-barang berharga milik kami." teriak Sela teringat dengan perhiasan,baju mahal dan tas mahal milik nya dan juga sang ibu.

" Itu semua milik Non Yura." balas Arya berhasil membuat darah Sela mendidih hingga ke ubun-ubun.

Lagi dan lagi ia harus kalah dari Yura.padahal selama ini Yura lah yang lebih sering di tindas oleh mereka sekeluarga.

Bugh..

Sebuah kunci yang di lempar dari dalam rumah berhasil mengenai wajah Bambang.

" cepat buka borgol nya Sela." pinta Bambang tidak sabaran.

" Iya Pa."

" Setelah ini kita mau kemana lagi Pa?" tanya Sela lirih sambil menatap ujung komplek perumahan.

" Papa juga tidak tahu! Kamu pesan taksi dulu untuk bisa pergi dari sini." titah Bambang sambil mengotak-atik ponsel sedang kan Sela segera memesan taksi online dari pada harus berlama-lama menjadi perhatian tetangga.

Begitu taksi pesanan mereka datang,Bambang menyelonong masuk duduk di samping sang sopir taksi sedang kan Sela harus bersusah payah mengangkat tubuh ibu nya.

" Sini biar saya bantu Mbak." kata Pak sopir menawarkan diri.

" Iya Pak, terimakasih ya." ucap Sela untuk pertama kali dan malas menatap Bambang.

Setelah semua penumpang masuk,mobil pun melaju tanpa tujuan yang jelas.

Sepanjang jalan ini lah Bambang sibuk menerima telpon dari seseorang.nada suara nya terdengar begitu antusias sekali.

" Nanti malam Kamu harus dandan yang cantik." kata Bambang menoleh ke arah Sela.

" Memang nya ada acara apa Pa?" tanya Sela curiga.

" Kuncoro akan menganggap lunas semua hutang kita,dia juga bersedia membantu kesusahan kita.tapi dengan syarat Kamu harus mau tidur dengan nya." kata Bambang begitu enteng.

" Papa tidak menerima penolakan, memang nya kamu mau tidur di jalanan." desak Bambang dengan wajah gelap nya

Wajah Sela syok dengan mata membesar tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.Ayah kandung nya sendiri malah menawarkan nya pekerjaan seperti ini.

Selama ini Sela memang sudah sering keluar masuk club malam, gonta-ganti pasangan.tapi tidak dengan Pak Kuncoro juga.umur Kuncoro saja lebih tua dari ayah nya.belum lagi perut buncitnya membuat perut Sela terasa mual.

" Dia sudah tua Pa! Aku tidak mau." tolak Sela .

Sopir taksi yang mendengar pembicaraan ini hanya bisa diam menelan ludah.ia tidak berani ikut campur dalam urusan keluarga orang lain.tapi ia tak habis pikir kenapa ada seorang ayah seperti Bambang di muka bumi ini.

" Mau tua atau muda sama saja! Nanti malam dia akan menjemput Kamu ke apartemen yang sudah dia siapkan untuk kita.jangan berani kabur jika tidak ingin Mama mu yang tidak berguna ini Papa tinggal kan di tepi jalan." ancam Bambang membuat tubuh Sela terpaku.

" Pa! Aku ini anak kandung Papa loh.."

" Papa tidak perduli,kalau perlu Kamu harus hamil anak Kuncoro supaya Kamu bisa menguras harta nya."

" Apa?"

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!