Warning 21+ guys ... harap cek umur dulu sebelum baca.
***
Arya seorang Presdir di sebuah perusahaan terjebak pesona sekretaris pribadinya sendiri yang setiap hari sering berinteraksi dengannya.
Suatu hari mereka terpaksa tinggal satu kamar dan tidur satu ranjang. Bisakah Arya bertahan dengan godaan ranjang dari sekretaris mudanya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Fakta Sebenarnya Part 6
Para pekerja Hotel pun Anna manipulasi agar mereka menganggap kalau Arya ada gangguan kejiwaan sehingga ketika Arya bertanya hal macam-macam, para pegawai Hotel menjawab sesuai arahan yang sudah diberikan oleh Anna.
Malam harinya semua rencana Anna sukses besar karena gadis itu memang sudah bisa membaca dengan sangat tepat kalau Bosnya memang tertarik padanya.
Flashback selesai ....
***
"Gitu lho ceritanya, Bu," ucap Anna menutup cerita panjangnya yang tadi sangat menggebu-gebu.
"Bagus, Nak. Kamu hebat bisa naklukin Bos kamu. Kalau bisa kamu buat Bos Arya itu nidurin kamu berkali-kali biar cepet hamil. Kan enak kalau nanti kamu sudah hamil anaknya, dia mau nggak mau harus tanggungjawab dan jadiin kamu istri sahnya dia," tutur Ibu Tia yang memang menghalalkan segala cara agar bisa kaya raya dengan cara instan.
"Tenang aja, Bu. Aku pasti bisa menggantikan posisi istri sahnya Bos Arya yang jelek dan tua itu dan aku akan jadi nyonya Arya satu-satunya," tekad Anna dengan sorot mata penuh kelicikan.
"Kamu harus bisa pokoknya, An. Kamu cantik dan kamu masih muda. Pasti Bosmu itu lebih suka sama daun muda yang seger dan cantik kayak kamu." dukung Ibu Tia.
"Itu mah udah pasti, Bu." senyum percaya diri pun terlihat di bibir mungil Anna. "Dari sorot mata dan ekspresi wajah Pak Arya saat dia sedang bercumbu denganku pun dia sangat menikmatinya. Akan aku buat dia hanya candu dengan tubuhku saja dan dia tidak minat lagi menyentuh istrinya ketika malam hari."
"Kamu pokoknya harus kasih pelayanan ranjang yang memuaskan untuk Bosmu itu. Oh iya, semisal kamu dijadiin istri kedua atau istri sirinya, kamu terima aja dulu posisi itu. Setelah kamu berhasil menjadi istri Bosmu, buat dia tidak pulang lagi ke rumah istri pertamanya dan buat rumah tangga mereka porak-poranda," saran Bu Tia.
"Tenang saja, Bu. Aku sudah punya rencana sendiri kok. Ibu nggak usah khawatir," jawab Anna.
***
Beberapa saat kemudian ....
Acara makan malam di rumah kontrakan Anna dan keluarganya akan segera dimulai.
Dimas yang memang sudah sampai di depan rumah kontrakan itu segera mengetuk pintu rumah itu.
Anna yang memang sedang tidak melakukan apa-apa berjalan untuk membukakan pintu untuk tamunya itu.
Ceklek!
Pintu pun terbuka ....
Anna langsung terkesima oleh ketampanan Dimas yang begitu terpancar saat wanita itu melihatnya.
"Maaf, Mas, mau nyari siapa ya?" tanya Anna ramah dengan senyum yang menawan.
"Apakah ini benar kediamannya Ibu Tia?" tanya Dimas.
"Iya, betul." angguk Anna.
Dimas pun langsung tersenyum sumringah karena dia tidak salah rumah.
"Kakak pasti yang namanya Kak Anna kan?" tebak Dimas.
"Kok tahu sih nama aku," ucap Anna heran.
"Perkenalkan, Kak. Nama saya Dimas teman Arum yang diundang untuk makan malam di rumah kakak, " jelas pemuda itu.
"Hah?" Anna langsung mengembuskan napas kecewa dan juga kesal karena pacar Arum adik tirinya sangat tampan.
"Kerjaanmu apa?" kali ini Anna langsung jutek tidak seramah tadi. "Awas saja kalau kerjaanmu bagus dan berasal dari keturunan orang kaya. Akan aku paksa Arum untuk putus denganmu," batin Anna. "Aku nggak rela si upik abu itu dapet jodoh atau pacar yang tampan dan mapan."
"Aku masih kuliah, Kak."
"Lalu kerjaan kedua orang tuamu apa?"
"Ibu saya hanya ibu rumah tangga biasa, sedangkan ayah saya itu p-" ucapan Dimas terpotong karena Ibu Tia tiba-tiba muncul.