hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.
yuk mulai baca biar gak penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Pantai
Delisa termenung di dalam mobil yang atapnya sudah terbuka,angin laut membuat nya sedikit lebih tenang dari sebelumnya suasa malam dipantai sedikit sunyi karena hanya beberapa orang yang masih berlalu lalang disekitar pantai.
Delisa mengamati laut yang gelap hanya ada suara dempuran ombak yang terdengar jelas di telinga delisa, alunan musik di dalam mobil menambah suasana semakin nyaman untuk nya, sesekali delisa menghela nafas nya merasa tidak nyaman dengan semua keadaan yang ada.
" salah nya gue apa sih sebenarnya" batin delisa yang terus menerus berputar menanyakan dia salah apa di dalam otaknya
" perasaan kemarin-kemarin enggak apa-apa terus kenapa seminggu ini gue di diamin ya " guman delisa dengan air mata yang siap meluncur dari kelopak matanya
Delisa menaruh kedua tangannya kearah setir mobil menelungkup menangis dalam diam, dia enggak tau kenapa Alvaro berubah kepadanya.
Dilain tempat Alvaro benar-benar kelimpungan mencari delisa, dia sudah menanyakan kepada para pelayan tapi tidak ada yang tau kalau nyonya muda mereka pergi dari rumah,kini Alvaro sedang mengendarai mobilnya seperti orang bodoh mencari kesana kemari, mendatangi setiap tempat yang biasanya delisa datangi tapi hasilnya tetap nihil, ia memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan segera meraih ponselnya membuka chat grup teman-teman delisa.
( grub dark black ☠️ 🫦)
Kalian tolong bantu saya ( you )
Kenapa bang ( Bayu )
Iya kak ada apa ( Anya )
Kenapa Lo bro ( Roy )
Delisa hilang ( you
Hah!! ( bunga )
Bang serius ( Bayu )
Tadi bukanya dia bilang dirumah ya kok biasa hilang ( Tere )
Saya sampai rumah dia tidak ada hp nya juga dia tinggal tapi dia bawa mobil yang enggak ada GPS nya jadi saya enggak bisa lacak keberadaan delisa ( you )
Udah coba cari ke makam bang ( Bayu )
Udah tapi enggak ada ( you )
Di rumah papa dan mama juga enggak ada kebetulan gue lagi nginep ( Bayu )
Saya juga sudah tanya pada pelayan dirumah utama Adipati tapi tidak ada saya benar-benar bingung saat ini ( you )
dia pakek mobil putih gak sih ( Revan )
Lo tau rev ( Bayu )
Enggak sengaja lewat didepan tempat tongkrongan gue tadi dan gue enggak sengaja noleh pas banget kaca mobilnya di buka jadi gue rasa dia emang delisa ( Revan )
Iya dia menggunakan mobil putihnya ( you )
Kamu tau kearah mana,saya benar-benar khawatir ( you )
maaf sebelumnya gue juga enggak tau arahnya dia kemana tapi seingat gue kalau lewat sini arahnya yang paling deket yaitu pantai ( Revan )
Lo yakin rev ( Bayu )
Iya gue yakin,gimana kalau gue coba kesana nanti kalau bener gue hubungi ( Revan )
Baiklah tapi serlok lokasi kamu,saya akan menyusul ke sana ( you )
Gue juga bakal nyusul Lo Rev serlok sekarang ( Bayu )
📍jl.anugrah.02 ( Revan )
Oke saya kesana sekarang ( you )
gue ikut nyusul ( Roy )
Sama gue juga ikut ( Afnan )
OTW ( Bayu )
Alvaro menyalakan mesin mobilnya dan segera tancap gas ke arah dimana Revan berada, mereka berempat sampai di pinggiran pantai tidak lama Revan menghampiri,
" gimana ada gak " ucap Alvaro dengan rotasi panik
" gue udah keliling sekitar sini sih kak tapi enggak ada,tapi gue yakin dia ada disini mending kita pencar aja biar cepat ketemu " ucap Revan
" oke kita berpencar" ucap Bayu mereka semua berpencar Bayu bersama Reva berkeliling kearah cafe,
Afnan dan Roy kearah pelabuhan sedang kan Alvaro menuju pinggir pantai yang masih bisa dilalui mobil,
Tanpa mereka sadari sejak tadi ada mata yang menatap mereka dengan diam-diam,
" Hilih kalau hilang aja baru di cari coba kalau gak hilang mana mau dia nyariin gue " ucap delisa memandang kelima manusia yang sejak tadi Wira Wiri didepannya,tanpa mereka sadari sama sekali.
" itu orang enggak tau plat nomor mobil gue kah " ucap delisa yang ternyata udah menutup bagian atap mobil dan kaca-kaca jendela mobil sudah dia tutup dengan rapat maka orang luar tidak bisa melihat delisa karena kacanya gelap,
Bayu tersadar sesuatu menatap satu mobil putih yang berada di samping salah satu cafe,ia mengamati dengan teliti.
" njing Bayu sadar cabut aja kali " ucap delisa panik karena Bayu menyadari keberadaan nya,dia menyalakan mobilnya dan Bayu sudah ancang-ancang berlari menuju mobil delisa,
Delisa tancap gas sebelum Bayu benar-benar sampai mobil nya
" bang delisa kabur " teriak Bayu segera menuju motornya, Alvaro,Roy Afnan dan Revan segera kembali ke kendaraan mereka masing-masing, dan segera mengejar mobil delisa yang melaju kencang.
" gila gue udah lama enggak uji nyali " ucap delisa malah tersenyum menambah kecepatan nya lebih tinggi,
Membuat dada Alvaro berdetak kencang gimana enggak istrinya melajukan mobilnya kayak mau ngajak uji nyali sama malaikat pencabut nyawa,
" hedeh masih aja mereka Ngepung gue " ucap delisa
" please sayang jangan buat mas jantungan " ucap Alvaro yang masih mengejar mobil delisa
Mereka berenam malah saling kejar-kejaran dan memicu adrenalin delisa meningkat, tiba-tiba delisa melihat sekelebat bayangan kecelakaan dirinya bersama Arsya.
" Del kendalikan diri Lo " guman delisa masih dengan mobil yang kecepatan nya tinggi
" enggak enggak bisa " ucap delisa membelokan mobilnya kejalan yang sepi ia mengurangi kecepatan nya dan mengerem mendadak.
delisa seperti sesak nafas bayang-bayang itu terus bermunculan, tiba-tiba kaca mobilnya diketuk keras oleh Alvaro dan Bayu,membuat delisa menoleh sebentar tidak lama dia pingsan.
Alvaro dan Bayu semakin khawatir melihat tidak ada respon dari dalam mobil.
" bang pecahin aja kaca mobilnya " ucap Bayu dengan penuh kepanikan
" Roy ambil alat apapun buat pecahin kaca mobil delisa" ucap Alvaro,Roy segera berlalu mengambil salah satu alat, setelah menemukan alat itu Roy segera memecahkan salah satu kaca mobil.
sekali pukul kaca itu pecah seketika Roy segera membuka kunci pintu nya,Alvaro membuka pintu kemudi dan ternyata delisa sudah pingsan
" sayang " ucap panik Alvaro
" Delisa" ucap serempak empat pria yang kaget delisa sudah tidak sadarkan diri
Alvaro mengeluarkan tubuh delisa dari dalam mobil dan segera membopong nya kearah mobilnya
" gue aja yang nyetir Lo temani delisa di belakang" ucap Afnan mengambil alih kemudi
Roy dan Afnan memang memakai satu mobil jadi kalau ada sesuatu bisa membantu salah satu, dan ya saat ini Alvaro sedang membutuhkan nya
" bawa pulang aja bang " ucap Bayu pada Alvaro
" iya Lo nyusul di belakang,mobil delisa biar orang-orang gue yang urus " ucap Alvaro yang memangku tubuh lemah istri nya
" iya " ucap Bayu dan Afnan segera menyalakan mobil Alvaro melaju dengan kecepatan sedang tapi cepat kearah rumah delisa dan Alvaro.
" makasih Rev udah bantu cari delisa " ucap Bayu
" yaelah kayak sama siapa aja, Lo lupa kita ini best friend ya wajarlah gue bantu " ucap Revan
" iya gue tau sekali lagi makasih" ucap Bayu
" sama-sama udah gih sana kejar kak Alvaro gue juga mau nongkrong lagi sama temen-temen yang lain " ucap Revan
" iya gue duluan ya,yok kak " ucap Bayu,Roy dan Bayu akhirnya menyusul Alvaro kerumahnya,Revan sendiri balik ke tongkrongan.