NovelToon NovelToon
Tabib Rahasia Sang CEO

Tabib Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi
Popularitas:36.1k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.

​Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35 三五

Pagi itu, atmosfer di area kampus Universitas Nasional terasa sangat berat, seolah-olah awan mendung keseriusan sedang menggelayuti seluruh gedung Fakultas Kedokteran. Ribuan calon mahasiswa yang datang dari berbagai penjuru negeri berkumpul dengan wajah pucat pasi, mata yang bengkak karena kurang tidur, dan tangan yang gemetar memegang tumpukan diktat anatomi yang sudah lusuh. Di tengah kerumunan yang mencekam dan penuh aura kompetitif itu, kemunculan Xi'er benar-benar mencuri perhatian.

​Atas paksaan Mo Yan dan bantuan Vania sejak subuh buta, Xi'er kini tampil dengan gaya yang jauh lebih formal dan berwibawa. Ia mengenakan kemeja putih berbahan sutra lembut yang disetrika sangat rapi, dipadukan dengan celana kain hitam potongan high-waist yang membuatnya tampak lebih jenjang. Rambut hitam panjangnya tidak lagi diikat asal-asalan, melainkan dijalin rapi dengan teknik french braid ke belakang, menonjolkan wajahnya yang tirus namun memiliki pancaran mata yang sangat tajam dan segar.

​"Setidaknya kau harus terlihat seperti manusia terpelajar yang memiliki masa depan, bukan seperti pencari rumput liar yang tersesat di kota." kata Mo Yan tadi pagi di depan lobi rumah, sambil menyerahkan sepasang sepatu flat shoes kulit hitam yang sangat elegan. Xi'er sempat memberontak karena merasa kakinya terkurung dalam benda keras itu, namun Mo Yan hanya menatapnya dengan pandangan dingin yang seolah berkata bahwa martabat Mo Group ikut dipertaruhkan dalam setiap langkah yang ia ambil hari ini.

​Meskipun sudah mengenakan sepatu formal yang langkahnya sangat senyap di atas lantai marmer kampus, aura pemberontak Xi'er tetap tidak bisa disembunyikan sepenuhnya. Ia melangkah masuk ke aula ujian raksasa tanpa membawa satu pun tas buku atau catatan kecil, sesuatu yang dianggap gila oleh peserta lain yang masih sibuk komat-kamit menghafal istilah saraf kranial di menit-menit terakhir. Xi'er hanya membawa sebuah pena hitam berkualitas tinggi pemberian Mo Yan, yang ia putar-putar di sela jarinya dengan sangat lincah, seolah pena itu hanyalah pengganti dari jarum perak andalannya.

​"Nomor kursi 405." gumam Xi'er pada dirinya sendiri saat ia menemukan mejanya di pojok ruangan yang dekat dengan jendela. Ia duduk dengan punggung tegak, mengabaikan tatapan sinis dan penuh selidik dari seorang pemuda berkacamata tebal di sebelahnya yang sedang berkeringat deras meskipun pendingin ruangan menyala maksimal.

​Begitu bel tanda mulai berbunyi, aula tersebut seketika berubah menjadi sunyi senyap, hanya menyisakan suara gesekan kertas yang dibalik serempak. Xi'er membuka lembar soalnya yang terdiri dari ratusan soal pilihan ganda dan beberapa studi kasus klinis yang sangat rumit. Matanya bergerak cepat menyapu pertanyaan-pertanyaan tentang biologi sel, anatomi kompleks, hingga logika medis tingkat tinggi yang biasanya membutuhkan waktu berpikir lama bagi mahasiswa kedokteran tingkat akhir sekalipun.

​"Hanya begini? Apakah mereka pikir soal-soal logika dasar ini bisa menyaring orang-orang hebat?" batin Xi'er sambil tersenyum miring. Baginya, soal-soal ini jauh lebih sederhana daripada tantangan yang pernah ia hadapi di masa lalu, seperti harus membedakan seratus jenis jamur beracun di tengah hutan lembap dalam kondisi mata tertutup.

​Jarinya mulai bergerak menari di atas lembar jawaban. Ia tidak perlu ragu sedikit pun atau menghapus jawabannya. Pengetahuan yang ia serap dari ribuan buku medis bahasa Inggris milik Mo Yan dalam beberapa malam terakhir, ditambah dengan ribuan tahun insting dan pengalaman praktis sebagai Tabib Agung, membuat jawaban-jawaban itu muncul di kepalanya secara otomatis. Ia menyelesaikan bagian anatomi dalam sepuluh menit, bagian farmakologi dalam lima menit, dan sisa waktunya ia gunakan untuk membedah studi kasus dengan analisis yang sangat dalam.

​Tepat empat puluh lima menit setelah ujian dimulai, ketika peserta lain bahkan belum menyelesaikan bagian pertama Xi'er berdiri dari kursinya. Ia membereskan pena hitamnya dan berjalan dengan langkah anggun namun mantap menuju meja pengawas di depan.

​"Nona, ujian ini baru berjalan kurang dari satu jam. Anda yakin ingin keluar sekarang? Tidak ada kesempatan untuk masuk kembali." tanya pengawas dengan nada meremehkan yang sangat kental.

​Xi'er memberikan senyum tipis yang penuh percaya diri, tatapannya tidak goyah sedikit pun. "Aku sudah selesai mengerjakan semuanya. Lagipula, terlalu lama berdiam diri di dalam ruangan yang penuh dengan energi kecemasan dan ketakutan massal ini sangat tidak sehat bagi sirkulasi Qi ku maksudku, bagi kesehatan mentalku."

​Tanpa menunggu balasan dari pengawas yang masih melongo, Xi'er melenggang keluar aula, meninggalkan ribuan orang yang masih berkutat dengan soal-soal yang mereka anggap sebagai tembok yang mustahil untuk dipanjat.

​Dua hari kemudian, sebuah ledakan besar terjadi di ruang administrasi pusat Universitas Nasional. Mesin pemindai nilai otomatis milik universitas sempat berhenti bekerja tiga kali karena mendeteksi sebuah anomali data yang dianggap sebagai error sistem. Para profesor kedokteran paling senior berkumpul di depan monitor dengan wajah yang menunjukkan ekspresi antara tidak percaya, syok, dan kemarahan yang tertahan.

​"Skor sempurna? Benar seratus persen tanpa satu pun kesalahan kecil?" seru Profesor Han, Dekan Fakultas Kedokteran yang rambutnya sudah memutih seluruhnya. "Bahkan soal nomor 85 tentang variasi langka pada arteri subklavia dan percabangan syaraf simpatis yang sangat spesifik, yang sengaja kami buat untuk menjebak mahasiswa pascasarjana, dia jawab dengan analisis yang jauh lebih tajam dari kunci jawaban kita. Siapa sebenarnya Lin Xi'er ini?"

​"Data pribadinya sangat minim Profesor. Tercatat sebagai lulusan dari daerah terpencil dengan riwayat pendidikan yang tidak menonjol sebelumnya." sahut asisten dekan dengan wajah penuh kebingungan.

​"Aku tidak percaya pada angka-angka di layar ini. Pasti ada kebocoran soal yang sangat rapi." Profesor Han menggebrak meja jati di depannya. "Panggil dia ke sini sekarang juga! Aku ingin melakukan ujian lisan secara langsung di hadapan dewan penguji. Jika dia terbukti curang, aku akan memastikan namanya masuk dalam daftar hitam seluruh universitas di negeri ini seumur hidupnya!"

​Berita tentang Gadis Skor Sempurna yang dipanggil langsung oleh Dekan segera menyebar ke seluruh kampus secepat kilat. Saat Xi'er sampai di depan gedung rektorat yang megah dengan pilar-pilar besarnya, mobil Rolls-Royce hitam milik Mo Yan sudah menunggu di sana. Mo Yan menatap Xi'er dari balik jendela kaca mobil yang diturunkan sedikit, wajahnya tampak tenang namun ada sedikit ketegangan di antara alisnya.

​"Kau siap menghadapi mereka Xi'er? Zuo Fan baru saja mendapat kabar bahwa para profesor itu sangat curiga dan berencana untuk menjatuhkanmu dalam ujian lisan ini." ucap Mo Yan dengan nada bicara yang rendah.

​Xi'er menyandarkan punggungnya di pintu mobil, tampak sama sekali tidak gentar meskipun ia berdiri di depan pusat otoritas akademis tertinggi. "Biarkan saja para tua bangka itu mengujiku sesuka hati mereka. Aku akan menunjukkan bahwa ilmu yang mereka banggakan selama puluhan tahun itu hanyalah setetes air di tengah samudra pengetahuan yang kukuasai. Tuan kaku, pastikan kau sudah menyiapkan perayaan yang sangat mewah untukku setelah ini."

​Mo Yan tersenyum miring, sebuah senyum bangga yang kini benar-benar sulit ia sembunyikan. "Perayaan apa pun yang kau inginkan akan kukabulkan. Sekarang, masuklah dan berikan mereka pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan."

​Di dalam ruangan konferensi yang dingin dan bernuansa kayu tua, Xi'er duduk sendirian di depan sebuah meja panjang yang dikelilingi oleh lima orang profesor senior yang merupakan ahli di bidang bedah, penyakit dalam, dan syaraf. Mereka menatap Xi'er seolah-olah ia adalah seorang terdakwa yang tertangkap basah melakukan kejahatan besar.

​"Nona Lin Xi'er." buka Profesor Han sambil mengetuk-ngetuk tumpukan berkas ujian Xi'er. "Nilai ujianmu adalah sebuah kemustahilan yang sangat mencurigakan. Kami menduga ada kecurangan terorganisir di balik semua ini. Oleh karena itu, kami akan memberikanmu ujian lisan secara acak dan sangat mendalam. Jika kau gagal menjawab satu saja pertanyaan teknis, nilaimu akan kami batalkan secara permanen dan kau akan kami laporkan ke pihak berwajib."

​"Silakan dimulai Pak Tua. Waktuku sangat berharga, dan aku sudah berjanji pada adikku untuk pulang tepat waktu guna menyiapkan makan malam." jawab Xi'er dengan nada yang sangat santai, bahkan ia sempat menyandarkan punggungnya dengan nyaman di kursi kulit tersebut.

​Profesor Han mendengus kesal karena merasa tidak dihormati. "Baiklah. Kasus pertama, Seorang pasien laki-laki, usia 55 tahun, datang ke unit gawat darurat dengan keluhan mati rasa yang akut di bagian tungkai kiri bawah. Hasil MRI tulang belakang nampak normal, tidak ada herniasi diskus. Apa diagnosis pertamamu dan jelaskan mekanisme fisiologisnya?"

​Xi'er bahkan tidak butuh waktu satu detik untuk berpikir. Jawaban itu mengalir begitu saja dari bibirnya dengan lancar. "Itu kasus klasik yang seringkali salah didiagnosis oleh dokter yang terlalu mengandalkan mesin. Jangan hanya terpaku pada syaraf pusat di tulang belakang. Periksa arteri popliteanya. Ada oklusi arterial akut yang tersamar oleh gejala yang mirip penyakit syaraf. Di duniaku maksudku, dalam istilah medis kuno itu disebut Sindrom Kaki Kayu. Jika kau hanya mengandalkan MRI tanpa memeriksa denyut nadi distal, pasienmu akan mengalami nekrosis jaringan dan kakinya harus diamputasi dalam waktu dua puluh empat jam. Tindakannya? Lakukan embolektomi segera dan berikan heparin dosis tinggi untuk memecah sumbatan tersebut."

​Para profesor itu saling berpandangan dengan mata yang membelalak. Jawaban Xi'er tidak hanya benar, tapi sangat praktis dan menunjukkan pemahaman klinis yang melampaui teori buku teks. Ujian lisan itu terus berlanjut selama dua jam penuh tanpa henti. Mereka menghujani Xi'er dengan kasus-kasus bedah syaraf yang paling rumit, interaksi kimia obat yang langka, hingga diagnosis penyakit autoimun yang baru ditemukan literaturnya.

​Xi'er menjawab semuanya seolah-olah ia sedang membaca ensiklopedia yang terbuka di depan matanya. Ia bahkan berani mengoreksi salah satu teori Profesor Han tentang teknik penanganan pendarahan otak subdural, menjelaskan bahwa metode modern yang mereka gunakan sebenarnya bisa menyebabkan trauma sekunder jika tidak digabungkan dengan teknik penekanan titik-titik meridian tertentu untuk menstabilkan tekanan darah.

​"Bagaimana? Apakah kalian masih butuh kacamata baru atau bukti tambahan untuk mempercayai bahwa otakku ini nyata?" tanya Xi'er sambil berdiri dengan anggun dari kursinya saat sesi tanya jawab berakhir.

​Profesor Han perlahan melepaskan kacamatanya yang sedikit beruap karena keringat dingin. Wajahnya yang tadi keras dan penuh prasangka, kini melunak menjadi rasa kekaguman yang sangat besar dan tulus. "Nona Lin... kau... kau adalah sebuah anugerah bagi dunia medis. Kau adalah jenius yang mungkin hanya muncul sekali dalam seratus tahun. Atas nama dewan penguji, aku meminta maaf secara pribadi atas kecurigaan kami yang sangat picik. Universitas ini akan merasa sangat, sangat terhormat jika kau bersedia menjadi mahasiswa di sini."

​Begitu Xi'er melangkah keluar dari gedung rektorat, ia disambut oleh hembusan angin sore yang menyegarkan. Ia melihat Mo Yan yang masih menunggu di tempat yang sama, raut wajahnya tampak lega saat melihat ekspresi kemenangan di wajah Xi'er. Begitu Xi'er masuk ke dalam mobil, ia langsung menyandarkan kepalanya di bahu Mo Yan dengan manja.

​"Ternyata mereka tidak sepintar yang kubayangkan." keluh Xi'er sambil memejamkan mata. "Mereka terus bertanya tentang anatomi seolah-olah itu adalah hal yang sulit. Sangat membosankan."

​Mo Yan tertawa rendah, sebuah tawa tulus yang jarang ia perlihatkan. Tangannya bergerak mengusap lembut helai rambut Xi'er yang sedikit berantakan. "Tentu saja mereka terlihat bodoh di depanmu Tabib Agung. Zuo Fan, katakan pada koki untuk menyiapkan perjamuan paling mewah malam ini. Dan siapkan kunci laboratorium baru yang baru saja selesai dibangun. Itu adalah hadiah spesial untuk sang mahasiswa nomor satu di negeri ini."

​Xi'er tersenyum lebar, merasa sangat puas dengan kemenangan hari ini. Ia menyadari bahwa di dunia modern ini, ia bukan lagi sekadar transmigran yang hilang arah, melainkan seorang legenda baru yang siap mengguncang fondasi kedokteran modern dengan sebilah jarum perak dan otak jeniusnya.

1
mery harwati
Bram, aq kasih kopi online ya agar saat pagi hari kau buka mata, tidak langsung stroke gegara saham perusahaanmu terjun bebas 😄
mery harwati: Iya sama² makasih author ❤️
Sehat selalu ya thor 💪😍
total 2 replies
mery harwati
Nah kan dugaanku di episode 47 yll terbukti di episode 50 ini
Hukuman apa yang akan Xi'er berikan pada Bramantyo ya?
Secara Xi'er sudah melakukan uji klinis obat²an di laboratorium yang Mo Yan berikan bwt Xi'er
mery harwati: Bikin hukuman yang tidak mematikan tapi membuat Bramantyo tersiksa disisa hidupnya 🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣/Joyful/ Puass kali aku tertawa jahat buat Bramantio 🤣🤣 /Joyful//Joyful/
Kusii Yaati
kayu bakar harga selangit ya xi'er... 😂
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
mantap, dunia bisnis langsung gempar sejagat maya /Determined//Determined/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
kak, ayo double up/Curse//Curse//Curse/
Kusii Yaati
aq mampir kakkkk... semoga ceritanya bagus dan menarik ya☺️
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: terimakasih 🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Mo Yan: Sayang sekali aku repot-repot mengurusnya, mending mendengar celotehan Xi'er lebih menarik
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhahahha iyq lagi🤣
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
terhubung sama Kenric Vane? 🤔
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: betul🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Eehh jadi ceritana nyambung sama si Keneric toh 😅 baiklaah
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣🤣 Iya biar syeruu
total 2 replies
mery harwati
Mo Yan ternyata lebih mengirim paket ke Kendric daripada repot ngurusi Selin dkk 🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: betul kak dri pada nanti dia melakukan kekerasa ln lbh baik di serahkan ke sang mafia🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤔🤔🤔 gabungan ternyata dia👍
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dari pada nanti mo yan melakukan kekerasan🤣
total 1 replies
Yunita Widiastuti
☕️☕️☕️🌹🌹🌹
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo bangkit Xi'er, ini bukan kamu. Xi'er yg ku kenal tak pernah menyerah, Xi'er yg ku kenal tak memiliki rasa takut pada apapun🤧
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Iya. Tapi jangan sampai berlarut-larut, ingat!! masih ada orang yg menyayangimu, Xi'er🤧
total 2 replies
mery harwati
Selin mengaku disuruh melecehkan Xi'er, apakah itu Bramantyo saingan bisnis Mo Yan & yang membuat Mo Yan lumpuh? Jika iya, akan semakin menarik alur ceritanya, karena Bram udah tau bahwa Xi'er adalah senjata yang akan membuat Mo Yan tahkluk
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nda ada yg tau😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
siapa yang nyuruh si sisir itu?
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nda ada yg tau😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Xi'er kan mau diperkoskos rame kan, baless juga tuh si selin prokos kos rame2 biar tau ras, dah itu baru main2 kau MoYan
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣🤣 Nda papa lah ngeri2 syedeep itu 🤣/Facepalm/
total 4 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
Ayo double up, ku tunggu permainan Mo Yan/Scream//Scream//Scream/
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
wajah berantakan itu ke mana ya🤔
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mata pindah ke bawah hidung ke samping kuing ke atas😭😑
total 1 replies
mery harwati
Xi'er dimasa lalu di kehidupanmu saat jaman kerajaan, apakah obat perangsang sudah ada Xi'er? Seperti jaman modern saat kehidupanmu sekarang?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!